Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

EFEK KLINIS SETELAH SKELING DAN PENGHALUSAN AKAR KASUS PERIODONTITIS KRONIS POKET 4-6 MM: CLINICAL EFFECT AFTER SCALING AND ROOT PLANING IN CHRONIC PERIODONTITIS WITH 4-6 MM DEEP POCKET Mora Octavia; Yuniarti Soeroso; Yulianti Kemal
Dentika: Dental Journal Vol. 18 No. 3 (2015): Dentika Dental Journal
Publisher : TALENTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (516.215 KB) | DOI: 10.32734/dentika.v18i3.1951

Abstract

Terapi periodontitis kronis poket 4-6 mm biasanya dilakukan kuretase atau operasi flep. Skeling dan penghalusan akar(SPA) dapat mengubah kondisi klinis. Tujuan penelitian untuk mengetahui efek kllinis setelah SPA pada periodontitiskronis poket 4-6 mm. Empat puluh tiga penderita periodontitis kronis dilakukan SPA pada kunjungan awal, hari ketujuh,hari ke-14, hari ke-21, bulan kedua, bulan ketiga, dan bulan keenam. Pada kunjungan awal, bulan kedua, ketiga, dankeenam, sebelum dan setelah SPA dilakukan pemeriksaan kedalaman poket dan Indeks perdarahan gingiva (PBI). Hasilpenelitian menunjukkan terdapat penurunan kedalaman poket dan indeks perdarahan gingival ( p < 0,05) antara sebelumdan sesudah SPA. Sebagai kesimpulan, SPA dapat meningkatkan kondisi klinis pada terapi periodontitis kronis poket 4-6mm.
PENGGUNAAN IMPLAN GIGI SEBAGAI ALTERNATIF GIGI TIRUAN Stephani Dwiyanti; Mora Octavia
Bahasa Indonesia Vol 18 No 1 (2019): Damianus Journal of Medicine
Publisher : Atma Jaya Catholic University of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/djm.v18i1.2204

Abstract

Introduction: Loss of teeth leads to many problems anatomically and physiologically, leading to nutritional intake disturbances, and even affect patient’s psychological condition. There are several alternatives for tooth replacement such as removable denture, fixed partial denture (bridge), and implant. This case report described a loss of a single molar and its replacement with implant.Case Report: A 36-year-old female patient came with a chief complaint of missing lower left posterior teeth 5 years ago due to big caries. Patient wanted to replace with implant. Comprehensive evaluation was done to make sure that she was indicated for dental implant. Insertion of megagen implant was done on the first phase of surgery. Implant was left for 3 months for osseointegration. Insertion of healing abutment was done on the second phase of surgery and was left for 1 week. Impression was done and a screw-retained metal porcelain crown was made for the implant.Conclusion: Rehabilitation of tooth loss with implant requires several steps which are time-consuming and expensive. However, many patients still opt for implant therapy. Compared to other alternative therapy, implant is the most comfortable form of denture, does not damage adjacent teeth, has a high survival rate, and are more cost-effective in the long run.
Pengaruh Penambahan Nanopartikel Seng Oksida (ZnO) terhadap Kekuatan Mekanik Semen Kedokteran Gigi: Telaah Sistematis Ardelina C Hartanto; Evi UM Situmorang; Mora Octavia
Journal of Medicine and Health Vol 5 No 2 (2023)
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jmh.v5i2.4896

