Penelitian ini mengkaji model Spiritual Governance yang dikembangkan oleh MRA Husein sebagai sintesis konseptual dalam Islamic Corporate Governance (ICG). Berangkat dari kritik terhadap pendekatan konvensional berbasis agency theory yang dianggap sekuler dan transaksional, Husein menawarkan kerangka tata kelola yang berakar pada nilai-nilai maqāṣid al-sharī‘ah, seperti tauhid, hisbah, mas’uliyyah, amanah, dan ihsan. Model ini mengintegrasikan dua dimensi utama: spiritual governance sebagai fondasi normatif-etik dan instrumental governance sebagai struktur teknis organisasi. Melalui pendekatan kualitatif berbasis studi pustaka, artikel ini tidak hanya mengonfirmasi relevansi kerangka tersebut dalam memperkuat akuntabilitas vertikal dan sosial lembaga keuangan Islam, tetapi juga mengidentifikasi tantangan implementasi, seperti kurangnya standar baku dan kesulitan pengukuran indikator etis. Studi ini menyimpulkan bahwa model Husein menawarkan paradigma alternatif yang strategis dan transendental, yang dapat memperkaya praktik ICG serta memperkuat legitimasi dan kepercayaan publik terhadap lembaga keuangan syariah kontemporer.