Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Terapi Relaksasi Nafas Dalam Terhadap Tekanan Darah Pada Lansia Penderita Hipertensi Ratnasari, Febi; Asti Dipayanti, Ni made; pratiwi, ayu
Jurnal Keperawatan Mandira Cendikia Vol. 1 No. 2 (2022)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jkmc.v1i2.166

Abstract

Tekanan darah tinggi adalah suatu ganguan yang apat menyerang siapa saja, orang yang lebih muda ataupun prang lebih tua, baik orang yang berpunya maupun yang tidak mampu. Tujuan penelitian ini untuk melakukan reivew jurnal mengnenai terapi relaksasi nafas dalam terhadap tekanan darah pada lansia yang mengalamai hipertensi. Metodelogi penelitian ini dengan literatur review dasar menggunakan database seperti Google Scholar, Research Gate,dan sebaganya. Setelah ditelusuri ditemukan tiga puluh jurnal terkait dimana yang sesuai dengan data inklusi menjadi sepuluh jurnal. Hasil penelitian, berdasarkan kajian dari sepuluh artikel didapatkan hasil bahwa terapi relaksasi nafas dalam dapat menurunkan tekanan darah dengan dilakukan tindakan selama 5-10 menit dan dilakukan 2 kali dalam sehari. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah penggunaan terapi relaksasi nafas dalam dapat digunakan sebagai intervensi alternatif/ non fakmakologi dan dapat diimplementasikan pada penderita hipertensi sebagai upaya menurunkan tekanan darah dan memberikan efek relaksasi pada tubuh.
Pola Makan Terbaik Dash Untuk Menurunkan Tekanan Darah Pada Pasien Hipertensi Di Wilayah Kampung Besar Farida, Ida; Ratnasari, Febi; Handriyo, Teguh; Zahara, Riani Amelia; Bella, Ika; Soraya, Yayah; Ramadhan, Muhammad; Setiawan, Sigit
JURMAS : Jurnal Manajemen Sumber Daya Manusia Vol 2 No 2 (2025): Jurmas: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : STIE Miftahul Huda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70283/jpm.v2i2.157

Abstract

Lansia atau lanjut usia adalah suatu proses biologis yang pasti dialami oleh setiap orang. Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan suatu keadaan tekanan darah sistolik > 140 mmHg dan tekanan darah diastolic > 90 mmHg. Kurangnya pengetahuan lansia dan keluarga mengenai tumbuhan toga menjadi faktor risiko keterlambatan deteksi dan penanganan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan lansia tentang Diet DASH melalui Pendidikan Kesehatan. Metode yang digunakan adalah edukasi kesehatan dengan desain pre-test dan post-test pada 15 lansia di Desa Kampung Besar, Kecamatan Teluk Naga. Media edukasi meliputi presentasi, leaflet, serta lembar balik tumbuhan toga. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan tingkat pengetahuan lansia, dimana kategori pengetahuan baik meningkat dari 20% pada pre-test menjadi 90,5% pada post-test. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah pendidikan kesehatan efektif dalam meningkatkan pengetahuan lansia tentang diet DASH Diharapkan kegiatan serupa dapat dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan keluarga dan kader kesehatan.
PENYULUHAN KESEHATAN PERAWATAN GIGI DAN MULUT MENGENAI EDUKASI CARA SIKAT GIGI YANG BAIK DAN BENAR PADA PASIEN DAN KELUARGA DI RSUD BALARAJA Nurudin, Ahmad; Amriyah, Amriyah; Simanggungsong, Evarina; Ratnasari, Febi; Faridah, Ida; Yunita, Ika; Juju, Juju; Rahayu, Siswati; Sobriah, Sobriah
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 9, No 1 (2026): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v9i1.37407

Abstract

Abstrak: Kesehatan gigi dan mulut merupakan bagian integral dari kesehatan tubuh secara keseluruhan yang seringkali terabaikan selama masa perawatan di rumah sakit. Kurangnya pengetahuan mengenai teknik menyikat gigi yang tepat dapat memicu penumpukan plak, karies, hingga infeksi sistemik. Penyuluhan kesehatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan keterampilan pasien serta keluarga dalam mempraktikkan teknik menyikat gigi yang baik dan benar selama berada di lingkungan rumah sakit maupun di rumah. Penyuluhan dilakukan dengan metode ceramah interaktif, tanya jawab, serta demonstrasi langsung menggunakan media alat peraga (model gigi dan sikat gigi). Sasaran kegiatan adalah pasien poliklinik gigi beserta pendamping di RSUD Balaraja. Evaluasi dilakukan melalui observasi teknik menyikat gigi oleh peserta dan pengisian kuesioner singkat pre-test dan post-test. Hasil yang di dapatkan pengetahuan pasien dan pendamping tentang perawatan gigi dan mulut mengenai cara sikat gigi yang baik menunjukan terdapat 80% dari 100% responden memiliki peningkatan pengetahuan setelah di lakukan penyuluhan kesehatan. Edukasi secara langsung terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman pasien dan keluarga mengenai pentingnya kebersihan mulut. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi program rutin di RSUD Balaraja untuk menurunkan risiko komplikasi kesehatan akibat higiene oral yang buruk.Abstract:  Oral and dental health is an integral part of overall health that is often overlooked during hospital treatment. A lack of knowledge regarding proper toothbrushing techniques can trigger plaque buildup, caries, and even systemic infections. This health education aims to improve the knowledge, awareness, and skills of patients and their families in practicing proper and correct toothbrushing techniques both in the hospital environment and at home. The counseling was conducted using interactive lectures, Q&A sessions, and direct demonstrations using visual aids (dental models and toothbrushes). The target of this activity was dental polyclinic patients and their companions at RSUD Balaraja. Evaluation was carried out through observation of the participants' toothbrushing techniques and the completion of brief pre-test and post-test questionnaires. The results showed that 80% of the 100% of respondents experienced an increase in knowledge regarding oral care and proper toothbrushing after the health education was conducted. Direct education has proven effective in improving the understanding of patients and families about the importance of oral hygiene. This activity is expected to become a routine program at RSUD Balaraja to reduce the risk of health complications caused by poor oral hygiene.