Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Finite Element Analysis of The Effect of Fiber Content on The Flexural Strength of SFRC Beams with Steel Rebars Ilham Nurhuda; Blinka Hernawan Prasetya; Nuroji Nuroji; Yulita Arni Priastiwi
Civil Engineering Dimension Vol. 26 No. 2 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/ced.26.2.101-110

Abstract

This research aimed at studying the effect of fiber content on the flexural strength and behavior of steel fiber reinforced concrete (SFRC) beams with steel rebars. The study employed finite element (FE) analysis to simulate the behavior of SFRC beams. The simulation results of the FE model were validated against experimental data. Subsequently, the validated model was utilized to analyze the strength and crack patterns of SFRC beams with steel rebars in comparison to conventional RC concrete beams without fibers. The parametric study indicates an average 9% increase in RC beam capacity for every 1% increment in fiber volume fraction. Moreover, this study reveals more substantial effects of steel fibers on beams with low reinforcement ratios. Crack analysis shows that cracks in the SFRC beams are distributed more evenly compared to plain RC beams at regions with the same bending moment, indicating enhanced strength to sustain loads, reduced deflection, and improved beam ductility.
Analisis Penggunaan Switch Layer 3 Untuk Keandalan Perangkat Telekomunikasi Gardu Induk Andreanto, Stefanus Kristian; Priastiwi, Yulita Arni; Sarminingsih, Anik
Jurnal Profesi Insinyur Indonesia Vol 3, No 2 (2025): JPII
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpii.2025.26840

Abstract

Keandalan perangkat telekomunikasi pada gardu induk merupakan faktor krusial dalam menjaga kontinuitas operasi sistem kelistrikan. Dalam konteks ini, penggunaan switch layer 3 menjadi solusi yang efektif untuk meningkatkan kualitas jaringan dan mengoptimalkan performa sistem telekomunikasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan switch layer 3 dalam meningkatkan keandalan perangkat telekomunikasi di gardu induk, yang meliputi aspek pemilihan perangkat, konfigurasi jaringan, serta kemampuan routing dan manajemen trafik data. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus pada beberapa gardu induk dengan implementasi switch layer 3, di mana dilakukan evaluasi terhadap kinerja, kestabilan jaringan, serta deteksi dan pemulihan dari gangguan. Hasil analisis menunjukkan bahwa switch layer 3 dapat meningkatkan efisiensi komunikasi antar perangkat, mengurangi downtime dan meningkatkan toleransi terhadap kesalahan pada jaringan telekomunikasi gardu induk. Dengan demikian, penerapan teknologi ini terbukti efektif dalam mendukung keandalan dan kinerja perangkat telekomunikasi di lingkungan industri kelistrikan. Kata kunci: switch layer 3, keandalan, perangkat telekomunikasi, gardu induk, jaringan, routing
Evaluasi Penggunaan Neutral Grounding Reactor (NGR) Pada Shunt Reactor GITET Indramayu Pratomo, Shendy Eko; Priastiwi, Yulita Arni; Widayat, Widayat
Jurnal Profesi Insinyur Indonesia Vol 3, No 1 (2025): JPII
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/baf.%v.%i.%Y.%p