Abstract

Semen gigi digunakan sebagai bahan pengisi, lapisan pelindung rongga, bahan luting untuk mahkota, jembatan, inlay dan peralatan ortodontik. Semen gigi memiliki kekuatan mekanik yang rendah sehingga memerlukan bahan tambahan untuk meningkatkan kekuatan mekaniknya, seperti dengan menambahkan nanopartikel Seng oksida (ZnO). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penambahan massa nanopartikel ZnO terhadap kekuatan tekan dan kekerasan semen kedokteran gigi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian menggunakan telaah sistematis dengan memasukkan kata kunci pada database Google Scholar, Pubmed, ProQuest dan Science Direct dengan rentang waktu 2012-2022. Telaah sistematis ini dibuat berdasarkan guideline PRISMA-P dan dievaluasi dengan kriteria JBI Critical Appraisal tools.  Kriteria inklusi pada review ini adalah seluruh studi eksperimental yang sesuai dengan topik penelitian. Hasil pencarian berdasarkan kata kunci didapatkan 3.972 jurnal. Setelah dilakukan inklusi dan eksklusi didapatkan lima jurnal yang relevan untuk studi ini. Dari lima jurnal tersebut didapatkan bahwa kekuatan tekan dan kekerasan semen gigi terus meningkat seiring penambahan massa nanopartikel ZnO. Hal ini disebabkan karena partikel berukuran nano dapat mengisi ruang kosong antar partikel semen yang berukuran besar saat berikatan, juga meningkatkan ikatan interlock menjadi lebih kuat dan lebih homogen. Dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh penambahan massa nanopartikel ZnO terhadap kekerasan dan kekuatan tekan semen kedokteran gigi.
Perbandingan Efektivitas Antimikroba Nanopartikel Seng Oksida terhadap Candida albicans dengan Streptococcus mutans: Telaah Sistematik Arnold Ferdy Yanto; Mora Octavia; Evi Ulina Margaretha Situmorang
Jurnal Kedokteran Meditek Vol 29 No 2 (2023): MEI
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v29i2.2575

Abstract

Nanopartikel seng oksida (Np-ZnO) merupakan bahan dalam semen gigi yang digunakan dalam menambal gigi berlubang akibat karies karena memiliki daya antibakteri yang sangat baik. Penyebab utama karies adalah Streptococcus mutans.Selain bakteri tersebut, Candida albicans juga diketahui memiliki peran dalam perkembangan Streptococcus mutans terhadap kejadian karies gigi, walaupun mekanismenya belum jelas diketahui. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas daya antimikroba Np-ZnO pada Candida albicans dengan Streptococcus mutans. Penelitian ini akan menggunakan metode telaah sistematis dengan mengumpullkan berbagai jurnal dari berbagai database seperti: PubMed, Google Scholar,dan ProQuest dengan berfokus pada konsentrasi hambat minimum (KHM) maupun konsentrasi bunuh minimum (KBM) Np-ZnO pada kedua mikroorganisme tersebut. Berdasarkan 5 dari 2.764 jurnal yang ditemukan oleh tiga investigator dengan menggunakan PRISMA, didapatkan hasil konsentrasi Np-ZnO yang dibutuhkan dalam menghambat maupun membunuh Streptoccus mutans lebih kecil jika dibandingkan dengan Candida albicans, sehingga dapat disimpulkan Np-ZnO memiliki daya antimikroba yang lebih baik pada  Streptococcus mutans. Meskipun demikian, partikel tersebut diketahui memiliki daya toksisitas yang relatif rendah sehingga dibutuhkan konsentrasi yang lebih tinggi untuk mengeliminasi Candida albicans.
Effectiveness of copper Nanoparticles addition in dental restorative adhesives on the Dental – Restoration Bond Strength : systematic review Surianggo, Jenita; Octavia, Mora; Situmorang, Evi Ulina Margaretha
Padjadjaran Journal of Dental Researchers and Students Vol 7, No 2 (2023): June 2023
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pjdrs.v7i2.43661

