Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Medica Hospitalia

Hubungan Kadar Lipid Darah dan hsCRP pada Anak Obesita Anindita Soetadji; Agustini Utari; Rina Pratiwi; Maria Mexitalia; Hertanto W Subagjo
Medica Hospitalia : Journal of Clinical Medicine Vol. 2 No. 3 (2014): Med Hosp
Publisher : RSUP Dr. Kariadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36408/mhjcm.v2i3.190

Abstract

Latar belakang : Obesitas telah menjadi epidemi global karena prevalensi dan komplikasinya baik pada anak maupun dewasa. Meskipun aterosklerosis telah diketahui dimulai pada masa anak, tetapi sampai sekarang belum ada penanda aterosklerosis dini khususnya pada anak. Tujuan penelitian ini adalah mencari hubungan antara kadar lipid darah dengan hsCRP sebagai penanda dini aterosklerosis pada anak. Metode : Desain penelitian adalah belah lintang. Tempat penelitan di SMP Domenico Savio, salah satu SMP di Semarang, yang telah diketahui tinggi angka obesitasnya. Dinilai indeks massa tubuh (IMT) dan persentase lemak tubuh pada murid usia 12-14 tahun, serta kadar lipid darah (kolesterol total, LDL, HDL serta trigliserida) dari darah puasa. Sampel dipilih secara acak, dihitung dengan rumus untuk uji korelasi, dibutuhkan sampel 35 anak obesitas, dan diambil 35 anak normal sebagai pembanding, maka total subyek penelitian minimal adalah 70 orang. Hasil : Terdapat perbedaan kadar trigliserid (95%CI;0,13-0,26) dan hsCRP (95%CI;0,37-0,87) pada kelompok obesitas dan kontrol. Pada seluruh subyek, hsCRP berhubungan sedang dengan IMT (r=0,445;p< 0,05) dan persen lemak tubuh (r=0,44;p<0,05) serta hubungan lemah antara kadar HDL dan hsCRP (r=-0,227; p<0,05). Simpulan : Kadar hsCRP akan meningkat bila terjadi peningkatan IMT dan persentase lemak tubuh, sedangkan kadar HDL kolesterol bersifat protektif terhadap peningkatan hsCRP
Diagnosis dan Tatalaksana Hiperplasia Adrenal Kongenital Agustini Utari
Medica Hospitalia : Journal of Clinical Medicine Vol. 4 No. 1 (2016): Med Hosp
Publisher : RSUP Dr. Kariadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.913 KB) | DOI: 10.36408/mhjcm.v4i1.249

Abstract

Hiperplasia Adrenal Kongenital (HAK) merupakan suatu kelainan autosomal resesif yang menyebabkan terjadinya gangguan pembentukan kortisol akibat defek enzimatik pada steroidogenesis. Tipe HAK terbanyak adalah defisiensi 21hidroksilase. Manifestasi klinik HAK akibat defisiensi 21hidroksilase secara umum bisa dbagi menjadi tipe klasik dan non klasik. Tipe klasik dibedakan menjadi dua kelompok yakni tipe salt wasting (kekurangan garam) dan simple virilizing. Diagnosis ditegakkan berdasarkan peningkatan kadar serum 17 hidroksiprogresteron (17OHP). Pengobatan utama adalah dengan memberikan glukokortikoid dengan atau tanpa mineralokortikoid