Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

The Story of Prophet Yunus (PBUH) in the Qur’an: A Narrative Analysis Using Greimas’s Actantial and Functional Models Majid, Nurahman; Rohanda, Rohanda; Nurhasan, Muhammad
Gunung Djati Conference Series Vol. 55 No. 1 (2025): International Conference on Language Learning and Literature (ICL3)
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to examine the narrative structure of the story of Prophet Yunus (AS) in the Qur’an using A.J. Greimas’s structural semiotic approach, particularly the actantial and functional models. Employing a qualitative-descriptive method, this research analyzes selected verses from Surah As-Saffat (139–148), Al-Anbiya (87–88), and Al-Qalam (48–50) as primary data sources. Data were collected through close reading and literature study, and interpreted through the identification of actantial elements such as subject, object, helper, and opponent, as well as narrative phases including initial situation, transformation, and final situation. The findings reveal that the story of Prophet Yunus is not only rich in theological meaning but also conveys symbolic depth and emotional dynamics, arranged in a systematic narrative structure. Greimas’s actantial schema highlights the functional relationships between narrative roles, while the functional schema traces the transformation of the protagonist from spiritual crisis to redemption and renewed mission. This study affirms that the Qur’anic narrative of Prophet Yunus is intentionally structured and spiritually meaningful, offering insights into the interplay between narrative form and religious content. The results contribute to Qur’anic literary studies by demonstrating how semiotic analysis can uncover layers of meaning that connect linguistic structure with moral and spiritual messages.
KETIDAKPADANAN DIKSI TERJEMAHAN ACHMAD SUNARTO DALAM BUKU TERJEMAH TA’LIM MUTA’ALIM Pamungkas, Muhammad Ibnu; Musthafa, Izzuddin; Nurhasan, Muhammad
Hijai - Journal on Arabic Language and Literature Vol 2 No 1 (2019): Hijai - Journal on Arabic Language and Literature
Publisher : Bahasa dan Sastra Arab, Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Sunan Gunung Djati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/hijai.v2i1.6471

Abstract

Ta’lim Muta’alim is Syaikh al-Zarnūjī’s opus that consists of norms, ethics, and rules for gaining knowledge based on Islamic teachings. Thus, claimants of science could reach their goals to obtain it. This book was translated by Achmad Sunarto into Indonesian language and published by Husaini Publisher in Bandung. After reading it totally, researcher found mistakes in translation, especially mistakes in words selection (diction) in translation. And after analyzed it, researcher formulate the mistakes into 4 parts, (1) translation that is the result of direct transliteration from SL without considering its compability in TL, (2) existence of information loss and gain that effects the translation itself and makes it unsuitable, (3) choosing a word which is not suit with the meaning reference from the source text, (4) translation is unacceptable in TL because it is translated literally.
KESELARASAN HURUF AKHIR DALAM KITAB MATAN ZUBAD KARYA SYEKH AHMAD RUSLAN ASY-SYAFI’I Hidayat, Muhammad Taufiq; Karman, Karman; Nurhasan, Muhammad
Hijai - Journal on Arabic Language and Literature Vol 4 No 2 (2021): Hijai - Journal on Arabic Language and Literature
Publisher : Bahasa dan Sastra Arab, Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Sunan Gunung Djati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/hijai.v4i2.11560

