Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Islamic Higher Education Institutional Change: Leader's Motivation and Vision Mochamad Iskarim; Sutrisno Sutrisno; Tasman Hamami; Muhammad Zubair Khan
Edukasia Islamika Vol 6 No 2 (2021): Volume 6, Number 2 2021, Edukasia Islamika: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training, Institut Agama Islam Negeri Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/jei.v6i2.4296

Abstract

This paper discusses the motivation and vision of state Islamic higher education leaders in their attempt to improve higher education quality after the institutional change. This is a field descriptive qualitative study which is conducted in IAIN Purwokerto and IAIN Pekalongan. The data collection is done using documentation and interview method; the data is analyzed using an interactive analysis model which covers steps of data collection, data reduction, data presentation, and verification/conclusion. The results of the study are as follows: (1) the institutional change which is frequently experienced by state Islamic higher education institutions is considered as the starting point of the effort to increase academic and institutional quality. This institutional change must be followed by well-prepared quality management of higher education institutions; planned, executed, monitored, and evaluated synergically; (2) the leader’s motivation and vision serve as an important aspect in the effort to improve the institutional quality. The motivation and vision must be elaborated into real and calculated actions, as well as supported by transformational leadership; and (3) the accreditation and fulfillment of facilities and infrastructure of higher education is a tool the final objective of which is the establishment of true quality, namely quality culture displayed by the academic community. As a recommendation, the motivation and vision of higher education leaders should focus on improving internal institutions, improving education services and public accountability, and the relevance of education to the future needs of the new generation in the future.
Educational Honesty: The Main Philosophical Value in School Fitriah M.Suud; Sutrisno Sutrisno; Abd. Madjid
TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 6 NO. 2 2019
Publisher : Faculty of Educational Sciences, Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/tjems.v6i2.11769

Abstract

AbstractThis study aims at exploring the educational honesty that a school in Aceh has created to discover the fundamental principles and definitions of honesty education that schools have built up to promote integrity in the schools. Data collected through a qualitative approach, interview, observation, and documentation study. The results of this research showed that educational honesty could work well because it focused on universal, academic, and professional principles that established philosophical values.  The definition of truth designed from the foundation level of schools, schools in general and taught in detail in the classroom. The concept of educational honesty is stronger because it has included in the Vision, Mission, Objectives, and School Programs. This research expected to offer a new idea of honesty education in schools.AbstrakStudi ini bertujuan untuk mengeksplorasi kejujuran pendidikan yang telah diciptakan oleh sebuah sekolah di Aceh untuk menemukan prinsip-prinsip dasar dan definisi pendidikan kejujuran yang telah dibangun oleh sekolah untuk meningkatkan integritas di sekolah-sekolah tersebut. Data dikumpulkan melalui pendekatan kualitatif, wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kejujuran pendidikan dapat bekerja dengan baik karena berfokus pada prinsip-prinsip universal, akademik, dan profesional yang menetapkan nilai-nilai filosofis. Definisi kebenaran dirancang dari tingkat dasar sekolah, sekolah pada umumnya dan diajarkan secara rinci di kelas. Konsep kejujuran pendidikan lebih kuat karena sudah termasuk dalam Visi, Misi, Tujuan, dan Program Sekolah. Penelitian ini diharapkan dapat menawarkan gagasan baru tentang pendidikan kejujuran di sekolah.How to Cite: Suud, F. M., Sutrisno, Majid, A. (2019).   Educational Honesty: The Main Philosophical Value in School. TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society, 6(2), 141-154. doi:10.15408/tjems.v6i2. 11769.
A Genealogycal Study of Islamic Education Science at the Faculty of Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Kalijaga Suyadi Suyadi; Sutrisno Sutrisno
Al-Jami'ah: Journal of Islamic Studies Vol 56, No 1 (2018)
Publisher : Al-Jami'ah Research Centre

