Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

PENINGKATAN KEAMANAN PANGAN MELALUI EDUKASI BAHAN TAMBAHAN PANGAN DAN SALURAN PEMBUANGAN AIR LIMBAH DI SENTRA KERUPUK IKAN SEI LEKOP Enjelina, Weni; Samosir, Kholilah
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 8 (2025): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v8i8.3072-3078

Abstract

Sentra Industri Kerupuk Ikan Sei Lekop merupakan wadah masyarakat yang memiliki usaha pembuatan kerupuk ikan di Sei Lekop Kabupaten Bintan. Saat ini terdapat 80 keluarga yang tergabung kedalam sentra industri tersebut. Masyarakat industri tersebut memiliki pengetahuan yang kurang tetang ciri-ciri bahan berbahaya sebagai Bahan Tambahan Pangan (BTP). Permasalahan lainnya yaitu limbah cucian ikan yang belum dikelola dengan baik sehingga menjadi tempat perkembangbiakan mikroba dan vektor dan menimbulkan bau tidak sedap. Oleh karena itu perlu dilaksanakan edukasi tentang BTP serta sosialisasi saluran pembuangan air limbah (SPAL) sederhana bagi pemilik dan pekerja industri di kawasan tersebut. Tujuan dari kegiatan ini yaitu meningkatnya pengetahuan pengelola tentang BTP dan SPAL sederhana. Kegiatan ini menggunakan metode penyuluhan dan simulasi dengan media poster, banner, presentasi dan video. Kegiatan ini dilakukan di Sentra Industri Kerupuk Sei Lekop Kabupaten Bintan dengan Sasaran pemilik dan pekerja industri kerupuk ikan. Hasil yang didapatkan 90% responden sudah mengetahui tentang bahan tambahan pangan (BTP). 66,67% mengetahui 2 dan lebih jenis BTP, yaitu pewarna, pengawet, penyedap dan pemanis buatan. 45% responden industri kerupuk selalu dan sering menggunakan BTP. BTP yang sering digunakan, yaitu: 80% menggunakan pewarna, 20% menggunakan lebih dari 1 BTP yaitu pewarna dan penyedap. Hal yang mempengaruhi responden dalam memilih BTP adalah informasi pada label (65%), seperti tanggal kadaluarsa, tanggal produksi, bahan-bahan dan BPOM. 97,5% mengetahui bahwa BTP berpengaruh pada kesehatan. Peserta juga mengikuti dan mempelajari pembuatan SPAL sederhana dengan antusias.
Analisis Penyebaran Penyakit Demam Berdarah Dengue di Kecamatan Tanjungpinang Timur Samosir, Kholilah; Daswito, Rinaldi
JIK-JURNAL ILMU KESEHATAN Vol 6, No 1 (2022): JIK-April Volume 6 Nomor 1 Tahun 2022
Publisher : UNIVERSITAS ALIFAH PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33757/jik.v6i1.489

