p-Index From 2021 - 2026
3.845
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

MANAJEMEN DIRI GURU RAUDHATUL ATHFAL (RA) BERPRESTASI DI YOGYAKARTA Fu`ad Arif Noor
QUALITY Vol 7, No 1 (2019): QUALITY
Publisher : Pascasarjana IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/quality.v7i1.5036

Abstract

This study was conducted to determine the self-management of outstanding RA teachers in Yogyakarta who are able to be role models. Qualitative research methods with psychological approaches are carried out directly to the object under study, in order to obtain all data relating to the self-management of high achieving RA teachers. Analysis techniques reduce data, present, draw conclusions and verify data. Data collection uses interviews, documentation, and observation, and tests the validity of the data with triangulation credibility.The results revealed that: self-management of outstanding RA teachers in Yogyakarta principally increased efficiently, were effective in work productivity, and functioned to foster self-character and competence to change better and become habituated to daily routines, as well as the influence of self-development on the performance of outstanding RA teachers in Yogyakarta is able to provide strength and produce a work ethic called hard work, and smart work, and sincere work that can foster positive, productive, and contributive behavior.
Manajemen Intrapersonal dan Interpersonal Guru RA Berprestasi di Yogyakarta Fu'ad Arif Noor
QUALITY Vol 8, No 1 (2020): QUALITY
Publisher : Pascasarjana IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/quality.v8i1.6471

Abstract

Kajian ini bertujuan untuk mengungkap manajemen kecakapan diri guru RA berprestasi yang berupa intra dan interpersonal di Yogyakarta, sehingga diperoleh guru RA yang berawal dari rasa tanggung jawab, berlanjut melaksanakan tugasnya dengan kecintaan yang dilandasi perasaan cinta, maka akan menumbuhkan sifat tidak mudah frustrasi bahkan putus asa, ikhlas, suka menolong, dan optimis. Rasa cinta kasih ini diwujudkan oleh peserta didik melalui rasa cintanya pada pekerjaan, cinta pada kebenaran, dan cinta kepada agama, negara serta bangsa. Guru yang mempunyai pandangan luas akan mampu memilih teknik yang tepat guna menghadapi keanekaragaman pada anak didiknya. Dengan adanya keanekaragaman tersebut, janganlah guru bersikap picik. Guru hendaknya menghargai beraneka ragam perbedaan yang ada disetiap individu peserta didiknya. Hal tersebut dilaksanakan agar proses pembelajaran bisa berhasil secara optimal. Seorang guru juga pandai bergaul dengan lingkungannya, terutama dengan anak didiknya. Guru yang pandai bergaul, akan dihormati dan akan dicintai oleh peserta didiknya. Pandai bergaul ini dapat dijalankan dengan pandai memposisikan dirinya, baik ketika bergaul dengan anak didik, wali atau orang tua anak didik, maupun masyarakat.This study aims to uncover the self-management skills of RA achievers in the form of intra and interpersonal in Yogyakarta, so that RA teachers who start from a sense of responsibility, continue to carry out their duties with love based on feelings of love, will foster the nature of not easily frustrated and even hopeless , sincere, like helping, and optimistic. This love is manifested by students through their love for work, love for truth, and love for religion, country and nation. Teachers who have broad views will be able to choose the right techniques to deal with diversity in their students. With this diversity, don't let the teacher be petty. Teachers should appreciate the diversity of differences that exist in each individual student. This is done so that the learning process can be optimally successful. A teacher is also good at getting along with his environment, especially with his students. Teachers who are good at getting along, will be respected and will be loved by their students. This sociable can be run by cleverly positioning himself, both when associating with students, guardians or parents of students, as well as the community.
PENDEKATAN INTEGRATIF DALAM STUDI ISLAM Fu'ad Arif Noor
Islamuna: Jurnal Studi Islam Vol. 5 No. 1 (2018)
Publisher : Madura State Islamic Institute (Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/islamuna.v5i1.1904

