Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kepemimpinan sebagai Alat Strategis dalam Manajemen Pendidikan: Studi Kualitatif di Pesantren Hefniy Hefniy; Muhammad Kholilurrohman; Yusril Ihza Saputra
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.11913

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kepemimpinan sebagai instrumen strategis dalam manajemen pendidikan pada lembaga pendidikan pesantren. Fokus penelitian ini mencakup peran kepemimpinan dalam merumuskan visi dan arah strategis lembaga, mengelola serta mengembangkan sumber daya pendidikan, mendorong inovasi, dan menjamin keberlanjutan organisasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dokumentasi, dan telaah dokumen kelembagaan. Analisis data pada penelitian ini dilakukan secara interaktif melalui tahapan kondensasi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan berperan penting dalam menentukan arah pengembangan lembaga melalui visi strategis yang menjadi pedoman bagi seluruh aktivitas organisasi. Pemimpin juga berperan dalam mengoptimalkan sumber daya pendidikan melalui pemberdayaan, koordinasi, pengembangan kapasitas, dan penguatan kolaborasi antarunsur kelembagaan. Selain itu, kepemimpinan menjadi penggerak inovasi yang memungkinkan pesantren beradaptasi terhadap dinamika perubahan tanpa kehilangan nilai-nilai dasar dan identitas kelembagaannya. Temuan penelitian menegaskan bahwa efektivitas manajemen pendidikan sangat dipengaruhi oleh kemampuan pemimpin dalam mengintegrasikan visi, pengelolaan sumber daya, inovasi, dan nilai kelembagaan ke dalam strategi pengembangan organisasi. Dengan demikian, penguatan kepemimpinan strategis menjadi fondasi penting untuk meningkatkan kualitas, daya saing, adaptabilitas, dan keberlanjutan lembaga pendidikan pesantren dalam menghadapi tuntutan perubahan zaman secara berkelanjutan serta mempertahankan relevansi pendidikan berbasis nilai keislaman.
Visual Storytelling Strategy in Digital Content to Increase Islamic Boarding School Brand Trust Maulidatul Adzimah; Moh. Rofik; Muhammad Thoiful Abrar; Muhammad Kholilurrohman; Mohammad Abdul Aziz Al Wahedi; Febi Febrianto; Abu Hasan Agus Rahmatullah; Fachri Aldin
Econosia Journal Vol. 1 No. 1 (2026)
Publisher : Litera Cendikia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61987/econosia.v1i1.41

Abstract

This study examines the role of visual storytelling strategies in digital content to enhance brand trust in Islamic boarding schools. This study addresses the gap between the theoretical potential of storytelling and its limited practical implementation in Islamic boarding school digital communications. Using a qualitative case study approach at Walisongo Islamic Boarding School in Pontianak, data was collected through observation, in-depth interviews, and documentation involving key informants such as school leaders, public relations officers, and parents. The findings indicate that visual storytelling is built through authentic representations of students' daily activities, religious values, and institutional identity, presented in simple yet meaningful visual formats. This study highlights that authenticity, consistency, and value-based narratives are more influential in building public trust than complex visual aesthetics. Furthermore, digital branding strategies tend to be implicit, relying on real-life storytelling rather than direct promotion. Audience interactions demonstrate positive engagement, reflecting the effectiveness of storytelling in fostering emotional connections and trust. This study concludes that optimizing visual storytelling can significantly strengthen Islamic boarding school brand trust, provided it balances authenticity with adaptive digital innovation in a competitive media environment.