Ayu Nindyapuspa
Unknown Affiliation

Published : 27 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Pengaruh Pengadukan terhadap Perubahan Suhu dalam Pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) dari Ampas Tahu Limbah Ikan dan Kotoran Kambing Aisyah Choirul Amien; Vivin Setiani; Ayu Nindyapuspa
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 6 No. 1 (2023): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ampas tahu mengandung bahan organik yang tinggi. Adanya kandungan bahan organik pada ampas tahu dapat dimanfaatkan sebagai produk ekonomis seperti pupuk organik cair (POC). Limbah ikan dan kotoran kambing dijadikan sebagai penambahan bahan organik pada penelitian ini karena bahan tersebut mengandung C-organik yang tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pengadukan terhadap suhu POC. Metode yang digunakan penelitian ini adalah fermentasi anaerobik dengan variasi pengadukan 2 jam, pengadukan 4 jam dan tanpa pengadukan selama 12 hari. Hasil penelitian yang terbaik adalah pada penambahan bahan limbah ikan 40% dan ampas tahu 60% memiliki suhu tertinggi 29,8 0C dengan pengadukan 4 jam.
Metode Analytical Hierarchy Process Sebagai Penentuan Mekanisme Pengelolaan Limbah Masker Di Kecamatan Rungkut An'nisa Kurniawati; Ayu Nindyapuspa; Tarikh Azis Ramadani
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 6 No. 1 (2023): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan masker di Indonesia pada tahun 2020 mencapai 159.214.791 masker/hari dan menghasilkan limbah 420,03 ton/hari pada masa pandemi COVID – 19. Tingginya limbah masker yang dihasilkan harus disertai dengan pengelolaan yang baik. Limbah masker yang tidak dikelola dengan baik dapat menimbulkandampak negatif bagi lingkungan. Mekanisme pengelolaan perlu dilakukan untuk mengurangi dampak negatif dari limbah masker. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengidentifikasi mekanisme pengelolaan terbaik untuk limbah masker pada Kecamatan Rungkut dengan menggunakan metode Analytical Hierarchy Process. Metode Analytical Hierarchy Process dilakukan dengan menyebarkan kuisioner kepada orang – orang terpilih yang ditentukan dengan metode purposive sampling. Responden akan memberi bobot pada kriteria serta mekanisme yang telah ditentukan, kemudian membandingkan secara berpasangan dari variabel – variabel yang ada. Hasil penelitian diperoleh mekanisme pengelolaan terbaik yaitu menggunakan desinfeksi dengan nilai kepentingan terbesar yaitu 0,423 dengan kriteria prioritas terpilih dari hasil pembobotan yaitu berdasarkan kemudahan pelaksanaan sebesar 0,475.
Analisis Thermal Gravimetry dari Biobriket Tulang Ikan dan Tempurung Kelapa Dhea Ayu Firnanda; Vivin Setiani; Ayu Nindyapuspa
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 6 No. 1 (2023): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jumlah produksi perikanan yang melimpah membuat semakin banyaknya limbah tulang ikan yang ditimbulkan, sehingga diperlukan pengolahan untuk mengurangi timbulan limbah. Tulang ikan memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai bahan bakar. Tujuan dari penelitian ini adalah pemanfaatan tulang ikan menjadi biobriket. Tulang ikan menjadi bahan pembuatan biobriket dengan campuran biomassa lain yang dapat dimanfaatkan yaitu tempurung kelapa menggunakan perekat taipoka. Penelitian ini menggunakan komposisi 50% tulang ikan dan 50% tempurung kelapa. Pembuatan biobriket dilakukan dengan metode pirolisis pada suhu 350?C, arang yang diperoleh dicampur dengan tapioka sebanyak 7% sebagai perekatnya Biobriket yang terbentuk dilakukan pengukuran termal TGA (Thermogravimetric Analysis). Hasil pengukuran TGA berupa pengurangan massa sebesar 1,6229 mg dan meninggalkan residu sebesar 0,7584 mg.
