Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Status Resistensi dan Keberadaan Virus Dengue pada Nyamuk Aedes Sp di Kelurahan Pinang Kencana, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau Rinaldi Daswito; Kholilah Samosir; Mohd. Abdul Rahman; Silfy Tiffany
Jurnal Kesehatan Terpadu (Integrated Health Journal) Vol 13 No 1 (2022): Jurnal Kesehatan Terpadu (Integrated Health Journal) Mei 2022
Publisher : Poltekkes Kemenkes Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32695/jkt.v13i1.199

Abstract

Tanjungpinang Timur Village is an endemic area, and every year there is a death rate due to dengue fever. This study aimed to map the resistance and presence of the dengue virus in Aedes sp mosquitoes in Pinang Kencana Village. This research was observational with a descriptive approach. The samples were mosquitoes bred in the Vector Laboratory of Poltekkes, Ministry of Health, Tanjungpinang, from eggs trapped in ovitraps distributed in the study area. A total of 78 ovitraps were placed inside the house, 45 were positive, while 45 positive ovitraps were placed outside the house out of a total of 84 ovitraps. Ovitrap index numbers outside (57.7%) and inside the house (53.6%) with an overall ovitrap index of 55.6%. The resistance test results using the CDC bottle bioassay method showed that Aedes sp mosquitoes from Pinang Kencana Village were resistant to the pesticide deltamethrin dose of 10 g/bottle with a diagnosis time of 30 minutes with a mosquito mortality percentage of 68.33%. The PCR results for dengue virus in the sample mosquitoes showed no presence of dengue virus in the mosquito samples, both DEN-1, DEN-2, DEN-3, and DEN-4 serotypes.
Peranan Perilaku, Kebiasaan dan Dukungan Tokoh Masyarakat terhadap Kepemilikan Jamban Sehat di Pesisir Kampung Bugis Kota Tanjungpinang Kholilah Samosir; Fajar Surya Ramadhan
Sanitasi: Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol. 11 No. 1 (2019): Februari
Publisher : Poltekkes Kemenkes Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.116 KB)

Abstract

One of the problems of sanitation development in Indonesia is about of socio-cultural challenges, one of which is the behavior of some people who are accustomed to open defecation. The pur-pose of this study was to find out the role of behavior, habits and support of community leaders on the ownership of healthy latrines in the coastal area of Kampung Bugis in Tanjungpinang City, by conducting an analytic observational research with cross sectional design, i.e. to study the correlation dynamics between risk factors and the effects, by observing or collecting data at the same time. The study population were 372 householders in Kampung Bugis, and as the sample was 193 householder. The data were analyzed by chi-square test at 0,05 significance level. The study results indicate that among the factors, significant role is showed by habits (p<0,001), and non-significant role is showed by knowledge (p=0,788), attitude (p=0,092) and support from community leader (p=1,000). Based on the study results, all relevant parties are advised to sup-port the people of Kampung Bugis, so that they can possess healthy latrines that meet health re-quirements and is also proper to use.
Physical environments of water containers and Aedes sp larvae in dengue endemic areas of Tanjungpinang Timur District Rinaldi Daswito; Kholilah Samosir
Berita Kedokteran Masyarakat (BKM) Vol 37, No 1 (2021)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (157.543 KB) | DOI: 10.22146/bkm.57738

