Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

THE INFLUENCE OF SUPERIOR ACCREDITATION IMPROVEMENT MANAGEMENT ON THE IMPROVEMENT OF ISLAMIC SCHOOL INSTITUTIONS Saefrudin Saefrudin; Agus Irfan; Muhammad Subhan
PROCEEDING OF INTERNATIONAL CONFERENCE ON EDUCATION, SOCIETY AND HUMANITY Vol 4, No 1 (2026): Four International Conference on Education, Society and Humanity
Publisher : PROCEEDING OF INTERNATIONAL CONFERENCE ON EDUCATION, SOCIETY AND HUMANITY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to examine the influence of superior accreditation management on improving Islamic school institutions in Indonesia. Through a systematic literature review (SLR) approach to 40 relevant scientific sources published in 2021-2024, this research analyzes how the implementation of structured accreditation management contributes to improving the quality of governance, human resource competence, learning quality and institutional competitiveness. The results of the study prove that comprehensive accreditation management, including strategic planning, organizing human resources, visionary leadership, continuous quality control, and digitalization of governance significantly encourages overall improvement of Islamic School institutions. The quality culture formed through the accreditation process is the foundation for sustainable institutional transformation. The implications of this research point to the need to integrate accreditation management as the main strategy for developing the capacity of Islamic education institutions in the competitive era.
Peran Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Mengatasi Perilaku Bullying Pada Peserta Didik Di SMA Hasyim Asy’ari 1 Pucuk Muhamad Haikal Firmansyah; Siti Lathifatus Sun'iyah; Saefrudin Saefrudin
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 7 No. 4 (2026): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v7i4.2388

Abstract

Pendidikan yang berkualitas adalah dasar yang sangat penting untuk pembangunan bangsa dan berpengaruh langsung pada kualitas sumber daya manusia. Namun, berbagai permasalahan masih terjadi di lingkungan sekolah SMA Hasyim asy’ari 1 Pucuk, termasuk bullying verbal maupun bullying fisik. Sebagaimana bullying adalah suatu bentuk perilaku tercela yang diwujudkan dengan perlakuan secara tidak sopan dan perlakuan kekerasan atau paksaan untuk mempengaruhi orang lain, yang dilakukan secara berulang-ulang. Maka dari itu pentingnya peran guru pendidikan agam Islam dalam mengatasinya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan faktor penyebab terjadinya bullying di lingkungan sekolah SMA Hasyim asy’ari 1 Pucuk, serta bentuk-bentuk nya, dan peran guru pendidikan agama Islam dalam mengatasinya. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Prosedur pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Faktor terjadinya bullying: Faktor keluarga, faktor teman sebaya, faktor individu. 2) Bentuk bullying verbal: Memanggil nama orang tua sebagai bentuk ejekan dan ejekan fisik, bentuk bullying fisik: Mendorong, memukul fisik, bentuk bullying sosial: menyebarkan rumor dan mengucilkan, bentuk bullying media sosial/cyberbullying: menyebarkan foto, dan memberikan komentar jahat pada media sosial. 3) Peran guru pendidikan agama Islam dalam mengatasi bullying di lingkungan sekolah: Meningkatkan pembelajaran keagamaan yang komprehensif, serta pembinaan karakter dan moral, dan juga melibatan siswa dalam kegiatan sekolah.
Kepemimpinan Kepala Sekolah Perempuan Berbasis Pesantren di MTs Al-Hidayah  Purwokerto Saefrudin
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol. 12 No. 4 (2025): Desember
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69896/modeling.v12i4.3137

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pola kepemimpinan kepala sekolah di sekolah-sekolah berbasis agama Islam, bagaimana kepala sekolah mengelola waktu dalam menjalankan perannya, dan upaya mereka untuk membongkar stereotip. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Sampel penelitian ini adalah kepala sekolah, guru, siswa, dan karyawan di sekolah tersebut. Hasil penelitian menunjukkan pola kepemimpinan yang diterapkan oleh Kepala Sekolah MTs Al Hidayah Karangsuci Purwokerto adalah:1) pola kepemimpinan transformasional, karisma yang ditunjukkan melalui berbagai pendekatan yang merangkul semua pihak dengan tujuan menciptakan situasi kerja yang lebih baik; 2) pola kepemimpinan instruksional dan partisipatif, ditandai dengan upaya kepala sekolah untuk lebih banyak berinteraksi dengan guru, siswa, orang tua, kolega, masyarakat, lebih dari laki-laki, dan dukungan.
Kepemimpinan Kyai: dalam Menjaga Pendidikan islam Tradisional  Menuju islam Modern Saefrudin Saefrudin
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol. 13 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69896/modeling.v13i1.3138