Abstract

ABSTRACTIntroduction: Dental caries is the most common dental problem that can be restored overcome by composite resins. The weakness of composite resins is that they tend to shrink during polymerization, thereby increasing the risk of secondary caries formation due to the formation of nano-leakage between the tooth structure and the restoration. Therefore, additional materials are required, especially in adhesives, to strengthen the restoration and reducing the risk of secondary caries, such as adding copper nanoparticles. This study aimed to determine the effectiveness of copper nanoparticles addition on the micro – tensile bond strength (µTBS) and nanoleakage between the resin – dentin interface. Methods: Systematic study uses a research method by entering keywords in the PubMed, EBSCO, and Google Scholar databases for the 2012 – 2022 time period. This systematic study was made based on PRISMA guidelines and evaluated with JBI Critical Appraisal tools. Inclusion criteria in this study were all experimental studies under the research topic. Results: Micro – tensile bond strength (µTBS) continues to increase with the addition of copper nanoparticle concentrations up to 0.5%, because at higher concentrations CuNp acts as a plasticizer. CuNp also increases the strength of collagen network enzymes and resistance to proteolytics, thereby reducing nano-leakage. Conclusion : Copper nanoparticles addition in the dental restoration adhesive were effective in increasing the micro – tensile bond strength and decreasing nanoleakage.KEY WORDSnanoparticles, copper, composite resin, bonding agent, bond strengthEfektivitas penambahan nanopartikel tembaga dalam bahan perekat restorasi gigi terhadap kekuatan ikatan bahan restorasi dengan gigi: systematic reviewABSTRAKPendahuluan: Karies merupakan masalah gigi yang paling umum dijumpai dan dapat direstorasi dengan resin komposit. Kelemahan resin komposit adalah mudah mengalami pengerutan selama polimerisasi sehingga meningkatkan risiko terjadinya karies sekunder akibat terbentuknya kebocoran nano antara struktur gigi dengan restorasi. Hal ini memerlukan bahan tambahan khususnya dalam bahan perekat sehingga dapat meningkatkan kekuatan ikatan restorasi dan mengurangi risiko karies sekunder, salah satunya dengan penambahan nanopartikel tembaga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penambahan nanopartikel tembaga terhadap kekuatan  ikatan resin – dentin dan kebocoran nano antara permukaan resin dan jaringan keras gigi. Metode: Jenis penelitian telaah sistematis dengan memasukkan kata kunci pada database PubMed, EBSCO, dan Google Scholar dengan rentang waktu 2012 – 2022. Telaah sistematis ini dibuat berdasarkan guideline PRISMA dan dievaluasi dengan JBI Critical Appraisal tools. Kriteria inklusi pada penelitian ini meliputi seluruh studi eksperimental yang sesuai dengan topik penelitian. Hasil: Kekuatan ikatan resin – dentin terus meningkat pada penambahan konsentrasi nanopartikel tembaga hingga 0,5%, karena pada konsentrasi yang lebih tinggi NpCu bertindak sebagai plasticizer yang dapat mengganggu keseimbangan campuran monomer. Selain itu tembaga juga berpotensi meningkatan kekuatan jaringan kolagen dan ketahanan terhadap enzim proteolitik sehingga mengurangi kebocoran nano. Simpulan: Penambahan nanopartikel tembaga (NpCu) dalam bahan perekat restorasi gigi efektif dalam meningkatkan kekuatan ikatan resin – dentin dan mengurangi kebocoran nano.KATA KUNCINanopartikel, tembaga, resin komposit, bahan perekat, kekuatan ikatan
Evaluating Antibacterial And Anti-Biofilm Properties Of Copper And Zinc In Beta Tricalcium Phosphate Against Staphylococcus Epidermidis Aristo, Emanuel Jovan; Situmorang, Evi Margareta; Octavia, Mora; Edbert, Daniel
Jurnal Riset Kesehatan Vol 13, No 2 (2024): NOVEMBER 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jrk.v13i2.11701

