Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Professionalism and Religiosity: A Thematic Interpretation Study on Muslim Workers in Indonesia Elkhairati, Elkhairati; Arsal, Arsal; Imran, Maizul
AJIS: Academic Journal of Islamic Studies Vol. 9 No. 1 (2024)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Curup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29240/ajis.v9i1.10002

Abstract

The work challenges of developed countries, such as; (Indonesia) are characterised by the demands of professionalism in fierce work competition. There is a need for a new approach to the terminology of Quran-based professionalism to give maximum results to Muslims who reflect religious aspects. This research aims to understand the interpretation of the Quranic verses related to work professionalism and elaborate its meaning and to find out the opportunities for Quran-based work professionalism terminology to be applied to work demands in the modern era. The research method uses literature study with a qualitative-descriptive approach through thematic interpretation model. The results of the study found; that the terminology of professionalism can be combined with `ahsanu 'amalan and `atqana in the verse which indicates grade and quality in accordance with the field of expertise accompanied by aspects of piety. Known professionalism can be developed into religious-professionalism. It is undeniable that the modern world requires workers to adapt to the changes of the industrial revolution 4.0. The aspect of religiosity is really likely to improve the quality of international work professionalism.
Pemberdayaan Profesi Hakim pada Kompetensi Lulusan Fakultas Syariah IAIN Bukittinggi Pasca Perubahan Gelar Akademik Arsal, Arsal; Elfiani, Elfiani; Imran, Maizul
Jurnal Dedikasia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/dedikasia.v2i1.5540

Abstract

Peraturan Menteri Agama RI No. 33 tahun 2016 tentang Perubahan Gelar akademik di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam, khususnya gelar akademik sarjana Fakultas Syariah yang berubah dari Sarjana Hukum Islam (SHI) menjadi Sarjana Hukum (SH) dianggap dapat menghapus dikotomi dan diskriminasi lulusan hal kesempatan kerja. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui persepsi pengguna yaitu Pengadilan agama terhadap lulusan Fakultas Syariah IAIN Bukittinggi, dan respon Pengadilan Negeri terhadap perubahan gelar akdemik lulusan syariah. Penelitian ini juga akan mengungkap tentang strategi yang dilakukan Fakultas Syariah dalam menyikapi perubahan gelar tersebut. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah wawancara dan observasi pada kedua lembaga peradilan tersebut. Hasil penelitian mengungkap bahwa pihak Pengadilan agama menilai alumni Fakultas Syariah telah kompeten untuk menjadi Hakim dan setuju dengan perubahan gelar akademik lulusan Fakultas Syariah. Selanjutnya pihak Pengadilan Negeri memberikan respon positif terhadap perubahan gelar akademik tersebut, asal diikuti dengan peningkatan kemampuan dan kecakapan dari mahasiswa. Strategi Fakultas Syariah IAIN Bukittinggi adalah melakukan kembali peninjauan kurikulum secara perodik untuk penyesuaian dengan perubahan yang terjadi sebagai bentuk respon dari pengguna. Kementerian Agama RI dan Perguruan Tinggi Agama Islam perlu proaktif untuk mensosialisasikan regulasi ini sehingga menjadi fungsional dan aplikatif
Dehumanisasi Hukuman Mati Bagi Pengedar Narkotika di Indonesia Menurut Hukum Islam Imran, Maizul; Arsal, Arsal; Wahyuni, Sri
Al-Jinayah : Jurnal Hukum Pidana Islam Vol. 9 No. 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Islamic Criminal Law Study Program, Faculty of Sharia and Law, Sunan Ampel State Islamic University Surabaya, Surabaya, East Java, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/aj.2023.9.2.219-235