Abstract

PendekatanIntegratifadalahkajian yang menggunakancarapandangdanataucaraanalisis yang menyatudanterpadu, analisisintegratifdapatdikelompokkanmenjadidua. Pertama, integratifantarseluruhnash yang terkaitdenganmasalah yang sedangdikupasataudibahas. Kedua, integratifantaranashdenganilmu lain yang terkaitdenganmasalah yang sedangdibahas.Ilmu-ilmu ke-Islaman adalah produk ijtihad para ilmuan (ulama/mujtahid). Dengan penempatan pada level yang demikian, maka ilmu-ilmu ke-Islaman yang  kenal sekarang ini adalah tidak identik dengan wahyu.  Dan bukan rahasia lagi bahwa praktek pendidikan dan pengajaran agama Islam selama ini terlalu menekankan pada sumber dan kebenaran tekstual. sehingga melupakan kenyataan bahwa ketika gagasan pemikiran, ide yang menjelma menjadi keyakinan dan keimanan yang berlandaskan teks itu dipraktekkan dan dioperasionalisasikan di lapangan, maka secara otomatis muncul berbagai pemahaman dan interpretasi.Integrasi antara ilmu umum dan ilmu agama itu pada dasarnya dilandaskan pada tauhidiq system, yakni menempatkan Allah sebagai awal dan akhir dari segalanya. Karena keyakinan tauhid dan juga keyakinan akan nilai-nilai agama bisa lahir dari ilmu apa saja termasuk ilmu yang selama ini digolongkan pada ilmu umum. Sebagai masyarakat akademisi tentunya menjadi suatu tantangan untuk mewujudkan bahwa Islam adalah rahmat seluruh alam, yang tetap memiki arah kemaslahatan dunia dan akhirat.Maka bukanlah sesuatu hal yang mustahil apabila PTAI kelak menjadi kiblat ilmu pengetahuan dengan syarat ada kesungguhan untuk mengadakan perubahan yang mendasar, diantaranya reinterpretasi ajaran Islam, mereformasi posisi beberapa dari segi pengajarannya, sampai dengan pengembangannya, merekontruksi yang diawali dengan dekontruksi kajian Islam, serta mengembangkan ilmu-ilmu keislaman
Sharh al-Hadith: Kajian Teoritis dan Metode atas Kitab Fath al-Bari Fuad Arif Noor
Diya Al-Afkar: Jurnal Studi al-Quran dan al-Hadis Vol 6, No 01 (2018): Juni
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (178.542 KB) | DOI: 10.24235/diyaafkar.v6i01.2798

Abstract

Hadith of the Prophet have been around since the early development of Islam is a fact that no doubt, what was propped against the Prophet SAW. either Qawli, Fi’li, Taqrir, and that's the nature of the hadith. Understanding of textual starting from Fahm al-Hadith, Gharib al-Hadith to the Sharh al-Hadith. The book of Sharh al-Hadith is a description and interpretation as well as a comprehensive explanation of a manuscript or book which also includes comments lecturers book related to speech, action and behavior of the Prophet as well as chains and Matan of Hadith. Systematics of Fath al-Bari started from the explanation the name and background of the author, publishing history which consists of 15 chapters, and the first chapters written introduction to the publisher, the complete biography of Ibn Hajr and Sanad of Ibn Hajr to Sahih al-Bukhari, then he said the writing of the book Fath al-Bari. While the discussion explained the language problem and I’rab, and outlines the important issues that are not found in any other book, explains Balaghah and literary terms, taking the law and highlights the various issues being debated by scholars, both related to jurisprudence and theology detailed impartially. Recently gathered all Sanadof Hadis and examined, as well as describe the extent Sahih and Da’if.
FAWÂTIḤ AL-SUWAR DAN MUNÂSABAH DALAM ALQURAN; Ragam, Kaitan dengan Pesan Surat, dan Nilai-nilai Pendidikannya Fu`ad Arif Noor
Diya Al-Afkar: Jurnal Studi al-Quran dan al-Hadis Vol 8, No 1 (2020): Juni
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/diyaafkar.v8i1.5619

