Claim Missing Document
Check
Articles

Pelatihan Aquaponik BUDIKDAMBER dalam meningkatkan ketahanan Pangan untuk Ibu-Ibu PKK Desa Mojokrapak Waslah Waslah; Didin Sirojudin; Imam Muhlisin; Siti Dewi Mar’atus Sholihah; S Putri Fitria
Jumat Pertanian: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 1 (2022): April
Publisher : LPPM Universitas KH. A. Wahab Hasbullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32764/abdimasper.v3i1.2144

Abstract

Pada kegiatan pengabdian pada masyarakat kali ini peserta sekaligus ibu-ibu PKK di Desa Mojokrapak Tembelang Jombang, berdasarkan hasil analisis situasi, muncul permasalahan-permasalahan diantaranya : Permasalahan pokok yang pertama adalah kurangnya pemahaman warga tentang budidaya, Masih banyak masyarakat yang tidak mengerti bahwa budidaya tidak memerlukan banyak tempat dan biaya, serta kurang memiliki pengetahuan bahwa budidaya ikan dan tanaman dalam ember memberikan banyak keuntungan. Adapun Metode yang di guanakan adalah yakni sosialisasi, ceramah, diskusi , Pelatihan dan pendampingan, Dan hasil yang di dapat adalah manfaat Budikdamber bisa memenuhi kebutuhan rumah tangga dan hasilnya bisa dijual bila panennya berlebih, serta menjadikan budidaya ikan dalam ember ini sebagai sumber penghasilan tambahan, jika kita menjalankanya dengan sungguh-sungguh pasti akan mendapatkan hasil yang maksimal seperti yang kita harapkan
Pendampingan Rutinan Yasin Dan Tahlil Jama’ah Putra Sebagai Upaya Pembentukan Karakter Religius di Desa Sidowarek Kecamatan Ngoro M Dzikrul Hakim Al Ghozali; Didin Sirojudin
Jumat Keagamaan: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 3 (2021): Desember
Publisher : LPPM Universitas KH. A. Wahab Hasbullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Yasin and Tahlil male are routine religious organizations that should be carried out by residents of Sidowarek Village, Ngoro District, Jombang Regency once a week. The congregation's participants consisted of three hamlets, namely Kepuh Pandak Hametown, Genjong Lor Hametown and Wonorejo Hametown, where the majority of the congregation were less enthusiastic about this religious activity. This greatly affects the daily routine of the community in socializing. Therefore, researchers think it is necessary to provide assistance to these activities to make them more meaningful. This service research uses a participatory method. In this case, the researcher collaborates with the Yasin and Tahlil Putra activity managers to design activities that are considered capable of shaping the religious character of the community by designing the content of activities with a series of focused events aimed at increasing religious awareness and insight. The results of this service research are that after conducting interviews with several sources, the data on the percentage of the congregation's understanding is obtained that understands 60% = 73 people, understands 30% = 36 people, does not understand 10% = 12 people. This shows that the people of Sidowarek Village are more enthusiastic than before.
Pembelajaran Bahasa Arab berbasis Student-Centered Learning di Universitas KH. A. Wahab Hasbullah Jombang M Dzikrul Hakim; Didin Sirojudin
Al-Lahjah Vol. 5 No. 2 (2022): Juli
Publisher : LPPM Universitas KH. A. Wahab Hasbullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32764/al-lahjah.v5i2.2647

Abstract

This study aims to compare the student-centered learning (SCL) approach in higher education to the learning process in three different study programs, namely English Study Program, Islamic Religious Education and Arabic Language Education at KH. A. Wahab Hasbullah Jombang University . There are two main problems in this study, namely how the learning process is and what learning strategies are used in the three study programs. The method used in this study is a descriptive method with a qualitative approach. The results of this study indicate that the learning process for Arabic courses in English Study Program, Arabic courses in Islamic Studies Study Programs and Kalam Mukassaf courses in Arabic Education Study Programs has used the SCL approach, although the learning process of the three study programs used the strategy different. Learning strategies in Arabic courses in English Study Program use interactive learning strategies and guided teaching, Islamic Studies Study Programs in Arabic courses use interactive learning strategies, emphasizing discussion and sharing among students, while in education study programs Arabic in the Kalam Mukassaf course uses a peer lesson learning strategy, namely learning by teaching fellow friends.
Peranan Kepala Sekolah Dalam Mengembangkan Lembaga Pendidikan Di MAUWH Tambakberas Jombang Fifi Arika; Didin Sirojudin
Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Vol. 16, No 6 : Al Qalam (November 2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/aq.v16i6.1350

