Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

PELATIHAN PEMBUATAN NUGGET IKAN DI BRANGGAH SEBAGAI SALAH SATU USAHA DEFERENSIASI PENGOLAHAN LELE Purwaningrum, Shintawati Dyah; Agustin, Niyar Candra; Sukaryo, Sukaryo; Subekti, Sri; P, January Jefry
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2024): Vol. 5 No. 6 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i6.42938

Abstract

Tujuan dari pelaksanaan pengabdian pada masyarakat pelatihan pembuatan nugget ikan berupa meningkatkan deferensiasi pengolahan lele hasil panen dari penduduk dusun Branggah desa Nyatnyono. Selain itu juga warga dapat memperoleh pengetahuan cara pembuatan nugget lele dan dapat membuat nugget lele secara mandiri untuk tambahan income keluarga. Antusias warga besar saat mengikuti kegiatan pembuatan nugget lele dengan perhitungan laba yang diperoleh per nuggetnya sebesar Rp 1.437,00.
Pengaruh Ekstrak Daun Jambu Biji Terhadap Nilai pH Ikan Karper pada Proses Pengawetan Purwaningrum, Shintawati Dyah; Agustin, Niyar Candra; Sukaryo, Sukaryo; Widi, Hidayat
Neo Teknika Vol 7, No 2 (2021): Vol 7 No 2 (2021) : Jurnal Neoteknika Volume 7 Nomer 2 Desember 2021
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37760/neoteknika.v7i2.1870

Abstract

Ikan karper sama dengan ikan jenis lainnya yang cepat membusuk dan berlendir jika diletakkan pada suhu ruang. Berdasarkan hal tersebut untuk mengatasi kondisi ini  perlu dilakukan upaya peningkatan masa simpan ikan, agar ikan tidak mudah membusuk selama pendistribusian. Penggunaan ekstrak daun jambu biji dipilih sebagai bahan pengawet alami ikan karper karena daun jambu biji memiliki kandungan senyawa fenol yang cukup banyak diantaranya tanin dan flavonoid, sehingga daun jambu biji bersifat antimikroba. Ikan Karper  tanpa penambahan ekstrak daun jambu biji  pada awal penyimpanan sudah menunjukkan nilai pH  6,5 sedangkan ikan Karper dengan penambahan ekstrak daun jambu biji 20% nilai pH 6,5 pada hari ketiga. Hal ini dikarenakan daun jambu biji memiliki kandungan fenol yang bersifat antimikroba. Tinggi rendahnya nilai pH ini erat kaitannya dengan tingkat  pertumbuhan bakteri, semakin tinggi ekstrak daun jambu biji yang ditambahkan pada ikan maka kenaikan nilai pH rendah. Penambahan ekstrak daun jambu biji mampu memperpanjang umur simpan ikan Karper hingga hari kedua pada suhu kamar.  Kata kunci : pengaruh, ekstrak daun jambu biji, nilai pH, ikan Karper.
Pendampingan Penerapan Teknologi Tepat Guna Demi Peningkatan Kecepatan Kerja Bagi Pengrajin Bambu Gunungpati Semarang Basuki, Puji; Agustin, Niyar Candra; Lestari, Sinta Petri; S, Candra Wahyu; S, January Jefry
Bengawan : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 02 (2025): Desember
Publisher : Politeknik Indonusa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46808/jurnal_bengawan.v5i02.214

Abstract

Kelompok Mebel Bambu ARIMBI di Kelurahan Mangunsari, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang, menghadapi kendala utama pada rendahnya kapasitas produksi akibat penggunaan metode manual dalam proses pemotongan dan pembelahan bambu. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kecepatan kerja, kualitas produk, serta pengetahuan mitra melalui penerapan teknologi tepat guna, pelatihan, dan pendampingan. Metode pelaksanaan meliputi empat tahap utama, yaitu: (1) sosialisasi dan identifikasi masalah melalui wawancara untuk menggali data jenis bahan baku, kapasitas produksi, dan potensi pasar; (2) perancangan serta penerapan mesin potong dan mesin pembelah bambu sebagai pengganti proses manual; (3) pelatihan keselamatan kerja, perawatan mesin, manajemen usaha, serta strategi pemasaran digital; dan (4) pendampingan serta evaluasi perbandingan kinerja sebelum dan sesudah penggunaan mesin. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada efisiensi produksi. Proses pemotongan meningkat 24 kali lebih cepat, proses pembelahan meningkat 30 kali lebih cepat. Pelatihan keselamatan kerja juga meningkatkan pemahaman mitra terhadap penggunaan alat pelindung diri dan prosedur K3. Sementara itu, pelatihan digital marketing mendorong lebih dari 70% anggota mampu memanfaatkan media sosial sebagai sarana promosi produk. Dengan demikian penerapan teknologi tepat guna dan pelatihan terpadu terbukti mampu meningkatkan kapasitas produksi, kualitas, serta daya saing kelompok mitra, sekaligus memberikan kontribusi terhadap pengembangan ekonomi lokal berbasis sumber daya alam berkelanjutan.