Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Integrasi Media Sosial dan Optimalisasi Alur dan Tata Letak Fasilitas Untuk Pengembangan Wisata Adat Mappadendang Desa Barabatu Pangkep Gunawan, Alif; Bakhtiar, Ummu Kalzum; Hamzar, Izza Amalia; Nurllham, Muh.; Musdalifah, Musdalifah; Sapriadi, Nur Muzhaffarah Fhathana; Saskia, Nurul Afni; Ramli, Andi Kirey Ananda Regita; Nurvadilla, Inggit; Atalia, Niswa; Kurnia, Muhammad
Bambu Laut: Jurnal Pengabdian Masyarakat VOLUME 2, NOMOR 1, APRIL 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35911/bambulaut.v2i1.42911

Abstract

Indonesia, sebagai negara yang kaya akan keberagaman suku, ras, bahasa, budaya, dan agama, memiliki tradisi-tradisi unik yang merupakan identitas masing-masing daerah. Salah satu contohnya adalah tradisi Mappadendang yang berasal dari masyarakat Bugis di Sulawesi Selatan, yang berfungsi sebagai pesta syukuran panen dan mencerminkan nilai- nilai sosial serta spiritual. Dalam konteks modernisasi dan globalisasi, pelestarian budaya menjadi sangat penting untuk menjaga identitas bangsa. Artikel ini membahas pengembangan wisata adat Mappadendang di Desa Bara Batu, Kecamatan Labakkang, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, dengan pendekatan yang memadukan media sosial dan perencanaan fasilitas berbasis analisis SWOT. Program kerja ini bertujuan untuk mengoptimalkan alur kegiatan dan tata letak fasilitas, sehingga pariwisata berbasis kearifan lokal dapat dilestarikan dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat. Diharapkan inisiatif ini tidak hanya melestarikan warisan budaya yang bernilai, tetapi juga mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga dan mengembangkan tradisi mereka, menjadikannya sebagai kebanggaan generasi mendatang.
Pemanfaatan sisa bahan organic dalam pembuatan pupuk cair organik untuk mini garden di Lembang La’bo, Kabupaten Toraja Utara Nathalia Christin Ruitan, Jequaline; Kurnia, Muhammad; Nurani Sirajuddin, Sitti; Rasyid, Ilham; Rahim, Lellah
JDISTIRA - Jurnal Pengabdian Inovasi dan Teknologi Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2023)
Publisher : Yayasan Rahmatan Fidunya Wal Akhirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58794/jdt.v3i1.438

Abstract

Alternatif pengolahan sampah organik yang efektif adalah proses fermentasi menjadi pupuk organik cair. Pupuk organic cair merupakan salah satu bentuk pengabdian masyarakat dan penerapan digunakan pada tanaman Mini Garden. Metode pembuatan pupuk organik cair ini yaitu sampah organik rumah tangga seperti sisa nasi dipisahkan dari sampah anorganik, kemudian di fermentasi selama 4 hari setelah terbentuk jamur selanjutnya diolah dengan menambahkan sumber karbohidrat untuk bakteri pada pupuk. Kegiatan dilakukan di Kabupaten Toraja Utara pada Bulan Juli tahun 2022. Diharapkan bahan yang digunakan pada pupuk bebas kandungan yang berbahaya dan ramah lingkungan.Hasil kegiatan menunjukkan masyarakat sangat antusias mengikuti kegiatan
Optimalisasi Pemetaan Wilayah Desa Wiringtasi Sebagai Dasar Strategi Pemberdayaan Masyarakat Kurnia, Muhammad; Marennu, Fitrah
Jurnal Pengabdian Sosial Vol. 2 No. 10 (2025): Agustus
Publisher : PT. Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/2smyaw74

