Edy Machmud
Unknown Affiliation

Published : 16 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Perawatan alternatif prostodontik menggunakan gigitiruan overdenture magnet pada pasien dengan jaringan pendukung minimal (laporan kasus) Evan Gunawan Tunggal; Edy Machmud; Adriana Djuhais; Rifaat Nurrahma
Makassar Dental Journal Vol. 2 No. 6 (2013): Vol 2 No 6 Desember 2013
Publisher : Makassar Dental Journal PDGI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.197 KB) | DOI: 10.35856/mdj.v2i6.148

Abstract

Alternatif rehabilitasi perawatan prostodontik dewasa ini sangat berkembang. Salah satunya adalah pembuatan gigitiruan overdenture magnet. Indikasi dari penggunaan meliputi jumlah gigi yang tersedia, keadaan jaringan mulut, dan kebutuhan pasien. Untuk memberikan gambaran tentang alternatif perawatan pada bidang prostetik mengenai penggunaan overdenture yang menggunakan system magnet sebagai retensi minor. Seorang pasien wanita yang berusia 50 tahun datang ke Rumah Sakit Gigi dan Mulut Universitas Hasanuddin dengan keluhan gangguan pengunyahan, penampilan dan berbiacara akibat kehilangan gigi. Pasien ingin dibuatkan suatu gigitiruan yang dapat menyelesaikan permasalahannya namun pasien ingin untuk dibuatkan gigitiruan yang tidak menggunakan klamer sebagai retensi dengan pertimbangan masalah estetik. Berdasarkan pertimbangan tersebut, maka dibuatkanlah gigitiruan overdenture magnet. Alternatif perawatan pada bidang prostetik dengan menggunakan gigitiruan overdenture magnet ternyata memberikan hasil yang optimal dan kepuasan bagi pasien dalam penggunaannya sehari-hari.
Modifikasi open face untuk gigitiruan sebagian lepasan imediat Evan Gunawan Tunggal; Rifaat Nurrahma; Edy Machmud
Makassar Dental Journal Vol. 3 No. 4 (2014): Vol 3 No 4 Agustus 2014
Publisher : Makassar Dental Journal PDGI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.836 KB) | DOI: 10.35856/mdj.v3i4.190

Abstract

Pencabutan gigi dengan prognosis buruk di daerah anterior biasanya diikuti dengan insersi gigitiruan imediat. Pertimbangan estetik untuk kasus seperti ini sangat berperan penting mengingat daerah edentulus pada bagian anterior. Tujuan: menggunakan desain pontik ovat untuk gigitiruan sebagian lepasan imediat. Artikel ini dimaksudkan untuk melaporkan seorang wanita berusia 42 tahun yang mengeluhkan gigitiruan yang dibuatnya di tukang gigi. Gigitiruannya dinilai memiliki penampilan yang buruk, berbau, dan menyebabkan gigi depannya menjadi goyang. Pemeriksaan klinis menunjukkan adanya kesalahan dalam desain dan konstruksi gigitiruan. Gambaran radiografi memperlihatkan kehilangan tulang yang parah di periapikal gigi 12. Rencana perawatan meliputi pembongkaran gigitiruan lama yang dibuat cekat, pencabutan gigi 12 dan insersi gigitiruan lepasan imidiat dengan modifikasi pontik ovat dalam satu kunjungan yang sama. Hasilnya didapatkan gigitiruan imidiat dengan estetik yang memuaskan. Disimpulkan bahwa gigitiruan lepasan imidiat dengan modifikasi pontik ovat memberikan banyak keuntungan bagi pasien.
Pengaruh korosi bahan restorasi porcelain fused to metal terhadap terjadinya gingivitis Brilyanti Horas; Edy Machmud
Makassar Dental Journal Vol. 3 No. 6 (2014): Vol 3 No 6 Desember 2014
Publisher : Makassar Dental Journal PDGI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.074 KB) | DOI: 10.35856/mdj.v3i6.199

Abstract

Banyak jenis aloi yang tersedia di pasaran, yang dapat dipergunakan untuk aplikasi prostetik. Faktor yang paling penting mempengaruhi pilihan aloi ini adalah sifat mekanik, biokompatibilitas dan resistensi terhadap korosi. Mahkota PFM memiliki kekuatan yang baik dari substruktur metal dan veneer porselen memberikan tampakan estetik yang baik. Sebagaimana sifat logam aloi pada umumnya, maka aloi dental akan mengalami korosi di dalam mulut akibat adanya reaksi oksidasi reduksi (redoks). Beberapa penelitian menunjukkan bahwa bahan restorasi logam akan berpengaruh secara lokal pada jaringan rongga mulut dan memberi reaksi seperti gingivitis atau periodontitis.
Pengaruh penambahan bahan bioaktif pada implan gigi berdasarkan pemeriksaan histologi: (Effect of addition of bioactive materials on dental implant based on the histology examination) Richard Tetelepta; Edy Machmud
Makassar Dental Journal Vol. 4 No. 4 (2015): Vol 4 No 4 Agustus 2015
Publisher : Makassar Dental Journal PDGI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (544.911 KB) | DOI: 10.35856/mdj.v4i4.228

