Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Merajut Ikatan yang Kuat: Tinjauan atas Dampak Modul Pelatihan H.E.R.O. terhadap Keterikatan Kerja Rahmawati, Kuncoro Dewi; Aji , Imanuel Deny Krisna
Jurnal Diversita Vol. 10 No. 1 (2024): JURNAL DIVERSITA JUNI
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/diversita.v10i1.11809

Abstract

Dewasa ini banyak pegawai yang cenderung kurang memiliki keterikatan kerja ( work engagemen) yang mengakibatkan turunnya kinerja dan memberi efek negatif bagi perusahaan. Tak terkecuali pada Coffee Shop X, dimana pegawainya memiliki nilai keterikatan kerja yang rendah, sehingga membuat kinerja perusahaan dalam memberikan pelayanan yang prima mengalami penurunan. Guna mengatasinya, dilakukan upaya pelatihan HERO yang merupakan pembekalan Modal Psikologis (Psychological Capital) yang diharapkan dapat meningkatkan keterikatan kerja pegawai. Penelitian ini dilakukan dengan memberikan pelatihan bagi seluruh pegawai Coffee Shop X. Untuk mengukur perubahan sikap, digunakan skala adaptasi Utrecht Keterikatan kerja Scale (Schaufeli, Bakker & Salanova, 2006), yang kemudian diuji dengan uji beda menggunakan Paired T-Test. Berdasarkan uji statistik dengan Paired T-Test. Dalam tabel Statistik Uji, terlihat bahwa nilai Signifikansi (2-tailed) adalah 0,000, yang lebih kecil dari α. Ini menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara kondisi sebelum dan setelah pelatihan dilakukan terkait peningkatan keterikatan kerja. Perubahan dalam sikap peserta pelatihan dari pra-tes ke pasca-tes menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan. Sebanyak 60% peserta mengalami peningkatan dua tingkat, sementara 27% mengalami peningkatan satu tingkat. Terdapat juga 13% peserta yang tidak mengalami peningkatan. Data ini menunjukkan adanya perubahan sikap yang cukup mencolok, dan dapat disimpulkan bahwa pelatihan berhasil cukup baik dalam meningkatkan keterikatan kerja pada karyawan.
Peran Kepribadian Big Five dalam Memprediksi Tingkat Stres pada Pelamar Kerja Kusuma, Cita Tri; Rahmawati, Kuncoro Dewi; Aji, immanuel Deny Krisna
Jurnal Diversita Vol. 11 No. 2 (2025): JURNAL DIVERSITA DESEMBER
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/diversita.v11i2.16360