Abstract

Educational values incorporated in Fawa>tih} al-Suwar are as tanbi>h (warnings) and guidelines for life, as knowledge embracing many secrets of Allah SWT that cannot be known, as a motivation to always seek knowledge and be taqarrub to Allah Swt, and as a doubt dissolver about Quran, especially for Muslims who are weak in faith because they are influenced by the words of the enemies of Islam which state that the Quran is the product of the Prophet Muhammad SAW. The presence of munasabah that understands the correlation between verses or surahs in Quran certainly has good wisdoms in developing education. Thus, the concept of munasabah is a critical way of examining the interrelationships between verses or between surahs in Quran. 
MANAJEMEN KINERJA GURU RAUDHATUL ATHFAL (RA) BERPRESTASI DI YOGYAKARTA Fu`ad Arif Noor
AWLADY : Jurnal Pendidikan Anak Vol 6, No 1 (2020)
Publisher : Jurusan PIAUD IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/awlady.v6i1.5593

Abstract

This research was conducted to find out what RA achievers have done so that they can inspire other teachers, with a qualitative method of psychological approach that is carried out directly on the subject under study, in order to obtain all data relating to the performance management of outstanding teachers so that in managing their performance they become teachers an example for fellow teachers. Data collection uses interviews, documentation, and observation. Data analysis techniques include reducing data, presenting, drawing conclusions and verifying. Data validity test is done by triangulation techniques.The research succeeded in revealing the performance of RA achievers in Yogyakarta, there were 6 (six) steps taken by RA achievers, namely: 1) Knowing that there were still deficiencies in performance, 2) Recognizing weaknesses and deficiencies in the seriousness of teaching, 3) Identifying what was the cause first drawbacks related to the performance itself, 4) Developing the performance plan presented, 5) Assessing the problem has been resolved or not (problem solving), and 6) Starting from the beginning again, if needed and needed again.
Manajemen Pembinaan Kinerja Guru Raudlatul Athfal (RA) dalam Bentuk Balanced Scorecards (BSC) Fu'ad Arif Noor
Dirasat: Jurnal Manajemen dan Pendidikan Islam Vol 4, No 1 (2018): June
Publisher : Universitas Pesantren Tinggi Darul 'Ulum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26594/dirasat.v4i1.1194

Abstract

A management capability that can be adopted in nonprofit organizations, a performance appraisal tool called the Balanced Scorecard (BSC) is a performance appraisal method. This method assessed the performance of a set of performance measures that have been compiled based on. The BSC bases its performance appraisal in four important perspectives: financial perspective, customer perspective, internal process perspective, and learning and growth perspective. The performance of RA Teachers is its success in providing efforts to stimulate, guide, nurture and provide learning activities that will result in skills and skills in child planning, implementing and evaluating teaching and learning processes that are based on the mental attitude and professionalism of teachers. The essence of teacher performance is none other than the ability of teachers to demonstrate the skills or competencies they have in the real world of work. The real world of teacher work is to teach children or their students in classroom learning activities, in performance based on pedagogical competence, personality competence, social competence, professional competence, and leadership.
MANAJEMEN TA’LIMUL QUR’AN LIL AULAD (TQA) DALAM MEMAHAMI AL-QUR’AN Fuad Arif Noor
JIEM (Journal of Islamic Education Management) Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/jiem.v3i1.5002