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/ajis.2018.561.29-58

Abstract

This study traces the genealogy of Islamic education at the Faculty of Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) Sunan Kalijaga State Islamic University Yogyakarta. The genealogycal approach used in Foucault’s terminology  means that the objectivity of science covers two aspects, namely the archeology of knowledge and power. Data is comprised of ideas and opinions that develop among lecturers at FITK. Data is analyized interpretatively, descriptively, and comparatively. Findings show that in the early period of its formation (1951), Islamic education science at FITK was influenced by religious teachings brought from the Middle East. But since the secularization of Islamic education in Turkey led by Fethullah Gülen (1990), the mecca of Islamic education has split into two poles; on the one side, it follows dogmatic religious teachings stemming from Middle East traditions, and on the other side, it needs to respond to the Western secular tradition. Since 2007 the dynamics of FITK has moved toward a dialectics of integrative Islamic education.[Tujuan penelitian ini adalah melacak akar genealogi integrasi keilmuan pendidikan Islam di Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga. Pendekatan genealogi dalam terminologi Foucault dimaksudkan bahwa obyektivitas ilmu mencakup dua unsur, yakni arkeologi pengetahuan dan kekuasaan. Data-data berupa ide dan gagasan yang lahir dan berkembang dari para dosen FITK dianalisis secara interpretatif, deskriptif dan komparatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada awal berdirinya (1951), embrio keilmuan pendidikan Islam di FITK dikuasai ilmu-ilmu agama dari Timur Tengah. Tetapi, sejak terjadi sekularisasi pendidikan Islam di Turki yang dipimpin Fethullah Gülen (1990), kiblat keilmuan pendidikan Islam terpecah dan dikotomi; di satu sisi harus tunduk pada kebenaran ilmu-ilmu agama dari Timur Tengah tetapi di sisi lain harus merespon ilmu pendidikan sekuler dari Barat. Dalam perkembangan mutakhir, tepatnya sejak 2007 dinamika keilmuan FITK bergerak menuju dialektika keilmuan pendidikan Islam yang integratif]Keywords: IntegratedIslamic Education, scientific genealogy, the Faculty of Tarbiyah and Teaching.
Pencarian Makna Hidup Siswa dari Keluarga Miskin di Kabupaten Wonosobo Musofa Musofa; Casmini Casmini; Sutrisno Sutrisno
Psympathic : Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 6, No 1 (2019): PSYMPATHIC
Publisher : Fakultas Psikologi, Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/psy.v6i1.4076

Abstract

Students from poor families seems to have the ability to search the meaning of life. They have high enthusiasm in education. This study aims to explore the reasons of poor students in searching for life's meaning by choosing high school, concepts of meaning in life, and learning and its implications. The study used phenomenological-qualitative method.The participants were 21 students from poor families in reputable high school in Wonosobo. Data was collected through interviews and FGDs and was analyzed inductively. The results show that students from poor families understand the possibilities and benefits of achieving goals to be success in the future. Student balance is indicated by the determination of high goals and the hard work done in material, psychological and spiritual aspects.They are confident to move on and reflect the life’s meaning by act and pray.
ADAPTASI DAN RESPON PONDOK TREMAS TERHADAP ARUS GLOBALISASI Mukodi Mukodi; Sodiq A Kuntoro; Sutrisno Sutrisno
Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi Vol 3, No 2 (2015): Desember
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (615.844 KB) | DOI: 10.21831/jppfa.v3i2.9813