Abstract

Dengan adanya kebutuhan untuk menghubungkan jalur transmisi PT PLN (Persero) PLTU Indramayu dengan PLTU Tanjung Jati Jawa Tengah, maka PLN (Persero) membangun Gardu Induk Tegangan Ekstra Tinggi (GITET) 500 kV. Untuk menyalurkan dan memperkuat pendistribusian daya listrik dari generator pembangkit kepada pelanggan, PT PLN (Persero) PUSLITBANG telah melakukan kajian penggunaan shunt reactor pada GITET 500 kV PLTU Indramayu. Dikarenakan lokasi GITET 500 kV PLTU Indramayu yang berdekatan dengan PLTU Indramayu, maka dibutuhkan evaluasi penggunaan sistem pentanahan yang baik untuk mengakomodir dan mengantisipasi arus hubung singkat pada sistem gardu induk, terutama pada shunt reactor. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penggunaan Neutral Grounding Reactor (NGR) dengan metode pengumpulan data penunjang, orientasi lapangan ke beberapa unit GITET 500kV yang menggunakan NGR dan melakukan design review sesuai dengan adanya surat PT PLN (Persero) UIP JBT I kepada PT PLN Enjiniring No. 1763/KON.02.03/480000/2019 tanggal 2 Desember 2019 tentang permintaan Evaluasi dan Rekomendasi Penyesuaian Lingkup GITET 500 kV PLTU Indramayu pada pekerjaan Design Review, QA/QC GITET 500/150kV PLTU Indramayu pada Perjanjian No. 0145.PJ/DAN.02.02/UIP JBT II/2018 tanggal 13 Desember 2018 antara PT PLN (Persero) UIP Jawa Bagian Tengah II dan PT CG Power System Indonesia. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa penggunaan sistem grounding pada sistem shunt reactor dan juga sistem yang terhubung langsung dengan pembangkit sangat penting menggunakan Neutral Grounding Reactor (NGR) untuk menanggulangi arus hubung singkat dan gangguan overvoltage. Kata kunci: shunt reactor, neutral grounding reactor (NGR)
RESISTANCE OF MORTAR WITH PPC CEMENT AND GEOPOLYMER MORTAR WITH WHITE SOIL SUBSTITUTION IN H2SO4 IMMERSION Priastiwi, Yulita Arni; Hidayat, Arif; Tamrin, Rinaldo; Sendrika, Difa Bagus
ASTONJADRO Vol. 10 No. 2 (2021): ASTONJADRO
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/astonjadro.v10i2.4579

Abstract

This study analyzes the effect of immersion of H2SO4 (sulfuric acid) solution with a concentration of 10% on porosity, density and compressive strength of mortar with PPC cement and geopolymer with white soil substitution mortar. The purpose of this study was to determine the resistance of mortar with PPC cement and geopolymer with white soil substitution mortar when immersed in 10% H2SO4 solution. The test object was 5x5x5 cm mortar with materials used including fly ash from PLTU Tanjung Jati B Jepara, white soil from Kupang, fine aggregate, water and alkaline activator in the form of a mixture of 8M NaOH and Na2SiO3 and also PPC cement. The composition of the geopolymer mortar mixture is 1binder: 3Fine Aggregate: 0,5Water-Binder Ratio, while the mortar with PPC cement is made with a composition of 1PPC: 3Fine Aggregate: 0,5Water-Cement Ratio. The geopolymer mortar was made in 6 variations with a white soil substitution percentage of 0-25% with an increase of 5% for each variation. Compressive strength testing using a compression test apparatus. The test results show that the variation in the percentage of white soil substitution has less effect on the size of the porosity value. As for the value of compressive strength and density, white soil substitution has an effect, the higher the white soil substitution, the higher the compressive strength and mortar density values. Geopolymer mortar was better to withstand 10% sulfuric acid solution, while mortar with PPC cement had no resistance to 10% sulfuric acid solution because it continued to deteriorate over the course of the day. The greatest compressive strength is in variation IV (15% white soil substitution) of 15,31 MPa at 28 days of age, while the smallest porosity and greatest density are in variation VI (25% white soil substitution) of 0,17% and 2,205 grams/cm3.
PENDAMPINGAN PEMBUATAN DINDING PENAHAN TANAH DAN GAPURA AKSES MASUK PEMAKAMAN UMUM DUSUN SETRO, JEMBRAK, PABELAN KABUPATEN SEMARANG Cita Sari, Undayani; Priastiwi, Yulita Arni; Wardani, Sri Prabandiyani Retno; Partono, Windu; Pardoyo, Bambang; Carita, Nensi; Ulayya, Inandhiya Ayu; Saputra, Nugraha Eka; Zainuddin, Zainuddin
Jurnal Pasopati Vol 6, No 2 (2024): Vol 6, No 2 (2024)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/pasopati.2024.23804