Abstract

Penelitian ini mengkaji kepemimpinan Kyai di Pesantren Tebuaireng, dengan fokus pada transisi dari pendidikan tradisionl ke pendidikan modern. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif, dengan wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumen. Temuan penelitian menunjukkan bahwa Kyai menerapkan gaya kepemimpinan visioner, demokratis, dan spiritual yang menciptakan lingkungan inklusif yang mendorong kolaborasi dan inovasi. Kepemimpinan demokratis memungkinkan partisipasi aktif dalam pengambilan keputusan, sementara kepemimpinan karismatik memperkuat ikatan emosional antara Kyai dan staf, menciptakan lingkungan kerja yang harmonis. Selain itu, integrasi kepemimpinan spiritual membantu menjaga keseimbangan antara nilai-nilai agama tradisional dan kebutuhan pendidikan modern.Upaya modernisasi meliputi adopsi teknologi, pendidikan multibahasa, dan penggabungan perspektif Islam dalam sains, yang membekali santri dengan keterampilan penting untuk menghadapi tantangan global. Manajemen konflik juga dilakukan melalui musyawarah, yang menjamin keselarasan di tengah perubahan. Sebagai kesimpulan, inovasi kepemimpinan di Pesantren Modern Tebuireng berhasil menjembatani tradisi dan modernitas, menawarkan model bagi pesantren lain dalam menghadapi persaingan di dunia Pendidikan yang serba cepat
Integrasi Keilmuan sebagai Solusi Dikotomi: Menuju Pendidikan Islam yang Kokoh dan Kompetitif Elisah Novi Latifah; Saefrudin
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol. 13 No. 2 (2026): Juni
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69896/modeling.v13i2.3179

Abstract

This article examines the issue of knowledge dichotomy in Indonesian Islamic education, which has persisted for centuries and become the root cause of various intellectual and moral crises among Muslim generations. The dichotomy between religious sciences and general sciences is not an original legacy of classical Islamic civilization, but rather a product of colonialism that systematically separated knowledge domains. Through library research with descriptive qualitative analysis, this study traces the historical roots of such dichotomy, analyzes the concept of knowledge integration proposed by contemporary Muslim thinkers such as Ismail Raji al Faruqi, M. Amin Abdullah, and Kuntowijoyo, and identifies implementation models at Islamic educational institutions in Indonesia. The findings indicate that knowledge integration has multidimensional implications, encompassing epistemological strengthening, pedagogical transformation, character building, and enhanced institutional relevance. Successful implementation requires synergy between curriculum renewal, educator competency development, policy support, and sustainable infrastructure investment.
Manajemen Mutu Pendidikan Islam Berbasis Pesantren Dapat Meningkatkan Nilai Afektif Siswa Saefrudin
Jurnal Pendidikan Dasar Islam Vol. 3 No. 4 (2025): Desember
Publisher : putrapublisher.org

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/jurpendis.v3i4.1796

Abstract

Pendidikan Islam di Indonesia menghadapi tantangan signifikan dalam membentuk karakter siswa yang tidak hanya unggul secara kognitif, tetapi juga memiliki nilai-nilai afektif yang kuat. Pesantren sebagai institusi pendidikan Islam tertua di Indonesia memiliki potensi besar dalam membangun dimensi afektif siswa melalui pendekatan manajemen mutu yang terintegrasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh implementasi manajemen mutu pendidikan Islam berbasis pesantren terhadap peningkatan nilai afektif siswa. Metode yang digunakan adalah kuasi-eksperimental dengan desain pre-test dan post-test pada dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen yang menerapkan manajemen mutu berbasis pesantren dan kelompok kontrol yang menggunakan pembelajaran konvensional. Subjek penelitian terdiri atas 70 siswa Madrasah Aliyah yang dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan melalui angket terstruktur, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan uji-t berpasangan dan uji beda rata-rata antar kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok eksperimen mengalami peningkatan nilai afektif yang signifikan pada aspek religiusitas, kejujuran, tanggung jawab, dan kedisiplinan dibandingkan kelompok kontrol. Rata-rata skor afektif kelompok eksperimen meningkat sebesar 21,4% dari kondisi awal, sedangkan kelompok kontrol hanya meningkat 5,7%. Temuan ini mengindikasikan bahwa pendekatan manajemen mutu berbasis pesantren yang holistik, mencakup pengelolaan kurikulum tersembunyi, budaya pesantren, dan pembinaan akhlak secara konsisten, terbukti efektif dalam membentuk karakter afektif siswa. Penelitian ini memberikan kontribusi teoritis dan praktis bagi pengembangan model pendidikan Islam yang berorientasi pada pembentukan karakter.
PENGARUH MODEL INQUIRY-BASED LEARNING (IBL) TERHADAP PENINGKATAN PENALARAN KRITIS SISWA DI SEKOLAH MI MA'ARIF AT-TAQWA KALANGANYAR KARANGGENENG LAMONGAN Lutfatin Nihayah; Ida Latifatul Umroh; Saefrudin
Ilmuna: Jurnal Studi Pendidikan Agama Islam Vol. 8 No. 2 (2026): in Press
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam STIT al Urwatul Wutsqo Bulurejo Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54437/ilmuna.v8i2.3668