Abstract

Staphylococcus epidermidis is a common pathogen responsible for peri-implantitis, an infection localized around dental implants. Its virulence is largely attributed to biofilm formation, which enhances resistance to antibiotics and immune defenses. The challenge of treating S. epidermidis is further compounded by its resistance to several antibiotics, including methicillin. This study aimed to evaluate the antibacterial and anti-biofilm properties of a copper-zinc (Cu-Zn) metal alloy and its efficacy when integrated with beta-tricalcium phosphate (β-TCP) as a graft medium against S. epidermidis using in vitro methods. This research employs Staphylococcus epidermidis ATCC 12228. Antibacterial activity was assessed using Direct contact test and viability count via Colony-Forming Unit (CFU) analysis, while biofilm formation was evaluated using the tube adherence method. Increasing copper and zinc concentrations enhanced antibacterial efficacy, with Cu-Zn-β-TCP suspensions showing significantly greater antibacterial activity (p = 0.01) and improved anti-biofilm properties compared to Cu-Zn suspensions without β-TCP. The incorporation of copper and zinc effectively inhibited bacterial growth and biofilm formation of S. epidermidis. Furthermore, the Cu-Zn alloy demonstrated higher efficacy when used in conjunction with β-TCP as a graft medium, suggesting its potential for managing peri-implantitis.
terhadap, dengan Pengaruh Ekstrak Etanol Bawang Dayak (Eleutherine palmifolia) terhadap Pertumbuhan Escherichia coli dengan Metode Difusi Cakram Indayang, Willyanto Kurniawan; Octavia, Mora; Handayani, Maria Dara Novi
Bahasa Indonesia Vol 23 No 2 (2024): Damianus Journal of Medicine
Publisher : Atma Jaya Catholic University of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/djm.v23i2.3934

Abstract

Latar Belakang: Bawang dayak merupakan salah satu tanaman yang dinyatakan berfungsi sebagai obat herbal. Beberapa  penelitian  telah  membuktikan  bahwa  bawang dayak berfungsi sebagai aktivittas antimikroba. Saat ini bawang dayak dalam bentuk serbuk banyak beredar di pasaran dan mudah terjangkau. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan mengetahui efektivitas antimikroba ekstrak serbuk bawang dayak yang beredar di pasaran terhadap pertumbuhan Escherichia coli dengan metode difusi cakram menggunakan media Mueller Hinton Agar. Metode: Serbuk bawang dayak yang beredar di pasaran diekstrak dengan metode maserasi menggunakan etanol 96%. Ekstrak diuji terhadap pertumbuhan Escherichia coli ATCC 25922 menggunakan metode difusi cakram dengan media Mueller Hinton Agar dengan pengulangan lima kali kemudian diukur zona hambat yang terbentuk. Hasil: Pada pengujian tampak efek antimikroba dari ekstrak serbuk bawang dayak konsentrasi 10, 50, dan 100 mg/ml air terhadap Escherichia coli ATCC 25922, tidak membentuk zona hambat. Simpulan: Ekstrak serbuk bawang dayak yang beredar yang digunakan dalam penelitian ini tidak memiliki efek antimikroba terhadap Escherichia coli.
Pengaruh Penambahan Nanopartikel Seng Oksida (ZnO) terhadap Kekuatan Mekanik Semen Kedokteran Gigi: Telaah Sistematis Ardelina C Hartanto; Evi UM Situmorang; Mora Octavia
Journal of Medicine and Health Vol 5 No 2 (2023)
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jmh.v5i2.4896

Abstract

Semen gigi digunakan sebagai bahan pengisi, lapisan pelindung rongga, bahan luting untuk mahkota, jembatan, inlay dan peralatan ortodontik. Semen gigi memiliki kekuatan mekanik yang rendah sehingga memerlukan bahan tambahan untuk meningkatkan kekuatan mekaniknya, seperti dengan menambahkan nanopartikel Seng oksida (ZnO). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penambahan massa nanopartikel ZnO terhadap kekuatan tekan dan kekerasan semen kedokteran gigi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian menggunakan telaah sistematis dengan memasukkan kata kunci pada database Google Scholar, Pubmed, ProQuest dan Science Direct dengan rentang waktu 2012-2022. Telaah sistematis ini dibuat berdasarkan guideline PRISMA-P dan dievaluasi dengan kriteria JBI Critical Appraisal tools.  Kriteria inklusi pada review ini adalah seluruh studi eksperimental yang sesuai dengan topik penelitian. Hasil pencarian berdasarkan kata kunci didapatkan 3.972 jurnal. Setelah dilakukan inklusi dan eksklusi didapatkan lima jurnal yang relevan untuk studi ini. Dari lima jurnal tersebut didapatkan bahwa kekuatan tekan dan kekerasan semen gigi terus meningkat seiring penambahan massa nanopartikel ZnO. Hal ini disebabkan karena partikel berukuran nano dapat mengisi ruang kosong antar partikel semen yang berukuran besar saat berikatan, juga meningkatkan ikatan interlock menjadi lebih kuat dan lebih homogen. Dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh penambahan massa nanopartikel ZnO terhadap kekerasan dan kekuatan tekan semen kedokteran gigi.
Tingkat Pemahaman Terkait Kesehatan Pernafasan pada Usia Remaja pada Masa Pandemi Covid-19 Situmorang, Evi Ulina Margareta; Pakpahan, Hotmaria Agustina; Evans, Gunterus; Usman, Hadiyanto; Octavia, Mora
Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Masyarakat (Pamas) Vol 9, No 2 (2025): Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Masyarakat (PAMAS)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM Universitas Respati Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/pamas.v9i2.5259

