Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

BENTUK DAKWAH DI FACEBOOK MENJELANG PILKADA DKI JAKARTA TAHUN 2017 Syam, Muh. Taufik; Tajibu, Kamaluddin; Jasad, Usman; Ahmad, La Ode Ismail
Jurnal Diskursus Islam Vol 6 No 1 (2018): April
Publisher : Program Pascasarjana, UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdi.v6i1.6782

Abstract

Tulisan ini mengelaborasi mencoba melakukan studi kasus terhadap perang dakwah yang terjadi di media sosial, dalam hal ini yang terdapat di Facebook berdasarkan atas wacana, opini, berita-berita di situs online, video dan komentar dari beberapa akun yang terlibat dari perang dakwah ini yang terjadi sebelum pemilihan gubernur di Pilkada DKI Jakarta tahun 2017. Meskipun pada akhirnya pada penelitian ini akan memunculkan sebuah fakta yang tidak hanya akan berdampak positif, tetapi juga akan memunculkan fakta negatif tentang proses dakwah hari ini yang terjadi di media sosial. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif atau naturalistik. Pendekatan penelitian ini adalah pendekatan sosioligi komunikasi dalam bentuk studi kasus (case study) terhadap arena produksi kultural merujuk pada konsep, pendapat, pemikiran, dan komentar para da`i maupun masyarakat dalam bentuk tulisan, berita/ wacana, pesan gambar, status personal, komentar terhadap status seseorang dan video ceramah dan debat dakwah yang diunggah ke media sosial yang nantinya akan menggiring opini publik ke dalam ranah pembentukan mindset kecenderungan (disposisi) terhadap suatu otoritas (authority) yang sedang terjadi. Lokasi penelitian ini adalah media sosial terkhusus pada media sosial yang sering digunakan yaitu Facebook. Sumber data pada penelitian dari informan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu para pengguna media sosial Facebook. Teknik pengumpulan data adalah observari, dokumentasi. Instrumen penelitian adalah pedoman observasi dan alat dokumentasi. Proses pengujian keabsahan data terdiri kredibilitas, transferbilatas, depenbilitas dan konfimabilitas. Teknik pengolahan dan analisis data terdiri dari reduksi data, display data, dan verifikasi atau penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bentuk dakwah di media sosial pada masa Pilkada DKI Jakarta tahun 2017 tidak terlepas dari bentuk dakwah secara umum yaitu da‘wah bil lisan, da‘wah bil qalam, dan da‘wah bil hal, yang teritegrasikan dengan bentuk dakwah siyasah yang terdiri dari siyasah khajiriyah, siyasah dakhiliyah dan siyasah tarbawiyah. Berdasarkan pada data penelitian, terdapat beberapa status dari para dai atau pun public figure yang dijadikan sebagai objek penelitian. Jumlah status dakwah di media sosial yang dijadikan sebagai data penelitian yaitu data yang bersumber dari Facebook sebanyak 59 data.
BENTUK DAKWAH DI TWITTER MENJELANG PILKADA DKI JAKARTA TAHUN 2017 Syam, Taufiq; Tajibu, Kamaluddin; Jasad, Usman; Said, Nurhidayat M
Jurnal Diskursus Islam Vol 7 No 1 (2019): April
Publisher : Program Pascasarjana, UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdi.v7i1.10097

Abstract

Mencoba melakukan studi kasus terhadap perang dakwah yang terjadi di media sosial, dalam hal ini yang terdapat di Twitter berdasarkan atas wacana, opini, berita-berita di situs online, video dan komentar dari beberapa akun yang terlibat dari perang dakwah ini yang terjadi sebelum pemilihan gubernur di Pilkada DKI Jakarta tahun 2017.Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif atau naturalistik. Pendekatan penelitian ini adalah pendekatan sosioligi komunikasi dalam bentuk studi kasus (case study) terhadap arena produksi kultural merujuk pada konsep, pendapat, pemikiran, dan komentar para da`i maupun masyarakat dalam bentuk tulisan, berita/ wacana, pesan gambar, status personal, komentar terhadap status seseorang dan video ceramah dan debat dakwah yang diunggah ke media sosial yang nantinya akan menggiring opini publik ke dalam ranah pembentukan mindset kecenderungan (disposisi) terhadap suatu otoritas (authority) yang sedang terjadi. Lokasi penelitian ini adalah media sosial terkhusus pada media sosial yang sering digunakan yaitu Tweeter. Sumber data pada penelitian dari informan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu para pengguna media sosial Facebook. Teknik pengumpulan data adalah observari, dokumentasi. Instrumen penelitian adalah pedoman observasi dan alat dokumentasi. Proses pengujian keabsahan data terdiri kredibilitas, transferbilatas, depenbilitas dan konfimabilitas. Teknik pengolahan dan analisis data terdiri dari reduksi data, display data, dan verifikasi atau penarikan kesimpulan.Berdasarkan pada data penelitian, terdapat beberapa status dari para dai atau pun public figure yang dijadikan sebagai objek penelitian. Jumlah status dakwah di media sosial yang dijadikan sebagai data penelitian yaitu data yang bersumber dari Twitter sebanyak 54. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bentuk dakwah di media sosial pada masa Pilkada DKI Jakarta tahun 2017 tidak terlepas dari bentuk dakwah secara umum yaitu da‘wah bi al-lisan, da‘wah bi al-qalam, dan da‘wah bi al-hal, yang teritegrasikan dengan bentuk dakwah siyasah yang terdiri dari siyasah khajiriyah, siyasah dakhiliyah dan siyasah tarbawiyah.
TRANSFORMASI MAKNA 10 MUHARRAM DALAM NARASI NU DAN MUHAMMADIYAH DI MEDIA SOSIAL Asmar, Afidatul; Alang, Sattu; Aminah, Sitti; Tajibu, Kamaluddin; Ilyas, Abustani
Jurnal Riset Mahasiswa Dakwah dan Komunikasi Vol 7, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jrmdk.v7i3.37831

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis transformasi makna 10 Muharram dalam narasi keagamaan Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah di media sosial. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis wacana kritis model Teun A. van Dijk, berdasarkan dokumentasi unggahan resmi NU dan Muhammadiyah di Facebook, Instagram, YouTube, dan TikTok selama bulan Muharram 1446 H. Data disajikan dalam bentuk tabel distribusi tema unggahan dan dilengkapi dengan dokumentasi visual (screenshot) untuk memperkuat keabsahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa NU lebih menonjolkan aspek tradisi lokal dan kesalehan sosial, misalnya melalui praktik bubur syura dan santunan anak yatim, dengan gaya komunikasi kultural dan emosional. Sebaliknya, Muhammadiyah lebih menekankan purifikasi ibadah dan edukasi berbasis dalil sahih, dengan gaya komunikasi rasional dan normatif. Analisis wacana mengungkap bahwa media sosial menjadi arena kontestasi otoritas keagamaan, sekaligus ruang transformasi makna Asyura dari ritual ke solidaritas sosial. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan teori komunikasi dakwah kontemporer serta memberikan implikasi praktis bagi strategi dakwah digital yang lebih inklusif, kontekstual, dan adaptif terhadap dinamika masyarakat Muslim Indonesia.