Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Hāl: Bentuk dan Fungsinya Dalam Novel Ibnu Jubair Fi Misr Wa Al-Hijāz Karya Kamil Kailani: Kajian Nahwu Heriady, Rifqi Zahran Azizi; Rohanda Rohanda; Dayudin Dayudin
Shaut al Arabiyyah Vol 12 No 2 (2024): JURNAL SHAUT AL-'ARABIYAH
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa Arab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/saa.v12i2.52925

Abstract

Penelitian ini menganalisis jenis-jenis hal berdasarkan bentuk dan fungsinya dalam novel Ibn Jubair Fī Miṣr wa Al-Hijāz karya Kamil Kailani. Novel ini menggambarkan perjalanan Ibn Jubair dari Mesir ke Hijaz dengan menonjolkan aspek sosial, politik, arsitektur, dan perbendaharaan Islam. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menjelaskan jenis-jenis hal berdasarkan bentuk dan fungsinya dalam novel Ibn Jubair Fī Miṣr wa Al-Hijāz karya Kamil Kailani. Penelitian kualitatif ini menggunakan teknik baca dan catat untuk pengumpulan data, dengan analisis data menggunakan metode agih dengan teknik dasar ketentuan unsur langsung (BUL) dan pendekatan nahwu yang disajikan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa novel ini mengandung hal yang berupa hal mufrad, hal syibhu al-jumlah yang berupa jar majrur dan zharf, serta hal jumlah yang berupa jumlah ismiyyah, namun tidak ditemukan hal jumlah yang berupa jumlah fi'liyyah. Berdasarkan fungsinya, hal muassasah ditemukan dalam novel ini. Sementara itu, hal muakkadah tidak ditemukan.
Denotative and Connotative Meanings in the Dialogue of Capernaum: A Semiotic Approach to Nadine Labaki’s Work Meisyaroh, Fitria; Dayudin, Dayudin; Rohanda, Rohanda
Alibbaa': Jurnal Pendidikan Bahasa Arab Vol. 6 No. 1 (2025): Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : IAIN Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ajpba.v6i1.18158

Abstract

The study of denotative and connotative meanings in the Arabic language remains limited, particularly regarding how meanings evolve within social and ideological contexts in films. Most previous research has predominantly focused on semantic analysis without considering the connotative aspects that shape social perceptions and representations. This study aims to analyze the denotative and connotative meanings of selected Arabic words using a qualitative approach through the perspective of Roland Barthes' Semiotics. Data were collected through non-participant observation and note-taking, while analysis was conducted using extralingual referential analysis, employing both comparative and contrastive methods. The findings reveal that words such as قيود, الجحيم, الإيجار, خادمة, and الهارب in the film Capernaum carry connotative meanings that reflect social constraints, suffering, exploitation, oppression, and the loss of identity. This study affirms that language is not merely a tool for communication but also an ideological instrument that represents social realities. This study implies that connotative meaning can enrich linguistic studies and provide deeper insights into language use across various social and cultural contexts.
Ketidaksantunan Positif dan Negatif dalam Film Dubbing “One Piece” Maulana, Ariandito Hilmy; Jalil, Maman Abdul; Dayudin, Dayudin
Hijai - Journal on Arabic Language and Literature Vol 7 No 2 (2024): Hijai - Journal on Arabic Language and Literature
Publisher : Bahasa dan Sastra Arab, Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Sunan Gunung Djati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/hijai.v7i2.40141

