Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Daftar Awal Jenis Capung (Odonata) di Pulau Patotogat, Mentawai, melalui Metode Fotografi Muharani, Silvia; Yulita, Rahma; Nugraha, Fitra Arya Dwi; Satria, Rijal
Jurnal Biologi Universitas Andalas Vol 13 No 01 (2025)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jbioua.13.01.22-28.2025

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menginventarisasi spesies capung (Odonata) di Pulau Patotogat, Mentawai, dengan menggunakan pendekatan fotografi. Sebanyak 6 spesies Odonata berhasil diidentifikasi, terdiri dari 5 spesies subordo Anisoptera (famili Libellulidae) dan 1 spesies subordo Zygoptera (famili Coenagrionidae). Spesies Teinobasis ruficollis dari subordo Zygoptera ditemukan dalam kategori Hampir Terancam (NT) menurut IUCN, yang menunjukkan perlunya tindakan konservasi. Penelitian ini menegaskan pentingnya Pulau Patotogat sebagai habitat unik bagi keanekaragaman hayati, serta urgensi untuk memperbarui data distribusi spesies ini untuk mendukung upaya konservasi. Metode fotografi yang digunakan efektif dalam mengumpulkan data tanpa mengganggu populasi spesies.
Identification and Conservation Status of Birds Traded in Bird Shops in Kuranji District, Nanggalo District, East Padang District, South Padang District, and Lubuk Begalung District, West Sumatra Saputra, Anugra; Mauliza, Rani; Naibaho, Rikarlina Br; Yopiando, Yopiando; Solehah, Nur Hajijah; Pratama, Sandi Fransisco; Satria, Rijal
Jurnal Biologi Tropis Vol. 24 No. 3 (2024): July - September
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v24i3.7472

Abstract

Indonesia is a country with the highest diversity in the world. One of Indonesia's diversity is birds. Birds have many roles in maintaining the balance of nature. However, as birds become more popular every year, many birds are hunted and traded freely. This has an impact on the natural imbalance caused by the decline in bird populations and even the extinction of birds. The purpose of this study is to identify the species and conservation status of birds traded in Padang City, West Sumatra. This study is a descriptive study with a field survey method in several bird shops spread across several sub-districts in Padang City, West Sumatra. The results of the identification of the conservation status of birds traded in the city of Padang, West Sumatra used the IUCN red list website. Based on the data, as many as 25 out of 34 species of birds that have been identified have the Least Consern conservation status.  
Perdagangan Satwa Reptil Jenis Ular (Squamata) Secara E-Commerce Asha Annisa; Satria, Rijal
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v8i1.13808

Abstract

Kegiatan jual beli online tidak hanya dilakukan oleh penjual kebutuhan pokok saja, namun juga oleh penjual satwa. Jual beli satwa semakin marak setelah dikembangkan platfrom e-commerce. Reptil termasuk hewan yang murah dan mudah diperjualbelikan secara online, salah satunya adalah ular. Perlu dikaji lebih lanjut tentang status ular yang diperjual-belikan di E-Commerce, termasuk ular yang dilindungi atau tidak dilindungi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi spesies reptil jenis ular yang diperjualbelikan dan mengkonfirmasi status konservasinya berdasarkan IUCN dan CITES. Metode penelitian yang dilakukan adalah penelitian kualitatif dengan data didapatkan dengan mencari jenis ular yang diperjual-belikan menggunakan mesin pencari online. Selanjutnya data dianalisis secara deskriptif untuk dianalisis status konservasinya. Hasil yang diperoleh yaitu sebanyak 23 spesies ular yang diperdagangkan di E-Commerce. secara umum status konservasinya ditinjau dari IUCN Red List yaitu: Least Concern (LC), Near Threatened (NT), dan Not Evaluated (NE), dan ditinjau CITES terdiri atas 6 jenis statusnya Appendiks II dan 17 lainnya memiliki status konservasi Not Listed.
Keanekaragaman Kupu-Kupu (Lepidoptera) di Kawasan Air Terjun Serasah Uwak, Limau Manis, Kecamatan Pauh, Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat Rizki Ramadhan, Defli; Satria, Rijal
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v8i1.13949

