Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

EFEKTIVITAS PEMBERIAN TERAPI TERTAWA DALAM MENURUNKAN TEKANAN DARAH PADAPASIEN HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS JAGONG KECAMATAN PANGKAJENE KABUPATEN PANGKEP Ratnasari, Ratnasari; Kasmawati, Kasmawati; Musdalipa, Musdalipa; Azwar, Azwar
BIMIKI (Berkala Ilmiah Mahasiswa Ilmu Keperawatan Indonesia) Vol. 6 No. 1 (2018): Edisi Januari - Juli 2018
Publisher : Ikatan Lembaga Mahasiswa Ilmu Keperawatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (850.844 KB) | DOI: 10.53345/bimiki.v6i1.38

Abstract

Pendahuluan: Hipertensi adalah peningkatan tekanan darah sistolik sedikitnya 140 mmHg atau tekanan diastolic sedikitnya 90 mmHg. Tertawa 1 menit ternyata sebanding dengan bersepeda selama 15 menit. Hal ini membuat tekanan darah menurun, terjadi peningkatan oksigen pada darah yang akan mempercepat penyembuhan. Metode: Penelitian ini dilaksanakan selama satu minggu dengan menggunakan desain Quasy-Experiment dengan rancangan two group design pre-test and post-test design yang mengungkapkan hubungan sebab akibat dengan melibatkan dua kelompok subjek. Terhadap 15 sampel yang menderita hipertensi dimana 8 orang pada kelompok intervensi, dan 7 orang untuk kelompok kontrol, karena menggunakan 2 kelompok terapi yaitu kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Tekanan darah diukur secara langsung dengan menggunaka spigmomanometer. Hasil dan Pembahasan: Hasil uji statistic yang digunakan adalah uji wilcoxon signed ranks test dan uji Mann-whitney. Hasil uji Willcoxo Signed Ranks Test berpasangan menunjukan terdapat penurunan tekanan darah sistol yang bermakna pada kelompok intervensi (p=0,017). pada kelompok control tidak terjadi penurunan tekanan darah sistol (p=0,564). uji Mann-Whiney menunjukkan bahwa terapi tertawa memiliki pengaruh yang bermakna terhadap penurunan tekanan darah sistol (p=0,002). Kesimpulan: Jadi, dapat disimpulkan bahwa terapi tertawa efektif terhadap penurunan tekanan darah dan terapi ini bisa menjadi salah satu alternatif bagi seseorang yang mengalami hipertensi.
Intervensi Pijat Bayi Sebagai Upaya Mencegah Stunting Pada Balita : A Literature Review Azwar; Fikri
Diagnosis Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 19 No. 1 (2024): Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35892/jikd.v18i4.1782

Abstract

Stunting merupakan suatu kondisi kekurangan gizi kronis pada balita yang mengakibatkan terhambatnya proses tumbuh kembang. Stunting dapat dicegah dengan berbagai intervensi dalam siklus hidup manusia khususnya pada masa 1000 HPK, adapun salah satu intervensi yang dapat dilakukan untuk mencegah stunting pada balita adalah dengan menggunakan pijat bayi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menilai efektivitas intervensi pijat bayi dalam mencegah stunting pada balita melalui analisis literatur yang tersedia.Metode dalam penelitian ini adalah tinjauan pustaka yang diperoleh dari beberapa database yaitu google Scholar, portal garuda, pubmed dan ebsco host. Kriteria inklusi dalam pencarian artikel adalah artikel hasil penelitian murni, menggunakan bahasa Inggris dan bahasa Indonesia dan diterbitkan antara tahun 2019 hingga 2023. Didapatkan 7 artikel untuk direview berdasarkan metode Prisma.Setelah mengkaji 7 artikel, ditemukan bahwa manfaat pijat bayi dapat meningkatkan pertumbuhan (berat badan dan panjang badan) dan perkembangan (perkembangan sosial dan motorik). Pijat bayi dapat dijadikan salah satu intervensi keperawatan untuk mencegah stunting pada balita.
Peningkatan Kemampuan Duta Remaja Anti Anemia melalui Pemanfaatan Media Ular Tangga dan Tumpeng Nutrisi Azwar, Azwar; Rahmadiyah, Dwi Cahya; Nursasi, Astuti Yuni; Fitri, Fitri
Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2025): Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/bajpm.v5i3.2413