Abstract

Purpose: This study aimed to determine the relationship of the type and condition of the container environment to the existence of Aedes sp larvae in Tanjungpinang Timur District. Methods: An observational study with a cross-sectional approach involved 401 houses with containers in Tanjungpinang Timur District, Tanjungpinang City. Data on the existence of larvae was performed using the single larvae method. Data on container type and container environmental conditions (water pH, water temperature, air temperature, air humidity) and the presence of larvae were collected by observing and measuring. Results: 863 containers were observed, 138 of them (15.99%) were found larvae of Aedes sp, containers inside the house (65.57%), and not closed (88.53%). The types of containers were controllable sites (95.13%), disposable sites (3.36%), and under controllable sites (1.51%). The results of the measurement of water pH (76.13%) and water temperature (82.73%) of the containers were categorized as good. Container temperature 98.38% showed results with a range of unfavorable conditions (<200C &> 300C) and air humidity of 99.07% with a range (<81.5% &> 89.5%). Type, location, condition of container closure, water pH, water temperature, and air temperature of containers were related to the presence of larvae in Tanjungpinang Timur District (p value <0.05), while the variable humidity was not related to the existence of larvae. Conclusion: Physical environmental factors strongly support the reproduction of DHF vectors in the East Tanjungpinang District. It is necessary to increase public knowledge and routine home eradication of mosquito nests (PSN), especially controllable site containers widely used as water reservoirs.
SOSIALISASI PENGELOLAAN SAMPAH MASKER SATU KALI PAKAI PADA ANAK SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI 4 KOTA TANJUNGPINANG Kholilah Samosir; Rinaldi Daswito; Annisa Pratiwi Putri
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 3 (2022): Volume 3 Nomor 3 Tahun 2022
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v3i3.7639

Abstract

Wabah Covid-19 saat ini telah menjadi perhatian di dunia termasuk di Indonesia, salah satu pencegahan penularan covid-19 yang dapat dilakukan adalah menggunakan masker dan mencuci tangan menggunakan sabun. Penggunaan masker dapat menurunkan resiko penularan dari orang sakit, resiko penularan yang bisa ditimbulkan hanya 5%. Penggunaan masker satu kali pakai, selain dapat memberikan manfaat memutus penularan Covid-19 terdapat juga dampak negatif yang ditimbulkan. Salah satu dampak yang ditimbulkan dari penggunaan masker satu kali pakai yaitu meningkatnya jumlah timbulan sampah masker di lingkungan masyarakat. Sampah masker satu kali pakai harus dikelola dengan baik. guna untuk menghindari penularan berlanjut dan juga menghindari penyalahgunaan masker yang sudah terpakai. Berdasarkan keadaan dilapangan masih banyak masyarakat yang membuang sampah masker tanpa diolah terlebih dahulu dan belum mengetahui tata cara pengolahan Sampah masker satu kali pakai. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan, pemahaman dan kesadaran siswa serta mempraktekkan cara pengolahan sampah masker satu kali pakai. Hasil evaluasi kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan pemahaman siswa SMKN 4 terhadap materi kegiatan yang diberikan yaitu mengenai cara pengelolaan sampah masker satu kali pakai, dimana peserta mengalami rata-rata peningkatan sebesar 13.69%, dengan hasil pre-test awal diperoleh dari 30 peserta yang memiliki pengetahuan baik sebanyak 10 siswa (33,3%) dengan nilai tertinggi 80 dan nilai terendah 40. Setelah diberikan edukasi dan sosialisasi, hasil post-test peserta mengalami peningkatan yang signifikan, yakni dari 30 peserta yang memiliki pengetahuan baik sebanyak 28 siswa (93,3%) dengan nilai tertinggi 100 dan terendah 60.
Tingkat Pendidikan Berhubungan dengan Gejala COVID-19 pada Pekerja Perbankan di Kota Tanjungpinang Luh Pitriyanti; Veronika Amelia Simbolon; Kholilah Samosir; Muhammad Fadhil Idris
AVERROUS: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Malikussaleh Averrous, Vol. 8 No.2 November 2022
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/averrous.v8i2.9104

