Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Karakterisasi Hydroxyapatite Alami yang dibuat dari Tulang Sapi dan Cangkang Telur sebagai Bahan untuk Donor Tulang (Bone Graft ) Taufik, Ahmad; Zuhan, Arif; Kusdaryono, Sigit; Rohadi, Rohadi
Jurnal Kedokteran Vol 6 No 1 (2017)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Penanganan terhadap komplikasi trauma tulang seperti delayed union, nonunion, malunion dan keadaan hilangnya sebagian dari tulang (defek) masih menjadi masalah. Diperlukan donor tulang (bone graft) untuk mengisi defek atau kekosongan pada tulang yang hilang agar terjadi penyambungan.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakterisasi hydroxyapatite yang dibuat dari sumber alami yaitu dari tulang sapi dan cangkang telur sebagai bahan untuk cangkok tulang (bone graft) dalam tindakan kedokteran.Metode: Tulang panjang sapi Bali dan sapi Brahman dipotong 5x5x5 mm untuk selanjutnya dikalsinasi pada suhu 800oC dan 1000oC. Hydroxyapatite yang dihasilkan diukur kadar kalsium dan fosfornya dengan metode spektrofotometer, kemudian dibandingkan dengan kadar kalsium dan fosfor pada tulang manusia.Hasil Penelitian: Hydroxyapatite dihasilkan baik dari tulang sapi Bali atau sapi Brahman memiliki kadar kalsium rata-rata 28 – 35%, kadar fosfor rata-rata 12- 15%. Kadar kalsium dan fosfor lebih tinggi pada tulang kortikal dibandingkan trabekular. Dibandingkan dengan kadar kalsium dan fosfor pada tulang manusia tidak berbeda bermakna (p<0,005). Kadar kalsium paling tinggi didapatkan pada cangkang telur (64%).Pembahasan: Kadar kalsium dan fosfor baik pada tulang sapi Bali atau sapi Brahman mempunyai kadar yang hampir sama dengan manusia. Ini karena setiap tulang mamalia mempunyai komposisi mineral dan air yang sama.Kesimpulan: Hydroxyapatite (HA) dari tulang sapi Bali, sapi Brahman dan cangkang telur mempunyai karakteristik yang hampir sama dengan tulang manusia dan bisa digunakan sebagai bahan untuk donor tulang.
Identifikasi Persepsi Mahasiswa Tentang Sistem Pembelajaran Keterampilan Medik Pemasangan Kateter Urin di Fakultas Kedokteran Universitas Mataram Mujahidin Irham, Achmad; Maulana , Akhada; Zuhan, Arif
Jurnal Syntax Fusion Vol 2 No 01 (2022): Jurnal Syntax Fusion: Jurnal Nasional Indonesia
Publisher : CV RIFAINSTITUT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54543/fusion.v2i01.127

Abstract

Mastery of students in medical skills is a very important aspect that will bridge the gap between clinical competence and procedural knowledge. Based on the 2012 Indonesian Doctor Competency Standards, urinary catheter installation skills have 4A competencies, which means that a primary care doctor graduate must be able to do it independently, by mastering theory, indications, contraindications, and complications that can arise. Students' perceptions of the learning system and learning environment will be the basis for maximizing and varying the learning system and environment. Basic knowledge of students related to a learning system will affect the perception and how the student learning process in the future. This research is a descriptive study with a research design cross sectional for students in the fifth and seventh semesters of the Medical Education Study Program, Faculty of Medicine, University of Mataram. The sampling technique used a total sampling technique and the sample was asked to fill out a questionnaire about perceptions of medical skills in inserting a urinary catheter. From 196 respondents consisting of men (34.7%) and women (65.3%) with an age range of 19-23 years. Good perception of medical skills in infusion is seen from the percentage of motivation factors (96.9 %), instructors (89.8%-100%), self-awareness (99%-100%), learning atmosphere (81.1%-96 .9%), facilities and infrastructure (43.4%-89.3%), self-confidence (57.7%-99.5%), and clinical learning environment (89.8%). The bad perception is only found in the difference between learning in the mannequin and the patient (56.6%). The majority of students have a good perception of the medical skills learning system of urinary catheter insertion.
SKRINING KANKER SERVIKS DENGAN METODE PAP SMEAR DI KOTA MATARAM Padauleng, Novrita; Djannah, Fathul; Lestari, Rizka Vidya; Zuhan, Arif; Taufik, Ahmad; Christian, Steven
Jurnal Pepadu Vol 5 No 3 (2024): Jurnal PEPADU
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v5i3.5896