Abstract

Kondisi akses masuk pemakaman umum Dusun Setro, Jembrak, Pabelan selama ini hanya berupa jalan tanah dengan tanaman rindang di kanan kiri jalan. Seiring dengan banyaknya warga perantau yang ziarah ke makam tersebut, warga sekitar mulai berupaya menggalang dana dan bergotong royong untuk membuat akses masuk ke pemakaman menjadi lebih baik dengan membuat jalan, saluran air, dinding penahan tanah, serta gapura. Tim Pengabdian kepada Masyarakat Departemen Teknik Sipil membantu memberikan pendampingan pembuatan dinding penahan tanah serta gapura pada daerah akses masuk ke pemakaman Dusun Setro, Jembrak tersebut. Kerjasama dan koordinasi yang baik antara Tim Pengabdian kepada Masyarakat Departemen Teknik Sipil bersama-sama dengan warga Dusun Setro, Desa Jembrak diwujudkan sehingga permasalahan yang ada di dalam masyarakat dapat tertangani dengan baik. Struktur dinding penahan tanah yang dibuat berupa dinding pasangan batu kali di sebelah kanan dan kiri jalan yang akan dibuat. Ketinggian dinding disesuaikan dengan kontur tanah untuk dapat menahan longsoran tanah ke badan jalan, sedangkan gapura dibuat dari material beton bertulang. Dengan selesainya program Pengabdian kepada Masyarakat Batch 2 ini bersamaan dengan selesainya pekerjaan pembuatan akses jalan masuk pemakaman umum Dusun Setro sehingga diharapkan dapat bermanfaat bagi Masyarakat Dusun Setro maupun warga sekitar desa
STRUT AND TIE MODEL STRUKTUR BALOK TINGGI BERLUBANG Nazila, Kamila Shaomi; Priastiwi, Yulita Arni; Sukamta, Sukamta
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 11 No. 1 (2021): Maret 2021
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v11i1.362

Abstract

Abstrak Mendesain suatu bangunan tingkat tinggi dengan tidak menggunakan plafon dibutuhkan perencanaan yang ekonomis tanpa mengurangi kekuatan dan keindahan dari bangunan tersebut. Balok tinggi berlubang dengan material struktur beton digunakan untuk menghindari terjadinya sistem utilitas pada suatu bangunan tingkat tinggi dengan tidak menggunakan plafon. Balok tinggi berlubang ini ditinjau menggunakan metode Strut and Tie Model (STM). Untuk mengatasi permasalahan yang ada biasanya para perencana merancang daerah D (Disturbed Region) dengan menggunakan konsep pendetailan berdasarkan aliran gaya, sehingga metode strut and tie merupakan pendekatan yang sesuai untuk menganalisis struktur beton di daerah D. Program analisa struktur digunakan untuk melakukan analisis gaya dalam berupa momen dan geser pada struktur beton balok tinggi berlubang. Hasil analisis yang diperoleh pada struktur beton balok tinggi berlubang yaitu bahwa semakin dekat lubang balok dengan tumpuan maka nilai tulangan lentur akan lebih tinggi dan semakin bertambah pula tulangan gesernya. Kata kunci: Balok Tinggi Berlubang, Daerah D, Metode Strut and Tie  Abstract Designing a high rise building without using a ceilings requires an economical plan without reducing the strength and the art of the building. The deep beam with holes, which have the structure of concrete materials is need to be used to avoid the utility system in a high rise building without ceilings. This deep beam with holes is reviewed by the Strut and Tie Model (STM) method. To solve the existing problems, planners usually design the D region (Disturbed Region) use the concept of detail based on the flow of force. So the strut and tie method is an appropriate method to analyze the structure of concrete at D region (Disturbed Region). The program of analysis structure is used to analyze the internal forces, which are Moment and Shear, in the deep beams with holes' structure. The result of the analysis in the  deep beam concrete with holes is the more position of the hole is close to its pedestal, the value of the Flexural reinforcement will be more increase, and teh Shear reinforcement will be higher too. Keywords: Deep Beam Hollow, D Region, Strut and Tie Model
ANALISIS ALTERNATIF DALAM MERANCANG BALOK TINGGI MENGGUNAKAN STRUT AND TIE MODEL Luthfiana, Nisa; Priastiwi, Yulita Arni
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 11 No. 1 (2021): Maret 2021
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v11i1.393

