Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

HUBUNGAN PENGETAHUAN PERAWAT RAWAT INAP TENTANG PATIENT SAFETY DENGAN KEPATUHAN DALAM PELAKSANAAN STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL PENCEGAHAN RESIKO JATUH PASIEN Mulyani, Siti; Raya, Yuni; Laia, Julianto; Muhajirin, Al; Marudut Simanjuntak, Benny; Assabilla Saidatussyifa, Siti; Qurotul Sadiqoh, Widia; Septi, Meicy
Jurnal Ilmiah Wijaya Vol. 15 No. 2 (2023): Jurnal Ilmiah Wijaya
Publisher : Wijaya Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di Indonesia, infeksi masih menjadi penyebab utama kematian dan kesakitan di rumah sakit dan fasilitaspelayanan kesehatan lainnya. Dari awal pendaftaran dan pemeriksaan pasien hingga pasien kembali terkadang adagejala yang terjadi di rumah sakit namun tidak terkontrol yaitu pasien terjatuh saat menerima pelayanan di rumahsakit, dan pasien disini bisa rawat jalan atau rawat inap. . Tujuan umum untuk mengetahui hubungan pengetahuanperawat tentang keselamatan pasien dengan kepatuhan dalam melaksanakan standar operasional prosedurpencegahan pasien jatuh. Jenis dan desain penelitian ini adalah penelitian deskriptif analitik yang bertujuan untukmengetahui hubungan pengetahuan perawat dengan penerapan standar operasional prosedur pencegahan jatuhpada pasien. Dengan cara pendekatan pengumpulan data sekaligus artinya subjek penelitian hanya diamati satukali saja dan dilakukan pengukuran terhadap sifat atau variabel subjek pada saat pemeriksaan. Penelitian hanyadilakukan satu kali observasi dan dilakukan pengukuran terhadap status karakter atau variabel yang diamati saja.Pendekatan ini dimaksudkan untuk melihat pengaruh antara variabel independen dan dependen. Variabelindependennya adalah pengetahuan perawat tentang keselamatan pasien dan ketergantungan penerapan standaroperasional prosedur pencegahan pasien jatuh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antarapengetahuan perawat rawat inap tentang keselamatan pasien dengan kepatuhan melaksanakan standar operasionalprosedur pencegahan pasien jatuh. Diketahui ada hubungan antara pengetahuan perawat rawat inap tentangkeselamatan pasien dengan kepatuhan terhadap standar operasional prosedur pencegahan jatuh pada pasienberdasarkan hasil uji statistik menggunakan uji Kendall’s tau. Hasilnya adalah nilai p = 0,01 yang berarti <0. 05maka Ho diterima dan Ha ditolak sehingga dapat disimpulkan terdapat hubunganKata Kunci: pengetahuan, keselamatan pasien, pasien jatuh
The Relationship Between Pharmaceutical Service Quality And Outpatient Satisfaction: HUBUNGAN KUALITAS PELAYANAN FARMASI DENGAN KEPUASAN PASIEN RAWAT JALAN Raya, Yuni; Retno, Yosy; Kesuma, Andini; Armein; Muhajirin, Al; Oktora, Bunga; Fitrianingsih, Nining; Yuliana; Bustomi; Fajar, Anisya
Jurnal Penelitian Keperawatan Kontemporer Vol 5 No 1 (2025): Januari 2025
Publisher : Program Studi S1 Ilmu Keperawatan dan Ners IKBIS Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59894/jpkk.v5i1.923

Abstract

Background: Improving the quality of hospital services cannot be separated from the organization of pharmaceutical installations. Therefore, it is meaningful to focus on the quality of pharmacy installation services so that patient satisfaction can be obtained, which is in the form of convenience, speed, relationship, ability and hospitality addressed through attitudes and characteristics in providing services for consumer satisfaction. Objective: To analyze the relationship between pharmacy service quality and outpatient satisfaction. Methods: This research is correlational analytic with a cross sectional approach. The population in this study were 150 people, the number of samples in this study amounted to 75 patients with Non Probability Sampling technique using Accidental Sampling method. The results of the study were tested with the Kendall tau statistical test with a significance of α = <0.05 with the SPSS 25 program. The research instrument used a quality questionnaire and a patient satisfaction questionnaire. This research was conducted at RSUD Ciawi Bogor. Results: The results of the Kendall tau test with an error rate (α) = 0.05, obtained a p value = 0.484. This means that there is no significant relationship between the quality of pharmaceutical services and outpatient satisfaction. Conclusion: There is no relationship between pharmaceutical service quality and outpatient satisfaction at RSUD Ciawi, Bogor Regency.
Hubungan Stres Kerja Dengan Kinerja Perawat Dalam Melaksanakan Pelayanan Keperawatan Di Instalasi Gawat Darurat (IGD) Dan Intensive Care Unit (ICU) Muhajirin, Al; Setiyadi, Agus; Rasid, Harun Al; Mulyati, Tri; Retno, Yosy; Tania, Sara; Purba, Sariaman; Redjeki, Sri; Yunita, Yunita; Gita, Irma
JURNAL KEBIDANAN, KEPERAWATAN DAN KESEHATAN (BIKES) Vol 5, No 1 (2025): J-BIKES JULI
Publisher : Mata Pena Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51849/j-bikes.v5i1.128