Abstract

Anemia merupakan gangguan yang dapat mengancam perempuan khususnya remaja putri di masa yang akan datang. Salah satu kelompok yang berpotensi terdampak adalah remaja putri pada jenjang pendidikan menengah. Pengabdian ini bertujuan untuk membentuk dan meningkatkan pengetahuan, sikap dan keterampilan duta anti anemia pada remaja putri di SMP Yappa Kota Depok. Kegiatan dilaksanakan pada 15 Oktober 2024 hingga 21 Mei 2024. Jumlah peserta dalam kegiatan ini adalah 20 orang. Pengabdian dilakukan mulai dari pengkajian analisis masalah, pemberian penyuluhan kesehatan, pelatihan mengenai peran dan tugas dari duta anti anemia, pemberian games edakatif ular tangga dan tumpeng nutrsi serta evaluasi. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa rerata pengetahuan anak-anak terkait anemia pada remaja putri meningkat, yang menandakan efektivitas promosi kesehatan berbasis permainan dalam meningkatkan pemahaman mereka. Selain itu, terjadi peningkatan rerata sikap anak-anak terhadap anemia, menunjukkan bahwa metode intervensi ini berhasil membentuk pola pikir yang lebih positif dalam pencegahan anemia.
Hidup Bugar Cegah Menopause Dini (HarMoni): Optimalisasi Meningkatkan Kesehatan Reproduksi Perempuan Veronica Yeni Rahmawati; Jehan Puspasari; Azwar; Muhammad Fiqriansyah; Fani Nurul Hidayah
PROGRESIF: Jurnal Pengabdian Komunitas Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36406/progresif.v6i1.454

Abstract

Menopause is a natural process that occurs in all women, marked by the permanent cessation of menstruation (menstruation). Menopausal women experience physical changes that can affect their psychological condition. The purpose of this community service activity is to increase mothers' awareness in maintaining their reproductive health through providing education on Living Fit to Prevent Early Menopause (HarMoni). This activity was attended by PKK mothers and representatives of health cadres in the Mangga Dua Selatan Subdistrict, Central Jakarta. The methods used in this activity were a pre-test, interactive education, demonstration of fitness exercise movements, discussions about women's health and a post-test. The results of this community service activity showed an increase in participants' knowledge before and after the educational activity, participants who had good knowledge in the pre-test results were 13 people (61.9%) increased by 20 people (95.2%) in the post-test results. In conclusion, providing education through interactive education and open discussion methods has been proven effective in increasing mothers' knowledge about maintaining reproductive health through a healthy lifestyle, adequate rest, and light physical activity.
Peningkatan Kesiapsiagaan Psychological First Aid pada Wilayah Rawan Kebakaran Tambora Mustikasari; Dian Fitria; Suryane Sulistiana Susanti; Ria Utami Panjaitan; Ice Yulia Wardani; Yudi Ariesta Chandra; Giur Hargiana; Firhan Nurfalah; Akbar Nur; Azwar; Ghaida Awad Elradi Mohamed
APMa Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2: Juli 2026
Publisher : STIKES Bhakti Husada Mulia Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47575/apma.v6i2.965

