Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

SOSIALISASI BERBASIS AUDIO VISUAL TERHADAP MOTIVASI PERAWAT KLINIS MENGENAI JENJANG KARIR DI RSUD MAKASSAR Azwar, Azwar
Patria Artha Journal of Nursing Science Vol 4, No 1 (2020): Patria Artha Journal of Nursing Science
Publisher : Patria Artha University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33857/jns.v4i1.322

Abstract

Jenjang karir merupakan sistem untuk memberikan jaminan dan kepastian akan karir perawat untuk bisa mengembangkan diri. Jenjang karir di Indonesia sendiri telah diterapkan sejak tahun 2006 dengan dikeluarkannya juknis jenjang karir perawat di rumah sakit, namun hingga saat ini penerapan jenjang karir perawat di rumah sakit masih belum optimal dikarenakan ada beberapa faktor penghambat seperti tidak siapnya perawat dalam mengikuti sistem jenjang karir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh sosialisasi berbasis audio visual terhadap motivasi perawat klinis mengenai jenjang karir. Desain penelitian menggunakan Quasi Experimental dengan desain One Grup Pre-test – Post-test. Penelitian ini dilaksanakan pada 03 – 22 Oktober 2018 di RSUD Haji Makassar. Teknik pengambilan sampel dengan metode Purposive Sampling, dengan sampel sebanyak 53 orang dari 291 populasi. Hasil penelitian menunjukkan 37 (69.8%) responden dari 53 perawat memiliki motivasi rendah sebelum diberikan sosialisasi dan setelah sosialisasi diberikan terdapat 53 responden (100%) yang mempunyai motivasi tinggi. Hasil uji Wilcoxon Signed Ranks Test setelah diberikan sosialisasi menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan, nilai p value yang didapatkan pada penelitian adalah 0.001. Kesimpulan bahwa sosialisasi berbasis audio visual berpengaruh terhadap motivasi perawat mengenai jenjang karir di RSUD Haji Makassar dimana media audio visual terbukti dapat meningkatkan motivasi karena adanya hal yang baru bagi perawat dari media tersebut dan kepada RSUD Haji Makassar agar dapat menggunakan media audio visual dalam upaya meningkatkan motivasi perawat.
Career Path to Nurse Job Satisfaction In The Hospital Azwar Azwar; Nur Hidayah; Andi Adriana Amal; Syamsiah Rauf
Journal of Health Science and Prevention Vol. 3 No. 3S (2019): Spesial Issue
Publisher : State Islamic University of Sunan Ampel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (710.306 KB) | DOI: 10.29080/jhsp.v3i3S.298

Abstract

The high number of nurses who work can illustrate that nurses have an important role in improving health status so that strategic steps are needed in managing nursing staff in a better direction. As for the impact caused by uncontrolled nursing staff is dissatisfaction with nurses nurses so that the decline in nurse performance in providing nursing care to patients so that nurse satisfaction is an indicator that must be considered by all parties concerned. The solution to this problem is the issuance of the Government Regulation of the Republic of Indonesia through the ministry of health which has issued a policy regarding nurses' career paths as an embodiment in improving the quality of nursing staff and is expected to be able to increase nursing staff satisfaction. The writing of this article aims to see how the career path influences the satisfaction of nurses in the hospital. Literature and research review was carried out using several databases: 12 articles from Google Scholar and Pubmed with key words in nurse careers, performance, nurses and nurse satisfaction with career paths. From the results of a review of several journals included in the inclusion criteria, it was found that nurses' career paths had good effectiveness towards increasing nurse satisfaction, this can be seen by the existence of a continuous education system and work rewards that are owned by the career level system.
PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN MANAJEMEN STRES: LATIHAN OTOT PROGRESIF DAN AUTOGENIK PADA SISWA EKSTRAKURIKULER USAHA KESEHATAN SEKOLAH Rasmawati Rasmawati; Syisnawati Syisnawati; Rasdiyanah Rasdiyanah; Azwar Azwar; Andi Sistawati; Muhammad Abdul Bagas
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 3 (2023): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i3.14932