Abstract

Stres yang dialami karyawan akibat lingkungan yang dihadapinya akan mempengaruhi kinerja dan kepuasan kerjanya. Kinerja yang menurun salah satunya dapat disebabkan oleh stres yang dialami karyawan. Kinerja seorang perawat dapat dilihat dari mutu asuhan keperawatan yang diberikan kepada pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa hubungan stres kerja dengan kinerja perawat dalam melaksanakan pelayanan keperawatan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Leuwiliang Kabupaten Bogor. Metode penelitian yang digunakan berupa analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Cara pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling yaitu dengan jumlah sampel sebanyak 35 responden. Pengumpulan data diperoleh melalui penyebaran kuosioner PSS 10 untuk variabel stress kerja dan lembar observasi untuk menilai kinerja. Analisa data yang digunakan adalan univariat dan bivariat dengan uji kendall’s tau. Hasil uji statistik diperoleh nilai p value sebesar 0,000 yang artinya p-value 0,05 sehingga Ha diterima.  Dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan stres kerja dengan kinerja perawat dalam melaksanakan pelayanan keperawatan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Leuwiliang Kabupaten Bogor. Diharapkan dapat menjadi masukan kepada pihak manajemen RS khususnya untuk memberikan pelatihan, motivasi, maupun reward kepada perawat, sehingga kinerja perawat akan baik dan stress kerja perawat dapat berkurang.
HUBUNGAN PENGETAHUAN ORANG TUA DENGAN KEJADIAN KEKERASAN VERBAL PADA ANAK USIA 4-6 TAHUN Suryaman, Ratih; Sasue, Marisa; Rahma, Rahma; Dwi, Annisa; Yuliana, Yuliana; Mulyani, Siti; Diani, Tri; Risdianti, Helza; Muhajirin, Al; Honest, Irianto
Jurnal_Kebidanan Vol. 15 No. 1 (2025): Jurnal Kebidanan Volume 15 Nomor 1 Tahun 2025
Publisher : STIKES Panca Bhakti Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33486/jurnalkebidanan.v15i1.312

Abstract

Pendahuluan: Sebanyak 73,7 persen anak-anak Indonesia berumur 1-14 tahun mengalami pendisiplinan dengan kekerasan atau agresi psikologis dan hukuman fisik di rumah. Kekerasan verbal menimbulkan dampak yang tidak kalah buruknya dengan kekerasan fisik. Orang tua menyebutkan bahwa kekerasan pada anak hanya kekerasan berbentuk fisik saja seperti memukul, menjewer, melempar dengan benda dan semacamnya. Kenyataannya, kekerasan pada anak tidak hanya pada fisik tetapi dengan kekerasan verbal seperti membentak, meneriaki dan mengabaikan anak. Salah satu penyebab terjadinya kekerasan verbal adalah kurangnya pengetahuan orang tua itu sendiri terkait kekerasan verbal. Tujuan Penelitian: untuk mengetahui hubungan Pengetahuan orang tua dengan kejadian kekerasan verbal pada anak usia 4-6 tahun. Metode Penelitian: Deskriptif Analitik dengan pendekatan kuantitatif yang menggunakan desain Cross Sectional. Sampel penelitian ini adalah Orang tua siswa di PAUD Putera Harapan berjumlah 38 responden. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah teknik Total Sampling. Analisis yang digunakan adalah analisis univariat dan bivariat dengan uji Chi-square. Hasil Penelitian: terdapat hubungan pengetahuan orang tua dengan kejadian kekerasan verbal pada anak dengan nilai p value sebesar 0,015 (p<0,05). Kesimpulan: terdapat hubungan pengetahuan orang tua dengan kejadian kekerasan verbal pada anak usia 4-6 tahun di PAUD Putera Harapan Cibungbulang Bogor tahun 2024. Saran: Diharapkan dapat menambah wawasan dan pengetahuan para guru beserta staff, sehingga dalam membina anak dapat lebih memperhatikan setiap ucapan yang diberikan kepada anak. Disarankan kepada orang tua dapat dijadikan bahan masukan sebagai evaluasi diri agar orang tua dapat lebih mendidik anak secara cerdas bukan secara keras.