Abstract

Kasus penyebaran COVID-19 cukup tinggi di tempat-tempat umum, salah satunya kawasan perbankan. Hal ini diketahui berdasarkan peningkatan jumlah kasus akibat penularan yang terjadi di sektor perbankan, baik bank BUMN maupun swasta. Penyebaran COVID-19 di sektor perbankan menjadi latar belakang mengapa penelitian ini perlu diteliti. Tujuan penelitian untuk mengetahui karakteristik pekerja perbankan berupa jenis kelamin, kelompok umur, pendidikan, masa kerja, riwayat vaksinasi dengan riwayat terkonfirmasi COVID-19 dan munculnya gejala COVID-19 selama masa pandemi. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif analitik dengan desain penelitian cross sectional. Jumlah sampel dihitung dengan menggunakan rumus Slovin, dengan jumlah sampel minimal 92 responden ditentukan dengan teknik purposive sampling. Penelitian dilaksanakan 26 April sampai 16 Juni 2022. Pengolahan data menggunakan uji chi-square.Hasil analisis chi-square diketahui tidak ada hubungan antara jenis kelamin, kelompok umur, tingkat pendidikan, lama kerja dan riwayat vaksinasi dengan riwayat konfirmasi COVID-19 (p > 0,05). Tidak ada hubungan antara jenis kelamin, kelompok umur, masa kerja dan riwayat vaksinasi dengan riwayat gejala COVID-19 selama masa pandemi (p > 0,05). Ada hubungan antara edukasi munculnya gejala COVID-19 pada masa pandemi (p = 0,034).
The Effect Of Wuluh Starfruit (Averrhoa bilimbi) and Srikaya Fruit (Anonna squamosa) Leaf Extracts On The Death Of House Cockroach (Periplaneta americana) Kholilah Samosir; Tri Susanti; Annisa Pratiwi Putri
JURNAL PROTEKSI KESEHATAN Vol 11 No 2 (2022): JPK: Jurnal Proteksi Kesehatan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36929/jpk.v11i2.453

Abstract

Cockroaches are residential pests that disturb the comfort of human life. Belimbing wuluh leaves and srikaya leaves can be used as natural bioinsecticides for cockroaches because they contain saponins, tannins, and alkaloids. Flavonoid compounds when inhaled can affect cockroach breathing and cause weakness in the nerves. This study aimed to determine the effectiveness of srikaya and belimbing wuluh leaf extracts on the death of house cockroaches. This type of research is Pre-Experimental. The research design is After Only Design. The samples used were 200 house cockroaches. There were 19 containers and 1 control each container containing 10 house cockroaches. The concentrations of belimbing wuluh and srikaya leaf extracts used were 30%, 35%, and 40%. The results of the T-test did not find a significant difference between c with a p-value = 0.638. The conclusion of this study, is that there is no difference between the use of starfruit leaves and srikaya leaves in the death of house cockroaches. Both extracts are equally effective in killing house cockroaches. Further research can be continued with other leaf extracts.
SOSIALISASI KESEHATAN LINGKUNGAN DENGAN PENGADAAN JAMBAN SEHAT DI DESA PENGUDANG KABUPATEN BINTAN Kholilah Samosir; Annisa Pratiwi Putri
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023): Volume 4 Nomor 2 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jamban sehat yang memenuhi syarat merupakan salah satu aspek syarat permukiman yang sehat. Jamban sehat harus dibangun, dimiliki, dan digunakan oleh keluarga dengan penempatan di dalam atau di luar rumah yang mudah dijangkau oleh penghuni rumah guna untuk memutus mata rantai penularan penyakit. Namun, hingga kini masih banyak masyarakat yang tidak menggunakan jamban sehat, terutama masyarakat yang memiliki rumah yang berdekatan dengan laut dan masyarakat yang memiliki rumah panggung dipinggir laut. Hal ini yang masih menjadi permasalahan yang harus diatasi agar lingkungan sekitar tetap terjaga, dan dapat mencegah beberapa kasus penyakit berbasis lingkungan seperti penyakit diare. Tahun 2020 di Indonesia Persentase keluarga dengan akses terhadap fasilitas sanitasi yang layak (jamban sehat) terdapat 87,5%. Hasil inspeksi sanitasi yang telah dilakukan pada tahun 2019 sebanyak 57.152 (86,42 %) rumah dengan kondisi rumah yang kurang sehat dikarenakan jamban yang belum memenuhi syarat. Hasil observasi yang dilakukan menemukan salah satu masalah berkaitan dengan rumah sehat, rata-rata rumah penduduk di Desa pengudang tidak memiliki jamban sehat, dimana penduduknya lebih banyak menggunakan jamban cubluk yang langsung dialirkan ke laut dan tidak memiliki septiktank serta menumpang dengan tetangga.Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan, pemahaman dan kesadaran masyarakat serta pembuatan jamban sehat. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan pemahaman terhadap sosialisasi yang diberikan, dimana masyarakat ikut berpartisipasi dalam pembangunan jamban serta menggunakan jamban yang telah dibangun.
Kandungan Unsur Hara Campuran Limbah Cucian Beras dengan Air Kelapa Veronika Amelia Simbolon; Kholilah Samosir; Dina Yulianti; Mitra Wibianto; Lala Syafitri Handayani
Buletin Keslingmas Vol 42, No 4 (2023): BULETIN KESLINGMAS VOL.42 NO.4 TAHUN 2023
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/keslingmas.v42i4.10822