Abstract

As - Saja’ merupakan suatu kesatuan huruf akhir pada dua fasilah atau susunan kalimatnya baik kalimat awal, tengah dan akhir. Yang dimaksud dengan fasilah bisa termasuk bait, ayat, kalimat atau penggalan kalimat. Dan sajak sajak menentukan pelafalan dan perulangan bunyi yang sama pada awal, tengah dan akhir kalimat yang ditentukan dengan sebuah pola bunyi atau pola persajakan sehingga menimbulkan keindahan dari segi bentuk pelafalannya pada akhir kata huruf akhirnya.Dalam peneletian ini membahas tentang jumlah dan jenis jenis saja’ dan sajak yang terdapat pada sebuah kitab matan zubad yang dikarang oleh ulama mahsyur yaitu syekh ahmad ruslan asy-syafi’i. Dengan menggunakan jenis jenis Saja’ dan sajak yang ditinjau dari segala aspek. Kemudian mengetahui jumlah saja’ dan sajak yang terdapat dalam kitab tersebut. Dengan adanya ilmu saja’ yang ditunjang dengan ilmu sajak pengarang dapat menentukan bunyi dan nada huruf serta keserasian dalam dua fasilah.Metode yang digunakan peneliiti dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan Ilmu Badi, yaitu mendeskripsikan data dengan cara menentukan kalimat akhir yang sesuai dengan Wazannya agar dapat menemukan jenis-jenis Saja’ dan menentukan pola bunyi pada awal, petengahan dan akhir sebuah kalimat atau fashilah agar dapat menentukan jenis – jenis sajak dalam kitab Matan Zubad karya Syekh Ahmad Ruslan Asy-Syafi’i.Hasil penelitian yang terdapat dalam kitab Matan Zubad ini menghasilkan kesimpulan bahwa jenis-jenis Saja’ bila ditinjau berdasarkan fasilahnya terdapat 3 jenis Saja’ diantaranya Saja’ Muthorrof, Murashsha dan Mutawadzi dan jumlah sajak bila diinjau berdasarkan jenisnya terdapat 4 jenis diantaranya sajak awal, tengah, akhir dan sajak  merata. Jumlah Saja’ dalam kitab ini adalah 45 dan jumlah sajak adalah 47 dari total keseluruhan data fasilah yang peneliti teliti sebanyak 48 bait.
RAGAM TUTURAN PADA NOVELET QINDIL UMMU HASYIM (KAJIAN PRAGMATIK) Rahmawati, Iis; Karman, Karman; Nurhasan, Muhammad
Hijai - Journal on Arabic Language and Literature Vol 5 No 2 (2022): Hijai - Journal on Arabic Language and Literature
Publisher : Bahasa dan Sastra Arab, Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Sunan Gunung Djati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/hijai.v5i2.15395

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis-jenis tindak tutur ilokusi dan fungsi-fungsinya yang digunakan pada novelet Qindil Ummu Hasyim Karya Yahya Haqqi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik, dengan kajian ilmu pragmatik. Data penelitian berupa tuturan-tuturan yang disampaikan para tokoh dalam novelet tersebut. Teknik pengumpulan data dengan teknik kepustakaan, simak dan catat. Hasil penelitian pun didapatkan dengan metode padan ekstraingual, hingga akhirnya dapat disimpulkan sebagai berikut 1). Lima jenis ilokusi, yakni Direktif, Asertif, Deklaratif, Komisif dan Ekspresif dengan didominasi oleh kalimat berita dibandingkan kalimat imperatif dan introgatif. 2). Fungsi pragmatis dari setiap jenis tindak tutur yakni: Asertif: memberitahukan, dan membanggakan; Direktif: memerintah, meminta, dan melarang; Komisif: berjanji dan menyanggupi; Ekspresif: kecewa, dan menyesal; Deklaratif: Mengucilkan, memutuskan dan memvonis. Pada fungsi-fungsi pragmatis tersebut umumnya merupakan kalimat langsung dengan fungsi menyatakan karena objeknya yang berupa novelet dan yang dibahas tentu menyinggung kehidupan tokoh Ismail yang berpengaruh kepada khalayak umum.
ALIH MAKNA PUISI: TEKNIK DAN METODE PENERJEMAHAN ANTOLOGI PUISI IMAM SYAFI’I KARYA AS’AD SYAMSUL ARIFIN Gunawan, Indra; Heryani, Yani; Nurhasan, Muhammad
Hijai - Journal on Arabic Language and Literature Vol 6 No 1 (2023): Hijai - Journal on Arabic Language and Literature
Publisher : Bahasa dan Sastra Arab, Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Sunan Gunung Djati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/hijai.v6i1.23995