Abstract

Abstrak Perencanaan struktur beton biasanya dilakukan dengan berdasarkan asumsi dari Bernoulli dan Navier untuk menganalisis penampang akibat momen lentur. Distribusi regangan dianggap linier dan ini dianggap masih berlaku meskipun penampang telah retak. Balok tinggi merupakan salah satu contoh kasus pada suatu elemen struktur yang dapat mengakibatkan terjadinya distribusi tegangan non linier, sehingga asumsi diatas tidak berlaku. Balok dikatakan balok tinggi apabila rasio bentang terhadap tingginya lebih kecil dari lima. Salah satu alternatif pendekatan untuk mengatasi elemen struktur seperti balok tinggi adalah menggunakan pendekatan Strut and Tie Model, yaitu dengan membagi struktur dalam daerah B (Bernoulli) dan D (Disturb) dan menggambarkan alur gaya (load path) sebagai transfer gaya yang terjadi pada struktur beton bertulang pada kondisi retak akibat pembebanannya. Parameter-parameter dari Strut and Tie Model yaitu batang tekan (strut), batang tarik (tie) dan titik nodal (nodal zone) sebagai daerah pertemuan. Tujuan dari tulisan ini adalah untuk menganalisis alternatif perencanaan/desain tulangan struktur balok tinggi beton bertulang diatas dua tumpuan sederhana akibat beban merata yang dikonversi menggunakan beban terpusat 2 titik pembebanan.Metode yang digunakan adalah Strut and Tie Model yang akan menghasilkan luas tulangan longitudinal yang lebih kecil dengan selisih 25%, di mana dengan luas tulangan yang lebih kecil dari segi kekuatan masih memenuhi syarat. Hal ini menunjukkan bahwa perhitungan perencanaan balok tinggi tanpa bearing plate dengan menggunakan metode Strut and Tie Model pun dapat lebih optimum/efisien. Kata kunci: Prinsip Bernoulli, Strut and Tie Model, D - Region, B - Region   Abstract Concrete structure planning is usually carried out based on the assumptions of Bernoulli and Navier to analyze the section due to bending moments. The strain distribution is considered linear and it is considered still valid even after the section has cracked.  The deep beam is one example of a structural element that can result in a non-linear stress distribution, so the above assumption does not apply. A beam is said to be a deep beam if the span to height ratio is less than five. One alternative approach to dealing with structural elements such as deep beams is to use the Strut and Tie Model approach, namely by dividing the structure into areas B (Bernoulli) and D (Disturb) and describing the load path as a force transfer that occurs in the concrete structure. Reinforced in cracked conditions due to loading. The parameters of the Strut and Tie Model are the strut, tie, and nodal zone as the meeting area. The purpose of this paper is to analyze the alternative planning/design of reinforced concrete beams structure on two simple supports due to evenlydistributed loads that are converted using the two-point load centered load. The method used is the Strut and Tie Model which will produce a smaller area of longitudinal reinforcement with a difference of 25%, where the area of reinforcement is smaller in terms of strength still meets the requirements. This shows that the calculation of deep beam planning without bearing plate using the strut and tie model method can be more optimal/efficient. Keywords: Bernoullis Principle, Strut and Tie Model, D - Region, B - Region
Pemanfaatan Batu Pumice Dalam Mengurangi Penurunan Performa Beton Pasca Kebakaran Thoyfurrohman, Muhammad Akhis; Cahyo, Bagas Indra; Yulianti, Erika; Nuroji, Nuroji; Priastiwi, Yulita Arni
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 12 No. 1 (2022): Volume 12 Nomor 1, Maret 2022
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v12i1.569