Studi Isoterm dan Kinetika Adsorpsi Logam Berat Cu Menggunakan Komposit Kitosan Kulit Udang-Karbon Aktif Ampas Kopi Dimas Adi Wijaya; Novi Eka Mayangsari; Ayu Nindyapuspa
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 6 No. 1 (2023): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Logam berat Cu merupakan limbah yang berasal dari berbagai industri salah satunya industri tekstil. Cu dapat diolah menggunakan metode adsorpsi. Penelitian ini memanfaatkan komposit karbon aktif ampas kopi dan kitosan kulit udang sebagai adsorben untuk mereduksi logam berat Cu karena. Pengunaan karbon aktif ampas kopi dan kitosan sebagai adsorben karena memiliki kadar karbon dan kandungan kitin yang baik untuk penyerapanlogam berat Cu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui isoterm Langmuir dan Freundlich dan model kinetika pada proses adsorpsi zat Cu dengan menggunakan komposit kitosan kulit udang-karbon aktif ampas kopi denganmassa karbon aktif 1 gram, waktu kontak (60, 90, 120 menit), pH 4. Adsorpsi Cu dianalisis menggunakan spektrofotometer Uv-vis. Hasil peneltian menunjukan efisiensi removal terbaik sebesar 81,09% waktu 60 menit. Isoterm adsorpsi komposit mengikuti isoterm Langmuir dengan nilai R2sebesar 0,9494 dan model kinetika adsorpsi komposit mengikuti orde 2 dengan nilai R2 0,9602 dengan persamaan -76,669x + 4887.
Stabilisasi/Solidifikasi Limbah Mengandung Fenol Menggunakan Cangkang Kerang dan Bentonit Aura Sita Aulia Ramadhani; Ayu Nindyapuspa; Luqman Cahyono
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 6 No. 1 (2023): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengeboran dan pemisahan minyak menghasilkan limbah berbahaya berupa fenol. Menurut PP No. 22 Tahun 2021, limbah B3 perlu diolah agar tidak mencemari lingkungan. Penelitian ini menggunakan metode stabilisasi/solidifikasi (S/S) dengan bentonite dan cangkang kerang darah. Perbandingan bentonit:serbuk cangkang kerang darah dalam persen berat adalah 100:0, 75:25, 50:50, 25:75, dan 0:100. Limbah artifisial pengeboran dan pemisahan minyak mengandung fenol 3000 ppm. Proses curing menggunakan metode perendaman dan penutup basah selama 28 hari. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis efektivitas bentonit dan cangkang kerang darah dalam mengimobilisasi fenol serta membandingkan hasil kuat tekan dengan syarat pada BAPEDAL No. 03 tahun 1995 dan hasil TCLP dengan baku mutu pada PP No. 22 Tahun 2021. Hasil kuat tekan pada benda uji metode perendaman perbandingan 100:0 sebesar 20,3 ton/m²; 75:25 sebesar 27,2 ton/m²; 50:50 sebesar 13,6 ton/m²; 25:75 dan 0:100 sebesar 6,8 ton/m². Sedangkan hasil kuat tekan pada benda uji metode penutup basah perbandingan 100:0 sebesar 33,9 ton/m²; 75:25 sebesar 27,2 ton/m²; 50:50 sebesar 13,6 ton/m²; 25:75 dan 0:100 sebesar 6,8 ton/m². Hasil kuat tekan pada kedua metode curing dengan perbandingan 100:0, 75:25, 50:50 melebihi nilai 10 ton/m². Hasil uji TCLP menunjukkan pada benda uji dengan perbandingan 100:0 di kedua metode curing melebihi TCLP B sedangkan pada perbandingan 75:25, 50:50 di kedua metode curing tidak melebihi TCLP B
Studi Kinetika Adsorpsi Zat Warna Methylene Blue dengan Menggunakan Komposit Hidroksiapatit Tulang Ikan-Karbon Aktif Ampas Tebu Nabila Antarisna; Novi Eka Mayangsari; Ayu Nindyapuspa