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui sejauh apa kesan dehumanisasi yang timbulkan dalam penerapan hukuman mati pada pengedar narkotika dan untuk mengetahui respons hukum Islam menyikapi penerapan hukuman mati bagi pengedar narkotika secara humanis. Metode penelitian hukum ini bersifat normatif dengan pendekatan studi literature dengan analisis data kualitatif dari data primer dan sekunder yang bersifat induktif. Hasil penelitian menyimpulkan,  pertama, bahwa kesan dehumanisasi didasari pada dampak sejarah eksekusi mati yang kelam dari masa ke masa, kemunculan gerakan-gerakan penegak Hak Asasi Manusia yang semakin marak di beberapa negara, implementasi aturan-aturan berskala internasional yang melarang hukuman mati, bentuk penolakan grasi dan berbagai bentuk perbuatan pengedaran  yang digeneralisir hukumannya. Kedua, secara makna tekstual ayat al-Qur`ān untuk pengedar narkotika dapat dikategorikan sebagai makna fasādan fī al-ardhi dalam ranah hukuman ta’zīr yang masih terbuka hak grasi dan penuntutan keringanan hukuman di pengadilan. Namun secara kontektual dikategorikan hukumannya secara beragam dan fleksibel, sebagai ḥirābah (perampokan), al-baghyu dan peminum khamar (syirb al-khamr). Sebagai solusi hukum alternatif diharapkan dapat mencerminkan penerapan hukuman yang humanis bagi pengedar narkotika.
METODE HERMENEUTIKA DAN TAFSIR ALQURAN (Analisis Kritis Penggunaan Metode Hermeneutika Terhadap Penafsiran Alquran Kontemporer) Arsal, Arsal
Alhurriyah Vol 2 No 1 (2017): Januari - Juni 2017
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/alhurriyah.v2i1.258

Abstract

The presence of hermeneutics in the realm of interpretation of the Qur`an have sparked pros and cons of opinion among experts / scholars. Scholars who accept this method argue that the classic interpretation methods can no longer respond to the challenges of time, because it needs new methods are relevant. While scholars who refused to believe that this method is not from Islam but from the scientific treasures of the West and has been used to interpret the Bible, and does not appropriate to interpret the Qur'an. This article contains insightful and critical analysis of the use of methods that are considered as a new paradigm in human strategic position as interpreter and its relevance to the socio-cultural dynamics of the Muslim community. This method can be used as an alternative method to interpret the Qur'an in the present context, so it might be the living texts among the Muslim community. Keberadaan Hermeneutik dalam ranah Penafsiran Alquran menimbulkan berbagai silang pendapat di antara pada Ulama, sebagian pro dan sebagian lain dengan tegas menolaknya. Ulama yang mendukung penerapan hermenutika dalam penafsiran Alquran menilai bahwa metode penafsiran klasik sudah tidak responsif terhadap perkembangan zaman dan dibutuhkan metode baru agar tetap relevan. Sedangkan para Ulama yang menolak metode ini berpendapat bahwa metode ini bukanlah tradisi keIslaman melainkan merupakan bagian khazanah ilmu Barat yang sudah dipakai untuk menafsirkan Injil dan tidak pantas untuk menafisrkan Alquran. Tulisan ini mendiskusikan masalah hermeneutic ini dengan mendalam analisa yang tajam tentang penerapan metode yang dianggap sebagai sebuah pandangan baru bagi para penafsir Alquran dan dinilai relevan dengan dinamika sosio-kultural umat Islam. Metode ini dapat menjadi alternatif dalam menafsirkan Alquran dalam konteks kekinian sehingga Alquran dapat menjadi teks yang hidup di tengah masyarakat Muslim.
MENANGKAP PESAN-PESAN HUKUM DALAM ALQURAN (Alternatif dan Solutif Penggunaan Metode Tafsir Kontekstual Dalam Menghadapi Kasus-Kasus Kontemporer) Arsal, Arsal
Alhurriyah Vol 1 No 1 (2016): Januari - Juni 2016
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/alhurriyah.v1i1.476