Abstract

Penggunaan pupuk anorganik pada tanah dalam jangka panjang menyebabkan kerusakan tanah. Tanah yang rusak sulit untuk diupayakan perbaikannya, untuk menghindari hal tersebut masyarakat sudah mulai beralih memanfaatkan limbah yang dihasilkan dari kegiatan sehari hari. Selain aman diaplikasikan pada lingkungan, pemanfaatan limbah organik juga dapat menurunkan potensi pencemaran lingkungan.Beberapa penelitian menyatakan bahwa limbah organik seperti limbah cucian beras dan air kelapa cukup efektif untuk pertumbuhan tanaman.Tujuan penelitian untuk mengetahui kandungan unsur hara campuran limbah cucian beras dengan air kelapa. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi pada penelitian ini adalah pupuk organik cair campuran limbah cucian beras dengan air kelapa, dengan konsentrasi 50%, 75% dan 100% dengan volume masing masing konsentrasi sebanyak 1000 ml (1 liter). Pengujian kadar Nitrogen Total dengan Kjedahl, Kalium menggunakan Flame photometer, sedangkan Magnesium (Mg) dan Kalsium (Ca) menggunakan AAS. Pemeriksaan sampel dilakukan di Laboratorium DITSL IPB Bogor. Analisis data secara univariat untuk mengetahui distribusi frekuensi dari masing-masing variabel pada penelitian.Hasil pengukuran kadar N-Total pada konsentrasi 50% sebesar 0,02%, 75% sebesar 0,03%, konsentrasi 100% sebesar 0,04%. Kadar Kalium diketahui pada konsentrasi 50% sebesar 0,14%, 75% sebesar 0,21%, konsentrasi 100% sebesar 0,27%. Kadar Calsium konsentrasi 50% sebesar 46,5ppm, 75% sebesar 56,1ppm, konsentrasi 100% sebesar 62,6ppm. Kadar Magnesium pada konsentrasi 50% sebesar 57,0 ppm, 75% sebesar 84,5 ppm, konsentrasi 100% sebesar 107,8 ppm. Kadar Fosfor konsentrasi 50% sebesar 0,02%, 75% sebesar 0,03% sedangkan konsentrasi 100% sebesar 0,04%. Kesimpulan pada penelitian ini yaitu semakin pekat kadar pupuk organik cair, semakin tinggi kadar unsur hara dalam pupuk tersebut.
Pengaruh Intake Gas Amoniak di Udara Terhadap Iritasi Mata pada Pemulung di TPA Ganet Simbolon, Veronika Amelia; Daswito, Rinaldi; Samosir, Kholilah
Jurnal Sanitasi Lingkungan Vol 3 No 2 (2023): Jurnal Sanitasi Lingkungan
Publisher : Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jsl.v3i2.1942