Abstract

Kesantunan merupakan salah satu kunci  agar terjalinnya komunikasi yang lancar. Akan tetapi masih banyak orang yang menggunakan ketidaksantunan sehingga komunikasi menjadi terhambat. Dalam film dubbing One Piece karya Eichiro Oda, peneliti melihat bahwa terdapat fenomena ketidaksantunan berbahasa dalam film tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk untuk : 1) mengidentifikasi dan mendeskripsikan strategi ketidaksantunan positif dan negatif yang terdapat di dalam dialog film dubbing One Piece, dan 2) mengidentifikasi dan mendeskripsikan faktor penyebab ketidaksantunan dari tuturan tidak santun yang terdapat di dalam film dubbing One Piece Penelitian ini termasuk deskriptif-kualitatif yang dimana data yang berupa tuturan dideskripsikan secara rinci. Kemudian data diambil dari dialog antar tokoh film dubbing One Piece. Data-data tersebut dikumpulkan dengan menggunakan metode simak dan catat, kemudian di analisis menggunakan metode kontekstual.Hasil penelitian ini ditemukan total 10 tuturan yang mengandung strategi ketidaksantunan positif dan strategi ketidaksantunan negatif, serta ditemukan tiga faktor penyebab ketidaksantunan berbahasa.
Alih Kode dan Campur Kode dalam Akun Instagram @affarmakarim_ Luluil Azminah, Gitsna; Dayudin, Dayudin; Mardiansyah, Yadi
JURNALISTRENDI : JURNAL LINGUISTIK, SASTRA, DAN PENDIDIKAN Vol 10 No 1 (2025): Edisi April 2025
Publisher : Universitas Nahdlatul Wathan Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51673/jurnalistrendi.v10i1.2414

Abstract

Perkembangan media sosial telah menciptakan ruang baru bagi fenomena kebahasaan, khususnya alih kode dan campur kode pada penutur bilingual. Permasalahan penelitian ini adalah bagaimana fenomena alih kode dan campur kode termanifestasi dalam konteks komunikasi digital lintas budaya Indonesia-Arab. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk-bentuk alih kode dan campur kode dalam akun Instagram @affarmakarim_ dan mendeskripsikan faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya fenomena tersebut. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik simak catat untuk mengumpulkan data percakapan dalam video reels periode Juni 2023-Mei 2024. Analisis data dilakukan menggunakan metode agih untuk mengklasifikasikan bentuk-bentuk alih kode dan campur kode, serta metode padan untuk menganalisis faktor-faktor penyebabnya berdasarkan konteks sosial dan situasional. Hasil penelitian menunjukkan dominasi alih kode ke luar (external code switching) antara bahasa Indonesia-Arab, serta campur kode ke luar (outer code mixing) dan ke dalam (inner code mixing). Faktor-faktor yang mempengaruhi meliputi lawan tutur, kehadiran orang ketiga, perubahan topik pembicaraan, penutur, dan peralihan situasi formal-informal. Implikasi penelitian ini memperkaya kajian sosiolinguistik digital dengan memberikan pemahaman tentang penggunaan bahasa bilingual dalam media sosial, yang bermanfaat untuk strategi komunikasi lintas budaya dan pembelajaran bahasa kedua di era digital
NILAI KEPAHLAWANAN PADA FILM SALAHUDIN AL AYYUBI (SEMIOTIKA CHARLES SANDERS PEIRCE) Nur Azizah, Fitria; Dayudin; Mardiansyah, Yadi
SEBASA Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 8 No 1 (2025): SeBaSa
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/sbs.v8i1.29744

Abstract

This study analyzes the values of heroism in the film Salahudin Al Ayyubi using Charles Sanders Peirce’s semiotic approach. Peirce’s semiotic theory divides signs into three main elements: Representamen (the sign itself), Object (what the sign represents), and Interpretant (the meaning derived from the sign). Using a qualitative analysis method, this study identifies visual and narrative symbols that represent heroism in the film. The analysis reveals five key heroic values reflected in the film: sacrifice, courage, responsibility, empathy, and justice. These values are represented through various visual signs, dialogues, and the actions of the main character, as well as events that depict the struggle to uphold justice and truth. The findings of this study indicate that Salahudin Al Ayyubi not only presents a historical and heroic narrative but also conveys profound moral messages through semiotic symbols. Furthermore, this research highlights the importance of semiotic analysis in understanding how heroic values are constructed and perceived by the audience. Thus, this study contributes to film studies and the interpretation of heroism in film media.
Fakta Kemanusiaan dan Subjek Kolektif dalam Film The Journey: Cerminan Struktur Sosial dalam Anime Nurhasanah, Aviah; Rohanda, Rohanda; Dayudin, Dayudin
JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA Vol 10, No 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/sh.v10i1.3958