Abstract

Bencana kebakaran merupakan salah satu bencana yang sering terjadi di wilayah padat penduduk seperti Kecamatan Tambora, Jakarta Barat, dan dapat menimbulkan dampak fisik maupun psikologis pada masyarakat terdampak. Psychological First Aid (PFA) menjadi salah satu pendekatan yang dapat digunakan untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam memberikan dukungan psikososial awal pada situasi bencana. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat melalui pembentukan dan pelatihan tim Psychological First Aid (PFA) di wilayah rawan kebakaran Tambora. Metode yang digunakan adalah pre-experimental dengan pendekatan one group pretest and post-test design pada 40 peserta (tim PFA). Kegiatan dilakukan melalui edukasi, pelatihan, simulasi, dan praktik lapangan kepada 80 keluarga di wilayah Kelurahan Tambora. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner kesiapsiagaan tim PFA dan lembar observasi performance. Hasil menunjukkan adanya peningkatan rata-rata skor kesiapsiagaan peserta dari 61,35 ± 9,12 pada pretest menjadi 65,40 ± 5,82 pada post-test dengan peningkatan sebesar 4,05 poin atau 6,6% (p < 0,001). Selain itu, sebagian besar masyarakat memiliki tingkat kesiapsiagaan dalam kategori baik setelah diberikan edukasi dan praktik lapangan. Pelatihan PFA berbasis komunitas efektif dalam meningkatkan kesiapsiagaan psikososial masyarakat pada wilayah rawan kebakaran. Program ini diharapkan dapat menjadi salah satu strategi penguatan kapasitas masyarakat dalam mitigasi bencana berbasis komunitas.
Penerapan Isometric Handgrip Exercise terhadap Penurunan Tekanan Darah pada Keluarga dengan Lansia Penderita Hipertensi Ainatul Ismiyanti; Azwar Azwar; Hardin La Ramba
Indonesian Journal of Nursing Sciences and Practice Vol. 9 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/ijnsp.v9i1.17-21

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi merupakan faktor risiko kardiovaskular utama dan salah satu penyebab kematian tertinggi di Indonesia, dengan pengendalian yang masih rendah di tingkat keluarga. Isometric handgrip exercise merupakan terapi nonfarmakologis yang aman, murah, dan dapat dilakukan secara mandiri, namun bukti penerapannya pada tatanan keperawatan keluarga di masyarakat masih terbatas. Objektif: Mendeskripsikan penerapan isometric handgrip exercise sebagai bagian dari asuhan keperawatan keluarga terhadap penurunan tekanan darah pada lansia penderita hipertensi. Metode: Laporan studi kasus deskriptif pada satu keluarga binaan (Ny. Y, perempuan, 62 tahun) dilengkapi dua kasus resume (Ny. E dan Ny. S) sebagai pembanding. Asuhan diberikan melalui sepuluh kali kunjungan rumah (30 April–20 Mei 2026) mengikuti proses keperawatan keluarga Friedman dan kerangka SDKI–SIKI–SLKI, mencakup pengkajian lima tugas kesehatan keluarga sebelum dan sesudah intervensi. Isometric handgrip exercise dilaksanakan pada enam sesi. Hasil. Tekanan darah Ny. Y menurun dari 170/90 mmHg pada kunjungan pertama menjadi 149/82 mmHg pada kunjungan terakhir (penurunan sistolik 21 mmHg; diastolik 8 mmHg), dengan pola pre–post per sesi yang konsisten menurun. Penurunan yang lebih nyata teramati pada dua sesi terakhir setelah alat genggam bola tanpa resistensi terukur diganti dengan adjustable handgrip. Pola serupa teramati pada kasus resume: tekanan darah Ny. E menurun dari 160/70 menjadi 148/78 mmHg, dan Ny. S menunjukkan tren penurunan bertahap selama masa intervensi. Diagnosis keperawatan prioritas adalah Pemeliharaan Kesehatan Tidak Efektif, diikuti Perilaku Kesehatan Cenderung Berisiko dan Risiko Perfusi Serebral Tidak Efektif; keluarga menunjukkan peningkatan kemampuan pada seluruh lima tugas kesehatan keluarga pada akhir intervensi. Implikasi Klinis: Temuan ini mendukung penggunaan latihan isometrik sebagai terapi pendamping nonfarmakologis dalam asuhan keperawatan keluarga, meskipun diperlukan penelitian dengan desain yang lebih kuat dan jumlah responden yang lebih besar untuk memperkuat bukti generalisasi.
PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN KADER KESEHATAN DALAM RANGKA PENCEGAHAN STUNTING PADA BALITA Dwi Cahya Rahmadiyah; Widyatuti Widyatuti; Azwar Azwar
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 3 (2025): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i3.30242