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji peran kepribadian Big Five dalam memprediksi tingkat stres pada pelamar kerja serta menelaah peran jenis kelamin sebagai variabel moderator. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif eksplanatori dengan desain regresi linear berganda dan moderasi. Populasi penelitian adalah pelamar kerja yang mengikuti proses seleksi di biro psikologi, dengan jumlah sampel sebanyak 203 orang yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria usia produktif (18–42 tahun) dan pengalaman mengikuti seleksi kerja. Pengukuran kepribadian dilakukan menggunakan Big Five Inventory (BFI-44), sedangkan tingkat stres diukur dengan Perceived Stress Scale (PSS-10) versi modifikasi. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan perangkat lunak JASP 0.19.3 untuk menguji kontribusi simultan dan parsial tiap dimensi kepribadian terhadap stres, serta uji interaksi untuk menilai efek moderasi jenis kelamin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model regresi signifikan (F = 4.096; p < 0.001) dengan kontribusi total sebesar 9,8% terhadap variasi stres. Secara parsial, Neuroticism berpengaruh positif signifikan terhadap tingkat stres, sedangkan Conscientiousness berpengaruh negatif signifikan. Tiga dimensi lainnya (Extraversion, Agreeableness, dan Openness) tidak menunjukkan pengaruh signifikan. Selain itu, jenis kelamin tidak memoderasi hubungan antara kepribadian dan stres. Temuan ini menegaskan bahwa stabilitas emosional dan disiplin diri merupakan faktor kepribadian utama yang menentukan kerentanan terhadap stres pada pelamar kerja.
Redefining Loyalty: A Qualitative Exploration of the Job-Hopping Paradox and Occupational Commitment in Generation Z -, Stefanie Aurelia; Kuncoro Dewi Rahmawati
Psikologika: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi Vol. 31 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Job hopping among Generation Z is frequently stigmatized as a crisis of organizational loyalty. However, traditional metrics that equate commitment with tenure fail to reflect the shifting values of the modern workforce. This qualitative study explores how Indonesian Gen Z employees navigate the tension between frequent career mobility and organizational commitment. Through in-depth interviews (N=6) with active job hoppers, thematic analysis reveals a critical paradox: while participants frequently exit organizations, they maintain robust occupational commitment, remaining steadfast in their professional fields. Our findings indicate that job hopping is not a rejection of responsibility but a strategic response to toxic leadership, excessive workloads, and career stagnation. For Gen Z, loyalty has transitioned from "where one works" to "how one works"—emphasizing integrity and professional identity over institutional longevity. This research challenges the "disloyalty" narrative and provides a roadmap for organizations to pivot from seniority-based retention to supportive environments that foster professional growth. Keywords: generation z, job hopping, occupational commitment, organizational commitment
Pelatihan Komunikasi Efektif sebagai Upaya Menunjang Employability Pemuda Putus Sekolah Aji, Imanuel Deny Krisna; Teguh, Monika; Rahmawati, Kuncoro Dewi; Hartanto, Louisa Christine; Pascarina, Patrisia Amanda
Abdimas Galuh Vol 8, No 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v8i1.23229

Abstract

Tingginya angka pemuda putus sekolah di Indonesia masih menjadi permasalahan sosial yang berdampak langsung pada rendahnya tingkat employability. Pemuda putus sekolah menghadapi berbagai tantangan, khususnya dalam memasuki dunia kerja formal, baik dari segi keterampilan teknis maupun kemampuan komunikasi. Lembaga internasional Life Project for Youth (LP4Y) berupaya menjawab permasalahan tersebut melalui penyediaan pelatihan non-formal berbasis keterampilan kerja. Namun demikian, meskipun telah memperoleh pelatihan vokasional, para pemuda masih mengalami kesulitan dalam menghadapi proses rekrutmen kerja. Menanggapi kondisi tersebut, Universitas Ciputra bekerja sama dengan LP4Y menyelenggarakan program pengabdian kepada masyarakat berupa pelatihan komunikasi efektif untuk meningkatkan employability pemuda putus sekolah. Program pelatihan ini dirancang dalam tiga sesi utama, yaitu penyusunan Curriculum Vitae kreatif, pengenalan dan simulasi psikotes, serta penguatan komunikasi interpersonal dalam konteks wawancara kerja. Metode pengabdian yang digunakan adalah service-learning yang meliputi sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta terkait proses rekrutmen, peningkatan soft skills khususnya dalam komunikasi, serta meningkatnya motivasi dan kepercayaan diri dalam mencari pekerjaan. Program ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan kesiapan kerja dan peluang penerimaan kerja bagi pemuda putus sekolah.
Paving the Way for Out-of-School Youth by Strengthening Digital Content Creation Skills Monika Teguh; Imanuel Deny Krisna Aji; Kuncoro Dewi Rahmawati; Ignasius Liliek Senaharjanta; Cosmas Gatot Haryono
Plakat : Jurnal Pelayanan Kepada Masyarakat Vol 7, No 1 (2025): Plakat: Jurnal Pelayanan Kepada Masyarakat
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/plakat.v7i1.19246