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengkaji dan menganalisis adaptasi yang dilakukan Pesantren Tremas terhadap tuntutan perubahan kehidupan, mulai dari pergeseran nilai-nilai, politik, ekonomi, bahkan sosial budaya di era globalisasi, dan (2) mengkaji dan menganalisis respon yang dibangun di Pondok Tremas, sehingga ia tetap bertahan di tengah himpitan arus perubahan sosial era globalisasi. Jenis penelitian ini adalah kualitatif, dengan menggunakan pendekatan fenomenologi. Model penelitian ini menggunakan interaksi simbolik. Interaksi simbolis mengejar makna dibalik yang sensual, mencari phenomena yang lebih esensial daripada sekadar gejala. Fokus penelitian ini adalah Pondok Pesantren Tremas, di Kecamatan Arjosari Kabupaten Pacitan. Key informan sekaligus kiai yang diamati di Pesantren Tremas adalah KH. Fuad Habib, dan KH. Luqman Harist Dimyathi. Metode pengumpulan meliputi tiga tahap, yakni: (i) tahap pra lapangan; (ii) tahap di lapangan; dan (iii) tahap analisis data. Analisis data melalui intensionalitas; intersubjectivity; refleksi atau intuisi; dan transendental logic. Penelitian di rancang selama satu tahun mulai dari pembuatan proposal, pelaksanaan sampai laporan penelitian. Hasil penelitian ini menemukan dua hal dasar. Pertama, bahwa adaptasi Pondok Tremas dalam mewarnai modernisasi dilakukan dengan dibukanya pendidikan formal mulai dari Taman Kanak-Kanak, MTs, MA Salafiyah hingga community college, dan Ma’had Aly. Eksistensi pendidikan formal di lingkungan Pondok Tremas yang dimulai pada tahun 1952 seolah mempertegas keberpihakan para kiai terhadap modernisasi, sekaligus tanggap atas kebutuhan masyarakat sekitar atas pendidikan formal. Kedua, respon Pondok Tremas dalam menghadapi era globalisasi dilakukan dengan pembagian peran dan tanggung jawab, yakni KH. Fuad Habib Dimyathi menjadi penjaga kedalaman Pondok Tremas, khususnya urusan domestik, terkait masalah pendidikan dan pengajaran, sedangkan KH. Lukman Hakim bertanggung jawab sebagai jangkar penggerak pelbagai modal yang berada di luar pesantren (networking dan hubungan sosial kemasyarakatan). Sementara itu, keluarga besar pondok bertugas sebagai penjaga keadaban pondok, yakni nilai-nilai kebaikan, tata susila, tradisi-tradisi, budaya pondok yang telah dibangun dan diwariskan.
CURRICULUM ANALYSIS OF THE TEACHER EDUCATION STUDY PROGRAM AT MADRASAH IBTIDAIYAH IAIN PALANGKA RAYA Setria Utama Rizal; Sapuadi Sapuadi; Sutrisno Sutrisno
JPSD (Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar) Vol 7, No 1 (2021): JPSD (Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar)
Publisher : Department of Primary education, Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Su

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/jpsd.v7i1.9442

Abstract

AbstractIncomplete curriculum documents for the Madrsasah Ibtidaiyah Teacher Education Study Program such as curriculum structure, study materials, and formulation of course learning outcomes. It is necessary that further curriculum redesign must refer to the latest regulations and be oriented towards the future. The curriculum preparation needs to involve stakeholders from the Education office, the Ministry of Religion, both at the city / provincial level. This research aims to analyze the preparation of the curriculum for the PGMI IAIN Palangka Raya Study Program referring to the Guidebook for Higher Education Curriculum Compilation. This research method uses descriptive-qualitative, while the data collection techniques uses interviews, observation, and documentation with the subjects of PGMI study program secretary, 4 homebase lecturers, and 10 PGMI students. The research results on the 2017 PGMI curriculum document are still lack of study material matrix according to the CPL, most of the courses have a weight of 2 credits, the courses on each semester are enough only 7 or 8 courses, the Semester Learning Plan (RPS) must be in accordance with the KPT book.Keywords: Analysis, Curriculum, PGMI
Pengaruh Manajemen Diri dengan Kinerja Guru Raudhatul Athfal (RA) Berprestasi di Yogyakarta Fu`ad Arif Noor; Sutrisno Sutrisno; Siti Fatonah
Jurnal Akuntabilitas Manajemen Pendidikan Vol 7, No 2 (2019): September
Publisher : Faculty of Education, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jamp.v7i2.24539

