Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : JURNAL REKAYASA

ANALISIS SEKTOR POTENSIAL DALAM MENDUKUNG PEMBANGUNAN WILAYAH KABUPATEN PASAMAN Wenny Widya Wahyudi
JURNAL REKAYASA Vol 8 No 1 (2018): Jurnal REKAYASA
Publisher : Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan. Universitas Bung Hatta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (309.965 KB) | DOI: 10.37037/jrftsp.v8i1.21

Abstract

Potensi ekonomi suatu wilayah apabila diketahui dan dikembangkan dengan tepat, maka perekonomian suatu wilayah akan berkembang dengan baik. Untuk mengetahui potensi ekonomi suatu wilayah yaitu dengan melihat sektor-sektor yang paling berkembang pada suatu wilayah. Pertumbuhhan PDRB Kabupaten Pasaman tahun 2014, mampu mengimbangi pertumbuhan PDRB Provinsi Sumatera Barat, yaitu rata-rata diatas 5 persen. Hal ini mencerminkan bahwa Kabupaten Pasaman sebenarnya mampu meningkatkan pertumbuhan ekonominya jika mampu memanfaatkan potensi-potensi daerah yang dimiliki. Untuk mengetahui tentang potensi ekonomi yang menunjang pembangunan ekonomi daerah, perlu dilakukannya analisis sektor potensial dalam mendukung pembangunan wilayah Kabupaten Pasaman. Metode Analisis yang digunakan pada penelitian ini yaitu analisis MRP, LQ dan analisis Overlay dari tahun 2012-2015 dengan menggunakan data pertumbuhan PDRB. Dari hasil analisis diketahui bahwa belum adanya sektor yang memiliki tingkat pertumbuhan tinggi, baik di daerah Kabupaten Pasaman maupun di tingkat Provinsi Sumatera Barat dan sektor basis yang berperan sebagai sumber pertumbuhan ekonomi. Sedangkan sektor yang basis atau sektor yang berperan sebagai sumber pertumbuhan ekonomi Kabupaten Pasaman adalah sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan dengan nilai LQ sebesar 2,13 persen, tetapi sektor tersebut memiliki tingkat pertumbuhan yang rendah terbukti dari analisis MRP dengan nilai dibawah 1,00 persen. Dalam perencanaan pembangunan wilayah hendaknya mengutamakan pertumbuhan sektorsektor basis ekonomi.
PENILAIAN KINERJA PEMBIAYAAN PEMBANGUNAN WILAYAH KOTA PADANG TAHUN 2014-2018 Wenny Widya Wahyudi
JURNAL REKAYASA Vol 9 No 2 (2019): Jurnal REKAYASA
Publisher : Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan. Universitas Bung Hatta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37037/jrftsp.v9i2.43

Abstract

Penilaian kinerja pembiayaan pembangunan suatu daerah sangat diperlukan untuk pelaksanaan desentralisasi dan otonomi daerah yang optimal. Kota Padang mempunyai rata-rata dana alokasi khusus paling rendah yaitu sebesar 4,29%, padahal kota Padang merupakan ibu kota Provinsi Sumatera Barat. Oleh Karena itu pada penelitian ini Peneliti bertujuan untuk menilai kinerja keuangan daerah Kota Padang. Metode analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif kuantitatif dengan bantuan diagram dan tabel. Kinerja keuangan dapat dianalisis dengan menggunakan dua pendekatan, yaitu melalui sisi penerimaan (fiscal availability) dan pengeluaran (fiscal needs). Berdasarkan hasil analisis, tingkat ketergantungan fiskal Kota Padang ke Pusat pada tahun 2014-2018 dapat dikatakan sudah mandiri dengan pola hubungan partsipatif antara pemerintah daerah dengan pusat, hal ini menjelaskan bahwa Kota Padang sudah dapat melaksanakan urusan otonominya sendiri dan mulai tidak terlalu bergantung terhadap Pemerintah Pusat.
ARAHAN PENGEMBANGAN WILAYAH BERBASIS PRODUK UNGGULAN Wenny Widya Wahyudi; Era Triana; Harne Julianti Tou
JURNAL REKAYASA Vol 10 No 1 (2020): Jurnal REKAYASA
Publisher : Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan. Universitas Bung Hatta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37037/jrftsp.v10i1.50

Abstract

Pembangunan wilayah melalui pendekatan sektoral lebih menekankan pada pemilihan sektor-sektor ekonomi wilayah yang dapat berperan sebagai penggerak ekonomi wilayah. Pembangunan tersebut harus didasarkan pada prinsip-prinsip, salah satu prinsipnya yaitu pengembangan ekonomi wilayah dilakukan atas dasar karakteristik daerah yang bersangkutan, baik aspek ekonomi, sosial, budaya dan politik. Produk Unggulan di Kecamatan Muara Tabir yang terdiri dari Industri Teh Gaharu dan Industri Pupuk Organik. Dari semua kecamatan di Kabupaten Tebo Kecamatan Muara Tabir yang paling sedikit mempunyai produk unggulan wilayah. Oleh karena itu tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui kegiatan dari produk unggulan tersebut serta mengetahui potensi dan masalah dari produk unggulan Kecamatan Muara Tabir kemudian merumuskan arahan pengembangan wilayah Kecamatan Muara Tabir. Metode analisis yang digunakan adalah metode analisis deskriptif kualitatif dengan data primer dan sekunder. Produk Unggulan Kecamatan Muara Tabir secara Keseluruhan memiliki potensi, namun juga masih terdapat beberapa masalah. Dari masalah tersebut maka arahan pegembangan yang harus dilakukan selanjutnya yaitu dengan meningkatkan kegiatan produksi pupuk organik dan kegiatan produksi teh gaharu.meningkatkan kualitas sumberdaya manusianya, melengkapi kelembagaan penunjang yang belum ada, pengembangan dan penguatan modal usaha dari pemerintah.
ECONOMIC DEVELOPMENT PATTERNS AND REGIONAL INEQUALITY IN DISTRICTS AND CITIES OF WEST SUMATERA PROVINCE Wahyudi, Wenny; Triana, Era; Yusri, Nori; Ariani, Vivi
JURNAL REKAYASA Vol. 14 No. 2 (2024): Jurnal REKAYASA
Publisher : Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan. Universitas Bung Hatta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Uneven regional development may lead to disparities in economic performance across regions. West Sumatra Province, which consists of seven cities and twelve regencies, exhibits diverse economic, demographic, and natural resource characteristics that contribute to variations in regional development. This study aims to analyze patterns of economic development and the level of regional inequality among districts and cities in West Sumatra Province during the period 2011–2019. The analysis employs the Klassen typology to classify regional economic growth patterns and the Williamson Index to measure the degree of regional inequality. Secondary data on Gross Regional Domestic Product (GRDP) and GRDP per capita were obtained from the Central Bureau of Statistics. The results of the Klassen typology analysis indicate that most cities in West Sumatra Province fall into the category of advanced and rapidly growing regions, while several regencies are classified as developed but depressed, fast-growing, or relatively lagging regions. Furthermore, the Williamson Index results show that regional inequality in West Sumatra Province during the study period remains at a low level and tends to approach zero, suggesting that economic growth and development across regions are relatively even.