Abstract

Kupu-kupu merupakan salah satu insecta bersayap yang termasuk kedalam Ordo Lepidoptera (sayap bersisik) dan mempunyai corak serta warna menarik sehingga dapat dengan mudah dikenali dari insecta lainnya. Kupu-kupu memiliki peranan penting dalam ekosistem sebagai bioindikator dan agen penyerbuk dalam menjaga keberadaan dan keanekaragaman flora. Air terjun Serasah Uwak merupakan salah satu air terjun yang ada di kota Padang, Sumatra Barat yang memiliki kondisi ekosistem yang masih terjaga baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman kupu-kupu di kawasan air terjun Serasah Uwak, Limau Manis, Kecamatan Pauh, Padang, Sumatera Barat. Metode yang digunakan adalah metode tangkap langsung dengan insecnet. Analisa spesies dilakukan di pusat laboratorium biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, UNP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di kawasan air terjun Serasah Uwak terdapat 7 spesies kupu-kupu dari ordo Lepidoptera yang terdiri dari 15 individu dan 3 famili yakni Riodinidae, Hesperiidae dan Nymphalidae. Kupu-kupu yang mendominasi adalah Abicara echerius dan Ypthima Sp. dengan jumlah masing-masing 4 Individu. Penilitian ini menunjukkan tingkat keanakaragaman jenis di air terjun Serasah Uwak (1,74) termasuk ke dalam keragaman kupu-kupu yang tergolong sedangkan berdasarkan tingkat kekayaan jenis termasuk rendah (R = 2,21), tingkat dominansi rendah (C = 0,10), kemerataan jenis termasuk kedalam kategori kemerataan tinggi, komunitas stabil (0,89).
Tren Riset Eksploitasi dan Konservasi Terhadap Populasi Kura-Kura Sungai: Analisis Bibliometrik Fadillah, Yosi; Satria, Rijal
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis tren perkembangan penelitian terkait eksploitasi dan konservasi terhadap populasi kura-kura sungai berdasarkan publikasi ilmiah dalam rentang tahun 2019 hingga 2024 menggunakan pendekatan bibliometrik. Metadata dikoleksi dari situs Scopus, sebuah database pencarian paten dan ilmiah. Pencarian artikel dilakukan dengan menggunakan kata kunci "river turtle; exploitation; conservation; biodiversity". Analisis ini mencakup pola tren publikasi ilmiah yang terkait dengan kata kunci eksploitasi dan konservasi populasi kura-kura sungai, serta pola hubungan kepenulisan dalam artikel-artikel yang relevan. Analisis dan visualisasi data dilakukan menggunakan perangkat lunak R Studio. Hasil analisis mencakup jaringan yang menunjukkan keterkaitan kata kunci, penulis dan jurnal produktif, serta artikel dan negara populer yang menggambarkan tingkat kepadatan penelitian tentang topik kura-kura sungai. Hasil analisis menunjukkan terdapat penurunan kemajuan aktifitas ilmiah, seperti publikasi dan sitasi terkait eksploitasi dan kosnservasi kura-kura sungai selama enam tahun terakhir. Studi ini memberikan wawasan mendalam tentang perkembangan penelitian kura-kura sungai sehingga dapat menjadi dasar yang kuat untuk arah penelitian lebih lanjut dan kebijakan yang terkait dengan masalah ini.
Burung yang Diperjual-belikan melalui Platform Online di Indonesia Nurul Yasmin, Riri; Satria, Rijal
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Burung dinyatakan sebagai produk dagang sudah berlangsung dalam jangka waktu yang cukup lama. Peminatan burung yang tinggi dari masyarakat menjadi peluang pasar bagi para pedagang dan mengakibatkan penangkapan burung dengan berbagai upaya dan mengabaikan prinsip-prinsip konservasinya. Perdagangan burung menjadi mengkhawatirkan dan tidak terkendali dengan banyaknya jual-beli secara online dan tingkat monitoringnya belum optimal. Oleh karena itu penelitian ini dilakuan dengan tujuan untuk mengetahui keanekaragaman burung yang diperdagangkan melalui platform online beserta status konservasinya di Indonesia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dan dianalisis status konservasinya berdasarkan IUCN Red List dan CITES. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 21 spesies burung yang diperdagangkan melalui platform online. Beberapa diantaranya memiliki status konservasi LC, NT, VU, EN, dan CR berdasarkan IUCN Red List. Ditinjau berdasarkan status konvensinya melalui CITES, terdapat satu spesies dengan status Appendiks I dan dua spesies dengan status Appendiks II. Terdapat tiga spesies endemik Indonesia, yaitu Gracupica jalla, Eos bornea, dan Leucopsar rothschildi.
Perdagangan Satwa Reptil Jenis Kadal (Squamata) Secara E-Commerce di Indonesia Guspal Petria, Sania; Satria, Rijal
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perdagangan satwa reptil jenis kadal (Squamata) secara e-commerce di Indonesia merupakan fenomena yang semakin berkembang seiring dengan meningkatnya penggunaan teknologi informasi dan komunikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis dinamika perdagangan kadal melalui platform e-commerce, termasuk media sosial dan situs web jual beli. Fokus utama adalah pada aspek legalitas, metode pengiriman, serta dampak terhadap konservasi dan kesejahteraan hewan. Hasil yang diperoleh yaitu sebanyak 24 spesies kadal yang diperdagangkan di e-commerce. secara umum status konservasinya ditinjau dari IUCN Red List yaitu: Least Concern (LC), Critically Endangered (CR), Vulnerable (VU), Data Deficient (DD) dan Not Evaluated (NE). dan ditinjau CITES terdiri atas 1 jenis statusnya Lampiran II dan 21 lainnya memiliki status konservasi Not Listed.
Jenis-Jenis Capung (Odonata) Pada Beberapa Tipe Habitat di Korong Asam Pulau, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat Aprilia, Amanda; Pratama, Sandi Fransisco; Achyar, Afifatul; Satria, Rijal
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i1.26460