Abstract

Pendidikan merupakan faktor penting dalam kehidupan manusia, Lembaga Pendidikan merupakan suatu Lembaga yang digunakan untuk membawa ke arah yang lebih baik. Jika berbicara tentang Lembaga Pendidikan tidak lepas dari seorang pemimpin. Kepemimpinan merupakan hal yang sangat urgen, dapat dikatakan berhasil tidaknya suatu organisasi tergantung bagaimana seorang pemimpin memiliki strategi-strategi untuk mengambangkan Lembaga Pendidikan. Dilihat dari perkembangannya MAUWH mampu menjadi madrasah yang unggul dan berkualitas, karena itu seorang pemimpin memiliki peran besar dan penting dalam mengembangkan Lembaga Pendidikan maka dari itu penelitian ini bertujuan untuk:1.) Mengetahui peran kepala sekolah dalam mengembangkan Lembaga Pendidikan di MAUWH. 2). Mengetahui strategi kepala sekolah untuk meningkatkan kualitas Lembaga Pendidikan. 3). Mengetahui faktor tantangan dan pendukung dalam meningkatkan kualitas Lembaga pendidikan. Dalam penelitian ini peneliti mengambil judul “Peranan Kepemimpinan Kepala Sekolah Dalam Mengembangkan Lembaga Pendidikan di MAUWH”. Penelitian ini menggunakan metode kulitatif.  pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Jenis dan sumber data yang diambil merupakan data primer dan sekunder. Teknik keabsahan data menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kepala sekolah MAUWH mampu mengorgansir para bawahannya dan merupakan sosok pemimipin yang tanggung jawab, adil, mampu mendorong dan mempengaruhi para bawahannya. Dan tantangan yang dihadapi MAUWH adalah terbatasnya dana untuk mengembangkan Lembaga Pendidikan dan kurangnya SDM.
Peranan Kepala Sekolah Dalam Mengembangkan Lembaga Pendidikan di MAN 3 Jombang Pipit Widiana Putri; Didin Sirojudin
Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Vol 16, No 5: Al Qalam (September 2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/aq.v16i5.1357

Abstract

Kepala sekolah merupakan pemimpin suatu lembaga pendidikan yang mempunyai peran penting dalam mewujudkan sekolah yang berkualitas. kepala sekolah juga berbagai peran salah satunya sebagai seorang pendidik. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui peran kepala sekolah dalam mengembangkan Lembaga Pendidikan di MAN 3 Jombang .Jenis Penelitian yang dipakai menggunakan penelitian kualitatif . Subyek penelitian adalah kepala sekolah dan guru dengan menggunakan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Kepala sekolah MAN 3 Jombang sudah melaksanakan peran dan tugas sebagai pemimpin yang professional dalam upaya meningkatkan lembaga pendidikan. kepala sekolah memiliki upaya yang pertama pemimpin kepala sekolah sebagai leader sekaligus manajer yang memiliki peran sangat penting bagi keberhasilan sebuah sekolah, kedua peran sekolah mengembangkan kinerja guru secara optimal, ketiga meningkatkatkan mutu program-program unggulan yaitu bidang Said, Agama,Bahasa dan seni dari semua program   yang dimiliki potensi siswa baik dari akademik maupun non akademik.factor pengdukung dan penghambat adalah sumber daya alam sangat mendukung, penghambatnya kurangnya memerhatikan kedisplinan peserta didik.
PERANAN KEPALA SEKOLAH DALAM MENGEMBANGKAN LEMBAGA PENDIDIKAN DI MA DARUL FAIZIN ASSALAFIYAH Nur Chabibah; Didin Sirojudin
INOVATIF: Jurnal Penelitian Pendidikan, Agama, dan Kebudayaan Vol. 9 No. 1 (2023): Inovatif, February 2023
Publisher : The Center for Research and Community Service of Islamic Institute of Hasanuddin Pare-Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55148/inovatif.v9i1.290