Abstract

Abstrak: Remaja menjadi salah satu kelompok berisiko terjadinya stress, hal ini disebabkan karena merupakan kelompok usia yang rentan mengalami perubahan kondisi psikologis yang negatif, dapat berupa depresi, kecemasan dan stress. Tujuan Pengabdian kepada masyarakat ini adalah agar siswa dapat mengetahui dan memiliki kemampuan melakukan teknik manajemen stress pada siswa kelompok ektrakurikuler Usaha Kesehatan Sekolah di Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia Gowa. Tingkat stress diukur menggunakan kuesioner Perseived Stress Scale (PSS-10). Pelatihan manajemen stress berupa latihan otot progresif dan latihan autogenik dilakukan pada siswa. Terdapat 12 siswa yang mengikut kegiatan ini hingga selesai. Hasil menunjukkan bahwa siswa mampu melaksanakan terapi relaksasi otot progresif dan latihan authogenik secara mandiri. Total rerata tingkat stress sebelum terapi yakni 20,75 menurun menjadi 16,00 setelah dierikan terapi. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terjadi penurunan skor stres yang diukur menggunakan PSS 10 setelah diberikan terapi.Abstract: Adolescents are a group that is at risk for stress due to their susceptibility to negative psychological conditions such as depression, anxiety, and stress. The aim of this commusahay service is to assess the stress levels and the effectiveness of stress management techniques, namely Progressive Muscle Relaxation and Autogenic exercises, for adolescent students in the extracurricular group of the School Health Usaha at Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia Gowa. The perceived stress levels of the participants were measured using the Perceived Stress Scale (PSS-10) questionnaire. The stress management training, which involved progressive muscle relaxation and autogenic exercises, was conducted for 12 students. The results indicated that the students were able to perform the relaxation techniques independently, and their average total stress level decreased from 20.75 to 16.00 after the therapy. Therefore, it can be concluded that stress scores, as measured by the PSS-10, decreased after the students received the stress management therapy.
PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN KEBIASAAN SARAPAN PAGI SISWA MELALUI PROGRAM SARAPAN PAGI MUMULUK ISUK Astuti Yuni Nursasi; Azwar Azwar; Fonny Veronika Runtulalo; Clara Caroline; Asep Abdurrahman Hidayah; Nita Yunita Sri Ayu
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 5 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i5.17547

Abstract

Abstrak: Sarapan pagi merupakah hal yang sangat penting dan tidak boleh dilewatkan oleh anak usia sekolah sebelum memulai aktivitas di pagi hari, banyak dampak yang akan diakibatkan dari tidak sarapannya siswa di pagi hari seperti konsentrasi belajar menurun, peningkatan asam lambung dan tubuh akan merasa lemas yang secara tidak langsung akan menghambat prestasi. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah agar siswa mengetahui dan mampu untuk mempraktekkan kegiatan sarapan pagi sebelum ke sekolah di SDN Sukadamai 1 Bogor. Metode yang digunakan adalah Community Based Research (CBR). Dilakukan intervensi berupa program Sarapan Pagi Mumuluk Isuk yang diikuti oleh 56 siswa kelas VI. Hasil menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan siswa mengenai sarapan pagi sebelum ke sekolah. Rerata tingkat pengetahuan sebelum pelaksanaan program yaitu 6.17 dan rerata pengetahuan setelah pelaksanaan program yakni 8.82 sehingga dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan siswa setelah pelaksanaan program.Abstract:  Breakfast is a very important thing and should not be missed by school-age children before starting activities in the morning, many impacts will result from not having breakfast in the morning such as decreased learning concentration, increased stomach acid and the body will feel weak which will indirectly hamper achievement. The purpose of this community service is for students to know and be able to practice breakfast activities before going to school at SDN Sukadamai 1 Bogor. The intervention was conducted in the form of Sarapan Pagi Mumuluk Isuk programme which was attended by 56 grade VI students. The results showed that there was an increase in students' knowledge about breakfast before school. The mean level of knowledge before the implementation of the programme was 6.17 and the mean knowledge after the implementation of the programme was 8.82 so it can be concluded that there was an increase in student knowledge after the implementation of the programme. 
Psychosocial Stimulation Interventions to Optimise The Developmental Growth Process of Stunted Toodlers in The First 1000 Days of Life: A Systematic Review Azwar, Azwar; Setiawan, Agus; Rahmadiyah, Dwi Cahya
Golden Age: Jurnal Ilmiah Tumbuh Kembang Anak Usia Dini Vol. 9 No. 1 (2024)
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jga.2024.91-10