Abstract

Penerjemahan literatur kesusastraan, puisi misalnya, mempunyai ciri distingtif tersendiri. Puisi Arab klasik mempunyai struktur khas serta klasifikasi khusus atas korpusnya yang mendasarkan pada kesamaaan rima akhir bait. Makna puisi terkandung dalam satu bait atau lebih. Struktur puisinya diikat oleh aturan sintaksis yang ketat, sehingga analisis siktaktik mendasar diperlukan sebagai patronasi pemaknaan puisi. Penelitian ini menerapkan teori terjemah dengan analisis sintaksis terhadap bait puisi. Tujuan penelitian ini: 1). Mendeskripsikan teknik penerjemahan yang digunakan dalam terjemahan puisi Imam Asy Syafi’i oleh As’ad Syamsul Arifin. 2). Mendeskripsikan metode penerjemahan yang digunakan dalam terjemahan puisi Imam Asy Syafi’i oleh As’ad Syamsul Arifin. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif; berlandaskan pendekatan ilmu penerjemahan dengan menerapkan teori teknik penerjemahan Syihabuddin dan teori metode penerjemahan Peter Newmark. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerjemah menggunakan 8 teknik dalam menerjemahkan puisi Imam Asy Syafi’i yaitu: Reduksi mencakup 3 pola. Eksplanasi mencakup 2 pola. Substitusi mencakup 14 pola. Transmutasi mencakup 4 pola. Ekspansi mencakup 10 pola. Transfer mencakup 11 pola Korespondensi mencakup 3 pola. Deskripsi mencakup 4 pola. Penerjemah juga menggunakan dua teknik sekaligus untuk menerjemahkan satu data yaitu: Transmutasi-Ekspansi mencakup 4 pola. Eksplanasi-Substitusi mencakup 1 pola. Metode penerjemahan yang digunakan penerjemah dalam menerjemah antologi puisi Imam Syafi’I mencakup tiga metode yaitu semantis, setia dan harfiyah.
Refleksi Sosial Dalam Film Capernaum (كفرناحوم) Karya Nadine Labaki: (Kajian Sosiologi Sastra) Listiawati, Nurleli; Nurhasan, Muhammad; ., Khomisah
Equilibrium: Jurnal Pendidikan Vol. 13 No. 2 (2025): EQUILIBRIUM : JURNAL PENDIDIKAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/equilibrium.v13i2.17983

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap refleksi sosial yang tergambar dalam film Capernaum karya Nadine Labaki melalui pendekatan sosiologi sastra. Fokus utama penelitian ini adalah menganalisis berbagai persoalan sosial yang dialami tokoh utama, seperti kemiskinan, ketidakadilan terhadap anak, pernikahan dini, dan kelalaian orang tua dalam pemenuhan hak anak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif, dengan pendekatan sosiologi sastra menurut teori Alan Swingewood yang melihat karya sastra sebagai cerminan kondisi sosial masyarakat. Teknik analisis data dilakukan melalui observasi film, pencatatan dialog penting, serta interpretasi konteks sosial yang terkandung dalam alur cerita. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Capernaum merefleksikan realitas sosial masyarakat kelas bawah, khususnya anak-anak yang terpinggirkan dan tidak mendapatkan perlindungan hukum maupun sosial yang layak. Film ini juga menunjukkan pemberdayaan suara anak sebagai bentuk perlawanan terhadap ketidakadilan sosial yang selama ini terabaikan. Dengan demikian, Capernaum tidak hanya berfungsi sebagai karya seni, tetapi juga sebagai kritik sosial yang kuat terhadap kondisi struktural yang menindas.
Constructing Moral Meaning in Ziad Doueiri’s the Insult: A Roland Barthes Semiotic Study Zainurrohmah, Cut Zulfa; Gumilar, Setia; Nurhasan, Muhammad; Akmaliyah, Akmaliyah
Al-Irfan : Journal of Arabic Literature and Islamic Studies Vol. 8 No. 2 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Darul Ulum Banyuanyar Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58223/al-irfan.v8i2.639