Abstract

Abstrak. Peran keluarga dalam penanganan stunting dapat dilakukan melalui memberdayakan keluarga melalui pemberian informasi kesehatan dan kunjungan rumah oleh kader kesehatan. Pelatihan dan pendampingan kader kesehatan sebagai perpanjangan tangan tenaga kesehatan dalam memberdayakan keluarga balita sangat diperlukan untuk meningkatkan kemampuan keluarga dalam merawat balita stunting. Tujuan pengabdian ini adalah untuk mengoptimalkan peran dan fungsi kader kesehatan masyarakat dalam rangka meningkatkan kemampuan keluarga dalam mencegah terjadinya stunting pada balita. Pelaksanaan pengabdian masyarakat dilaksanakan dalam dua kegiatan yaitu pemberian pelatihan kepada kader kesehatan dalam mencegah terjadinya stunting pada balita dan kegiatan selanjutnya adalah pendampingan kepada kader kesehatan masyarakat dalam memberdayakan keluarga balita untuk mencegah terjadinya stunting. Setelah dilaksanakan pengabdian didapatkan peningkatan, pengetahuan, sikap dan perilaku kader dengan persentase 80% kader dinyatakan lulus dalam pelatihan.Abstract: The role of families in handling stunting can be done through empowering families through providing health information and home visits by health cadres. Training and mentoring of health cadres as an extension of health workers in empowering families of toddlers is needed to improve the ability of families to care for stunted toddlers. The purpose of this service is to optimize the role and function of community health cadres in order to improve the ability of families to prevent stunting in toddlers. The implementation of community service is carried out in two activities, namely providing training to health cadres in preventing stunting in toddlers and the next activity is assistance to community health cadres in empowering families of toddlers to prevent stunting. After the service was carried out, an increase in knowledge, attitudes and behavior of cadres was obtained with a percentage of 80% of cadres passing the training.
Pemberdayaan Keluarga untuk Meningkatkan Pengasuhan Balita Stunting melalui Pendekatan Ketahanan Keluarga Dwi Cahya Rahmadiyah; Hafizs Nasirun; Mega Hasanul Huda; Avliya Quratul Marjan; M. Abdul Hamid Zubair1; Azwar Azwar; Dina Setya Rahmah Kelrey; Ganar Rajni Fathariq
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v7i3.19361