Abstract

The process of decline in the Qur'an was over a few centuries ago, and now that there is in the form of texts. As a last book, he serves as instructions and guidelines to organize human life and he did not know the limits of space and time in spite of the decline in local- temporal, but its message is universal and timeless. As a text, the Koran is an open corpus is of course an opportunity to reread, reinterpreted, and understood its content with relevant methods and thus Quran can mersepon and answered development of human life. Without degrading methods of interpretation set by previous scholars, presumably the method needs to be enriched with new methods. Contextual interpretation method is considered a new method, an alternative understanding the content of the Qur'an is right to address problems of contemporary and contemporary.
Tradisi Pemberian Uang Jujuran Dalam Perkawinan Masyarakat Banjar Di Desa Lahang Baru Perspektif ‘Urf Awaliah, Aisyah; Arsal, Arsal
Jurnal EL-QANUNIY: Jurnal Ilmu-Ilmu Kesyariahan dan Pranata Sosial Vol 11, No 2 (2025)
Publisher : Syekh Ali Hasan Ahmad Addary State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/el-qanuniy.v11i2.17531

Abstract

Penelitian ini mengkaji praktik budaya pemberian uang jujur dalam prosesi pernikahan adat Banjar yang berlangsung di Desa Lahang Baru, Kecamatan Gaung, Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau. Tradisi ini merupakan bentuk penghargaan dari calon mempelai pria kepada mempelai wanita, sebagai simbol tanggung jawab, kedewasaan, dan kesiapan dalam membangun rumah tangga. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode eksplorasi lapangan, yang melibatkan teknik wawancara mendalam, observasi langsung terhadap situasi di lokasi, serta pengumpulan berbagai dokumen pendukung sebagai sumber data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun uang jujur bukan merupakan syarat sah dalam akad pernikahan menurut ajaran Islam, masyarakat setempat memandangnya sebagai unsur penting dalam tata cara adat yang menunjukkan keseriusan dan kesepakatan antara kedua keluarga. Pelaksanaan tradisi ini terus dipertahankan karena dianggap tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip hukum Islam serta termasuk dalam kategori ‘urf, yaitu kebiasaan lokal yang diakui dalam penetapan hukum syariah. Besaran uang jujur ditentukan berdasarkan kesepakatan antara kedua keluarga dengan mempertimbangkan norma sosial, ekonomi, dan adat yang berlaku. Selain menjadi bagian dari prosesi adat, tradisi ini juga berperan dalam mempererat hubungan antar keluarga dan menjaga kehormatan kedua belah pihak. Oleh karena itu, uang jujur merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari warisan budaya masyarakat Banjar di Desa Lahang Baru.
Analisis Hadis Aplikasi “Satu Hari Satu Hadis” pada Pusat Kajian Hadis Cinagara Bogor Mustafa, Ilham; Arsal, Arsal; Helfi, Helfi
Lathaif: Literasi Tafsir, Hadis dan Filologi Vol. 4 No. 2 (2025): Lathaif: Literasi Tafsir, Hadis dan Filologi
Publisher : Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31958/lathaif.v4i2.15885

Abstract

This study aims to analyze the hadiths in the Satu Hari Satu Hadis application developed by the Center for Hadith Studies (PKH) in Cinagara, Bogor, as a digital- based religious learning medium. Using a qualitative-descriptive approach, this research collected data through document analysis of Sahih al-Bukhari hadiths on the PKH website. The study focuses on the application and the hadiths published within the Satu Hari Satu Hadis platform. The findings show that this application provides easy access for users through hadiths from Sahih al-Bukhari, thereby ensuring the quality and credibility of the material. Features such as daily notifications and monthly themes support user consistency in studying hadith. However, limitations such as reliance on a single hadith source, the absence of contextual explanations, and the lack of interactive features remain weaknesses that need attention. Thematic messages are arranged according to the Hijri months; for example, during Rabi‘ al-Awwal, the hadiths presented consistently discuss the personality of the Prophet Muhammad. This study recommends further development through the inclusion of additional hadith sources, scholarly contextualization, and discussion features to enhance user understanding and engagement. With such innovations, the Satu Hari Satu Hadis application can become a more effective medium for hadith learning in the digital era.