Abstract

This systematic review investigates the efficacy of psychosocial stimulation interventions in improving the developmental outcomes of stunted toddlers during their first 1000 days of life. We used the Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA) framework to analyse 13 articles that met strict inclusion criteria from various scientific disciplines. Our findings reveal that interventions emphasising family empowerment, enhanced hygiene, and strategic health education significantly impact child growth and cognitive development. Community-based approaches, including cash transfers and educational programs, support sustainable development in resource-limited settings. This review also identifies the importance of cultural adaptation in intervention strategies, ensuring community acceptance and effective implementation. Despite the promising outcomes, the variability in research methodologies and the focus on specific socio-economic contexts limit the generalizability of the results. Future research should expand the studies' geographical and cultural scope to validate these findings comprehensively. The implications of this review support the integration of psychosocial stimulation into public health policies, highlighting its potential to improve developmental trajectories and reduce stunting in affected populations substantially.
NUTRITION PROGRAM TERHADAP PENURUNAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA : SYSTEMATIC REVIEW Azwar, Azwar; Rekawati, Etty; Setiawan, Agus; Rahmadiyah, Dwi Cahya
Jurnal Kesehatan Vol 16 No 2 (2023): : JURNAL KESEHATAN
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/kesehatan.v16i2.44794

Abstract

Background: Stunting is a nutritional disorder that results in growth failure in young children. One intervention that can be done is the nutrition programme. Objective: This study identifies the impact of nutrition programme interventions on reducing the incidence of stunting in toddlers. Methods: This study used a systematic review approach from the scince direct database, clinical key for nursing, francis & taylor and Ebsco Host. The articles used were research results published between 2019 - 2023 with search techniques using the PRISMA method. Results: The search found 7 articles. Based on these findings, it shows that the nutrition programme has an influence in the process of reducing the incidence of stunting in toddlers through the provision of adequate nutrition to toddlers. Conclusion: nutrition programmes can be used as one of the community-based interventions in an effort to reduce the incidence of stunting.
Intervensi Pemenuhan Kebutuhan Spiritual Pasien Di Rumah Sakit : Literature Review Ardiansyah, A; Rizanti, Ayunda Puteri; Azwar, A
Jurnal Berita Ilmu Keperawatan Vol. 14 No. 2 (2021): July
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bik.v14i2.13550

Abstract

Kebutuhan spiritual menjadi salah satu kebutuhan dasar penting yang harus dipenuhi oleh perawat kepada pasien, penelitian sebelumnya menjelaskan bahwa pasien yang menjalani perawatan sebagian besar mengalami kejadian distress spiritual yang biasanya ditandai dengan menangis, mengeluh terkait kondisinya, dan mengalami gangguan tidur. Untuk itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berbagai tipe kebutuhan spiritual di rumah sakit dan bagaimana intervensi yang efektif untuk memenuhi kebutuhan spiritual digunakan oleh perawat. Metode yang digunakan adalah literatur review yang berfokus pada intervensi spiritual oleh perawat yang bersumber dari database berupa PubMed, Science Direct, dan Google Scholar yang diterbitkan pada tahun 2015-2020. Melalui review terhadap 10 artikel terpilih diperoleh bahwa model intervensi spiritual yang efektif adalah model intervensi yang diberikan dengan memperhatikan aspek intra, inter dan transpersonal terpenuhi dengan pendekatan keagamaan yang dilakukan secara bertahap. Hasil tersebut menyimpulkan bahwa Intervensi spiritual dengan pendekatan keagamaan efektif dan direkomendasikan untuk dilaksanakan secara maksimal dalam pemenuhan kebutuhan spiritual pasien.
Quality of Primary Health Services during the COVID-19 Pandemic: A Literature Review Azwar Azwar; Sudarman Sudarman; Samsualam Samsualam
STRADA : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 10 No. 1 (2021): May
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/sjik.v10i1.593

Abstract

Primary health services are health services provided to the community at the first level by emphasizing promotive and preventive aspects. However, in carrying out their duties and functions, primary health services must improve because of the COVID-19 pandemic. The purpose of this study is to see how primary health care can maintain quality in the COVID-19 pandemic. The method used was Literature Review obtained from Science Direct, Elsevier, Pubmed and NCBI with vulnerability in 2020-2021 and obtained 7 articles that met the inclusion and exclusion criteria. The results showed that there are two forms of primary health care in maintaining quality during a pandemic, namely imposing new service patterns and utilizing telehealth. With the results of this study, it can be a reference for primary health services in Indonesia so that they are better able to maintain the quality of service during the COVID-19 pandemic.
Hubungan Sikap dan Perilaku Ayah dengan Status Gizi (BB/U) Balita Dalam Pengasuhan Gizi Rahmadiyah, Dwi Cahya; Azwar, Azwar; Fikri, Fikri; Fitri, Fitri
Alauddin Scientific Journal of Nursing Vol 6 No 1 (2025): MEI
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/asjn.v6i1.57064