Abstract

Latar Belakang: Amoniak dalam sampah muncul ketika protein dari makhluk hidup terurai dengan bantuan mikroba. Paparan gas amoniak dapat mengakibatkan infeksi saluran pernapasan atas dan penyakit lainnya pada manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pajanan gas amoniak terhadap iritasi mata pada pemulung di TPA Ganet Kota Tanjungpinang. Metode: Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penelitian observasional analitik dengan desain penelitian crossectional. Populasi dalam penelitian ini adalah pemulung yang bekerja di TPA Ganet sebanyak 45 orang, dimana jumlah sampel yang diambil adalah total sampling, yaitu seluruh pemulung dijadikan sebagai sampel penelitian dan sampel penelitian udara yaitu gas NH3 yang diambil pada 4 titik lokasi pemeriksaan menggunakan alat Air Sampler Impinger. Penelitian dilakukan di TPA Ganet pada bulan Juli tahun 2023. Data dianalisis menggunakan analisis univariat dan bivariat. Hasil: Konsentrasi rata-rata NH3 di 4 titik pengukuran ialah 0,085 ppm. Nilai intake diketahui sebesar 2,444. Keluhan iritasi mata memiliki pengaruh pada variabel intake dengan p value 0,049. Kesimpulan: Ada pengaruh yang signifikan antara intake terhadap iritasi mata, yang berarti bahwa pemulung yang bekerja di TPA Ganet beresiko mengalami gangguan iritasi mata akibat pajanan gas amoniak, sehingga diharapkan pemulung memperhatikan personal hygiene dan menggunakan alat pelindung diri, seperti kacamata khusus dan APD lainnya untuk meminimalisir dampak gas amoniak. Kata kunci : Amoniak, iritasi mata, intake
HUBUNGAN PENGETAHUAN, SIKAP DAN TINDAKAN TENTANG PENYAKIT DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) DENGAN RUMAH POSITIF JENTIK WARGA RT. 003 RW.002 KEL. TEBING KEC. TEBING KABUPATEN KARIMUN: The Relationship of Knowledge, Attitude and Action about Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) with Larvae Positive House from Residents of RT. 003 RW. 002 In Kelurahan Tebing, Karimun Regency Samosir, Kholilah; rizkaramdhaniartie, siti; Iskandar, Iwan; Herdiana, Dora
JURNAL ILMU DAN TEKNOLOGI KESEHATAN TERPADU Vol. 1 No. 2 (2021): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan Terpadu
Publisher : Poltekes Kemenkes Tanjungpinang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53579/jitkt.v1i2.30

Abstract

The Incidence Rate of Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) in Karimun Regency was 92.6 per 100,000 population. Tebing sub-district is the sub-district with the highest number of dengue fever cases, as many as 108 cases, 28 cases of which are in the Tebing sub-district. The purpose of this study was to determine the relationship between knowledge, attitudes and actions of residents about dengue disease with larva positive homes in the RT. 003 RW. 002 in Tebing Village, Karimun Regency in 2021. This research was an analytical study with a cross-sectional approach. The number of samples as many as 98 respondents. There was 32 respondents (32.7%) had good knowledge, there were 50 respondents (51%) had a good attitude, and 19 respondents (19.4%) had good actions against dengue disease. Houses with positive dengue mosquito larvae as many as 23 (23.5%). There was no relationship between knowledge and larvae positive house (Pvalue 0.959 > 0.05) and attitude with larva positive house (P value 0.336 > 0.05). However, the action against DHF was associated with positive larvae (Pvalue 0.000 < 0.05). People should do 3M Plus activities more often and keep their houses clean regularly, not store used goods that have the potential to breed mosquitoes, and sprinkle abate powder.