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh manajemen diri dengan kinerja guru RA berprestasi di Yogyakarta. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan psikologis yang dilakukan langsung kepada subjek yang diteliti, guna memperoleh semua data yang berkaitan dengan manajemen diri guru berprestasi sehingga dalam pengembangan diri menjadi guru teladan bagi sesama guru. Pengumpulan data menggunakan wawancara, dokumentasi, dan observasi. Teknik analisis data meliputi mereduksi data, menyajikan, menarik kesimpulan dan menverifikasi. Uji keabsahan data dilakukan dengan teknik triangulasi. Penelitian berhasil mengungkapkan pengaruh manajemen diri guru RA berprestasi di Yogyakarta terhadap kinerjanya mengambil perananlebihdibanding dengan fungsimanajemen itu sendiri, bagi guru RA berprestasi yang disiapkan awalnya mempelajari juknis terlebih dahulu sampai bener-benar memahami point-pointnya, untuk portofolionya (mencatat dan mencari dokumen sesuai yang dibutuhkan), kemudian dikumpulkan. Setelah yakin dengan fortofolionya, baru beralih membuat karya ilmiah. Pengorganisasian bagi guru RA berprestasi yang dilakukan: sesudah data terkumpul baru disusun laporan dan membuat power pointnya, ketika presentasi menggunakan bahasa asing (Inggris atau Arab). Dengan menggunakan struktur inisasi dan konsiderasi yang mengarahkepada persahabatan,saling percaya menghargai,mempercayai,serta adanya hubunganharmonis dan hangat. Pengawasan yang dilakukan oleh guru RA berprestasi dengan cara mengevaluasi diri dengan melihat output yang diterima juga dari apa-apa yang telah diajarkan. Apakah anak-anak nyaman dan senang saat diajar. Begitu juga saat berinteraksi dengan guru yg lain, tidak ada perubahan baik sebelum dan sesudah menjadi guru berprestasi, justru malah menambah motivasi untuk memaksimalkan kemampuan dengan terus belajar dan menggali informasi serta inovasi dalam mengajar.Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh manajemen diri dengan kinerja guru RAberprestasi di Yogyakarta. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalahkualitatif dengan pendekatan psikologis yang dilakukan langsung kepada subjek yang diteliti,guna memperoleh semua data yang berkaitan dengan manajemen diri guru berprestasi sehinggadalam pengembangan diri menjadi guru teladan bagi sesama guru. Pengumpulan datamenggunakan wawancara, dokumentasi, dan observasi. Teknik analisis data meliputimereduksi data, menyajikan, menarik kesimpulan dan menverifikasi. Uji keabsahan datadilakukan dengan teknik triangulasi. Penelitian berhasil mengungkapkan pengaruh manajemendiri guru RA berprestasi di Yogyakarta terhadap kinerjanya mengambil peranan lebih dibandingdengan fungsi manajemen itu sendiri, bagi guru RA berprestasi yang disiapkan awalnyamempelajari juknis terlebih dahulu sampai bener-benar memahami point-pointnya, untukportofolionya (mencatat dan mencari dokumen sesuai yang dibutuhkan), kemudiandikumpulkan. Setelah yakin dengan fortofolionya, baru beralih membuat karya ilmiah.Pengorganisasian bagi guru RA berprestasi yang dilakukan: sesudah data terkumpul barudisusun laporan dan membuat power pointnya, ketika presentasi menggunakan bahasa asing(Inggris atau Arab). Dengan menggunakan struktur inisasi dan konsiderasi yang mengarahkepada persahabatan, saling percaya menghargai, mempercayai, serta adanya hubunganharmonis dan hangat. Pengawasan yang dilakukan oleh guru RA berprestasi dengan caramengevaluasi diri dengan melihat output yang diterima juga dari apa-apa yang telah diajarkan.Apakah anak-anak nyaman dan senang saat diajar. Begitu juga saat berinteraksi dengan guruyg lain, tidak ada perubahan baik sebelum dan sesudah menjadi guru berprestasi, justru malahmenambah motivasi untuk memaksimalkan kemampuan dengan terus belajar dan menggaliinformasi serta inovasi dalam mengaja
Islamic Higher Education Institutional Change: Leader's Motivation and Vision Mochamad Iskarim; Sutrisno Sutrisno; Tasman Hamami; Muhammad Zubair Khan
Edukasia Islamika Vol. 6 No. 2 (2021): Volume 6, Number 2 2021, Edukasia Islamika: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training, Institut Agama Islam Negeri Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/jei.v6i2.4296