Abstract

Upaya eliminasi kanker serviks dapat dilakukan dengan pendekatan komprehensif yang meliputi pencegahan primer dan sekunder. Pencegahan sekunder ini dilakukan dengan deteksi dini atau skrining adanya lesi prekanker, dan terapi lesi pada fase asimtomatis (tahap preklinis). Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mendeteksi adanya lesi prekanker pada wanita berusia 21-65 tahun yang berdomisili di Kota Mataram. Sebanyak 50 partisipan ikut serta dalam kegiatan yang diadakan di RS Universitas Mataram. Rerata usia partisipan yaitu 42,8 tahun dengan persentase terbesar pada kelompok usia 26-45 tahun (54%). Partisipan terbanyak berasal dari kecamatan Mataram (32%). Papsmear digunakan sebagai metode pemeriksaan untuk menemukan perubahan abnormal sel servikal. Skrining kanker serviks pada kegiatan ini didapatkan hasil negative atau tidak dijumpai lesi prekanker ataupun kanker pada seluruh partisipan. Pemeriksaan papsmear pada 10 partisipan didapatkan keputihan, dan 1 partisipan dengan massa polip. Berdasarkan hasil pemeriksaan papsmear pada seluruh partisipan, perlu dilakukan evaluasi ulang 3 tahun setelah pemeriksaan. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan sebagai implementasi dukungan FKIK Universitas Mataram bekerjasama dengan Dharma Wanita Persatuan Kota Mataram, dalam rencana aksi nasional eliminasi kanker serviks di Indonesia tahun 2023-2030. Upaya eliminasi ini berfokus pada pelaksanaan prioritas kedua dari pilar pertama (pemberian layanan), yaitu skrining kanker serviks.
Reye’s Syndrome: Issues, Clinical Manifestations, and Management Pramudia, Prananda Rizki; Saraswati, Citra Ayu; Fildzani, Qashrina Vania; Srigede, Baiq Kayla; Lovely, Anjela Fatma; Zuhan, Arif
Jurnal Biologi Tropis Vol. 24 No. 1b (2024): Special Issue
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v24i1b.7796

Abstract

Reye's syndrome is a rare disease that has the potential to damage several organs, particularly the brain and liver. The exact cause remains unknown, but several cases suggest a link to viral and bacterial infections, especially Influenza and Varicella. The clinical symptoms of Reye's syndrome include altered consciousness, fever, seizures, lethargy, vomiting, tachycardia, respiratory rhythm disturbances, changes in muscle tone, altered reflexes, and reduced urine production. This study aims to understand the clinical characteristics and evaluate the effectiveness of management in patients with Reye's syndrome through a literature review. The findings indicate that Reye's syndrome frequently affects children following viral infections, with initial symptoms of vomiting and altered consciousness progressing to coma. Laboratory tests reveal elevated liver enzymes and hypoglycemia, while prompt management, such as stabilizing vital functions and managing intracranial pressure, can improve prognosis. In conclusion, Reye's syndrome requires rapid intervention to prevent further organ damage, and education on the risks of aspirin use in children with viral infections, along with early intervention, is crucial to reducing morbidity and mortality associated with this condition.
Choledochal Cyst: Case Variations and Management Girsang, Andrew Deardo Purba; Fattahillah T, Rizqy Agung; Nazilinly, Fitri; Kamilah, Nilam Nurmilatun; Pramudya, I Nengah Andra Putra; Mario, Andina Nabilah; Faqih, Fauzan; Zuhan, Arif
Jurnal Biologi Tropis Vol. 24 No. 1b (2024): Special Issue
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v24i1b.7985