Abstract

Penyakit DBD masih merupakan masalah besar pada kesehatan. Kota Tanjungpinang termasuk daerah endemis penyakit DBD, yang setiap tahunnya terdapat angka kematian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sebaran penyakit DBD di Kecamatan Tanjungpinang Timur. Metode penelitian merupakan observasional dengan pendekatan deskriptif. Sampel pada penelitian ini adalah keseluruhan kasus DBD yang berada di lima kelurahan yang terdapat di Kecamatan Tanjungpinang Timur Kota Tanjungpinang. Hasil Trend kasus DBD per tahun per kelurahan selama 7 tahun terakhir terdapat pada Kelurahan pinang kencana dan batu 9,Terdapat penyebaran DBD disekitaran rumah-rumah yang dinyatakan terdapat jentik baik pada radius 100 m hingga 500 m dari titik-titik rumah positif jentik.Variabel curah hujan, kelembaban udara, suhu udara rata-rata, suhu udara minimum, suhu udara maksimum tidak terdapat hubungan dengan DBD secara statitik. Namun terdapat hubungan kecepatan angin dengan DBD di Kota Tanjung. Berbeda dengan analisis statistik variabel cuaca dengan kasus DBD di Kecamatan Tanjungpinang Timur menunjukkan variabel curah hujan, kelembaban udara, suhu udara rata-rata, suhu udara maksimum tidak terdapat hubungan, tetapi terdapat hubungan suhu udara minimum dan kecepatan angin dengan kejadian DBD di Kecamatan Tanjungpinang Timur.
Pemberdayaan Masyarakat Dalam Meningkatkan Fasilitas Sanitasi Sebagai Upaya Pengendalian Penyakit Menular Wilayah Pesisir Enjelina, Weni; pratiwi putri, annisa; Simbolon, Veronika Amelia; Samosir, Kholilah
SEGANTANG LADA : JURNAL PENGABDIAN KESEHATAN Vol. 1 No. 2 (2023): SEGANTANG LADA : JURNAL PENGABDIAN KESEHATAN
Publisher : Poltekes Kemenkes Tanjungpinang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53579/segantang.v1i2.141

Abstract

Pendekatan kegiatan penyehatan lingkungan perlu dilakukan guna untuk mendorong mewujudkan kualitas lingkungan sehat melalui konseling, inspeksi kesehatan lingkungan dan intervensi kesehatan lingkungan. Kondisi kualitas lingkungan yang belum memenuhi target digambarkan pada jumlah kabupaten/kota yang menyelenggarakan tatanan kawasan sehat pencapaian baru 366 kabupaten/kota dari target 386 kabupaten/kota. Upaya pencegahan penyakit berbasis lingkungan dapat dilakukan melalui peningkatan akses sanitasi yang layak dengan memberdayakan masyarakat dalam membangun sarana dan prasarana sebagai akses penunjang dalam kehidupan. Beberapa sarana sanitasi yang paling berperan penting dalam kehidupan yaitu tersedianya air bersih yang cukup, pengelolaan sampah domestik dan pengolahan air limbah domestik. Dari 26 KK di lokasi pengadian masyarakat, terdapat 24 KK yang masih membakar sampah, 23 KK salurah pengolahan limbah domestiknya belum memenuhi persyaratan dan 19 KK sumber air bersihnya berasal dari sumur gali dekat dengan sumber pencemar. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah memberikan informasi dan pelatihan kepada masyarakat setempat tentang pentingnya peningkatan fasilitas sanitasi sebagai upaya pengendalian penyakit menular. Metode yang digunakan pada kegiatan ini yaitu penyuluhan, simulasi dan edukasi. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan pemahaman 17,8 %, Sikap 9,35 % serta Perilaku 2,19 % setelah diberikan sosialisasi kepada masyarakat, dimana masyarakat ikut berpartisipasi dalam pengelolaan sampah, pembangunan sarana pembuangan air limbah dan air bersih serta memanfaatkannya dengan baik. Dengan dilakukannya kegiatan ini, pengetahuan masyarakat mengenai pentingnya sarana sanitasi menjadi bertambah.
Pelatihan dan Pendampingan Jumantik Dalam Upaya Pencegahan DBD pada Siswa SMPN 12 Kota Tanjungpinang Samosir, Kholilah
Jurnal Salam Sehat Masyarakat (JSSM) Vol. 3 No. 2 (2022): Jurnal Salam Sehat Masyarakat
Publisher : Prodi Ilmu Kesehatan Masyarakat, FKIK Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (964.248 KB) | DOI: 10.22437/jssm.v3i2.17889