Abstract

COVID-19 adalah penyakit pernapasan yang pertama kali ditemukan di Wuhan, China pada Desember 2019. Virus ini menyebar melalui kontak langsung dengan orang terinfeksi atau droplet yang keluar saat orang batuk atau bersin. Gejalanya bisa ringan seperti pilek dan demam, namun beberapa orang mengalami gejala lebih berat, termasuk radang paru-paru dan kesulitan bernapas, yang dapat berujung pada kematian. Sampai saat ini, lebih dari 66 juta orang di dunia terinfeksi COVID-19, dengan jumlah kematian lebih dari 5,8 juta. Di Indonesia, lebih dari 4,5 juta orang terinfeksi, dan sekitar 140 ribu orang meninggal. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan pemahaman kepada peserta mengenai pentingnya menjaga kesehatan sistem pernapasan. Edukasi ini dilakukan secara daring pada tahun 2022, dengan 383 peserta, terdiri dari 358 siswa dan 25 guru, terdapat 232 siswa yang konsisten mengikuti pre test dan post test. Sebagian besar peserta adalah siswa SMA jurusan IPA (78,9%) dan mayoritas dari kelas X (53%). Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan setelah edukasi, yang menunjukkan bahwa edukasi pernapasan ini berpengaruh signifikan terhadap pengetahuan siswa di SMA Regina Pacis Bogor. Disarankan agar kegiatan lanjutan dilakukan untuk menilai dampak pengetahuan terhadap sikap dan perilaku siswa setelah edukasi. Kata Kunci: Alergi, COVID-19, Infeksi, Pernapasan, Remaja
Assessing the Effectiveness of Oral Health Education: Large Versus Small Groups among Primary School Students in Watesjaya, West Java Dwiyanti, Stephani; Octavia, Mora; Gracia, Isadora; Oktaria, Indriani; Tantra, Cornelia Tyara; Susanto, Alvira; Djiady, Audie; Santoso, Bryan
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 10 No 3 (2025): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30653/jppm.v10i3.1380

Abstract

Insufficient oral health knowledge contributes to high prevalence of oral disease among primary school students. Large-group lectures are commonly used in community services but may not be the most effective learning method. Studies suggest that small-group settings foster better learning environments. This study examines knowledge changes before and after oral health education (OHE), comparing the effectiveness of large- and small-group settings. Fifty-three students aged 10 to 12 years were divided into two groups: Group A (21 students) received OHE in a large lecture-style setting, while Group B (32 students) received OHE in smaller groups of 4 to 8 students. A pre-test was administered before OHE session, followed by a post-test to assess knowledge improvement. Statistical analysis showed significant pre-test to post-test improvement in both groups (p < 0.001). The gain in test scores for group A (27.62+18.69) was greater than that of group B (17.50+10.47), which was also statistically significant (p=0.028). These findings suggest that OHE effectively improves knowledge, with larger groups showing greater score improvement, potentially due to factors such as group dynamics, the physical environment, or learning aids.