Abstract

The presence of anime, in addition to functioning as entertainment, often also reflects social structures through depictions of human reality and social identity, one of which is the anime The Journey. This anime presents a story in the context of Middle Eastern history and culture. This study aims to reveal how human facts and collective subjects are represented as a reflection of social structures in Anime. The research data are in the form of scenes, dialogues, and storylines of the anime film The Journey which was released in June 2021. The data collection technique was carried out using the listening and note taking technique. The results and discussion show that the anime The Journey depicts human facts and collective subjects Arab society through the social structure in the film. Through the genetic structuralism, prove that social structures in anime is not only fictional, but also a reflection of Arab society. This finding supports Lucien Goldmann's theory that literary works and popular culture can reflect social group. This study only focuses on two basic concepts of genetic structuralism, human facts and collective subjects. It is hoped that further research can continue research either with the same or different theories.Keywords – Collective Subject, Genetic Structuralism, Human Facts.
AFIKSASI INFLEKTIF KATA KERJA MASA LAMPAU DALAM BAHASA ARAB DAN BAHASA JEPANG Mutaqin, Ihsan Anwar; Ainusyamsi, Fadlil Yani; Dayudin, Dayudin
Hijai - Journal on Arabic Language and Literature Vol 7 No 1 (2024): Hijai - Journal on Arabic Language and Literature
Publisher : Bahasa dan Sastra Arab, Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Sunan Gunung Djati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/hijai.v7i1.28852

Abstract

Bahasa sebagai sebuah alat komunikasj yang digunakan oleh manusia dalam segala aspek kehidupannya merupakan sistem yang dibangun oleh sistem - sistem lainnya.  Morfologi merupakan salah satu sistem yang membangun sebuah bahasa. Afiksasi merupakan proses pembentukan kata sehingga kata dapat digunakan dalam sebuah ujaran. Proses afiksasi ini dapat bersifat inflektif dan devariatif. Bahasa Arab dan bahasa Jepang merupakan salah satu bahasa yang produktif dalam proses afiksasi inflektif. Untuk mengetahui persamaan dan perbedaan dari proses afiksasi inflektif dalam bahasa Arab dan bahasa Jepang dapat digunakan metode analisis kontrastrif. Proses afiksasi inflektif dalam kata kerja bentuk lampau bahasa Arab dan bahasa Jepang memiliki persamaan dari posisi penempatan afiksnya yakni berupa sufiks dan berbeda dari makna yang diberikan oleh afiks yang mengimbuhi kata kerja lampaunya.
NARASI KONFLIK PADA NOVEL GRANADA KARYA RADWA ASHOUR (KAJIAN SEMIOTIKA A.J. GREIMAS) Nurhamidah, Fitri Nazwa; Dayudin, Dayudin; Halim, Muhammad Abdul
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 8 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v8i1.676

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan struktur aktansial dan struktur fungsional pada konflik dalam novel Granada karya Radwa Ashour berdasarkan pendekatan Semiotika naratif Algirdas Julien Greimas. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif deskriftif. Sumber data utama yang digunakan dalam penelitian ini adalah novel Granada karya Radwa Ashour dengan tambahan beberapa data sekunder dalam penelitian ini adalah jurnal, website, berita, majalah, dan ensiklopedia. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik kajian pustaka yaitu membaca, mencatat dan mengklasifikasikan. Analisis data dalam penelitian kualitatif deskriptif ini menggunakan pendekatan semiotika A.J. Greimas dengan fokus pada struktur aktansial, dan struktur fungsional. Hasil analisis struktur naratif yang terdapat dalam novel Granada karya Radwa Ashour, terdapat 25 konflik baik berupa konflik makro maupun mikro. Konflik tersebut saling berhubungan satu sama lain dalam membangun cerita pada novel Granada. Untuk menjaga fokus dan kedalaman analisis, penelitian ini hanya membahas beberapa konflik utama yang dianggap paling signifikan dalam perkembangan alur dan karakter yang berpuncak pada tragedi, kehilangan, dan pengorbanan, namun tetap menampilkan keteguhan identitas dan nilai kemanusiaan. Temuan penelitian ini menegaskan bahwa struktur naratif Greimas efektif untuk mengungkap dinamika makna dan perjalanan konflik dalam karya sastra sejarah.
Kalam Khobari in the Book Of Qiṣṣat Al-Miʿrāj By Najmudin Al-Ghaity Kafana Al Kafi, Muhammad; Dayudin, Dayudin; Abdul Djaliel, Maman
ELS Journal on Interdisciplinary Studies in Humanities Vol. 8 No. 2 (2025): JUNE
Publisher : Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34050/els-jish.v8i2.44698