Abstract

Kegiatan pemetaan wilayah di Desa Wiringtasi dilakukan untuk memperkuat kapasitas desa dalam mengelola wilayah dan merencanakan pembangunan berbasis data spasial yang akurat. Tujuan utama kegiatan ini adalah menghasilkan peta administrasi yang memenuhi standar dan dapat digunakan sebagai acuan bagi perangkat desa maupun masyarakat. Proses pelaksanaan dimulai dengan observasi lapangan dan identifikasi batas wilayah bersama perangkat desa dan warga, dilanjutkan dengan pemanfaatan citra satelit gratis seperti Google Earth serta data Rupa Bumi Indonesia (RBI) dari Badan Informasi Geospasial. Pengolahan data dilakukan menggunakan perangkat lunak ArcGIS untuk proses digitasi, overlay, dan penyusunan tata letak peta, kemudian divalidasi kembali bersama pemerintah desa. Hasilnya adalah peta administrasi berskala 1:42000 yang memuat informasi batas administrasi desa dan dusun, jaringan jalan, sarana prasarana, serta titik-titik penting seperti fasilitas umum, tempat ibadah, dan objek wisata. Keberadaan peta ini membantu pemerintah desa memahami wilayah secara lebih komprehensif, menyusun rencana pembangunan, dan meningkatkan pelayanan publik. Dengan demikian, pemetaan wilayah ini bukan hanya menghasilkan dokumen teknis, tetapi juga menjadi instrumen strategis untuk mendorong pemberdayaan masyarakat Desa Wiringtasi.
POLA KEDATANGAN IKAN PADA AREA PENANGKAPAN BAGAN TANCAP SEKITAR MANGROVE DENGAN TEKNOLOGI HIDROAKUSTIK Angreni, Husni; Sudirman, Sudirman; Kurnia, Muhammad
OCTOPUS: JURNAL ILMU PERIKANAN Vol. 8 No. 2 (2019): OCTOPUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/octopus.v8i2.3146

Abstract

Alat bantu penangkapan ikan dengan metode teknologi hidroakustik bidang penangkapan ikan pada umumnya digunakan untuk mempelajari tingkah laku ikan dan secara khusus mampu mendeteksi keberadaan ikan pada suatu alat tangkap di area penangkapan tertentu. Kajian pola kedatangan dengan metode akustik ini dilakukan untuk mengetahui arah kedatangan ikan di area bagan, berdasarkan kedalaman dan waktu pengamatan. Studi dilakukan dengan metode experimental fishing dengan mengikuti operasi penangkapan ikan pada satu unit bagan tancap di Perairan Kabupaten Pangkep yang dilaksanakan pada November 2015 sampai April 2016. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ikan mendatangi sumber cahaya dan alat bantu aktraktor dengan pola gerombolan kecil dan individu (Ikan domersal). Kedatangan ikan mengalami peningkatan jumlah selama penelitian rata-rata pada pukul 20:00-22:00 Wita dan pukul 03:00-04.30 Wita. Kawanan ikan mendatangi sumber cahaya pada kedalaman 2-5 meter dengan pola kedatangan kawanan ikan dari arah kanan (sebelah Barat) berfokus pada pencahayaan dan kiri bagan (sebelah Timur) pada aktraktor. Hal ini dapat dijadikan acuan waktu Hauling yang tepat untuk penarikan jaring lebih efektif.
Analisis Efektivitas Program One Pesantren One Product (OPOP) dalam Mendukung Pemberdayaan Ekonomi Pesantren di Kabupaten Belitung Saputra, Putra Pratama; Setyawan, Ryand Daddy; Kurnia, Muhammad
Society Vol 11 No 2 (2023): Society
Publisher : Laboratorium Rekayasa Sosial, Jurusan Sosiologi, FISIP Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/society.v11i2.660

