Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Penyuluhan Hukum Kepada Murid SMAN 10 Bekasi Mengenai Pengendalian Pencemaran Udara: Pengendalian Pencemaran Udara Liza Evita; M. Ryan Bakry; M.Kharis Umardani; Gilang Ramadhan; Putri Amaria R
JURNAL ABDIMAS SERAWAI Vol. 5 No. 3 (2025): Jurnal Abdimas Serawai (JAMS)
Publisher : Program Studi Administrasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Bengkulu 

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/jams.v5i3.9115

Abstract

ABSTRAK Pencemaran udara merupakan salah satu permasalahan lingkungan yang berdampak langsung terhadap kesehatan manusia, kelestarian ekosistem, dan keberlanjutan hidup. Sayangnya, kesadaran generasi muda, khususnya siswa Sekolah Menengah Atas (SMA), terhadap isu ini masih relatif rendah. Penyuluhan hukum dipilih sebagai pendekatan edukatif untuk meningkatkan pemahaman dan kepedulian siswa terhadap pentingnya pengendalian pencemaran udara. Kegiatan ini menggunakan metode Participatory Action yang melibatkan siswa secara aktif melalui diskusi, tanya jawab, serta simulasi kasus sederhana terkait pencemaran udara dan aspek hukumnya. Materi penyuluhan mencakup pengertian pencemaran udara, dampaknya, serta dasar hukum yang mengaturnya, seperti Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, dan hak atas lingkungan hidup yang sehat sebagaimana diatur dalam Pasal 28H ayat (1) UUD 1945. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan pemahaman siswa pada empat indikator utama, yaitu: pengertian pencemaran udara (peningkatan 83%), dampak pencemaran udara (72%), sumber pencemaran (63%), dan upaya pengendalian pencemaran udara (60%). Dengan demikian, penyuluhan terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan siswa sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap pentingnya menjaga kualitas udara. Kata Kunci: Pencemaran Udara, Penyuluhan Hukum, Pengendalian Polusi, Pendidikan Lingkungan.
UPAYA PENINGKATAN PEMAHAMAN TERKAIT URGENSI KONSERVASI SUMBER DAYA AIR MELALUI GERAKAN PENGHIJAUAN DI DESA MANDALAMEKAR KABUPATEN BANDUNG Evita, Liza; Faisal, Muhammad; Wijaya, Dodik Pranata; Nuraini, Oktavianisa; Chantika, Suci Chantika5
Taroa: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 1 (2026): Januari
Publisher : LPPM IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/taroa.v5i1.5410

Abstract

Konservasi sumber daya air merupakan upaya memelihara keberadaan, keberlanjutan keadaan, sifat, fungsi sumber daya air agar senantiasa tersedia dalam kuantitas dan kualitas yang memadai untuk memenuhi kebutuhan manusia dan makhluk hidup lainnya, baik pada waktu sekarang maupun yang akan datang. Hal ini penting untuk dilaksanakan mengingat air merupakan sumber kehidupan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan dalam rangka memelihara keberadaan sumber daya air adalah melalui gerakan penghijauan, penanaman pohon. Permasalahan utama yang dihadapi oleh Mitra yang dalam hal ini Desa Mandalamekar memiliki potensi 2 sumber mata air, namun jika musim kemarau debit airnya menurun, ini tentu mempengaruhi tingkat kecukupan akan pemenuhan kebutuhan air warga masyarakat setempat, dan pemenuhan sebagai Desa Wisata Rintisan. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pemahaman masyarakat desa tentang pentingnya konservasi sumber daya air, melalui kegiatan penghijauan lahan. Kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan participatory action yang dipadukan dengan metode ceramah dan diskusi interaktif, sekaligus pendampingan penghijauan lahan desa. Hasil kegiatan ini menunjukkan peningkatan pemahaman dan kesadaran warga masyarakat mengenai urgensi konservasi sumber daya air, sehingga diharapkan warga masyarakat dapat menjaga dan memanfaatkan sumber daya air dengan baik. Kata kunci : konservasi sumber daya air, kuantitas dan kualitas air, penghijauan
UPAYA PENINGKATAN PEMAHAMAN TERKAIT URGENSI KONSERVASI SUMBER DAYA AIR MELALUI GERAKAN PENGHIJAUAN DI DESA MANDALAMEKAR KABUPATEN BANDUNG Liza Evita; Muhammad Faisal; Dodik Pranata Wijaya; Oktavianisa Nuraini; Suci Chantika5 Chantika
Taroa: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2026): Januari
Publisher : LPPM IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/taroa.v5i1.5410

