Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

SISTEM INFORMASI AKADEMIK DENGAN RFID BERBASIS SMS GATEWAY (Studi Kasus di SMK Muhammadiyah 2 Boja ) Fahrudin, Arif
ELKOM : JURNAL ELEKTRONIKA DAN KOMPUTER Vol 10, No 1 (2017)
Publisher : Sekolah Tinggi Elektronika dan Komputer (STEKOM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1639.652 KB)

Abstract

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi dewasa ini semakin pesat. Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi juga sudah didukung dengan teknologi mobile. Salah satu fasilitas mobile yang paling banyak digunakan oleh masyarakat adalah fasilitas Short Message Service (SMS). Selain melakukan proses belajar mengajar di SMK Muhammadiyah 2 Boja, diperlukan adanya komunikasi antara pihak sekolah dengan orang tua/wali murid, terutama mengenai informasi nilai siswa, informasi pembayaran SPP, dan absensi siswa guna memantau kegiatan akademik siswa di sekolah. Sistem absensi siswa di SMK Muhammadiyah 2 Boja juga masih dilakukan dengan cara yang konvensonal dan belum terkomputerisasi. Penelitian ini bertujuan untuk membuat Sistem Informasi Akademik dengan RFID berbasis SMS Gateway sebagai solusi dari permasalahan tersebut. Dengan dibangunnya Sistem Informasi Akademik dengan RFID berbasis SMS Gateway ini diharapkan orang tua dapat ikut memantau kegiatan akademik siswa disekolah, dan membuat penyampaian informasi akademik menjadi lebih mudah dan transparan.Kata kunci : Sistem Informasi Akademik, SMS Gateway, RFID
ANALISIS EFEK PENGGUNAAN ARANG CANGKANG BIJI KOPI TERHADAP PENYERAPAN POLUTAN (CO DAN CO2) ASAP PENGELASAN DI RUANG KERJA YANG BERDEKATAN DENGAN BENGKEL LAS Fahrudin, Arif
Jurnal Teknik Mesin (Journal Of Mechanical Engineering) Vol 12, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/jtm.v12i2.13103

Abstract

Polutan merupakan masalah di beberapa tempat seperti ruang lingkup kerja yang berdekatan dengan bengkel las. Penyebab timbulnya masalah kualitas udara dalam ruangan kerja pada umumnya disebabkan gas CO dan CO2 yang disebabkan oleh asap pengelasan. Penelitian ini memanfaatkan limbah kopi yaitu arang karbon cangkang biji kopi yang diaktivasi menggunakan larutan HCl 3% dan ZnCl2 10%. Penyerapan pada polutan CO arang karbon yang teraktivasi larutan HCl 3% memberikan penyerapan 6 ppm, sedangkan arang karbon yang teraktivasi larutan ZnCl2 10% mampu menyerap 9,4 ppm. Penyerapan pada polutan CO2 arang karbon yang teraktivasi larutan HCl 3% memberikan penyerapan 569,8 ppm, sedangkan arang karbon yang teraktivasi larutan ZnCl2 10% mampu menyerap 589,6 ppm. Proses penyerapan juga dipengaruhi oleh banyaknya jumlah arang karbon yang diaplikasikan di dalam ruangan. Dari hasil yang diperoleh karbon aktif yang diaktivasi larutan HCl 3% dan ZnCl2 10% dijelaskan bahwa arang karbon yang teraktivasi larutan HCl 3% memberikan penyerapan polutan yang baik bila dibandingkan dengan larutan ZnCl2 10% pada penyerapan polutan CO dan CO2.Kata kunci: Polutan udara, arang cangkang biji kopi, larutan HCl 3% dan ZnCl2 10%, CO dan CO2.
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kepuasan Kerja Perawat PK 3 Fahrudin, Arif; Mulyati, Mulyati; Rohayani, Lilis; Asmirajanti, Mira; Oyoh, Oyoh
Journal of Telenursing (JOTING) Vol. 7 No. 4 (2025): Journal of Telenursing (JOTING)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/cfr02325