Abstract

The One Pesantren One Product (OPOP) program aims to foster self-reliance within the community, including Islamic boarding schools, students, and the public. Its goal is to enable economic and social independence, enhancing skills, production technology, distribution, and marketing through innovative and strategic approaches. The program is designed to support Islamic boarding schools in achieving self-sufficiency and as a catalyst for tourism development in the region. Belitung Regency hosts several longstanding Islamic boarding schools, predating the establishment of the Bangka Belitung Islands Province. Through the OPOP Program, these institutions are envisioned to play a significant role in the region’s tourism development, contributing to economic growth. This research seeks to describe and analyze the effectiveness of the OPOP Program in supporting the economic empowerment of Islamic boarding schools in Belitung Regency. Conducted over a year, the research employs a descriptive qualitative method, utilizing purposive sampling techniques to select data sources, including Islamic boarding school administrators, teachers, and students. Data collection methods encompass interviews, observations, and documentary studies. The findings reveal that the Islamic boarding school cooperatives function as business units directly subordinate to the schools, akin to other commercial entities. Enhancement efforts are identified in marketing strategies, training initiatives, and internships. Media assistance and engagement with religious community organizations are essential for effective marketing. At the same time, collaboration with governmental and private sector entities is crucial for training and internship programs, ensuring alignment between participants’ business domains and their internship placements.
Karakteristik Jenis Hasil Tangkapan Bagan Tancap Berdasarkan Periode Bulan di Perairan Selat Makassar Kabupaten Pangkep Kurnia, Muhammad; Musbir, Musbir; Jaya, Ilham; Aulia, Asmy Ema; Saragih, Paramitha; Adam, Adam; Jumsurizal, Jumsurizal
Akuatiklestari Vol 6 (2023): Jurnal Akuatiklestari - Edisi Khusus Seminar Nasional Perikanan Tangkap IX
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/akuatiklestari.v6i.5026

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mendeskripsikan hubungan komposisi jenis, frekuensi kemunculan dan perbedaan hasil tangkapan bagan tancap berdasarkan periode bulan dan dilaksanakan pada Juli-Desember 2020 dan Juni-Oktober 2021 di perairan Selat Makassar Kabupaten Pangkep. Metode studi kasus pada satu unit bagan tancap dengan menggunakan lampu LED berkekuatan daya 450-500 watt. Data yang dikumpulkan sebanyak 76 trip operasi penangkapan dan dikelompokkan berdasarkan 4 periode bulan yaitu periode bulan gelap, gelap ke terang, terang, dan terang ke gelap. Hasil menunjukkan terdapat 28 jenis ikan yang tertangkap dengan frekuensi kemunculan didominasi cumi-cumi sebesar 100% selama penelitian. Komposisi jenis tertinggi pada setiap periode bulan yaitu lemuru yaitu 52,8% pada periode terang ke gelap, peperek 91,98% pada periode gelap, peperek 39,4% pada periode gelap ke terang dan cumi-cumi 40,1% pada periode terang. Hasil tangkapan bagan tancap menunjukkan perbedaan atas pengaruh periode bulan dengan hasil tangkapan tertinggi pada periode bulan gelap.
PRODUKTIVITAS JARING INSANG DASAR (BOTTOM GILLNET) YANG DIOPERASIKAN DI PERAIRAN KABUPATEN JENEPONTO Kurnia, Muhammad; Wulandari, Selvi Anisha; Mustasim, Mustasim
BAWAL Widya Riset Perikanan Tangkap Vol 17, No 3 (2025): Desember 2025
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/bawal.17.3.2025.207 - 219

Abstract

Jaring insang dasar (bottom gillnet) merupakan salah satu alat tangkap yang banyak digunakan nelayan Kabupaten Jeneponto. Untuk meningkatkan efektivitas operasi penangkapan, diperlukan informasi terkait produktivitas alat tangkap, komposisi jenis dan struktur ukuran ikan tangkapan dominan. Tujuan penelitian untuk mengetahui tingkat produktivitas bottom gillnet, menganalisis indeks keanekaragaman dan mendeskripsikan struktur ukuran ikan hasil tangkapan. Metode penelitian studi kasus dengan mengikuti operasi penangkapan ikan pada satu unit bottom gillnet selama 32 trip. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata produktivitas penangkapan mencapai 0,042 kg/menit, dengan nilai tertinggi 0,087 kg/menit dan terendah 0,013 kg/menit. Total produktivitas selama penelitian adalah 1,35 kg/menit. Tercatat 21 spesies ikan tertangkap dengan nilai indeks keanekaragaman Shannon-Wiener (H’) sebesar 2,3 yang termasuk kategori sedang. Struktur ukuran ikan yang tertangkap didominasi oleh ukuran kecil hingga sedang, dengan panjang tubuh terbanyak pada interval 22–30 cm, sedangkan ukuran terendah pada rentang 58–66 cm, 67–79 cm, dan 80–92 cm. Variasi produktivitas diduga dipengaruhi oleh kondisi lingkungan, musim penangkapan, dan ketersediaan sumber daya ikan di perairan.
Interaksi Fungsional PPI Paotere Dan PP Untia Dalam Mendukung Operasional Perikanan Tangkap Di Kota Makassar Fada, Andi Tenri; Ilyas, M. Irham; Kurnia, Muhammad; Muhibuddin, Andi Firman; Erlangga, Dhiaz
Juvenil Vol 7, No 1: Februari 2026
Publisher : Department of Marine and Fisheries, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/juvenil.v7i1.32740