Abstract

This study addresses the problem of how moral messages are constructed and communicated in films that portray socio-political conflict within plural societies, particularly in contexts shaped by historical trauma and sectarian division. Focusing on Qadiyya Raqm 23 (The Insult), directed by Ziad Doueiri, the study aims to uncover the moral meanings embedded in the film and to explain how cinematic signs function as vehicles of ethical discourse. Methodologically, the research adopts a qualitative descriptive approach grounded in Roland Barthes’ semiotic framework, emphasizing the levels of denotation, connotation, and myth. Key scenes, dialogues, and visual symbols are analyzed to identify patterns of meaning and ideological representation. The results reveal that the film represents personal conflict as a symbolic extension of collective memory, identity politics, and unresolved historical grievances in Lebanese society. At the denotative level, the narrative depicts a legal dispute between two individuals, while at the connotative level it exposes deep-seated emotions of humiliation, pride, and resentment. At the mythic level, the film constructs a broader moral discourse that critiques inherited hatred, sectarian prejudice, and social discrimination, while emphasizing human dignity, empathy, and the necessity of reconciliation. This study contributes to film and cultural studies by demonstrating the relevance of Barthesian semiotics in decoding moral narratives in Middle Eastern cinema. It also offers insight into how film can function as a reflective medium for promoting ethical awareness and social coexistence in plural and post-conflict societies.
Humanitarian Facts In Fahad Alammari’s Film Alkhallat+: A Study Of Lucien Goldmann's Genetic Structuralism Azizah Arifin, Nur; Abdul Djaliel, Maman; Nurhasan, Muhammad
ELS Journal on Interdisciplinary Studies in Humanities Vol. 9 No. 1 (2026): MARCH
Publisher : Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34050/els-jish.v9i1.50080

Abstract

The film Alkhallat+ by Fahad Alammari is a social reflection of modern Saudi Arabian society, rich in human values. This study aims to analyze aspects of humanity, both individually and socially, using Lucien Goldmann's genetic structuralism theory. The method used in this study is descriptive qualitative, with a dialectical analysis technique between the structure of the film text and the social context of contemporary Arab society. Previous studies show that the film Alkhallat+ a study of lucien goldmann’s genetic structuralism has been analyzed through various approaches, such as structural functionalism, pragmatics, and gender deconstruction. However, there has been no study that specifically focuses on the human aspects within the framework of genetic structuralism. Therefore, this study makes an original contribution by revealing the relationship between the individual conflicts of the characters and the collective worldview of society. The results of the study show that this film contains human facts that include moral conflicts, family tensions, gender bias, and social pressures that represent the reality of modern Arab society.
Campur Kode dan Interferensi Bahasa Arab di Kampung Condet Jakarta Timur: Kajian Sosiolinguistik Saputra, Iqbal; Nurhasan, Muhammad; Solihin, Ihin; Khairunnisa, Muthia
Lughaat: Journal of Arabic Linguistics Vol. 2 No. 1 (2026): March 2026
Publisher : Departement of Arabic Language and Literature

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/lughaat.v2i1.2408

Abstract

The linguistic phenomenon found in the village of Condet, East Jakarta, especially in border areas, occurs as a result of contact between two languages: the mother tongue and a foreign language, in this case Arabic. Barriers influenced by the use of language (mother tongue) by each language speaker greatly determine the continuity and existence of the mother tongue in border areas. In the context of linguistic communication in bilingual societies, linguistic phenomena such as code-switching, code-mixing, and interference often occur and become the subject of sociolinguistic study. The purpose of this study is to describe the linguistic phenomena of code-mixing and interference and to identify the factors that cause code-mixing and interference in the village of Condet, East Jakarta, through sociolinguistic study. This study uses Muysken's code-mixing theory and Weinreich's interference theory. The method used is a qualitative descriptive method. The data collected are statements from residents of Condet Village, East Jakarta, in the form of words, phrases, and sentences related to code-mixing and interference. The data collection techniques used included observation, interview and documentation. The results of this study indicate that the majority of speakers use code-mixing and interference, but these speakers do not fully understand the correct structure of Arabic. In addition, the majority of speakers in the village of Condet in East Jakarta do not understand the meaning of Arabic expressed in speech.