Abstract

Konservasi sumber daya air merupakan upaya memelihara keberadaan, keberlanjutan keadaan, sifat, fungsi sumber daya air agar senantiasa tersedia dalam kuantitas dan kualitas yang memadai untuk memenuhi kebutuhan manusia dan makhluk hidup lainnya, baik pada waktu sekarang maupun yang akan datang. Hal ini penting untuk dilaksanakan mengingat air merupakan sumber kehidupan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan dalam rangka memelihara keberadaan sumber daya air adalah melalui gerakan penghijauan, penanaman pohon. Permasalahan utama yang dihadapi oleh Mitra yang dalam hal ini Desa Mandalamekar memiliki potensi 2 sumber mata air, namun jika musim kemarau debit airnya menurun, ini tentu mempengaruhi tingkat kecukupan akan pemenuhan kebutuhan air warga masyarakat setempat, dan pemenuhan sebagai Desa Wisata Rintisan. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pemahaman masyarakat desa tentang pentingnya konservasi sumber daya air, melalui kegiatan penghijauan lahan. Kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan participatory action yang dipadukan dengan metode ceramah dan diskusi interaktif, sekaligus pendampingan penghijauan lahan desa. Hasil kegiatan ini menunjukkan peningkatan pemahaman dan kesadaran warga masyarakat mengenai urgensi konservasi sumber daya air, sehingga diharapkan warga masyarakat dapat menjaga dan memanfaatkan sumber daya air dengan baik. Kata kunci : konservasi sumber daya air, kuantitas dan kualitas air, penghijauan
Water Constitutionalism and Qur'anic Ethics: Reconstructing Equitable Participatory Governance Liza Evita; Ledyawati Ledyawati
Politica: Jurnal Hukum Tata Negara dan Politik Islam Vol. 13 No. 1 (2026): Politica: Jurnal Hukum Tata Negara dan Politik Islam
Publisher : Prodi Tata Negara (Siyasah) IAIN Langsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/politica.v13i1.15072

Abstract

The water governance crisis in Indonesia highlights the fundamental paradox between the strengthening of constitutional recognition of the right to water and the lack of public participation in its management. On the one hand, water has been designated as a strategic resource controlled by the state for the greatest prosperity of the people, as affirmed in Article 33 paragraph (3) of the 1945 Constitution of the Republic of Indonesia and reinforced by Constitutional Court Decision Number 85/PUU-XI/2013. However, on the other hand, water governance practices still face challenges such as resource exploitation, ecological conflicts, and public participation that tends to be formalistic. This study aims to analyze the construction of water constitutionalism in the Indonesian legal system and reconstruct Quranic ethics as a normative foundation for strengthening participatory water governance. This study uses normative legal research methods with legislative, conceptual, and philosophical approaches. Data were obtained through a literature review of the constitution, water resource regulations, court decisions, Quranic verses, books, and accredited international and national journals. The analysis was conducted qualitatively using source, theoretical, and normative triangulation techniques. The results of the study indicate that constitutional water governance in Indonesia still faces a gap between legal norms and the implementation of public participation. Public participation in water resource management is not yet fully substantive, which causes inequality in access and ecological conflict. This study also found that the ethical principles of the Qur'an such as 'adl (justice), mizan (balance), amanah (trust), and the prohibition against israf have strong relevance to the modern paradigm of sustainability and ecological justice. Therefore, this study proposes a model for reconstructing participatory water governance based on the integration of constitutional water governance and Qur'anic ethics.