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menemukan gambaran yang jelas tentang manajemen TQA dan perbedaannya dari tiga sistem yang diberlakukan, yaitu TQA sistem tartibiyah (tertib berurutan), TQA sistem maudhu’iyah (modul), dan TQA sistem maddah hifdziyah (kajian materi hafalan), dalam memahami al-Quran. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang mengkaji suatu karya dokumen yang berisi tentang pemahaman al-Qur’an untuk anak-anak, dalam hal ini TQA, oleh karena itu teknik content analysis diterapkan dalam penelitian ini. Sumber data yang utama berupa dokumen dalam bentuk buku pegangan santri TQA dalam memahami al-Qur’an. Hasil analisis data menunjukkan bahwa : (1) Pemahaman al-Qur’an dalam TQA terdiri atas kemampuan memberi syakal (tanda baca), menterjemahkan lafdhiyah (kata demi kata), menterjemahkan lengkap ayat, memberi keterangan singkat/tafsir, dan mengkaji ilmu tajwid. (2) Setelah menempuh pendidikan di TQA, santri TQA sistem tartibiyah (tertib berurutan), telah menyelesaikan 100 ayat pertama dalam surah al-Baqarah (Q.S.: 2), santri TQA sistem maudhu’iyah (modul) menyelesaikan 30 modul, sedangkan TQA sistem maddah hifdziyah (kajian materi hafalan) menyelesaikan 16 LKS (Lembar Kegiatan Santri). (3) Manajemen TQA yang lebih efektif dari ketiga sistem yang berlaku adalah TQA sistem maudhu’iyah (modul), karena media pembelajaran pada sistem tersebut lebih lengkap untuk pemahaman santri terhadap al-Qur’an, lebih fleksibel, dan jelas serta mudah diterima. Sedangkan sistem yang efisien adalah TQA sistem  maddah hifdziyah (kajian materi hafalan). Kata Kunci :  Manajemen Pemahaman al-Qur’an, Ta’limul Qur’an, Aulad, Anak
MANAJEMEN PEMBINAAN KINERJA GURU RAUDLATUL ATHFAL (RA)DALAM BALANCED SCORECARD (BSC) fuad arif noor
JIEM (Journal of Islamic Education Management) Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/jiem.v2i2.3616

Abstract

Ahli manajemen menemukan suatu pendekatan penilaian kinerja perusahaan yang dapat diadopsi pada organisasi nirlaba, alat penilaian kinerja yang disebut Balanced Scorecard (BSC) merupakan metode penilaian kinerja yang komprehensif. Metode ini menilai kinerja menggunakan seperangkat ukuran kinerja terpadu yang telah disusun berdasarkan visi misi dan strategi. BSC ini mendasarkan penilaian kinerja dalam empat perspektif penting, yaitu: perspektif keuangan, perspektif pelanggan, perspektif proses internal, serta perspektif pembelajaran dan pertumbuhan. Kinerja Guru RA adalah kesuksesannya dalam memberi upaya untuk menstimulasi, membimbing, mengasuh dan menyediakan kegiatan pembelajaran yang akan menghasilkan kemampuan dan keterampilan pada anak melalui perencanakan, pelaksanakan, dan pengevaluasi proses belajar mengajar yang intensitasnya dilandasi oleh sikap mental dan profesionalisme guru. Esensi dari kinerja guru tidak lain merupakan kemampuan guru dalam menunjukkan kecakapan atau kompetensi yang dimilikinya dalam dunia kerja yang sebenarnya. Dunia kerja guru yang sebenarnya adalah membelajarkan anak atau anak didiknya dalam kegiatan pembelajaran di kelas, dalam kinerjanya didasari dengan kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, kompetensi professional, dan kepemimpinan.
Pengaruh Manajemen Diri dengan Kinerja Guru Raudhatul Athfal (RA) Berprestasi di Yogyakarta Fu`ad Arif Noor; Sutrisno Sutrisno; Siti Fatonah
Jurnal Akuntabilitas Manajemen Pendidikan Vol 7, No 2 (2019): September
Publisher : Faculty of Education, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jamp.v7i2.24539