Abstract

This paper discusses the motivation and vision of state Islamic higher education leaders in their attempt to improve higher education quality after the institutional change. This is a field descriptive qualitative study which is conducted in IAIN Purwokerto and IAIN Pekalongan. The data collection is done using documentation and interview method; the data is analyzed using an interactive analysis model which covers steps of data collection, data reduction, data presentation, and verification/conclusion. The results of the study are as follows: (1) the institutional change which is frequently experienced by state Islamic higher education institutions is considered as the starting point of the effort to increase academic and institutional quality. This institutional change must be followed by well-prepared quality management of higher education institutions; planned, executed, monitored, and evaluated synergically; (2) the leader’s motivation and vision serve as an important aspect in the effort to improve the institutional quality. The motivation and vision must be elaborated into real and calculated actions, as well as supported by transformational leadership; and (3) the accreditation and fulfillment of facilities and infrastructure of higher education is a tool the final objective of which is the establishment of true quality, namely quality culture displayed by the academic community. As a recommendation, the motivation and vision of higher education leaders should focus on improving internal institutions, improving education services and public accountability, and the relevance of education to the future needs of the new generation in the future.
The religion in higher education curriculum referring to Indonesian qualification framework: The inclusion of neuroscience and anti-corruption education Suyadi Suyadi; Zalik Nuryana; Sutrisno Sutrisno
International Journal of Education and Learning Vol 3, No 1: April 2021
Publisher : Association for Scientific Computing Electrical and Engineering(ASCEE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (454.881 KB) | DOI: 10.31763/ijele.v3i1.93

Abstract

The research aims to develop the curriculum of the Higher Education Curriculum, specifically Islamic religion, referring to the Indonesian National Qualification Framework (KKNI). The problem raised in this research is the redesign of the curriculum in Indonesia, especially the formation of new courses such as the neuroscience of Islamic education and anti-corruption education, which have not considered the breadth of study material and calculation semester credit units that are not accountable. This research was conducted in three stages: curriculum analysis, curriculum matrix design, and curriculum matrix experimentation. The research subjects involved 133 lecturers in the Higher Education Institutions of Religion, both Islamic, Catholic, and Hindu in Indonesia. The findings indicate that the developed matrix design can be used as an integrative tool for forming subjects and calculating semester credit unit weights in a mathematical and accountable manner, and accommodating the development of Islamic education, particularly neuroscience and anti-corruption education. This matrix can complement Kim's research on syllabus ontology identification and lesson study innovation developed by E. Purwaningsih and D. Nurhadi.
Penanaman Nilai-Nilai Akhlak Berbasis Kegiatan Sunnah Rasululllah Di Sekolah Dasar Novela Aditiya; Sutrisno Sutrisno
Al-Madrasah: Jurnal Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Al-Madrasah Vol. 6, No. 1, Januari 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (SIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/am.v6i2.780

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penanaman nilai-nilai akhlak berbasis sunah rasulullah di SD IT Sahabat Qur’an. Penelitian ini mengunakan penelitian kulitatif dengan pendekatan deskriptif analitis, data penelitian didapatkan dari observasi, dan wawancara. Informan dalam penelitian ini terdiri dari 3 guru kelas dan guru pendamping. Hasil informasi dari informan melalui tahapan analisis reduksi data, penyajian dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penanaman nilai-nilai akhlak berbasis kegiatan sunnah rasulullah melalui 5 kegiatan yaitu 1)penguatan akidah yang bersumber dari ajaran Allah SWT, 2)pembiasan shalat sunah dhuda, qobliyah, badiyah, dan shalat wajib zuhur dan ashar yang dilaksankan dengan berjamaah, 3)kegiatan tahsin dan tahfiz yang telah ditentukan kegiatannya sesuai jadwal, 4)pakaian yang sesuai dengan syariat  islam dan pemisahan ruang kelas laki-laki dan perempuan, 5)akhlak dan abad islam yang dilakukan berdasarkan sunnah rasulullah.