Abstract

This research is motivated by the low critical reasoning ability of fourth-grade students at MI Ma'arif At-Taqwa Kalanganyar due to learning that is still conventional and teacher-centered. The objectives of this study are: (1) to analyze the effect of the Inquiry-Based Learning (IBL) model on improving students' critical reasoning, and (2) to determine the magnitude of its effect in the subject of Pancasila Education. This study employed a quantitative approach with a One Group Pretest-Posttest design involving 31 students (total sampling). The instrument used was a valid and reliable critical reasoning test. Data analysis utilized descriptive and inferential statistics (Shapiro-Wilk normality test, paired sample t-test, N-Gain, and Cohen's d effect size). The results of the study show: (1) the IBL model has a significant effect on improving students' critical reasoning with t-count = -13.643 and Sig. (2-tailed) = 0.000 (p < 0.05); (2) the effect size is large (Cohen's d = 1.397), while the improvement is in the moderate category (N-Gain = 0.40). These findings support Piaget's constructivism theory and Ennis's critical reasoning theory, and provide practical implications for teachers in using the IBL model as an effective strategy to develop students' higher-order thinking skills in Madrasah Ibtidaiyah.
EFFORTS TO IMPROVE ISLAMIC CHARACTER EDUCATION THROUGH INDIVIDUAL COUNSELING WITH A REALITY APPROACH FOR SEVENTH-GRADE STUDENTS AT SLB PUTRA MANDIRI LAMONGAN Sugeng Tri Susila; Saefrudin Saefrudin; Anwar Sholikhin
FOKUS Jurnal Kajian Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. 11 No. 1 (2026): FOKUS
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Curup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study is entitled “Efforts to Improve Islamic Character Education through Individual Counseling with a Reality Approach for Seventh-Grade Students at SLB Putra Mandiri Lamongan.” The purpose of this study is to improve students’ Islamic character education, particularly in obeying school rules, through individual counseling using a reality approach for seventh-grade students at SLB Putra Mandiri Lamongan.  The research method used in this study is Action Research, which consists of two cycles. Each cycle includes the following stages: planning, implementation, observation, and reflection.  Based on the results of the action research, it can be concluded that individual counseling with a reality approach is effective in improving Islamic character education among seventh-grade students at SLB Putra Mandiri Lamongan.  Furthermore, the researcher recommends: (1) Teachers who experience similar difficulties are encouraged to apply individual counseling with a reality approach to improve students’ Islamic character education. (2) To achieve optimal results, teachers are expected to design individual counseling with a reality approach that is more engaging and varied.
MANAJEMEN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PEMANFAATAN TANAMAN HERBAL SEBAGAI APOTEK RUMAHAN DALAM UPAYA MENINGKATKAN KESEHATAN KELUARGA Saefrudin Saefrudin; Umar Sidiq; Rofiatul Husna; M. Subhan; Hanif Satria Budi
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 4 (2026): Inpress Vol. 7 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v7i4.62569

Abstract

Usia lanjut memiliki keterbatasan dalam konsumsi obat akibat penurunan fungsi organ, sehingga diperlukan alternatif yang lebih aman, seperti bahan alam. Beberapa tanaman herbal yang juga merupakan bumbu dapur, mengandung metabolit sekunder yang efektif sebagai analgetik dan antiinflamasi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan lansia dalam memanfaatkan bumbu dapur sebagai minyak gosok herbal. Kegiatan ini mengadopsi metode Participatory Action Research (PAR), dengan melibatkan peserta secara aktif dalam identifikasi kebutuhan, pelatihan, dan praktik pembuatan sediaan. Kegiatan ini melibatkan 60 peserta yoga lansia dari komunitas Gumuh Ayu Lamongan yang aktif berlatih yoga dan memiliki perhatian pada kesehatan. Selama kegiatan, peserta menunjukkan antusiasme tinggi dan berpartisipasi aktif. Evaluasi kegiatan melalui observasi menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam meracik minyak gosok yang dapat diterapkan untuk kebutuhan pribadi maupun peluang usaha. Pendekatan integratif yang menggabungkan edukasi danpraktik pemanfaatan tanaman herbal berbasis komunitas ini terbukti efektifdan relevan diterapkan di kalangan lansia, terlebih lagi kegiatan berupayasebagai peningkatan kesehatan keluarga. Program ini berpotensi berkelanjutan melalui integrasi dalam kegiatan rutin komunitas dan pengembangan produk berbasis tanaman herbal