Abstract

Abstrak Beton yang mengalami kebakaran pada suhu 400ËšC akan mengalami degradasi kekuatan hingga kuat tekan sisa 58,40% Hal ini akan mempengaruhi kualitas/kekuatan struktur beton tersebut dan akan menyebabkan beton menjadi getas, dan memungkinkan struktur mengalami kegagalan. Diperlukan upaya proteksi pasif kebakaran dengan menggunakan material yang memiliki ketahanan terhadap api. Salah satu material yang memiliki ketahanan terhadap api yang baik adalah batu pumice. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai kuat tekan dan laju penurunan kekuatan beton pumice yang menggunakan Pasir Muntilan sebagai agregat halus akibat perubahan suhu pembakaran pada 27°C, 300°C, dan 600°C. Penelitian menggunakan 45 buah benda uji silinder beton berukuran diameter 15 cm dan tinggi 30 cm. Dengan variasi penggantian batu pumice 0% , 25%, 50%, 75% dan 100% dari volume agregat kasar dan Faktor Air Semen (FAS) sebesar 0,5. Pengujian kuat tekan dengan alat compression saat umur 28 hari. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa suhu pembakaran mempengaruhi kuat tekan beton pumice dengan pasir Muntilan pada semua komposisi proporsi. Semakin tinggi suhu pembakaran maka semakin besar penurunan yang terjadi. Besaran penurunan kuat tekan akibat kenaikan suhu pembakaran berkisar antara 0,16% hingga 55,38% lebih lambat dibandingkan dengan beton tanpa menggunakan batu pumice Kata kunci: Beton, Batu Pumice, Performa Beton  Abstract Concrete that has been burned at 400° C will experience degradation to a residual compressive strength of 58.40%. This will affect the strength of the concrete structure and will cause the concrete to become brittle, thus allowing the structure to fail. Then it will require passive fire protection by using materials that have some resistance to the fire. One material that has the potential to create fire resistance is pumice stone. The purpose of this study was to determine the value of compressive strength and the rate of reduction in compressive strength of Muntilan sand pumice concrete due to the changes in combustion temperature of 27ËšC,300ËšC, and 600ËšC. In this study, used a 45 pieces concrete cylinder with a diameter of 15 cm and a height of 30 cm. with variations of pumice stone proportion of 0%, 25%, 50%,75% and 100% of the volume of coarse aggregate with a water cement ratio of 0.5. Compressive strength test with a compression device at the age of 28 days. The results of this study indicate that the combustion temperature affects the compressive strength of pumice concrete. The higher the combustion temperature, the higher the strength reduction that occurs. The amount of reduction in compressive strength due to an increase in combustion temperature ranged from 0.16% to 55.38% of the control specimens. Keywords: Pumice, Compressive Strength, Temperature
Daya Tahan Mortar Geopolimer dan Mortar Semen Portland Pozzolan (PPC) terhadap Larutan Asam Sulfat Nurhuda, S.T., M.T., Ph.D., Ilham; Priastiwi, Yulita Arni; Nuroji, Nuroji; Ardidawa, Variandi; Nizami, Chazaidhan AlFahd
MEDIA KOMUNIKASI TEKNIK SIPIL Volume 28, Nomor 2 (2022)
Publisher : Department of Civil Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mkts.v28i2.46324

Abstract

Penggunaan semen dalam beton sering dikritik karena pembuatan semen menghasilkan emisi CO2 yang tinggi ke lingkungan. Pengurangan semen dalam konstruksi atau mengganti semen dengan material lain yang lebih ramah lingkungan diyakini dapat menjadi solusi untuk lingkungan yang lebih baik. Semen portland pozzolan (PPC) dikenal sebagai semen yang lebih ramah lingkungan yang menggantikan sebagian klinker semen dengan bahan pozzolan seperti fly ash. Bahan ramah lingkungan lainnya adalah geopolimer yang sepenuhnya menggantikan semen dengan bahan pozzolan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui durabilitas mortar berbahan PPC dan geopolimer pada lingkungan korosif. Mortar geopolimer terbuat dari fly ash dengan substitusi tanah putih 25%, serta aktivator NaOH 8M dan Na2SiO3. Kondisi korosi disimulasikan dengan larutan Asam Sulfat (H2SO4) dengan pH 4. Durabilitas mortar diamati pada umur perendaman 14, 28, 56, dan 100 hari. Keawetan kedua jenis mortar diperiksa dengan menguji kuat tekan, kuat tarik langsung, porositas, densitas dan mengamati perubahan massa dan bentuk  fisik setelah perendaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perendaman mortar dalam larutan Asam Sulfat pH 4 tidak berpengaruh besar terhadap kinerja mortar PPC. Namun, kinerja mortar geopolimer dengan substitusi tanah putih 25% menurun setelah direndam dalam larutan asam sulfat. 
Pengekang Crossties di Zona Tekan Balok dengan Pembebanan Siklik Priastiwi, Yulita Arni; Imran, Iswandi; Nuroji, Nuroji; Hidayat, Arif
MEDIA KOMUNIKASI TEKNIK SIPIL Volume 24, Nomor 2, (2018)
Publisher : Department of Civil Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (973.852 KB) | DOI: 10.14710/mkts.v24i2.18980

