Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

PENYULUHAN PERLINDUNGAN KONSUMEN MENGENAI TUGAS DAN WEWENANG BADAN PENYELESAIAN SENGKETA KONSUMEN (BPSK), KRITERIA PRODUK HALAL, DAN STANDARDISASI MUTU BARANG GUNA MENCIPTAKAN KONSUMEN CERDAS DI KABUPATEN BUNGO Novriansyah, Yudhi; Asman, Muhammad; Isman, Isman
Akrab Juara : Jurnal Ilmu-ilmu Sosial Vol. 3 No. 4 (2018)
Publisher : Yayasan Azam Kemajuan Rantau Anak Bengkalis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

So far, people as users of goods and services often suffer losses both physically, morally and materially. Caused by the actions of Business Actors (PU) who commit fraud (fraud). The presence of the Consumer Dispute Settlement Agency (BPSK) is a fruit of reform with the birth of Law No. 8 of 199 concerning Consumer Protection (UUPK). BPSK is the institution for resolving disputes about consumer demands on their rights. Another obstacle that often occurs is the low public awareness of choosing products that are categorized as authentic / original halal by competent parties such as the Indonesian Ulema Council (MUI). We know that Islamic religion encourages people to use halal products and stay away from non-halal products which has been stated in Law No. 33 of 2014 concerning Guaranteed Halal Products. Then in the era of free trade, technical regulations relating to the circulation of goods and / or services imposed by a country must refer to and meet international standards. By meeting standards, local products are expected to be able to penetrate foreign markets with a higher level of competitiveness. In addition, the fulfillment of standards can also benefit consumers in terms of quality, competitive price of goods, and security of the use of goods that have met the Indonesian National Standard (SNI). The purpose of this Community Service is to provide understanding to the people of Bungo District, especially among the younger generation (students / students) so that in the future be smart consumers in the face of increasing consumerism turmoil and invasion of foreign products in the world free market era and ASEAN economic community (MEA).
Penerapan Model Problem Based Learning Berbantuan Zoom Meeting Untuk Meningkatkan Kompetensi PengetahuanIPA Kelas V Tema Sehat Itu Penting Sebtema Peredaran Darahku Sehat SD Negeri 002 Samarinda Seberang Tahun Pelajaran 2020/2021 Risnawati, Risnawati; Nurfaizah, Nurfaizah; Isman, Isman
Pinisi Journal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 5, No 2 (2025): Juli
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70713/pjp.v5i2.29456

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar pada tema sehat itu penting siswa kelas V SD Negeri 002 Samarinda sebrang, melalui Penerapan Model PROBLEM BASED LEARNING berbantuan ZOOM MEETING. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan desain Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD Negeri 002 Samarinda Sebrang  yang berjumlah 21 siswa. Pelaksanaan penelitian dilaksanakan selama dua Siklus. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu metode tes objektif. Teknik analisis data yang digunakan adalah dengan metode alur yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian dapat dilihat data dari hasil belajar siswa menggunakan Model Pembelajaran Problem Based learning bebantuan zoom meeting yaitu sebagai berikut. Pada siklus I rata-rata hasil belajar siswa adalah 71,73 dengan ketuntasan belajar 57%, siklus II rata-rata hasil belajar siswa adalah 81,73 dengan ketuntasan belajar 80%  Jadi, kesimpulan penelitian ini adalah Penerapan Model Problem based learning berbantuan zoom meeting  siswa kelas V  SD Negeri 002 Samarinda Sebrang
Diversifikasi Pada Budidaya Cabai Untuk Kemandirian Ekonomi Kelompok Wanita Tani Bunga Semangka Prastia, Budi; Ridwan, Ridwan; Isman, Isman; Rohman, Saefur; Alisro, Umpi
Baselang Vol 5, No 2: OKTOBER 2025
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/bsl.v5i2.284

