Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Pengaruh Konten Media Sosial Terhadap Pembentukan Kepercayaan Diri Remaja: Tinjauan Literatur Psikologi Komunikasi Suwardi, Patricia C.; Winayanti, Ratna Devy
KALBISOCIO Jurnal Bisnis dan Komunikasi Vol. 12 No. 3 (2025): KALBISOCIO Jurnal Bisnis dan Komunikasi
Publisher : Research and Community Service UNIVERSITAS KALBIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53008/zdqgrt04

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh konten media sosial terhadap pembentukan kepercayaan diri dan identitas remaja melalui tinjauan literatur psikologi komunikasi. Di era digital yang berkembang pesat, media sosial bukan sekadar platform pertukaran informasi, melainkan telah bertransformasi menjadi ruang utama konstruksi identitas di mana remaja sering kali terjebak dalam fenomena perbandingan sosial yang intens. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi pustaka (library research) dengan menganalisis berbagai literatur ilmiah, jurnal psikologi, dan teori komunikasi terkait dampak psikologis penggunaan media sosial pada fase perkembangan. Hasil kajian menunjukkan bahwa paparan terus-menerus terhadap konten yang dikurasi secara ideal dapat mendistorsi persepsi diri dan menurunkan tingkat kepercayaan diri remaja, terutama akibat standar citra tubuh dan gaya hidup yang tidak realistis. Selain itu, kebutuhan akan validasi eksternal berupa likes dan komentar sering kali memperburuk kerentanan psikologis mereka. Namun, penelitian ini juga menemukan bahwa dengan literasi media yang tepat dan pengawasan yang suportif, media sosial dapat dialihfungsikan menjadi sarana pengembangan identitas sosial yang positif serta wadah ekspresi kreatif. Kesimpulannya, peran lingkungan sosial, pendampingan orang tua, dan penguatan kesadaran diri sangat krusial dalam memitigasi dampak negatif konten digital terhadap kondisi psikologis remaja yang sedang mencari jati diri.
Kajian Interaksi Simbolik Penggunaan Nail Art Dalam Pembentukan Kepercayaan Diri Perempuan Priscilia, Brenda; Winayanti, Ratna Devy
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i2.12981

Abstract

Tren nail art mencerminkan transformasi budaya kecantikan modern, di mana aspek estetika berpadu dengan ekspresi identitas dan komunikasi nonverbal. Lebih dari sekadar ornamen visual, nail art mengandung dimensi sosial dan psikologis yang berperan penting dalam pembentukan citra diri serta kepercayaan diri perempuan. Namun, sebagian besar penelitian sebelumnya masih berfokus pada aspek estetika dan emosional, dengan perhatian empiris yang terbatas terhadap nail art sebagai bentuk interaksi interpersonal dan pembentukan makna sosial. Artikel ini bertujuan menganalisis makna simbolik nail art dalam pembentukan kepercayaan diri perempuan melalui perspektif teori interaksi simbolik. Metode yang digunakan adalah kajian literatur sistematis terhadap sepuluh artikel ilmiah yang terbit antara tahun 2021 hingga 2025. Hasil kajian menunjukkan bahwa nail art berperan penting dalam proses representasi diri dan pembentukan identitas sosial perempuan. Secara sosial, nail art menjadi medium ekspresi nilai, kepribadian, dan status sosial, sedangkan secara psikologis, praktik ini meningkatkan rasa percaya diri, penghargaan diri, dan kesejahteraan emosional. Temuan lintas budaya menunjukkan variasi makna sesuai konteks sosialnya, namun secara umum nail art dipahami sebagai simbol pemberdayaan dan afirmasi diri perempuan. Penelitian ini mengisi kekosongan kajian yang selama ini lebih menekankan aspek estetika nail art, dengan menghadirkan pendekatan interaksi simbolik untuk memahami dimensi sosial dan gender dari praktik kecantikan tersebut. Dengan demikian, nail art dapat dipahami sebagai bentuk komunikasi simbolik yang mengintegrasikan aspek estetika, sosial, dan psikologis dalam pembentukan identitas serta kepercayaan diri perempuan di masyarakat kontemporer.
Dinamika Komunikasi Interpersonal Generasi Z sebagai Digital Native Pada Pengunjung Imadji Coffee Kota Denpasar Septiany, Ni Ketut Dica; Winayanti, Ratna Devy
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.37262

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika komunikasi interpersonal Generasi Z sebagai digital native pada pengunjung Imadji Coffee Kota Denpasar serta memahami bagaimana karakteristik digital memengaruhi proses keterbukaan diri dan kedekatan relasional dalam interaksi tatap muka. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara mendalam terhadap informan Generasi Z yang merupakan pengunjung aktif, serta satu informan pendukung dari pihak karyawan. Data dianalisis melalui tahapan reduksi, kategorisasi, dan interpretasi dengan menggunakan kerangka teori penetrasi sosial untuk menjelaskan proses perkembangan hubungan interpersonal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi komunikasi Generasi Z berkembang secara bertahap dari percakapan ringan menuju diskusi personal seiring meningkatnya frekuensi pertemuan dan durasi kebersamaan. Meskipun informan merupakan digital native yang terbiasa menggunakan media sosial, komunikasi tatap muka tetap menjadi pilihan utama karena memungkinkan ekspresi emosi, pemahaman konteks, dan respons langsung yang memperkuat kedekatan hubungan. Faktor lingkungan fisik coffee shop juga berpengaruh terhadap kualitas komunikasi, di mana suasana nyaman mendukung keterbukaan, sedangkan kebisingan dapat menghambat percakapan mendalam. Kesimpulannya, karakteristik digital native pada Generasi Z tidak mengurangi kualitas komunikasi interpersonal, tetapi membentuk pola interaksi yang adaptif dengan memadukan komunikasi digital dan langsung dalam membangun relasi sosial.
Penerapan Model AISAS dalam Komunikasi Pemasaran Digital melalui Media Sosial Dewi, Putu Chintya; Winayanti, Ratna Devy
Jurnal Pustaka Komunikasi Vol 9, No 1 (2026): (In press)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/pustakom.v9i1.6214

Abstract

The development of digital technology has fundamentally transformed the landscape of marketing communication, where consumers now play a more active role in seeking information and sharing experiences through social media. Traditional consumer behavior models such as AIDA are increasingly limited in explaining the complexity of digital consumer behavior, which is more interactive and non-linear. This study aims to describe the application of the AISAS model in digital marketing communication through social media and to analyze its effectiveness compared to traditional marketing models. The research employs a systematic literature review by examining and synthesizing relevant scientific publications related to the implementation of the AISAS model on social media platforms obtained from academic databases. The findings indicate that the AISAS model, consisting of five stages (Attention, Interest, Search, Action, Share), can be optimized on different social media platforms through appropriate content strategies, information search optimization, and community engagement. The Search and Share stages emerge as key differentiating elements that reflect the characteristics of digital consumers who actively seek information and share experiences online. The implementation of AISAS has been shown to improve brand awareness, customer engagement, and conversion rates in digital marketing strategies. This study contributes to the academic literature by providing a conceptual synthesis of AISAS model applications within the social media ecosystem and highlighting its relevance as a framework for understanding digital consumer behavior in contemporary marketing communication.