Abstract

Stunting masih menjadi masalah gizi pada balita di Indonesia. Survei tahun 2024 di Kelurahan Abadijaya, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok menunjukkan 82% balita mengalami stunting dan 18% sangat pendek. Program TAHAN (Tumbuh Anak Hebat Aman Nutrisi) dikembangkan untuk meningkatkan ketahanan keluarga melalui edukasi, pelatihan, dan pendampingan kader Posyandu selama Oktober–Desember 2025. Intervensi meliputi komunikasi kesehatan, gizi dan stunting, praktik pemberian makan aktif-responsif, ketahanan keluarga, serta kunjungan rumah. Evaluasi menggunakan desain pretest–posttest menunjukkan peningkatan pada seluruh aspek. Nilai pengetahuan meningkat dari 7,8 menjadi 8,4, praktik menyusui dari 8,4 menjadi 9,6, praktik pemberian makan dari 48,5 menjadi 74,8, pemberian PMT dari 29,7 menjadi 67,4, komunikasi kesehatan dari 31,4 menjadi 54,3, dan ketahanan keluarga dari 49,7 menjadi 79,9. Hasil ini menunjukkan bahwa Program TAHAN efektif meningkatkan kapasitas keluarga dalam mencegah dan menangani stunting serta berpotensi menjadi model intervensi berbasis komunitas untuk percepatan penurunan stunting.
MANAJEMEN NYERI BAYI PREMATUR: ANALISIS PENGETAHUAN DAN SIKAP PERAWAT NICU Reisy Tane; Ikhsanuddin Ahmad Harahap; Farida Linda Sari Siregar; Azwar Azwar
Jurnal Keperawatan Widya Gantari Indonesia Vol 10 No 1 (2026): JURNAL KEPERAWATAN WIDYA GANTARI INDONESIA (JKWGI)
Publisher : Nursing Department, Faculty of Health, Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pain in premature infants is often not optimally managed in the Neonatal Intensive Care Unit (NICU). Nurses play a central role in pain assessment and management, making their knowledge and attitudes crucial factors in the success of neonatal pain management. This study aimed to analyze the knowledge and attitudes of NICU nurses regarding pain management in premature infants. The study used a quantitative descriptive design with a cross-sectional approach. A sample of 22 NICU nurses was selected through total sampling from several hospitals in Medan City. Data were collected using a knowledge and attitude questionnaire regarding pain management in premature infants, then analyzed descriptively using frequency distributions and percentages. The study found that most respondents had nursing education and were in the adult age group. The majority of nurses' knowledge level was in the sufficient category, with the lowest scores being on the use of pain assessment scales and non-pharmacological interventions. Nurses' attitudes were generally positive, indicating good support for the importance of pain management in premature infants. NICU nurses already have positive attitudes toward pain management, but their knowledge still needs to be improved to ensure more evidence-based practice. Structured training, the implementation of standardized pain scales, and regular evaluation are needed to improve the quality of neonatal nursing care.
Cerdas Digital, Hidup Seimbang: Edukasi Pencegahan Kecanduan Gadget pada Siswa Enni juliani saragih; Nia Rosliany; Azwar; Fajar Nur Rahman
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 3 No 2 (2026): SerQua : Service Quality (Jurnal Pengabdian Masyarakat)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan RS Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecanduan gadget pada remaja merupakan masalah kesehatan digital yang berkembang pesat dan berdampak serius terhadap kesehatan fisik, psikologis, dan prestasi akademik siswa. Penggunaan gadget yang tidak terkontrol telah menjadi permasalahan nyata di lingkungan sekolah menengah pertama, termasuk di SMP Santo Paulus Jakarta Pusat. Tujuan pengabdian ini adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa dalam menerapkan penggunaan gadget yang sehat dan seimbang sebagai upaya pencegahan kecanduan gadget secara mandiri. Metode pelaksanaan meliputi pendidikan kesehatan digital dan demonstrasi serta simulasi penggunaan gadget yang sehat, mencakup cara menyusun jadwal harian yang seimbang, menggunakan fitur screen time pada smartphone, dan mengenal aktivitas alternatif pengganti gadget, dengan 35 peserta siswa kelas VII. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test pengetahuan serta lembar observasi keterampilan (checklist 10 item) dan lembar observasi keaktifan peserta (skala Likert 1–5). Kriteria keberhasilan ditetapkan apabila terjadi peningkatan nilai rata-rata post-test minimal ?20% dibandingkan pre-test dan minimal 75% peserta menunjukkan peningkatan skor pengetahuan. Hasil observasi mencatat peningkatan pemahaman tentang dampak kecanduan gadget dan antusiasme yang tinggi pada seluruh peserta. Edukasi pencegahan kecanduan gadget terbukti efektif sebagai intervensi berbasis sekolah untuk mendorong manajemen waktu digital, pembatasan konten adiktif, dan kemandirian kesehatan siswa.