Abstract

This study aims to determine the factors that influence job satisfaction of nurses in the PK 3 category at Cibinong Regional General Hospital, Bogor Regency. The study design used Explanatory Research with a Cross Sectional approach. The population in this study were 157 nurses at the Cibinong Regional General Hospital level PK 3. The number of samples in this study was 157 respondents. Data collection used research instruments that had been tested for validity and reliability. Data analysis used statistical applications including univariate, bivariate, and multivariate analysis. The results of the study, all variables were proven to have a significant effect on job satisfaction (p < 0.05). High motivation increased the chance of job satisfaction by 569 times, followed by interpersonal relationships (111 times), supervision (76 times), and light workload (62 times). A comfortable work environment, career development, and management support also made a positive contribution. Conversely, the perception of dissatisfaction with satisfaction significantly decreased job satisfaction. In conclusion, management support and related factors have a strong influence on nurse job satisfaction. Improving motivation, managing workload, interpersonal relationships, supervision, and a fair compensation system are essential to improving job satisfaction.   Keywords: Workload; Interpersonal Relationships; Job Satisfaction; Motivation
Implementasi Analisis SWOT dalam Perencanaan Peningkatan Mutu Pendidikan di Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Sampit Azhar, Roza Cyintia Salwa; Nurrahman, Yusuf; Fahrudin, Arif; Rumiyadi, Arif; Narimo, Sabar; Anif, Sofyan
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4838

Abstract

Pendidikan memiliki peran strategis dalam membentuk individu yang adaptif dan bertanggung jawab di tengah dinamika perkembangan zaman. Peningkatan mutu pendidikan menuntut perencanaan yang sistematis, partisipatif, dan berbasis analisis kondisi internal maupun eksternal sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi analisis SWOT dalam perencanaan peningkatan mutu pendidikan di SMP Negeri 1 Sampit, sebuah sekolah menengah pertama negeri berakreditasi A yang memiliki posisi strategis di pusat Kota Sampit. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan. Data diperoleh melalui observasi langsung terhadap proses pembelajaran, kondisi sarana prasarana, serta wawancara tidak terstruktur dengan kepala sekolah terkait penerapan analisis SWOT dalam manajemen mutu pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SMP Negeri 1 Sampit memiliki berbagai kekuatan, antara lain prestasi akademik dan non-akademik siswa, dukungan orang tua, tenaga pendidik yang berpengalaman, serta lokasi sekolah yang strategis. Namun demikian, sekolah juga menghadapi sejumlah kelemahan dan ancaman, seperti keterbatasan fasilitas tertentu, penguasaan teknologi oleh sebagian guru senior, serta keterbatasan pendanaan. Melalui analisis SWOT, sekolah mampu merumuskan strategi peningkatan mutu pendidikan yang terarah, meliputi optimalisasi kegiatan ekstrakurikuler, penguatan karakter peserta didik, peningkatan kualitas pembelajaran, dan inovasi prestasi akademik. Penelitian ini menunjukkan bahwa analisis implementasi SWOT efektif digunakan sebagai dasar perencanaan strategis dalam upaya peningkatan mutu pendidikan secara berkelanjutan.
PERBANDINGAN EFEKTIVITAS KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL, DAN PARTISIPATIF KEPALA SEKOLAH TERHADAP KUALITAS PEMBELAJARAN Fahrudin, Arif; Rosid Ridlo; Suharno; Bambang Sumardjoko; Sri Lahir
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 03 (2026): Volume 11 Nomor 03, September 2026 Posted
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i03.56518

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan efektivitas kepemimpinan transformasional dan kepemimpinan partisipatif kepala sekolah dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Penelitian dilatarbelakangi oleh pentingnya peran kepala sekolah dalam menciptakan lingkungan belajar yang mendukung peningkatan mutu pendidikan, sekaligus masih terbatasnya kajian yang membandingkan kedua model kepemimpinan tersebut secara mendalam dalam konteks sekolah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus komparatif yang dilakukan pada dua sekolah menengah dengan karakteristik kepemimpinan yang berbeda. Informan penelitian terdiri atas kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan yang dipilih melalui teknik purposive dan snowball sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi. Keabsahan data dijaga melalui triangulasi sumber, triangulasi metode, member checking, dan audit trail. Analisis data menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan tiga tema utama, yaitu penguatan visi dan budaya pembelajaran melalui kepemimpinan transformasional, peningkatan partisipasi guru dalam pengambilan keputusan melalui kepemimpinan partisipatif, serta kontribusi kedua model kepemimpinan terhadap kualitas pembelajaran. Kepemimpinan transformasional lebih efektif dalam mendorong inovasi pembelajaran, motivasi guru, dan pengembangan budaya akademik, sedangkan kepemimpinan partisipatif lebih efektif dalam membangun kolaborasi, komunikasi organisasi, dan komitmen kolektif guru. Temuan penelitian menegaskan bahwa kedua model kepemimpinan bersifat komplementer dan perlu diintegrasikan sesuai kebutuhan organisasi sekolah. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan teori kepemimpinan pendidikan dan memberikan rekomendasi praktis bagi kepala sekolah serta pengambil kebijakan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran.
KONSTRUKSI MODEL KEPEMIMPINAN PEMBELAJARAN KEPALA SEKOLAH BERBASIS NILAI-NILAI KEMUHAMMADIYAHAN PADA PONDOK PESANTREN Fahrudin, Arif; Rosid Ridlo; Suharno; Wafroturrohmah; Darsinah
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 03 (2026): Volume 11 Nomor 03, September 2026 Posted
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i03.57058

