Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Peranan Muhammadiyah Melalui Amal Usaha LAZISMU Dalam Pengembangan Aspek Ekonomi Pasca Pandemi Purnawan, Steven Owen; Rizky, Muhammad; Arista, Sintha Wahyu; Masyita, Siti; Murdaningsih, Sri Rahayu
Jesya (Jurnal Ekonomi dan Ekonomi Syariah) Vol 7 No 1 (2024): Article Research Volume 7 Number 1, January 2024
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Al-Washliyah Sibolga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36778/jesya.v7i1.1407

Abstract

Dalam menghadapi pasca pandemi, menyebabkan perekonomian mengalami penurunan yang sangat pesat, hal ini yang menjadi dasar ideologi Muhammadiyah dalam meningkatkan perekonomian secara nasional melalui amal usaha Muhammadiyah yaitu Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah Muhammadiyah (LAZISMU). Untuk mensejahterakan perekonomian masyarakat pasca pandemi, selain pemerintah dan beberapa pihak lainnya, Muhammadiyah turut berperan serta dalam perkembangan digitalisasi yang diterapkan pada zaman terkini. Dalam hal itu, tentunya perkembangan ini dapat memberikan dorongan Muhammadiyah untuk mengembalikan kondisi ekonomi masyarakat bangkit seperti sedia kala. Amal usaha yang sudah turut serta dalam digitalisasi antara lain Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah Muhammadiyah (LAZISMU), Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dan Wakaf Tunai, sehingga perkembangan digitalisasi pada amal usaha tersebut tetap mengikuti syariat islam dengan tujuan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa peran amal usaha Muhammadiyah Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah Muhammadiyah (LAZISMU) dalam mengembangkan aspek ekonomi masyarakat. Metode yang digunakan adalah kualitatif, dengan dokumentasi dan pendekatan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah Muhammadiyah (LAZISMU) berpotensi besar dalam pengembangan aspek ekonomi melalui program pemberdayaan dan pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) serta pengoptimalan digitalisasi dalam pengumpulan dana sumber daya ekonomi Islam seperti wakaf tunai, zakat, infaq, dan shadaqah.
Mekanisme Pemberian Sanksi Terhadap Notaris yang Melakukan Pelanggaran Kode Etik Jabatan Notaris Gasali, M. Arfan; Basrawi, Basrawi; Febriansyah, Rustam; Zulfika, Zulfika; Masyita, Siti; Nurlinda, Nurlinda
Sangia Nibandera Law Research Vol. 1 No. 2 (2024): Sangia Nibandera Law Research, December 2024
Publisher : Faculty of Law, Universitas Sembilanbelas November Kolaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.19645839

Abstract

Ikatan Notaris Indonesia (INI) sebagai perkumpulan organisasi bagi para notaris mempunyai peranan yang sangat penting dalampenegakkan kode etik. Dewan Kehormatan merupakan alat perlengkapan perkumpulan yang berwenang melakukan pemeriksaan atas pelanggaran terhadap kode etik dan menjatuhkan sanksi kepada pelanggarnya sesuai dengan kewenangannya. Notaris adalah seorang profesional di bidang hukum yang berperan penting dalam menciptakan kepastian hukum dan membantu masyarakat dalam berbagai urusan hukum keperdataan. Pelaksanaan sanksi yang dijatuhkan oleh Dewan Kehormatan Ikatan Notaris lndonesia sebagai organisasi profesi terhadap Notaris yang melanggar kode etik, adalah: teguran, peringatan dan pemberhentian atau pemecatan dari keanggotaan perkumpulan. Sanksi tersebut hanya berdampak terhadap notaris sebagai anggota perkumpulan dan tidak berdampak terhadap notaris sebagai Pejabat Umum. Untuk menjadi penyelenggaraa profesi hukum yang baik dalam menjalankan tugas profesinya dalam menegakkan hukum dibutuhkan praktisi yang memiliki kualifikasi sikap, sikap kemanusiaan, sikap keadilan, mampu melihat dan menempatkan nilai-nilai obyektif dalam suatu perkara yang ditangani, sikap jujur, serta kecakapan teknis dan kematangan etis.