Abstract

Implantasi gigi pada tulang alveolar merupakan salah satu metode untuk memberikan retensi dan dukungan kekuatan pada pemasangan gigi tiruan, baik gigi tiruan cekat maupun lepasan. Keberhasilan jangka panjang dari implantasi gigi sangat tergantung pada penyembuhan yang cepat dengan integrasi yang aman ke dalam tulang rahang. Performa implan ditunjukkan oleh mekanisme interaksi antara bahan implan dengan jaringan sekitarnya. Untuk mengatasi permasalahan tersebut berbagai modifikasi permukaan implan titanium telah dilakukan agar bersifat bioaktif sehingga terjadi oseointegrasi, diantaranya adalah membuat permukaan titanium menjadi bioaktif melalui modifikasi komposisi kimia dan topografi permukaan implan yang bersesuaian sebagai retensi sel tulang pada permukaan implan titanium. Pada pemeriksaan histologi gambaran struktur mikro hasil karakterisasi scanning electron microscope memperlihatkan bahan bioaktif atau hidroksiapatit yang terdapat pada permukaan implan terluar merupakan modifikasi permukaan yang bertujuan untuk menambahkan bioaktivitas perlekatan implan dan jaringan tulang, sehingga dihasilkan perlekatan mekanis dan biologis yang baik.
Desain senyum pada veneer labial porselen: Smile design on porcelain labial veneer Edy Machmud; Eri H. Jubhari
Makassar Dental Journal Vol. 7 No. 3 (2018): Volume 7 No 3 Desember 2018
Publisher : Makassar Dental Journal PDGI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.442 KB) | DOI: 10.35856/mdj.v7i3.252

Abstract

Perkembangan ilmu kedokteran gigi telah menemukan teknik untuk merestorasi gigi yang berkaitan dengan estetik. Salah satu teknik estetik untuk mengoreksi estetik adalah pembuatan veneer. Veneer dilakukan pada gigi yang mengalami kerusakan atau pewarnaan, malformasi, abrasi dan kegagalan restorasi. Dalam melakukan evaluasi estetik, posisi restorasi harus dipandang sebagai suatu kesatuan yang harmonis dengan lengkungnya. Selain itu, perlu dilakukan analisis senyum yang merupakan suatu pendekatan yang cukup berarti untuk memperoleh keselarasan dan penampilan yang maksimal. Gigi-gigi anterior sangat mempengaruhi estetik, meskipun kedua sisi tidak akan pernah identik sama, namun keseluruhan segmen estetik gigi anterior selalu berada pada golden proportion sampai ke lebar senyum. Dibalik segala manfaat yang diperoleh dari penggunaan veneer, terdapat kontroversi penggunaannya karena saat ini marak penggunaan veneer yang hanya untuk kepentingan estetik saja tanpa adanya masalah pada gigi. Hal tersebut cenderung merugikan gigi yang sehat, karena sebelum veneer diaplikasikan, dilakukan pengikisan pada email gigi. Karya tulis ini dimaksudkan untuk membahas bahan pembuatan veneer yang menghasilkan estetik yang baik.
The Use of Importance Performance Analysis (IPA) of Dental Health Services: A Systematic Review for Health Promotion Strategies Arsunan, A Agum Aripratama; Fuad Husain Akbar; Acing Habibie Mude; Edy Machmud; Eddy Heriyanto Habar; Muhammad Ikbal; A Arsunan Arsin; Aisyah, Aisyah
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 8 No. 7: JULY 2025 - Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v8i8.7709

Abstract

Introduction: Dental and oral health services are essential for promoting not only physical health but also psychological well-being and patient confidence. Patient satisfaction is a crucial metric of healthcare quality, and the SERVQUAL dimensions—Tangibles, Reliability, Responsiveness, Assurance, and Empathy—serve as a foundation for service evaluation. Importance Performance Analysis (IPA) is an effective method for identifying gaps between patients' expectations and the actual performance of dental services, offering a strategic basis for service improvement. Methods: This systematic review followed the PRISMA 2020 guidelines. Literature was identified through searches in PubMed, Scopus, and Google Scholar using relevant Boolean keywords. A total of 150 articles were initially retrieved. After applying inclusion and exclusion criteria, 10 eligible studies were analyzed. Data were synthesized based on study focus, key findings, moderating factors, and geographic context. Results: The review revealed significant performance gaps in the dimensions of Responsiveness and Empathy, especially in developing countries such as Indonesia, Iran, and Iraq. Contributing factors included limited resources, cultural communication barriers, and disparities in healthcare access. Tangibles such as facility cleanliness and design were also influential in patient satisfaction. Reliability and Assurance contributed to trust-building, though they showed relatively smaller gaps. Studies from high-resource settings demonstrated better overall balance across SERVQUAL dimensions, highlighting the role of institutional support and training. Conclusion: IPA serves as a powerful diagnostic and strategic tool for evaluating and enhancing the quality of dental and oral health services. By highlighting critical performance gaps—particularly in interpersonal and environmental aspects—IPA supports targeted interventions. The integration of patient-centered care principles with IPA findings can guide resource allocation, improve patient satisfaction, and address systemic inequalities in dental healthcare delivery. This review underscores the need for contextualized quality improvement strategies, especially in low-resource environments.