Abstract

Crossties that was installed as a confinement in the compression zone of the beam is proven can increase the ductility, especially when receiving the earthquake load. Using an experimental study, this paper  explains  the effect of crossties which was installed in compression zone of the beam. The model was a simplification of the plastic hinge of the beam. The beam was enlarged in the center of the span and would be loaded with a cyclic of point load, so as to produced the largest moment and shear fields in the face beam of the column. Moreover, the loading was provided by the displacement control system to achieve the ultimate condition. The results show that the crossties significantly increases the displacement and curvature ductility of the beams of 58.7% and 78.2%, respectively, compared to the beam without confinement. In addition, the load cycle formed by cyclic loading increases to 43 cycles in beam with crossties, meanwhile the beam without confinement can only survive up to 33 cycles. The crossties could also increase the cumulative value of inelastic displacement that occurs up to 98%, whereas its  energy dissipation value is six times than the beam without confinement. On the other hand, the maximum load and capacity moment only increase about 6.5%.
Co-Authors . Widayat Abi Nabil Hanif Adi Noor Fakhriyan Adi Putra, Kukuh Cahya Akhmad Firdos Khoiril Khitam Andi Retno Ari Setiaji Andreanto, Stefanus Kristian Anik Sarminingsih Anik Sarminingsih, Anik Ardidawa, Variandi Arif Hidayat Arif Hidayat Badru, Zidny Salamsyah Bambang Pardoyo Bima Bima Blinka Hernawan Prasetya Cahyo, Bagas Indra Carita, Nensi Christhy Amalia Sapulete, Christhy Amalia Daryanto, Dwi Dina Daniaty Dyah Pratiwi Kusumastuti Edo Antonio Enda Suranta Sitepu Fatchur Roehman Gardha Satria Fadillah Gilbert Fernando Han Ay Lie Hardi Wibowo Himawan Indarto Himawan Indarto Husna, Khotimatul Ifan Hasnan Taufiqur Rohman Ilham Nurhuda Ilham Nurhuda Iswandi Imran Kenny Ghalib Luthfiana, Nisa M. Lutfi Moh Nur Sholeh Mona Dwi Anggraeni Muhammad Rizkivano Akbar Muhrozi Muhrozi Muhrozi Muhrozi Nasyiin Faqih Nauval Rabbani Nazila, Kamila Shaomi Nizami, Chazaidhan AlFahd Nurhuda, S.T., M.T., Ph.D., Ilham Nuroji Nuroji Nuroji Nuroji Pratomo, Shendy Eko Purwanto Purwanto Purwanto Purwanto Putriagsari, Farah Naurah Qomaruddin, Mochammad Ratna Purwaningsih Rizki Amalia Putri Rudi Yuniarto Adi Samuel Parluhutan Saputra, Nugraha Eka Sekarningtyas, Nazifa Sendrika, Difa Bagus Setiadi, Muhammad Irfan Silviana Silviana Sri Prabandiyani Retno Wardani Sri Prabandiyani Retno Wardani Sri Prabandiyani Retno Wardani Sri Tudjono Sukamta Sukamta Tamrin, Rinaldo Thoyfurrohman, Muhammad Akhis Ulayya, Inandhiya Ayu Undayani Cita Sari Undayani Cita Sari Vicky Ramadhani, Vicky Windu Partono Windu Partono Yayan Adi Saputro Yohanes Agung Nugroho Yulianti, Erika Zainuddin, Zainuddin