Vertigo adalah gejala yang membuat penderitanya merasa seolah-olah dirinya atau dunia di sekitarnya berputar. Vertigo dapat disertai dengan rasa pusing, mual, dan muntah. Kondisi ini juga dapat terjadi secara tiba-tiba pada seseorang juga dapat menghambat aktivitas sehari-hari. Awalnya penderita vertigo tidak mengetahui gejala yang di deritanya sebagai vertigo karena minimnya pengetahuan yang mereka ketahui, padahal akses informasi kesehatan sudah ikut andil dalam kemajuan teknologi sehingga dapat memudahkan khalayak masyarakat untuk mendapatkan informasi kesehatan yang cepat, akurat, dan ekonomis. Tetapi ketidakpahaman masyarakat tentang kesehatan yang sudah dapat diakses secara digital inilah yang melatarbelakangi penelitian ini dilakukan, yakni untuk membantu diagnosa awal seorang ahli medis kepada pasien yang diduga mengalami gejala vertigo, diagnosa yang lebih efisien dan sistematis melalui metode backward chaining yang melakukan penalaran mundur atau goal-driven. Peningkatan penderita vertigo setiap bulannya di Puskesmas Tajur memunculkan ke khawatiran masyarakat, karena dari sekitar 3000 pasien di bulan januari–maret 2024 yang melakukan pemeriksaan dan pengobatan di dapati 12% nya mengalami vertigo, selain itu peningkatan terus menerus sampai 21% penderita menjadikan vertigo ini bukan lagi masalah sepele, karena di takutkan keterlambatan penanganan yang menyebabkan peningkatan kasus penderita vertigo ini.