Abstract

The principal has a very important role in educational institutions. In his leadership, the principal is the key to success improvement of achievement both in terms of academic and non-academic. The approach used in the implementation of this research is a qualitative approach to describe, information related to the research in the place to be examined. The type of research that of an event that is currently happening. As for the efforts made by the principal in developing the learning system, namely, the BTQ Program (Baca Tulis Alquran), istighosah activities, dhuha prayers, and zuhur prayers in the congregation. In addition, the other important role of the principal is the habituation of the student's character. The programs carried out include teacher discipline programs, community programs. Several factors influence the implementation of the program, namely supporting factors such as teachers, the hall as a sufficient facility and inhibiting factors such as incomplete facilities, differences in background students, there is no BK teacher at school. Therefore, the principal is said to have been able to carry out his role as a leader as well as a teacher at MA Darul Faizin Assalafiyah if he can coordinate, organize, and as a school manager to improve school quality. Kepala sekolah memiliki peran sangat penting dalam lembaga pendidikan yang merupakan kunci keberhasilan sekolah dalam meningkatkan kualitas sekolahnya baik dari segi akademik maupun non akademik. Tujuan penelitian ini untuk mendekripsikan peran kepala sekolah dalam mengembangkan lembaga pendidikan. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif untuk mendeskripsikan informasi yang berkaitan dengan penelitian ditempat yang di teliti. Jenis penelitian yang akan digunakan dalam penelitian ini yaitu jenis penelitian deskriptif untuk mendiskripsikan peristiwa yang terjadi. Hasil dari penelitian ini peran kepala sekolah sebagai managerial yang mampu memanajemen secara prosedural, koordinasi yang merupakan proses penyatupaduan kegiatan dari unit lembaga untuk mencapai suatu tujuan, peran kepala sekolah dapat mengorganisir seluruh kegiatan pendidikan. Upaya yang dilakukan dalam mengembangkan sistem pembelajaran dengan adanya program BTQ (Baca Tulis Alquran), kegiatan istighosah, sholat dhuha dan salat zuhur berjamaah, progam pendisiplinan guru, progam kemasyarakatan. Faktor pendukung: guru memiliki sikap yang disiplin, siswa berprestasi dan berbakat. Adanya aula. Faktor penghambat: fasilitas yang kurang lengkap, perbedaan latar belakang siswa, tidak adanya guru BK. Kepala sekolah sebagai pemimpin dalam sebuah lembaga mengampu beberapa tugas dalam mengkoordinasi, mengorganisir dan sebagai manajerial sekolah untuk meningkatkan kualitas sekolah. Dengan demikian kepala sekolah telah mampu dalam menjalankan perannya sebagai pemimpin sekaligus pengajar di MA Darul Faizin Assalafiyah.
Strategi Kepala Madrasah Tsanawiyah Plus Nabawi Kedungadem Bojonegoro dalam Mengembangkan Lembaga Pendidikan Islam Didin Sirojudin; Bayu Alamsah
Akhlaqul Karimah: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 2 No. 1 (2023): Akhlaqul Karimah: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Samodra Ilmu: Lembaga Penelitian, Penerbitan, dan Jurnal Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The principal's strategy in developing educational institutions at Madrasah Tsanawiyah (MTs) Plus Nabawi Kedungadem Bojonegoro is a qualitative research. Data analysis is the process of systematically searching for and compiling data from interviews, observations and documentation by organizing the data and choosing which ones are important and which ones need to be studied and drawing conclusions so that they are easy to understand. The results of the study found that madrasas had carried out their maximum efforts in an effort to develop educational institutions at MTs Plus Nabawi Kedungadem Bojonegoro. The strategy of the head of MTs Plus Nabawi Kedungadem Bojonegoro consists of two strategies, namely First, improving the quality of Human Resources, this program focuses on improving the quality of teachers in teaching students. This program focuses on increasing the potential of students by creating four programs that are directly related to madrasas and the community. These programs are in the form of: the tahfidz program, collaboration with Religious Development (Field) Institutions, Sports and Arabic Language Development, commemoration of Islamic holidays (PHBI), and the Smart Education Center (SEC). Second, in the form of improving the quality of education through special programs at MTs. This program is in the form of coaching and sending teachers and staff to seminars, workshops and coaching from the head of the madrasah himself.
Gaya Kepemimpinan Kyai Pondok Pesantren Jannaturroichan Jombang dalam Membentuk Kemandirian Santri Syahrul Udma; Chusnul Chotimah; Didin Sirojudin
DINAMIKA : Jurnal Kajian Pendidikan dan Keislaman Vol. 9 No. 1 (2024): Juni
Publisher : Universitas KH. A. Wahab Hasbullah Tambakberas Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research discusses the Kyai's leadership style in improving the quality of Islamic education by forming independent students. Like at the Jannaturroichan Islamic Boarding School, the santri at the Jannaturroichan Islamic Boarding School, in all aspects of needs within the scope of the Islamic Boarding School, are almost all run by the Santri independently. The author used descriptive qualitative research, by conducting observations, interviews and documentation at the Jannaturroichan Peterongan Islamic Boarding School, Jombang, so that the conclusion was that; The leadership style used by KH Yunus Roichan at the Jannaturroichan Islamic Boarding School is a paternalistic religious leadership style, he in the process of educating the students uses an interactive style between him and the students, and applies Islamic religious values by following the leadership style that has been exemplified by Prophet Muhammad SAW.
SOSIALISASI IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA BELAJAR PADA GURU TINGKAT SD/MI DI DESA JANTI KECAMATAN MOJOAGUNG JOMBANG Didin Sirojudin Sirojudin; Emi Lilawati; Waslah Waslah; Wiranda Dwi Agustin; Salsabilla Hamidah; Ayu Novia Sari; Sharul Saputra
Jumat Pendidikan: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024): April
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat UNWAHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32764/abdimaspen.v5i1.4060

