Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Sosialisasi Pengawasan Partisipatif untuk Masyarakat Pesisir Tanggetada dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Kolaka Tahun 2024 Adhe Ismail Ananda; Nurfadhillah Syam; Syamsul Rijal; Basrawi
TENANG : Teknologi, Edukasi, dan Pengabdian Multidisiplin Nusantara Gemilang Vol. 2 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Perhimpunan Ahli Teknologi Informasi dan Komunikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71234/tenang.v2i1.58

Abstract

The socialization initiative about participatory oversight for the coastal town of Tanggetada in the 2024 Election for Regent and Deputy Regent of Kolaka Regency seeks to improve public comprehension and engagement in the electoral monitoring process. This program engaged 47 participants, comprising community leaders, youth, and representatives from fishing groups, utilizing tactics such as lectures, interactive discussions, simulations, and the dissemination of instructional materials. Evaluation results revealed that 90% of participants demonstrated enhanced understanding, with 70% attaining a superior level of comprehension. Participants expressed favorable opinions of the employed methodologies, especially simulations and talks, which were deemed pragmatic and comprehensible. Nevertheless, 10% of participants still necessitate further support. This initiative effectively heightened community understanding on the significance of transparency and integrity in elections and equipped people to actively participate in oversight activities. Subsequent proposals entail enhanced socializing and mentorship, particularly for populations in isolated regions
Pemberdayaan Guru Dalam Pembuatan E-Laboratory Management System Menggunakan Google Sites Sebagai Upaya Efisiensi Praktikum dan Percepatan Digitalisasi Sekolah Saputra, I Gede Purwana Edi; Halil, Nur Ihsan; Tundreng, Syarifuddin; Reskiawan, Bimas; Paliling, Alders; Basrawi; Haris, Iyan Nurdiyan; Nursalam, La Ode; Harianto, Eko
Amal Ilmiah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): Edisi Mei 2025
Publisher : FKIP Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/amalilmiah.v6i2.279

Abstract

Efisiensi pengelolaan laboratorium sekolah menjadi faktorĀ  penting dalam mendukung kegiatan praktikum siswa, terutama di era digitalisasi. Kegiatan ini bertujuan untuk memberdayakan guru dalam pengembangan dan implementasi E-Laboratory Management System (E-LabMS) berbasis Google sites guna meningkatkan efisiensi manajemen laboratorium serta mempercepat digitalisasi sekolah. Proses pemberdayaan guru dilakukan melalui beberapa tahapan. Pertama, dilakukan identifikasi kebutuhan. Selanjutnya, guru diberikan pelatihan dan pendampingan dalam pembuatan serta pengelolaan E-LabMS. Setelah pelatihan, sistem diimplementasikan di sekolah dengan tujuan. Tahap terakhir meliputi evaluasi dan monitoring. Hasil implementasi menunjukkan bahwa penggunaan E-LabMS berbasis Google sites mampu meningkatkan efisiensi pengelolaan laboratorium secara signifikan. Guru yang sebelumnya tidak memiliki pengalaman dalam pengelolaan sistem digital kini dapat mengelola laboratorium secara lebih terstruktur dan mandiri setelah mendapatkan pelatihan. Selain itu, sistem ini juga mempermudah akses informasi, pencatatan peminjaman alat, serta dokumentasi praktikum, yang pada akhirnya meningkatkan keterlibatan siswa dalam aktivitas laboratorium. Dengan adanya sistem ini, pengelolaan laboratorium menjadi lebih modern dan efisien, mendukung percepatan digitalisasi di sekolah, serta meningkatkan kompetensi guru dalam pemanfaatan teknologi.
Law and Application of Pancasila Principles in Interfaith Marriages in Indonesia Rahman, Irsan; Darmawati. R; Novianty, Rica Regina; Erni; Basrawi
Jurnal Smart Hukum (JSH) Vol. 2 No. 3 (2024): February-May
Publisher : Inovasi Pratama Internasional. Ltd

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55299/jsh.v2i3.884

Abstract

The implementation of the life of the nation and state is inextricably tied to the divine values encapsulated in Pancasila and the Constitution. However, the current reality of Indonesia's diverse nation poses a challenge to these divine values. The absence of barriers between individuals, as exemplified by their interactions and the formation of families through marriage, has resulted in the dissolution of ethnic, cultural, and religious distinctions. Consequently, some couples entering into marriage no longer consider their ethnic and cultural background as a determining factor in their relationship.The purpose of this paper is twofold: first, it aims to analyse the views of Pancasila and the 1945 Constitution of the Republic of Indonesia on the phenomenon of interfaith marriages in Indonesia; second, it seeks to provide confirmation of the actual legal status of these marriages. In order to achieve this, this paper employs a normative legal research methodology, utilising both a statutory and conceptual approach in its investigation. From a conceptual standpoint, marriage encompasses not only its legal and private aspects, but also its religious aspects. Therefore, the state relinquishes its authority to determine the legitimacy of marriage to religious law, which, by its nature, discourages interfaith marriages. This paper concludes that Pancasila and the 1945 Constitution do not acknowledge the existence of interfaith marriages, as they are deemed incompatible with divine values. Accordingly, the judiciary should refrain from recognizing interfaith unions. To resolve legal disputes surrounding these unions, the Population Administration Act should be amended to repeal Article 35, Paragraph 1.
Pelatihan Penyusunan Kontrak Kerja dan Perlindungan Hukum bagi Tenaga Kerja Informal Muhammad As Ari; Basrawi; Syamsul Rijal; Riezka Eka Mayasari
TENANG : Teknologi, Edukasi, dan Pengabdian Multidisiplin Nusantara Gemilang Vol. 1 No. 1 (2024): Juni
Publisher : Perhimpunan Ahli Teknologi Informasi dan Komunikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman tenaga kerja informal mengenai penyusunan kontrak kerja dan perlindungan hukum yang terkait dengan hak-hak mereka. Sektor informal di Indonesia, yang mencakup mayoritas tenaga kerja, masih menghadapi tantangan dalam hal perlindungan hukum akibat ketidakpahaman mengenai pentingnya kontrak kerja. Pelatihan yang menggunakan metode partisipatif ini diikuti oleh 30 peserta dari berbagai sektor informal dan mencakup modul pengenalan hukum ketenagakerjaan, simulasi penyusunan kontrak kerja, serta perlindungan hukum bagi pekerja informal. Hasil pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan peserta. Simulasi yang dilakukan juga menunjukkan bahwa peserta mampu menyusun kontrak kerja yang memadai dengan bimbingan fasilitator. Meskipun hasilnya positif, beberapa tantangan, seperti literasi hukum yang rendah, masih menjadi kendala. Oleh karena itu, diperlukan program lanjutan untuk memastikan tenaga kerja informal dapat menerapkan pengetahuan mereka dalam melindungi hak-haknya secara hukum.