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 6 No. 1 (2023): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Methylene blue merupakan salah satu limbah industri tekstil yang sulit diuraikan sehingga menimbulkan pencemaran lingkungan. Salah satu metode yang digunakan untuk menurunkan kandungan zat warna methylene blue adalah adsorpsi. Pada penelitian ini, adsorpsi zat warna methylene blue dilakukan dengan menggunakan adsorben komposit berupa hidroksiapatit tulang ikan dan karbon aktif ampas tebu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efisiensi penurunan methylene blue dan mendapatkan persamaan kinetika pada proses adsorpsi zat warna methylene blue dengan menggunakan komposit hidroksiapatit tulang ikan-karbon aktif ampas tebu dalam rasio massa 1:2, waktu kontak (30, 60, 90, dan 120 menit) pada pH 4. Adsorpsi zat warna methylene blue dilakukan dengan konsentrasi larutan sebesar 50 mg/L dan dianalisis dengan menggunakan Spektrofotometer Uv-Vis. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa efisiensi terbaik dalam penurunan methylene blue sebesar 68,16% dan persamaan kinetika adsorpsi yang sesuai untuk adsorpsi komposit hidroksiapatit tulang ikan-karbon aktif ampas tebu yaitu persamaan orde nol (y = 4E-07x + 6E-05) dengan nilai konstanta laju reaksi (K) sebesar 4 x 10-7 menit-1 dan nilai koefisien determinasi (R2) = 0,9866.
Analisis Kualitas Kompos Jeroan Ikan dan Kotoran Kambing 70:30 dengan Penambahan MoL Tomat Menggunakan Metode Larva Composting Ela Tiara Nahesti; Mirna Apriani; Ayu Nindyapuspa
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 6 No. 1 (2023): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesadaran masyarakat yang meningkat akan manfaat konsumsi produk perikanan bagi kesehatan berbanding lurus dengan meningkatnya konsumsi ikan secara global. Aktivitas pengolahan ikan semakin meningkat seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk dan konsumsi sehingga berakibat pada semakin bertambahnya produksi limbah ikan. Kotoran kambing yang dibuang begitu saja tanpa pengolahan lebih lanjut sehingga menimbulkan bau yang kurang sedap. Hal ini akan berdampak negatif apabila tidak dilakukan pengolahan sampah dengan baik. Salah satu upaya mengatasi hal tersebut dengan melakukan upaya daur ulang dengan proses pengomposan. Pengomposan menggunakan metode larva komposting menggunakan larva Black Soldier Fly selama lima belashari. Penelitian menggunakan penambahan mikroorganisme lokal (MoL) dari limbah tomat. Konsentrasi yang digunakan yaitu 30 mL dan variasi komposisi bahan yaitu 70% jeroan ikan + 30% kotoran kambing. Parameter yang diamati yaitu fisik meliputi suhu, kadar air, bau, tekstur, dan warna. Hasil dari kompos pada parameter fisik kadar air 50%, suhu sebesar 30°C, bau seperti tanah, tekstur remah tanah dan warna coklat kehitaman. Parameter kimia seperti C-Organik sebesar 17,34, N-Total sebesar 1,27 dan rasio C/N sebesar 13,65 dan memenuhi baku mutu kompos.
Analisis Efektivitas Tanaman Ekor Kucing (Typha latifolia) dalam Menurunkan Kadar Pencemar di Industri Minyak dan Gas dengan Fitoremediasi Resikulasi 40% dan 60% Devi Regina Sari; Ulvi Pri Astuti; Ayu Nindyapuspa
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 7 No. 1 (2024): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air terproduksi pada IPAL industri migas mengandung kadar pencemar berupa COD, TDS, serta Minyak dan Lemak yang melebihi baku mutu yang ditetapkan oleh Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 19 Tahun 2010 tentang Baku Mutu Air Limbah Usaha Dan/Atau Kegiatan Minyak dan Gas Serta Panas Bumi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas tanaman dan variasi resirkulasi yang terbaik dalam menurunkan kadar pencemar. Adapun tahapan yang dilakukan yaitu propagasi, aklimatisasi, range finding test, dan fitoremediasi resirkulasi 40% dan 60% scara kontinyu. Hasilnya adalah tanaman Typha latifolia pada reaktor resirkulasi 40% dapat meremoval COD sebesar 50,28%, TDS sebesar 35,9%, serta Minyak dan Lemak sebesar 30%. Sedangkan tanaman Typha latifolia pada reaktor resirkulasi 60% dapat meremoval COD sebesar 36,91%, TDS sebesar 19,6%, serta Minyak dan Lemak sebesar 20%.
