Septianti, Anthy
Unknown Affiliation

Published : 16 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

ANALISIS KERENTANAN BENCANA KEBAKARAN PERMUKIMAN DI KECAMATAN PONTIANAK BARAT Haq, Haris Muhammad; Lubis, Mira Sophia; Septianti, Anthy
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 11, No 3 (2024): JeLAST Edisi Agustus 2024
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v11i3.91140

Abstract

Kebakaran merupakan situasi dimana bangunan pada suatu tempat seperti rumah/pemukiman, pabrik, pasar, gedung dan lain-lain dilanda api yang menimbulkan korban dan/atau kerugian. Kecamatan Pontianak Barat merupakan kecamatan yang memiliki kondisi fisik yang dapat berpotensi terhadap kerentanan kebakaran, selain itu Kecamatan Pontianak Barat merupakan kecamatan dengan kepadatan penduduk tertinggi di Kota Pontianak yang memiliki potensi kerentanan sosial terhadap kebakaran. Adapun tujuan penelitian ini yaitu mengetahui kerentanan bencana kebakaran permukiman di Kecamatan Pontianak Barat menggunakan metode analisis deskriptif dan menggunakan teknik analisis skoring dan pembobotan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kelurahan Sungai Jawi Luar merupakan kelurahan dengan tingkat kerentanan tinggi, Kelurahan Sungai Jawi Luar dan Sungai Beliung merupakan kelurahan dengan tingkat kerentanan sedang, dan Kelurahan Pal Lima merupakan kelurahan dengan tingkat kerentanan rendah.
IDENTIFIKASI PERUNTUKAN RUANG TERBUKA HIJAU PUBLIK BERDASARKAN RDTR KAWASAN PERKOTAAN SAMBAS TAHUN 2020-2040 DI KABUPATEN SAMBAS Ulhaq, Alyaa; Septianti, Anthy; Wulandari, Agustiah
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 11, No 3 (2024): JeLAST Edisi Agustus 2024
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v11i3.91074

Abstract

Kawasan Perkotaan Sambas memiliki ruang terbuka hijau seperti rimba kota, taman, dan pemakaman. Keberadaan RTH publik di Kawasan Perkotaan Sambas belum memenuhi standar yang telah direncanakan. Diperlukan adanya penyesuaian rencana RTH publik dengan kondisi eksisting yang ada dalam melakukan pembangunan RTH publik. Oleh karena itu, diperlukan adanya identifikasi terkait kondisi eksisting dari peruntukan RTH publik berdasarkan RDTR Kawasan Perkotaan Sambas Tahun 2020-2040. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui terkait jenis, luas, sebaran serta tutupan lahan peruntukan RTH publik. Berdasarkan RDTR Kawasan Perkotaan Sambas Tahun 2020-2040. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif yang didukung menggunakan analisis spasial. Berdasarkan hasil analisis, terdapat 4 jenis peruntukan RTH publik di Kawasan Perkotaan Sambas dengan luas total 7,26 Ha, yang tersebar di beberapa desa, dan terpusat di Desa Dalam Kaum. Kemudian, tutupan lahan pada peruntukan RTH publik dibagi menjadi 13 jenis yaitu hutan, jalan, kebun, lahan kosong, lahan terbangun, sungai, sawah, semak, rimba kota, taman kota, taman kecamatan, taman kelurahan, serta pemakaman, dengan hutan sebagai tutupan lahan terluas sebesar 1713,02 Ha atau 78,38% dari total peruntukan RTH publik.
ANALISIS TINGKAT KENYAMANAN TAMAN KOTA TANJUNGPURA BERDASARKAN PERSEPSI PENGUNJUNG DI KAWASAN PERKOTAAN KETAPANG Nazhari, Muhammad Akmal; Septianti, Anthy; Fitriani, Meta Indah
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 12, No 3 (2025): JeLAST Edisi Agustus 2025
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v12i3.98006

Abstract

Taman Kota Tanjungpura merupakan salah satu Ruang Terbuka Hijau Publik (RTHP) yang terdapat di Kabupaten Ketapang. Secara keseluruhan fungsi Taman Kota Tanjungpura sudah terpenuhi meliputi fungsi ekologis, fungsi sosial budaya, fungsi ekonomi, serta fungsi estetika. Namun terdapat beberapa masalah yang mengganggu fungsi taman tersebut yang secara tidak langsung dapat mempengaruhi kualitas sebuah taman kota melalui tingkat kenyamanan taman yang dirasakan oleh pengunjung. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana tingkat kenyamanan Taman Kota Tanjungpura sebagai Ruang Terbuka Hijau Publik berdasarkan persepsi pengunjung Taman Kota Tanjungpura di Kecamatan Delta Pawan, Kabupaten Ketapang dilihat dari kondisi eksisting dan sarana prasarana serta tingkat kenyamanan taman berdasarkan persepsi pengunjung. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah kuantitatif dengan analisis deskriptif dan skoring. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa fasilitas taman mengalami kerusakan seperti area bermain anak, WC, dan lampu taman serta ketidaksesuaian dengan standar Permen ATR/KBPN No. 14 Tahun 2022. Skor tingkat kenyamanan Taman Kota Tanjungpura berdasarkan persepsi pengunjung memiliki nilai akhir yang berjumlah 58,31 nilai tersebut menunjukan hasil kategori "Nyaman". Hasil penilaian yang ada sebanding dengan kondisi eksisting Taman Kota Tanjungpura. Terdapat 2 variabel dengan perolehan kategori "Sangat Nyaman" yaitu pada variabel sirkulasi dan aroma/bau- bauan. Sedangkan 6 variabel lainnya yaitu, iklim dan kekuatan alam, kebisingan, bentuk, keamanan, kebersihan, dan keindahan memporeleh kategori "Nyaman". Meski secara umum nyaman, perbaikan sarana berteduh dan lampu taman diperlukan untuk mengoptimalkan fungsi sosial-budaya dan estetika taman serta meningkatkan kenyamanan pengunjung.
PENGEMBANGAN KELING KUMANG AGROWISATA DI KECAMATAN KELAM PERMAI KABUPATEN SINTANG kurniawan, fransiskus; mulki, gusti zulkifli; septianti, anthy
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 10, No 1 (2023): JeLAST Edisi Februari 2023
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v10i1.67515