Abstract

ABSTRAK Pelabuhan perikanan memiliki peran strategis dalam mendukung operasional perikanan tangkap melalui penyediaan fasilitas, layanan perbekalan, dan sistem distribusi hasil tangkapan. Penelitian ini bertujuan menganalisis ketersediaan fasilitas, tingkat operasional, dan pola interaksi fungsional antara PPI Paotere dan PP Untia dalam sistem perikanan tangkap Kota Makassar. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif-komparatif dengan dukungan data kuantitatif dan analisis spasial. Data primer diperoleh melalui observasi 28 indikator fasilitas berdasarkan Permen KP No. 08/2012 dan survei terhadap 45 responden, sedangkan data sekunder meliputi statistik produksi, kunjungan kapal, serta perbekalan melaut. Tingkat operasional dinilai menggunakan lima indikator utama (BBM, air bersih, es, frekuensi kunjungan kapal, dan volume produksi) dengan sistem skoring komparatif, serta dianalisis spasial menggunakan ArcGIS untuk melihat konektivitas antar pelabuhan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PP Untia memiliki tingkat ketersediaan fasilitas lebih tinggi (84%) dibandingkan PPI Paotere (61%). Namun, PPI Paotere memiliki tingkat operasional lebih tinggi jauh melampaui PP Untia. Hal ini menunjukkan bahwa kelengkapan fasilitas tidak selalu sejalan dengan tingkat pemanfaatannya. Interaksi kedua pelabuhan bersifat komplementer, dengan Paotere sebagai pusat pendaratan utama dan Untia berpotensi sebagai pelabuhan perikanan penyangga. Integrasi fungsi, peningkatan aksebilitas, dan optimalisasi fasilitas pendukung diperlukan untuk meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan sistem pelabuhan perikanan di Kota Makassar.Kata Kunci: Fasilitas; Interaksi fungsional; Operasional; Pelabuhan Perikanan ABSTRACTFishing ports play a strategic role in supporting capture fisheries operations through the provision of facilities, logistical services, and fish distribution systems. This study aims to analyze facility availability, operational performance, and the pattern of functional interaction between Paotere Fishing Port (PPI Paotere) and Untia Fishing Port (PP Untia) within the capture fisheries system of Makassar City. A descriptive-comparative approach supported by quantitative data and spatial analysis was employed. Primary data were obtained through observation of 28 facility indicators based on Indonesian Ministerial Regulation (Permen KP No. 08/2012) and a survey of 45 respondents, while secondary data included production statistics, vessel visits, and fishing supply volumes. Operational performance was assessed using five key indicators (fuel supply, freshwater, ice, vessel visit frequency, and production volume) through a comparative scoring system, and spatial analysis using ArcGIS was applied to examine connectivity between the two ports. The results indicate that PP Untia has a higher level of facility availability (84%) compared to PPI Paotere (61%). However, PPI Paotere demonstrates substantially higher operational performance, far exceeding that of PP Untia. These findings suggest that facility completeness does not necessarily correspond to higher utilization levels. The interaction between the two ports is complementary, with Paotere functioning as the primary landing center and Untia having the potential to serve as a supporting fishing port. Functional integration, improved accessibility, and optimization of supporting facilities are required to enhance efficiency and sustainability within Makassar’s fisheries port system.Keywords: Facilities; Functional interaction; Operational; Fishing port
Pemberdayaan Masyarakat Desa Ujung Labuang untuk Ketahan Pangan Melalui Daur Ulang Botol Plastik Sebagai Media Tanam Sayur Reni, Reni Julianti Thamrin; Kurnia, Muhammad
Bambu Laut: Jurnal Pengabdian Masyarakat VOLUME 3, NOMOR 1, APRIL 2026
Publisher : Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35911/bambulaut.v3i1.47922