Abstract

The Seminar on the Implementation of the Merdeka Curriculum at MI Al-Mu’awwanah is an important event aimed at discussing and promoting the implementation of the Merdeka Curriculum in the Madrasah Ibtidaiyah (MI) Al-Mu’awwanah. The Merdeka Curriculum represents an educational innovation that allows MI to be more adaptive and responsive to current educational developments. This seminar will address key aspects of the Merdeka Curriculum, including student-centered learning methodologies, competency development, and assessments that focus on deep understanding. Additionally, the seminar will also discuss the challenges and opportunities in implementing the Merdeka Curriculum at MI Al-Mu’awwanah. It is expected that this seminar will provide valuable insights for educators, teaching staff, and relevant stakeholders in their efforts to enhance the quality of education at MI Al-Mu’awwanah through the innovative and relevant implementation of the Merdeka Curriculum. Keywords: Seminar, Implementation, Merdeka Curriculum, MI Al-Mu’awwanah.
Pembelajaran Ilmu Nahwu Berbasis Teori Multiple Intelligences Howard Gadner Hakim Al Ghozali, M. Dzikrul; Sirojudin, Didin; Herianto, M. Erik
Ukazh: Journal of Arabic Studies Vol 5 No 3 (2024): Ukazh : Journal of Arabic Studies, September 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/ukazh.v5i3.1099

Abstract

Belajar Nahwu adalah bagian penting dari belajar bahasa Arab. Namun, beberapa guru saat ini menganggap ilmu Nahwu sulit dipahami karena metode pengajaran di kelas tidak sesuai dengan gaya belajar mereka. Untuk mengatasi hal ini, para guru menggunakan teori kecerdasan majemuk, atau banyak kecerdasan, yang menekankan bahwa kecerdasan setiap orang berbeda. Tujuan utamanya adalah untuk membuat pembelajaran ilmu Nahwu menjadi lebih mudah bagi santri yang memiliki berbagai tingkat kecerdasan. Studi ini menyelidiki model pembelajaran Nahwu di Madrasah Diniyah al-Islahiyah yang didasarkan pada teori kecerdasan majemuk Howard Gardner. Metode kualitatif deskriptif dipakai, dan metode pengumpulan data seperti wawancara, observasi, dan dokumentasi dipakai. Menurut hasil penelitian, santri memiliki dua jenis kecerdasan utama: intrapersonal dan linguistik. Kemudian, guru menyesuaikan metode pengajaran dengan pengetahuan santri dengan cara-cara seperti membaca, menulis, menerangkan, memberikan ujian, dan memberikan motivasi di akhir setiap sesi pembelajaran. Dengan demikian, pembelajaran Nahwu menjadi lebih mudah dipahami dan tidak membosankan. Learning Nahwu is an essential part of learning Arabic. However, a few teachers currently believe that Nahwu's knowledge is not as well understood as it could be since the school's teaching methods do not align with their learning style. To understand this, the teacher applies the theory of many kecerdasan, or majemuk kecerdasan, which suggests that each person has a unique kecerdasan. Its ultimate goal is to make learning Nahwu language more accessible to students with varying levels of proficiency. This study presents a model of Nahwu education in Diniyah al-Islamiyah Madrasah, based on Howard Gardner's theory of kecerdasan. Deskriptif kualitatif metode is used, along with data collection methods such observation, documentation, and wawancara. According to research findings, the two primary types of santri's kecerdasan are linguistic and intrapersonal. Next, the teacher adapts the teaching methodology to the students' knowledge using techniques like reading, writing