Abstract

Choledochal Cyst (CC) is a congenital anomaly characterized by the dilation of intrahepatic and/or extrahepatic bile ducts. This condition can occur at any age but is more common in infants and children, accounting for 80% of cases. This study aims to evaluate the clinical characteristics, diagnostic approaches, and optimal management options for choledochal cysts, accompanied by case variations. The method used in this study is a literature review, gathering relevant literature from various references focused on the topic of choledochal cysts. Literature searches were conducted using library search websites, including PubMed, ScienceDirect, Cochrane Library, Google Scholar, and ProQuest, with the search keyword "Choledochal Cyst." The review indicates that choledochal cysts are more common in females and people of Asian descent, especially in Japan, with the most common symptoms presenting as the classic triad of abdominal pain, jaundice, and a palpable mass in the right upper quadrant of the abdomen. This condition is more frequently diagnosed in children than in adults. Further research is needed to explore definite preventive efforts regarding this disease, as it is rare and its etiology remains uncertain.
SIRKUSMSI ANAK YATIM DAN DHUAFA DAERAH PESISIR LOMBOK BARAT Zuhan, Arif; Priyanto, Bambang; Rohadi, Rohadi; Haikal, Zikrul; Sunanto, Sunanto; Nandana, Pandu Ishaq; Anshori, Maz Isa; Taufik, Ahmad; Purnaning, Dyah; Zulkarnaen, Decky Aditya
Jurnal Pepadu Vol 4 No 4 (2023): Jurnal Pepadu
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v4i4.3755

Abstract

Pendahuluan: Indonesia merupakan Negara kepulauan terbesar di dunia yang terdiri dari 17.499 Pulau sepanjang nusantara. Anak-anak yatim dan dhuafa merupakan salah satu sarana dosen untuk melaksanakan tridharma dalam bentuk kepedulian pelayanan kesehatan melalui sirkumsisi. Pelayanan kesehatan pada anak daerah pesisir dapat meningkatkan derajat kesehatan. Metode Kegiatan: dilakukan pelayanan kesehatan berupa khitanan massal pada yatim dan dhuafa pada 2 tempat yaitu Pondok Pesantren Subulassalam, Sekotong dan Masjid Baitutrrahman Kekalik, Mataram. Hasil: 20 Anak yatim dan dhuafa ikut serta dalam kegiatan. Teknik khitan yang digunakan adalah metode dorsumsisi dan dorsumsisi modifikasi. Kesimpulan: sirkumsisi bermanfaat untuk anak yatim daerah pesisir.
SKRINING KANKER SERVIKS DENGAN METODE PAP SMEAR DI KOTA MATARAM Padauleng, Novrita; Djannah, Fathul; Lestari, Rizka Vidya; Zuhan, Arif; Taufik, Ahmad; Christian, Steven
Jurnal Pepadu Vol 5 No 3 (2024): Jurnal PEPADU
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v5i3.5896

Abstract

Upaya eliminasi kanker serviks dapat dilakukan dengan pendekatan komprehensif yang meliputi pencegahan primer dan sekunder. Pencegahan sekunder ini dilakukan dengan deteksi dini atau skrining adanya lesi prekanker, dan terapi lesi pada fase asimtomatis (tahap preklinis). Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mendeteksi adanya lesi prekanker pada wanita berusia 21-65 tahun yang berdomisili di Kota Mataram. Sebanyak 50 partisipan ikut serta dalam kegiatan yang diadakan di RS Universitas Mataram. Rerata usia partisipan yaitu 42,8 tahun dengan persentase terbesar pada kelompok usia 26-45 tahun (54%). Partisipan terbanyak berasal dari kecamatan Mataram (32%). Papsmear digunakan sebagai metode pemeriksaan untuk menemukan perubahan abnormal sel servikal. Skrining kanker serviks pada kegiatan ini didapatkan hasil negative atau tidak dijumpai lesi prekanker ataupun kanker pada seluruh partisipan. Pemeriksaan papsmear pada 10 partisipan didapatkan keputihan, dan 1 partisipan dengan massa polip. Berdasarkan hasil pemeriksaan papsmear pada seluruh partisipan, perlu dilakukan evaluasi ulang 3 tahun setelah pemeriksaan. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan sebagai implementasi dukungan FKIK Universitas Mataram bekerjasama dengan Dharma Wanita Persatuan Kota Mataram, dalam rencana aksi nasional eliminasi kanker serviks di Indonesia tahun 2023-2030. Upaya eliminasi ini berfokus pada pelaksanaan prioritas kedua dari pilar pertama (pemberian layanan), yaitu skrining kanker serviks.