Analisis Volatile Matter, Kalor, dan Uji Penyalaan Pada Biobriket Sludge IPAL, Serbuk Gergaji Kayu dan Fly ash Araya Bonita Pakpahan; Ayu Nindyapuspa; Nora Amelia Novitrie
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 7 No. 1 (2024): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Limbah lumpur IPAL merupakan hasil pengolahan air limbah dalam industri minuman yang wajib dikelola oleh pihak industri yang bersangkutan. Pemanfaatan limbah lumpur menjadi briket dapat menjadi alternatif untuk meningkatkan efisiensi penggunaan energi. Kualitas briket sludge dapat ditingkatkan dengan penambahan bahan baku seperti serbuk gergaji kayu dan fly ash. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui lumpur IPAL, fly ash, dan serbuk gergaji kayu dapat dijadikan bahan bakar alternatif berupa briket, mengetahui pengaruh variasi lumpur IPAL, fly ash, dan serbuk gergaji kayu terhadap mutu briket berupa volatile matter, nilai kalor dan lama nyala pembakaran. Variasi komposisi yang digunakan dalam penelitian ini sludge IPAL, serbuk gergaji kayu, dan fly ash (40%:50%:10%, 60%30%:10%, 80%:10%:10%, 100%:0%;0%) dengan penggunaan variasi suhu (4000C dan 6000C) selama 120 menit. Hasil biobriket terbaik terdapat pada komposisi sludge IPAL, serbuk kayu, dan fly ash (40:50:10) dengan suhu karbonisasi 6000 C. Biobriket tersebut memiliki kadar volatile matter 20,31%, nilai kalor 4828,35 kal/g dengan lama pembakaran biobriket senilai 3900 detik.
Tinjauan Karakteristik Material Fly Ash dan Limbah Sandblasting untuk Pembuatan Paving Block Oka Syaputra; Ayu Nindyapuspa; Luqman Cahyono
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 7 No. 1 (2024): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanfaatan limbah sandblasting belum juga optimal sehingga menjadi tumpukan limbah yang berbahaya bagi lingkungan. Jumlah timbulan limbah sandblasting yang dihasilkan dari galangan kapal sekitar 36.300 kg/bulan. Indonesia merupakan negara dengan penghasil baru bara terbesar di dunia yang mencapai 419 juta ton dan tiap satu ton menghasilkan fly ash sebesar 15-17%. Salah satu bentuk pemanfaatan limbah sandblasting dan fly ash adalah paving block. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh substitusi fly ash dan limbah sandblasting terhadap kuat tekan paving block. Metode yang digunakan adalah eksperimen. Paving block yang digunakan berukuran 20x10x6 cm. Variasi substitusi fly ash yang digunakan yaitu 5%, 7,5%, dan 10%. Variasi sandblasting yang digunakan yaitu 80%. Variasi paving block antara lain 1C4SB, 1C4SB-25FA, 1C4SB-37,5FA, dan 1C4SB-50FA. Metode perawatan yang digunakan adalah metode penutup basah. Berdasarkan hasil pengujian kuat tekan, variasi dengan nilai terbaik adalah variasi 1C4SB-25FA dengan substitusi fly ash 5% yang memiliki nilai kuat tekan sebesar 30,12 Megapascal (MPa) dan termasuk ke dalam mutu B. Paving mutu B memiliki nilai rata-rata kuat tekan sebesar 20 MPa dan dapat digunakan sebagai pelataran parkir mobil.