Abstract

This research examines the use of kalam khobari (declarative sentences) in Qiṣṣat al-Miʿrāj, a book that documents the spiritual journey of Prophet Muhammad SAW.  The objectives of this study are (1) to identify and classify the types of kalam khobari, including ibtidā’ī, ṭalabī, and inkārī, and (2) to analyze their communicative purposes and functions in conveying spiritual messages. The research employs observation and note-taking as data collection techniques, while using the distributional method to analyze grammatical structures and meanings. The data is presented descriptively and interpretatively. The findings reveal a total of 69 kalam khobari expressions: 5 khabar ibtidā’ī, 53 khabar ṭalabī, and 11 khabar inkārī. The main communicative purposes are categorized into faidah al-khabar (58 instances) and lazīmul faidah (11 instances). Additionally, several secondary functions were identified, including izhār al-fakhr (displaying glory) in 7 sentences, tadzkīr bimā bayna al-marātib (reminding of status differences) in 5, tawbīkh (reproach) in 6, waʿẓ wa irshād (advice and guidance) in 14, izhār al-taḥassur (expressing regret) in 1, and taḥdhīr (warning) in 5 sentences. These results affirm that kalam khobari in Qiṣṣat al-Miʿrāj serves not only an informative function but also contributes significantly to emphasis, correction, motivation, and spiritual guidance within religious communication.
Proposisi dalam Rubrik “Akhbār Indūnīsyā” pada Situs al-jazeera.net Edisi Februari 2025 (Studi Tata Bahasa Kasus): Proposisi dalam “Akhbār Indūnīsyā” Rubrik al-jazeera.net Edisi Februari 2025 (Studi Tata Bahasa Kasus) Kusuma, Dwiki; Komarudin, Edi; Dayudin, Dayudin
ELOQUENCE : Journal of Foreign Language Vol. 4 No. 1 (2025): APRIL
Publisher : Language Development Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58194/eloquence.v4i1.2687

Abstract

Background: Arabic news texts have many complex sentences, and the identity of the agent or subject of the sentence is frequently withheld. In addition, the study of case grammar on Arabic news is still relatively minimal and rarely discussed by many people. Purpose: This study aims to identify and describe deeply the propositional case and the classification of verbs as propositional elements in the news text in the rubric “Akhbār Indūnīsyā”. Method: This research uses analytic descriptive method with a case grammar approach. The data source in this research is the rubric “Akhbār Indūnīsyā” on al-jazeera.net website. The techniques used in this research are reading, note taking, purposive sampling, and PUP (pilah unsur penentu) techniques. Results and Discussion: The results show that there are 10 data about propositions contained in the rubric “Akhbār Indūnīsyā” with various propositional cases and verbs classification. Conclusions and Implications: Based on this research results, it was found: (1) 10 propositional cases, namely agentive cases, experiencer cases, instrumental cases, benefactive cases, objective cases, locative cases, source cases, goal cases, time cases, and comitative cases; and (2) 3 verbs classifications, namely state verbs, process verbs, and action verbs. The findings of this research strengthen the relevance of case grammar theory in analyzing the logical structure (semantic structure) of complex sentences. The application of propositional case roles such as agentive, experiencer, benefactive, objective, and location in nouns and case frames in verbs proved effective in revealing meaning relationships in Arabic news texts. This indicates that case grammar theory has cross-linguistic flexibility and can be applied to Semitic languages including Arabic. Understanding the semantic roles in sentences can help Arabic learners interpret texts more critically, especially in journalistic literature that are rich in information construction. In addition, language practitioners such as translators, journalists, and teachers can utilize this approach to deepen their understanding of implicit meanings in news texts. In addition, this research offers room for more extensive further research, such as the application of case grammar theory to non-news texts such as literary texts, religious texts, or academic texts in Arabic.