Abstract

This study aims to construct an instructional leadership model for school principals based on Kemuhammadiyahan values within the context of an Islamic boarding school. This issue is addressed to overcome a persistent problem, namely the dichotomy of curriculum and the dominance of bureaucratic leadership styles that tend to neglect the academic substance of pesantren education. This research employed a qualitative approach with a descriptive-analytical case study design. Data were collected through semi-structured interviews, passive participatory observation, and document analysis at Pondok Pesantren Modern Muhammadiyah Sangen. Informants were selected using purposive and snowball sampling techniques, involving the principal, vice principals, asatidz, and Muhammadiyah organizational administrators. The data were analyzed using the interactive model of Miles, Huberman, and Saldaña. The findings reveal three main themes: (1) the theological internalization of the values of Tauhid, Amanah, Tajdid, Berkemajuan, and Uswah Hasanah as the leadership worldview, (2) the articulation of instructional strategies through the mandatory integration of Al-Islam values in lesson planning and school culture formation, and (3) the formulation of a hypothetical model of progressive instructional leadership. This model synergizes balanced guidance for teachers and students through the implementation of a tripartite curriculum consisting of general sciences, pesantren classical texts, and Kemuhammadiyahan. This study contributes to the enrichment of value-based educational leadership theory through a progressive modernist Islamic leadership paradigm. Practically, the findings provide an applicable guideline for school principals in managing the quality of an integrated 24-hour curriculum. Future studies are recommended to examine the validity of this hypothetical model in broader pesantren contexts using a multi-case approach or research and development design.
Penguatan Karakter Disiplin Santri sebagai Strategi Pengembangan SDM Pesantren melalui Program Pelatihan Santri Teladan Fahrudin, Arif; Suharno; Rosid Ridlo; Harun Joko Prayitno; Indri
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 03 (2026): Volume 11 Nomor 03, September 2026 Posted
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i03.57771

Abstract

This study aims to describe the process of internalizing disciplinary character through the Santri Teladan (Exemplary Student) Training Program at Pondok Pesantren Modern Muhammadiyah Sangen, as well as to examine its supporting and inhibiting factors. The primary issue addressed is that discipline cultivation often remains a mere formality and has not fully fostered deep value awareness. A qualitative approach with a case study design was employed in this research. The participants included program managers, instructors (ustaz), supervisors (musyrif), and participating students (santri), selected through purposive and snowball sampling techniques. Data were collected via semi-structured interviews, participant observation, and documentary studies, and subsequently analyzed using the Miles and Huberman interactive model. The main findings reveal that the internalization of disciplinary character is executed systematically through integrated classical learning on caregiving, teaching, and preaching (da'wah), reinforced by daily routines (such as morning assemblies and attendance checks), close supervision, and field training. This process successfully nurtures disciplinary awareness, mental readiness, and social responsibility among students. The program's success is driven by high student motivation and practitioner involvement, despite challenges like physical exhaustion due to a rigorous schedule and hot weather. These findings contribute to strengthening Muhaimin's value internalization theory (value transformation, transaction, and trans-internalization) within the context of structured boarding school training programs. In conclusion, an experiential field-based training program is highly effective in driving behavioral transformation and cultivating spiritual-managerial consciousness in students. Practically, this model provides a viable reference for other Islamic boarding schools to design contextual character development programs. Future research is recommended to utilize a longitudinal approach or expand the scope to include schools with different institutional characteristics.