Abstract

Salah satu faktor penyebab stunting pada balita menurut kerangka konseptual  UNICEF Undernutrition Conceptual Framework adalah faktor keluarga dan rumah tangga. Peran ayah dalam praktik pengasuhan gizi balita merupakan salah satu faktor keluarga yang memengaruhi kejadian stunting. Penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan ayah dalam memberikan contoh perilaku makan sehat dan menjamin lingkungan rumah yang sehat berhubungan dengan penurunan risiko masalah gizi pada anak. Temuan ini mengindikasikan bahwa ayah berperan melindungi status gizi balita. Penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan sikap dan perilaku ayah dengan status gizi balita dalam pengasuhan gizi. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan melibatkan 140 sampel ayah yang memiliki balita stunting. Variabel independen meliputi sikap ayah, diukur menggunakan Role of Father Questionnaire dan perilaku pengasuhan gizi ayah, diukur menggunakan Child Feeding Questionnaire, sedangkan variabel dependen adalah status gizi balita (BB/U). Data dianalisis menggunakan uji chi square. Penelitian menemukan bahwa sikap ayah berhubungan dengan status gizi balita dengan nilai p value 0,000 (p<0,05) sementara perilaku ayah tidak memiliki hubungan dengan status gizi balita dengan nilai p value 0,085 (p>0,05). Diharapakan agar peran ayah dapat ditingkatkan melalui proses pengasuhan pada balita sehingga status gizi balita dapat lebih optimal.
EFEKTIVITAS RELAKSASI BENSON DAN NAFAS DALAM TERHADAP PERUBAHAN TINGKATKECEMASAN LANSIA DI PSTW GAU MABAJI GOWA Sahar, Riyani H; Azwar, Azwar
BIMIKI (Berkala Ilmiah Mahasiswa Ilmu Keperawatan Indonesia) Vol. 6 No. 1 (2018): Edisi Januari - Juli 2018
Publisher : Ikatan Lembaga Mahasiswa Ilmu Keperawatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1190.683 KB) | DOI: 10.53345/bimiki.v6i1.37

Abstract

Pendahuluan: Perubahan-perubahan yang terjadi pada lansia dapat memicu timbulnya berbagai masalah kesehatan, salah satunya kecemasan. Beberapa terapi untuk menghilangkan kecemasan adalah relaksasi benson dan relaksasi nafas dalam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas relaksasi benson dan relaksasi nafas dalam terhadap kecemasan lansia. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah Metode penelitian Pre-Experimental Design dengan menggunakan rancangan berupa pendekatan Quasi Experimental with pretest & postest control group design. Dengan populasi sebanyak 95 lansia, jumlah sampel di dalam penelitian berjumlah 18 orang yakni 9 orang relaksasi benson dan 9 orang relaksasi nafas dalam dengan menggunakan teknik purposive sampling. Penelitian ini dilaksanakan di Panti Sosial Tresna Werdha Gau Mabaji Kab. Gowa. Data yang dikumpulkan menggunakan lembar koesioner untuk mengukur kecemasan yaitu koesioner HARS (Hamilton Anxiety Rating Scale) Hasil dan Pembahasan: Hasil Uji perbandingan pre test antara relaksasi benson dan relaksasi nafas dalam didapatkan nilai p value=0.000 >0,774. Sedangkan Uji perbandingan relaksasi benson dan nafas dalam post test didapatkan nilai p=0,231 yang berarti relaksasi benson dan relaksasi nafas dalam tidak jauh berbeda artinya sama-sama efektif dalam menurunkan kecemasan tetapi jika dilihat dari skor relaksasi benson lebih efektif menurunkan kecemasan dibandingkan relaksasi nafas dalam. Hal ini berarti Ha diterima yakni relaksasi benson dan relaksasi nafas dalam efektif dalam menurunkan kecemasan. Kesimpulan: Jadi, dapat disimpulkan bahwa relaksasi benson dan relaksasi nafas dalam efektif terhadap penurunan tingkat kecemasan dan terapi ini bisa menjadi salah satu alternatif bagi seseorang yang mengalami kecemasan.