Abstract

Pinang Kencana Village is an area that is prone to dengue fever with a population of 47,509 people. In 2017 the Pinang Kencana Village occupied the highest dengue cases as many as 52 people. Every year, Pinang Kencana Village is an area that has the highest dengue cases. This is partly influenced by the behavior that often accommodates clean water during the rainy season and in the summer and is also added to the clean water reservoir in the Pinang Kencana sub-district school that does not have a lid so that it can cause the development of Aedes Sp mosquitoes. DHF transmission does not only occur in the neighborhood, but also in schools. Schools are one of the potential places that can be a breeding ground for Aedes mosquitoes, so they can become places for dengue transmission. Places that can be a breeding ground for mosquitoes in schools include water reservoirs, school toilets, flower pots, etc. And the school is also a place where a group of people gather on a regular basis which takes place almost every day, so that it becomes one of the priority places for periodic monitoring of the presence of larvae so that they do not become a source of dengue transmission.
Evaluation of Technology Based Development in Enhancing Entomological Surveillance Program Daswito, Rinaldi; Samosir, Kholilah; Pitriyanti, Luh
Journal of Health Sciences and Epidemiology Vol. 3 No. 2 (2025): August 2025
Publisher : RRZ Scientific Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62404/jhse.v3i2.86

Abstract

Routine monitoring of larvae is one of the efforts to interrupt the chain of DHF transmission in Tanjungpinang City. There is a requirement for innovation and establishment of android and web-based applications to enhance entomological surveillance. The research aimed to evaluate the technological-based development in enhancing entomological surveillance programs. Research and development design was used in this study with the Prototyping Method approach. Data was collected from interviews and document reviews. The data were used as the basis for making application prototypes, which will be tried to see shortcomings and then revised using a questionnaire. A total of 30 study samples were accidentally collected. The evaluation of the generated application was determined by variables such as usability, reliability, functionality, efficiency, maintainability, and portability. The research instrument deployed a questionnaire to get a quantitative value using a Likert scale for each variable, which was subsequently examined by univariate analysis. The study successfully developed a model for reporting mosquito larvae monitoring using an Android and web-based system, with the name of a CIBERNATIK android application. After carrying out testing both through questionnaires and interviews, the results of the feasibility of the application were excellent (83,3% usable, 83,3% reliable, 76,7% functional, 83,3% efficient, 70% maintainable, and 56% portable). CONCLUSION: The user can effectively implement the application, but further development is needed to integrate it into the Health Office program. The application serves as a database for real-time and easily accessible information on the density of larvae. Additionally, it functions as an early alert system for dengue control in Tanjungpinang City.
Inspeksi Sanitasi Masjid dan Perilaku Marbot di Wilayah Kerja Puskesmas Kijang Kabupaten Bintan Tahun 2025 Putri, Nurfadilahni’mah; Pitriyanti, Luh; Samosir, Kholilah
Jurnal Sanitasi Profesional Indonesia Vol 6 No 02 (2025): Desember
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mosque sanitation is an effort to control and monitor facilities such as clean water, toilets, waste management systems, and trash bins, which are related to the risk of disease transmission. Poor sanitation can trigger the emergence of diseases; therefore, routine maintenance, facility repairs, and adequate hygiene facilities are necessary. In the working area of Kijang Public Health Center, mosque sanitation issues are still found, such as uncovered trash bins, dirty and foul-smelling toilets, and the absence of tissues and soap. Inadequate ventilation and humidity also pose health risks to congregants. Mosque caretakers (marbot) play an important role in maintaining cleanliness and comfort within the mosque. This study aims to determine the condition of mosque sanitation and marbot behavior in the working area of Kijang Public Health Center. A descriptive survey design was used, through observation and interviews guided by Ministry of Health Regulation No. 2 of 2023. The total sample consisted of 18 mosques and 18 marbots selected using total sampling technique, with data collection conducted in March–April 2025 and analyzed univariately. The results showed that all mosque environments (100%) met the required standards, 16 mosque buildings (88.9%) met the standards, and only 10 mosques (55.6%) had sanitation facilities that met the standards. In terms of marbot behavior, 14 marbots (77.8%) had moderate knowledge, 9 marbots (50%) showed good attitudes, and all marbots (100%) demonstrated good practices. Continuous improvement of sanitation facilities and regular marbot training are necessary to create healthy and proper mosque environments.