Abstract

Keling Kumang Agrowisata merupakan objek wisata baru di Kecamatan Kelam Permai yang memiliki berbagai potensi wisata alam. Keling Kumang Agrowisata saat ini masih dalam tahap pembangunan, sehingga masih belum sempurna dan masih diperlukan pengembangan sebagai pelindung dan pelestari lingkungan. Permasalahan tersebut meliputi masih kurangnya fasilitas umum dan infratsruktur kurang memadai. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi wisata Keling Kumang Agrowisata di Kecamatan Kelam Permai. Pendekatan penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif. sedangkan variable yang digunakan meliputi aspek 3A, yaitu atraksi, aksesbilitas dan amenitas. Hasil penelitian menunjukan bahwa Keling Kumang Agrowisata berada di posisi yang strategis dan tidak juah dari Kota Sintang. Sedangkan sarana dan prasarana yang tersedia, jumlahnya sudah mencukupi dan kondisinya cukup baik.
ANALISIS KINERJA JALAN DI WAKTU SIANG (STUDI KASUS KORIDOR JALAN IMAM BONJOL DAN ADISUCIPTO KOTA PONTIANAK Saputra, Yudi Bahagia; Pratiwi, Nana Novita; Septianti, Anthy
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 9, No 1 (2022): JeLAST EDIS FEBRUARI 2022
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v9i1.53698

Abstract

Koridor Jalan Imam Bonjol dan Adisucipto merupakan jaringan jalan provinsi dengan fungsi jalan kolektor primer yang memiliki peran untuk melayani aktivitas pergerakan orang maupun barang di Kota Pontianak. Pada jam tertentu, terdapat aktivitas kendaraan dijalan tersebut seperti sepeda motor, kendaraan ringan/minibus hingga kendaraan berat (bus, truk muatan barang, truk kontainer dan lain-lain) sehingga mengakibatkan kemacetan. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis kinerja jalan di siang hari pada Koridor Jalan Imam Bonjol dan Adisucipto Kota Pontianak berdasarkan hasil traffic counting yang dilakukan pada hari minggu, senin dan jumat. Adapun teknis analisis yang digunakan adalah analisis kinerja jalan. Hasil analisis menunjukan bahwa kinerja jalan Imam Bonjol dan Adisucipto disiang hari terdiri dari LOS (Level Of Service) B dan C. Situasi LOS B dapat diamati dari arus lalu lintas yang stabil, di mana kecepatan kendaraan mulai dibatasi oleh kendaraan lain, dan kendaraan lain mulai merasakan hambatan. Hal ini sering terjadi pada hari libur seperti hari Minggu. Adapun situasi pada LOS C dapat diamati berdasarkan lalu lintas yang masih dalam batas stabil, kecepatan dan pergerakan kendaraan terbatas serta dirasakan hambatan dari kendaraan lain yang semakin besar, Adapun situasi seperti ini kerap terjadi pada hari-hari kerja.Kata Kunci: kinerja jalan, koridor jalan, tingkat pelayanan jalan
ANALISIS KELAYAKAN POTENSI OBJEK WISATA DANAU LAET DI KABUPATEN SANGGAU (STUDI KASUS: DESA SUBAH) Andini, Fitra; Mulki, Gusti Zulkifli; Septianti, Anthy
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 9, No 1 (2022): JeLAST EDIS FEBRUARI 2022
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v9i1.53763

Abstract

Danau Laet ialah salah satu objek wisata baru di Kabupaten Sanggau yang memanfaatkan alam sebagai daya tarik utamanya. Danau Laet merupakan danau tadah hujan yang memiliki luas 800 ha dengan kedalam air 4,5 meter. Pada saat ini objek wisata Danau Laet mulai diketahui oleh masyarakat sekitar maupun luar daerah. Dalam pengembangannya terdapat permasalahan dalam penyediaan fasilitas yang belum optimal. Adapun yang menjadi tujuan dalam melakukan penelitian ini untuk mengidentifikasi dan menilai tingkat kelayakan pengembangan objek wisata Danau Laet. Pendekatan yang digunakan antara lain deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Penelitian ini menggunakan metode analisis 3A (atraksi, aksesibilitas, amenitas) dan metode ADO-ODTWA PHKA Tahun 2003. Hasil penelitian menunjukkan bahwa objek wisata Danau Laet termasuk dalam tingkat tinggi atau layak dikembangkan menjadi objek wisata dengan perolehan indeks nilai sebesar 74,97%. Namun, dalam penilaian potensi tersebut terdapat beberapa kriteria yang sedang atau belum layak antara lain aksesibilitas, iklim, akomodasi dan daya dukung kawasan. Oleh karena itu, kedepannya diperlukan perhatian khusus untuk pengembangannya untuk mewujudkan kawasan ini menjadi objek daya tarik wisata alam.  Kata kunci: Analisis ADO-ODTWA, Danau Laet, tingkat kelayakan, wisata baru