Abstract

ABSTRAKKelompok Wanita Tani (KWT) Bunga Semangka dibentuk dalam rangka mengatasi ekonomi ibu-ibu rumah tangga,khususnya para perempuan, yang berada di Desa Tirta Kencana, Kec. Rimbo Bujang, Kab.Tebo, Jambi.  KWT Bunga Semangka terutama bergerak dibidang pertanian dari Budidaya Cabai dan Kacang Kedelai sampai ke pengolahan pasca panennya.  Terutama pengolahan kacang kedelai menjadi keripik Tempe.  Artikel ini mengkaji upaya peningkatan kemandirian ekonomi KWT, melalui penerapan diversifikasi budidaya cabai dan kacang kedelai di lahan pekarangan anggota kelompok sampai peningkatan produksi dan pemasaran keripik tempe pembuatan keripik tempe bagi anggota Kelompok Wanita Tani Bunga Semangka.  Metode yang digunakan mencakup praktek pembudidayaan cabai dan kacang kedelai, serta peningkatan produksi dan pemasaran keripik tempe, berikutnya adanya pelatihan dari Nara sumber ( Tenaga ahli ) yang telah berpengalaman dari perwakilan kelompok tani Sumber Rejeki yang berada di desa Purwobakti,Kecamatan Bungo Dani,Kab. Bungo, yang ber gerak dibidang produksi Pisang Salai Yang telah berhasil dan sukses.  Materi pelatihan antara lain Bagaimana mengaktifkan semua anggota untuk bersaing sehat, bagaimana memperluas pemasaran luar daerah, bagaimana mengurus surat izin usaha organisasi, apa prinsip-prinsip, nilai- nilai norma etika dan  struktur budaya yang mempengaruhi pedoman berperilaku  setiap anggota kelompok.  Hasil penelitian menunjukan bahwa petani berhasil memproduksi dan meningkatkan produktivitas produk keripik tempenya dan memperluas pasar.  Kegiatan ini diharapkan menjadi solusi alternatif untuk meningkatkan pendapatan kemandirian ekonomi kelompok Wanita Tani Semangka
KUMULASI GUGATAN ANTARA PERBUATAN MELAWAN HUKUM DAN WANPRESTASI Isman, Isman
Jurnal Yudisial Vol. 14 No. 1 (2021): OPINIO JURIS SIVE NECESSITATIS
Publisher : Komisi Yudisial RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29123/jy.v14i1.370

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini berangkat dari Putusan Mahkamah Agung Nomor 886 K/Pdt/2007 yang menerima kumulasi gugatan antara perbuatan melawan hukum dengan wanprestasi. Terkesan bahwa hal ini menerobos pandangan hukum yang menyatakan bahwa kumulasi keduanya dalam satu gugatan tidak dibenarkan. Adapun rumusan masalah penelitian ini adalah; dasar fakta dan landasan teoretis apa yang melatarbelakangi Putusan Mahkamah Agung Nomor 886 K/Pdt/2007, sehingga mengabulkan kumulasi gugatan perbuatan melawan hukum dan wanprestasi? Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian hukum doktrinal. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa dasar fakta yang mendasari pengesahan kumulasi gugatan perbuatan melawan hukum dan wanprestasi antara lain: pertama, uraian posita telah dikemukakan secara terpisah dengan tegas dan jelas; kedua, dibenarkan karena dikualifisir sebagai kumulasi objektif. Adapun landasan teoritis yang mendasarinya antara lain: pertama, kumulasi objektif ditetapkan berdasarkan asas doelmatigheid process, dihubungkan dengan adanya koneksitas dari sisi hubungan hukum maupun dari sisi akibat hukumnya; kedua, hubungan hukum kontraktual bukan merupakan penghalang bagi penggugat untuk mengajukan gugatan perbuatan melawan hukum; ketiga, asas iktikad baik dalam hubungan kontraktual tidak hanya diberlakukan pada saat pelaksanaan kontrak, tetapi juga dapat menjangkau penyalahgunaan keadaan baik dalam kondisi pra kontrak, pelaksanaan kontrak, maupun pasca kontrak; keempat, perlindungan hukum berbasis keadilan kumutatif dan distributif, terutama kepada pihak yang menunjukkan iktikad baiknya.Kata kunci: kumulasi gugatan; kumulasi objektif; doelmatigheid process. ABSTRACTThis research departs from the Supreme Court Decision Number 886 K/PDT/2007 which allows the cumulation of a lawsuit both for tort and breach of contract. The decision emerges the impression of breaking a legal view stipulating such cumulation is erroneous. The focus of the study is to reveal the factual and theoretical basis that underlying the Supreme Court Decision Number 886 K/PDT/2007 so that grant the cumulation of lawsuit for tort and breach of contract. The study uses a doctrinal legal research method. The results of this study conclude that the ground facts that underlie the ratification of lawsuit cumulation for tort and breach of contract are: first, the posita (arraignment) has been deciphered separately with unequivocally and vividly; second, it is validated because it classifies as an objective cumulation. The theoretical foundations as its bases are as follows: first, the objective cumulation is determined based on the principle of doelmatigheid process, related to the existence of connection from the perspective of legal relation as well as legal impact; second, a contractual legal relation is not a barrier for a plaintiff to le a tort lawsuit; third, the principle of good faith in contractual relation is applied not only during contract implementation, but also can reach abuse of condition in pre contract, during contract, as well as post contract; fourth, legal protection based on commutative and distributive justice, particularly for a party who exhibits good faith.Keywords: lawsuit cumulation; objective cumulation; doelmatigheid process.