Abstract

Capung (Odonata) merupakan serangga yang berperan penting sebagai bioindikator kualitas lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis capung pada beberapa tipe habitat, yaitu sungai, sawah, hutan, dan lapangan berumput di Korong Asam Pulau, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan metode Visual Encounter Survey (VES) pada plot berukuran 20m x 20m. Hasil penelitian menunjukkan ditemukannya 14 jenis, 11 genera, 6 famili, dan 79 individu. Subordo Anisoptera ditemukan pada semua tipe habitat dan Subordo Zygoptera hanya ditemukan pada habitat hutan dan sungai saja. Kehadiran capung pada suatu tipe habitat dipengaruhi oleh karakteristik dari masing-masing habitat. Penelitian ini juga mengkonfirmasi bahwa spesies subordo Zygoptera lebih sensitif terhadap perubahan lingkungan dibandingkan Anisoptera. Hal ini menunjukkan bahwa capung dapat digunakan sebagai bioindikator kualitas lingkungan dan tingkat gangguan ekosistem akibat aktivitas manusia.
Ants (Hymenoptera: Formicidae) at Biology Laboratory of Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Negeri Padang Anggraini, Indah; Nugraha, Fitra Arya Dwi; Razak, Abdul; Satria, Rijal
Jurnal Biologi Universitas Andalas Vol 10 No 2 (2022)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jbioua.10.2.47-52.2022

Abstract

The ants are one of the insects that dominate all ecosystems, it biomass reaching more than 30% in tropical ecosystems. The ants plays positive or negative roles in ecosystem. The negative role of ants is as a household pests that can have a negative impact on humans. The loss caused by pest ants is causing contamination of food as well as contamination of sterile equipment in hospitals and laboratories. The ant stinging will cause allergies and also become disease vectors due they association with several pathogenic microorganisms. This study was conducted at the Biology Laboratory, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Negeri Padang, Air Tawar, West Sumatra, from October to November 2021. The ants were collected inside and outside of the laboratory by using the baited trap (peanut butter, honey, and sardines) and hand collection methods. A total of 419 individual ants were found belonging to eight species and three subfamilies. The highest number of individual found in Tapinoma melanocephalum.
Ant Species Composition Collected by Pan Traps in a Rehabilitated Coal Mining Area in Sawahlunto City, West Sumatra Tasman, Ratna Juwita; Nurdin, Jabang; Herwina, Henny; Jasmi, Jasmi; Janra, Muhammad Nazri; Satria, Rijal
Jurnal Biologi Universitas Andalas Vol 12 No 2 (2024)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jbioua.12.2.143-148.2024

Abstract

Pan traps is a popular technique for determining the diversity of pollinating insects in different settings. These traps are effective for field use and can quickly produce sample data because they are simple to operate and don't require any specific equipment to be deployed. Pan traps, however, also catch a variety of non-pollinator insects in addition to pollinating insects. In this study, the Pan traps methods were used in three different habitat types: rice-field, Acacia agroforestry and secondary forest on reclaimed coal mining site. Fourteen members of the Formicidae family with 11 species, 9 genera, 8 tribes, and 3 subfamilies were found from all of the combined traps. The most common species, with four records, was Camponotus arrogans, which was regularly found in all types of habitat. With 9 species and 14 individuals, blue pan traps caught the greatest diversity of ant species, while yellow pan traps were the least successful with one species and one individual. Comprehending the variables that impact ant diversity and abundance in various habitat types, as well as their interactions with the environment, can yield significant insights on the quality of habitats and function as markers of environmental alterations. This information is essential for the management of habitats and conservation initiatives.