Abstract

Program pengabdian ini bertujuan untuk (1) meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu rumah tangga dalam mengelola botol plastik bekas menjadi media tanam, serta (2) mendorong penerapan berkelanjutan praktik reuse yang terintegrasi dengan budidaya sayuran skala rumah tangga di Desa Ujung Labuang, Kabupaten Pinrang. Kegiatan dilaksanakan melalui pendekatan edukatif-partisipatif dengan pendampingan intensif selama satu minggu, dirancang dalam tiga tahapan sistematis: pra-pelaksanaan (observasi lapangan dan koordinasi stakeholder), pelaksanaan inti (sosialisasi materi dan demonstrasi partisipatif pembuatan pot dari botol plastik bekas ukuran 1,5 liter), serta evaluasi (monitoring rumah peserta dan edukasi ulang teknis budidaya). Sebanyak 39 ibu rumah tangga dari tiga dusun berpartisipasi aktif (95%) dalam sesi demonstrasi dan berhasil membuat pot fungsional secara mandiri. Hasil monitoring terhadap lima peserta terpilih menunjukkan 60% berhasil menumbuhkan sayuran (sawi/pakcoy) hingga fase vegetatif dan 60% konsisten merawat tanaman harian, mengindikasikan terbentuknya integrasi awal antara pengelolaan sampah dan ketahanan pangan rumah tangga. Temuan kritis menunjukkan bahwa transformasi persepsi masyarakat dari memandang botol plastik sebagai limbah menjadi sumber daya bernilai nol merupakan fondasi keberhasilan program. Namun, keberlanjutan jangka panjang menghadapi tantangan berupa keterbatasan durasi pendampingan dan ketergantungan pada input eksternal untuk mengatasi karakteristik tanah berpasir wilayah pesisir. Program ini membuktikan bahwa integrasi prinsip reuse dengan optimalisasi pekarangan terbatas dapat menjadi solusi ganda bagi pengurangan sampah plastik dan penguatan ketahanan pangan di wilayah pesisir.
Sosialisasi Stunting dengan Tema Gizi Optimal, Tumbuh Maksimal di Desa Ujung Labuang Hidayah, Andi Nurul; Kurnia, Muhammad
Bambu Laut: Jurnal Pengabdian Masyarakat VOLUME 3, NOMOR 1, APRIL 2026
Publisher : Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35911/bambulaut.v3i1.48077

Abstract

Masalah stunting masih menjadi fokus utama pembangunan kesehatan di Indonesia karena berpengaruh terhadap kualitas sumber daya manusia di masa depan. Meskipun kebijakan nasional telah diarahkan untuk menurunkan angka stunting, beberapa wilayah seperti Desa Ujung Labuang, Kabupaten Pinrang, masih menghadapi tantangan dalam implementasi di lapangan. Berdasarkan data BKKBN (2025), tercatat 13 anak balita mengalami stunting di Desa Ujung Labuang. Kondisi tersebut mencerminkan masih perlunya upaya berkelanjutan dalam peningkatan pengetahuan dan perubahan perilaku masyarakat terkait gizi anak. Sehubungan dengan hal tersebut, kegiatan sosialisasi ini diselenggarakan sebagai upaya strategis untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat mengenai pencegahan dan penanganan stunting. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi langsung melalui pemaparan materi dan diskusi interaktif dengan sasaran masyarakat yang memiliki anak balita, terutama yang terindikasi stunting. Evaluasi keberhasilan dilakukan melalui observasi keterlibatan peserta dan pengumpulan umpan balik pasca kegiatan. Hasil evaluasi terhadap 33 peserta sosialisasi pencegahan dan penanganan stunting, secara umum terdapat peningkatan pengetahuan pada mayoritas peserta. Hasil akumulasi dari empat aspek penilaian menunjukkan bahwa sebanyak 27 peserta (81,8%) mengalami peningkatan pengetahuan, sedangkan 6 peserta (18,2%) memiliki pengetahuan yang relatif tetap. Antusiasme peserta terlihat dari keaktifan dalam bertanya, berdiskusi, serta memberikan tanggapan positif terhadap materi yang disampaikan. Dengan demikian, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam membangun kesadaran kolektif masyarakat desa untuk berperan aktif dalam pencegahan stunting secara berkelanjutan.