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh manajemen diri dengan kinerja guru RA berprestasi di Yogyakarta. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan psikologis yang dilakukan langsung kepada subjek yang diteliti, guna memperoleh semua data yang berkaitan dengan manajemen diri guru berprestasi sehingga dalam pengembangan diri menjadi guru teladan bagi sesama guru. Pengumpulan data menggunakan wawancara, dokumentasi, dan observasi. Teknik analisis data meliputi mereduksi data, menyajikan, menarik kesimpulan dan menverifikasi. Uji keabsahan data dilakukan dengan teknik triangulasi. Penelitian berhasil mengungkapkan pengaruh manajemen diri guru RA berprestasi di Yogyakarta terhadap kinerjanya mengambil perananlebihdibanding dengan fungsimanajemen itu sendiri, bagi guru RA berprestasi yang disiapkan awalnya mempelajari juknis terlebih dahulu sampai bener-benar memahami point-pointnya, untuk portofolionya (mencatat dan mencari dokumen sesuai yang dibutuhkan), kemudian dikumpulkan. Setelah yakin dengan fortofolionya, baru beralih membuat karya ilmiah. Pengorganisasian bagi guru RA berprestasi yang dilakukan: sesudah data terkumpul baru disusun laporan dan membuat power pointnya, ketika presentasi menggunakan bahasa asing (Inggris atau Arab). Dengan menggunakan struktur inisasi dan konsiderasi yang mengarahkepada persahabatan,saling percaya menghargai,mempercayai,serta adanya hubunganharmonis dan hangat. Pengawasan yang dilakukan oleh guru RA berprestasi dengan cara mengevaluasi diri dengan melihat output yang diterima juga dari apa-apa yang telah diajarkan. Apakah anak-anak nyaman dan senang saat diajar. Begitu juga saat berinteraksi dengan guru yg lain, tidak ada perubahan baik sebelum dan sesudah menjadi guru berprestasi, justru malah menambah motivasi untuk memaksimalkan kemampuan dengan terus belajar dan menggali informasi serta inovasi dalam mengajar.Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh manajemen diri dengan kinerja guru RAberprestasi di Yogyakarta. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalahkualitatif dengan pendekatan psikologis yang dilakukan langsung kepada subjek yang diteliti,guna memperoleh semua data yang berkaitan dengan manajemen diri guru berprestasi sehinggadalam pengembangan diri menjadi guru teladan bagi sesama guru. Pengumpulan datamenggunakan wawancara, dokumentasi, dan observasi. Teknik analisis data meliputimereduksi data, menyajikan, menarik kesimpulan dan menverifikasi. Uji keabsahan datadilakukan dengan teknik triangulasi. Penelitian berhasil mengungkapkan pengaruh manajemendiri guru RA berprestasi di Yogyakarta terhadap kinerjanya mengambil peranan lebih dibandingdengan fungsi manajemen itu sendiri, bagi guru RA berprestasi yang disiapkan awalnyamempelajari juknis terlebih dahulu sampai bener-benar memahami point-pointnya, untukportofolionya (mencatat dan mencari dokumen sesuai yang dibutuhkan), kemudiandikumpulkan. Setelah yakin dengan fortofolionya, baru beralih membuat karya ilmiah.Pengorganisasian bagi guru RA berprestasi yang dilakukan: sesudah data terkumpul barudisusun laporan dan membuat power pointnya, ketika presentasi menggunakan bahasa asing(Inggris atau Arab). Dengan menggunakan struktur inisasi dan konsiderasi yang mengarahkepada persahabatan, saling percaya menghargai, mempercayai, serta adanya hubunganharmonis dan hangat. Pengawasan yang dilakukan oleh guru RA berprestasi dengan caramengevaluasi diri dengan melihat output yang diterima juga dari apa-apa yang telah diajarkan.Apakah anak-anak nyaman dan senang saat diajar. Begitu juga saat berinteraksi dengan guruyg lain, tidak ada perubahan baik sebelum dan sesudah menjadi guru berprestasi, justru malahmenambah motivasi untuk memaksimalkan kemampuan dengan terus belajar dan menggaliinformasi serta inovasi dalam mengaja