Abstract

Education is the right of every citizen. Unfortunately, various social and economic problems cause unfortunate youths to drop out of school. Without the provision of education, these young people are threatened with difficulties in getting a job and a decent life in the future. In response to this problem, a French NGO called Life Project For Youth (LP4Y) provides assistance by providing certified informal education and training for out-of-school youth in various regions of the world, one of which is in Indonesia, in the city of Surabaya. In carrying out its mission LP4Y realizes that they do not always have experts to teach the knowledge or skills needed by the youth, so they collaborate with Ciputra University Surabaya as a partner in developing fostered youth. Specifically in this activity, the purpose of the service carried out is to strengthen the skills of young people in the field of content creation, and encourage their confidence to use these skills. The methods used include training, technology application, and mentoring. Then evaluated through surveys to participants and implementing partners. Participants who took part in the activity consisted of 15 young people. From this activity, participants have succeeded in making photo and video works that become portfolios for them to find jobs in fields that require these skills. Participants also stated that they are more confident to seek employment in fields other than administration due to the new skills they learned. Pendidikan merupakan hak setiap warga negara. Namun sayangnya berbagai permasalahan sosial dan ekonomi menyebabkan pemuda-pemuda yang tidak beruntung harus mengalami putus sekolah. Tanpa adanya bekal pendidikan, maka pemuda ini terancam akan kesulitan mendapatkan pekerjaan dan hidup yang layak ke depannya. Menanggapi permasalahan ini, sebuah LSM dari Perancis bernama Life Project For Youth (LP4Y) memberikan bantuan dengan memberikan pendidikan dan pelatihan informal bersertifikat bagi para pemuda putus sekolah di berbagai wilayah di dunia, salah satunya adalah di Indonesia, di kota Surabaya. LP4Y menyadari bahwa mereka tidak selalu memiliki tenaga ahli untuk mengajarkan ilmu atau skill yang dibutuhkan oleh para pemuda, sehingga mereka menggandeng Universitas Ciputra Surabaya sebagai mitra dalam mengembangkan para pemuda binaan. Secara khusus dalam kegiatan ini, tujuan pengabdian yang dilaksanakan adalah untuk memperkuat skill para pemuda di bidang content creating, serta mendorong kepercayaan diri mereka untuk menggunakan skill tersebut. Metode yang digunakan antara lain pelatihan, penerapan teknologi, dan pendampingan. Kemudian di evaluasi melalui survei kepada peserta maupun mitra pelaksana. Peserta yang mengikuti kegiatan terdiri dari 15 orang pemuda. Dari kegiatan ini, peserta telah berhasil membuat karya foto dan video yang menjadi portofolio bagi mereka untuk mencari pekerjaan di bidang yang membutuhkan skill tersebut. Peserta juga menyatakan mereka lebih percaya diri untuk mencari pekerjaan di bidang lain selain bidang administratif berkat skill bari yang mereka pelajari. Implikasi dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah para pemuda putus sekolah yang memiliki keterampilan baru di bidang digital content creating.
Evaluation of User Interface (UI) and User Experience (UX) in A Web-Based Entrepreneurial Student Application Ellya Kurniawan, Jimmy; Rahmawati, Kuncoro Dewi; Larasati Rembulan, Cicilia; Tanuwijaya, Evan
Jurnal Entrepreneur dan Entrepreneurship Vol. 15 No. 1 (2026): Jurnal Entrepreneur dan Entrepreneurship
Publisher : Universitas Ciputra Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37715/jee.v15i1.6402

Abstract

Measurement of entrepreneurial orientation remains limited and is predominantly conducted using manual methods. To address this gap, this study aims to develop a web-based application for measuring entrepreneurial orientation—which has not previously been developed—and to examine its reliability, user interface (UI), and user experience (UX). The instrument used is an adaptation of the entrepreneurial orientation scale, which was converted into a website-based format and complemented with recommendation features and user constraint identification. Data were collected through a focus group discussion (FGD) involving junior and senior high school teachers and students (N = 5), as well as a survey of junior and senior high school students (N = 60) following a trial of the web-based "Entrepreneurial Student" application. The results indicate that this web-based instrument demonstrates high reliability, with Cronbach’s alpha ranging from 0.806 to 0.845, and adequate validity, with Corrected Item–Total Correlation (CITC) values ranging from 0.404 to 0.630. After revisions based on user feedback, UI scores were in the "Very Good" category (range 495–554), and UX scores were also in the "Very Good" category (range 258–274). The Entrepreneurial Student application demonstrates promising potential for measuring entrepreneurial orientation among secondary school students. With further testing involving larger samples, the application may be implemented more broadly within the adolescent population.