Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

Perkembangan Fisik, Intelegensi, Emosi dan Bahasa AUD Khairiah, Dina
Al Athfal : Jurnal Kajian Perkembangan Anak dan Manajemen Pendidikan Usia Dini Vol 1 No 1 (2018): Al-Athfal, Vol. I, No. 1, Januari-Juni, 2018
Publisher : STAINU Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan pada anak usia dini mencakup berbagai aspek. Secara umum, aspek perkembangan anak usia dini yang mencakup perkembangan fisik, sosial, emosi, bahasa, kognitif dan inteligensi. Perkembangan yang menjadi pembahasan disini bagaimana perkembangan fisik, inteligensi, emosi dan bahasa pada anak usia dini. Perkembangan fisik yang terlihat sebenarnya sesuai pada umur anak seperti pertumbuhan gigi,perkembangan tinggi dan berat badan anak, perkembangan inteligensi untuk melihat bagaimana kemampuan inteligensi (kecerdasan) dimasa anak, bagaimana emosi anak ketika lebih dominan atau berpengaruh pada orang yang dekat dengan anak, bagaimana perkembangan bahasa anak yang mengalami tahap-tahap sehingga menuju proses yang kompleks. Dimulai dari perkembangan dari segi postur tubuh, perkembangan inteligensi anak yang mengalami IQ diatas atau dibawah rata-rata, perkembangan emosi yang lebih dominan pada rasa senang, sedih, gelisah, dan terluka. Perkembangan bahasa yang pada awalnya mengalami keterlambatan dalam berbicara menuju proses sempurna dalam memahami bahasa orang disekitarnya. Dalam hal ini sebagai bahan renungan bagi guru bagaimana mengembangkan perkembangan-perkembangan tersebut.
Assesmen Perkembangan Sosio-emosional Anak usia Dini Khairiah, Dina
Al Athfal : Jurnal Kajian Perkembangan Anak dan Manajemen Pendidikan Usia Dini Vol 1 No 2 (2018): Al-Athfal, Vol. I, No. 2, Juli-Desember, 2018
Publisher : STAINU Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan sosio-emosional anak merupakan perkembangan yang menceritakan perkembangan sosial dan emosi anak. perkembangan sosial anak yakni perkembangan tingkah laku anak dalam menyesuaikan aturan-aturan yang berlaku dilingkungan anak berada. Perkembangan emosional anak diartikan sebuah keadaan yang kompleks dapat berupa perasaan ataupun getaran jiwa yang ditandai oleh perubahan biologis yang muncul menyertai terjadinya suatu perilaku. Sehingga perkembangan sosial berkaitan erat dengan emosional anak karena ekspresi yang ditampilkan anak berkaitan dengan sikap sosial anak menjadikan sikap atau tingkah laku itu muncul. Assemen/penilaian dilakukan untuk melihat aspek perkembangan sosio-emosional anak apakah sudah tercapai atau belum. Proses penilaian ini merupakan bagian yang tak terpisahkan dari proses pembelajaran dan bersifat menyeluruh (holistik) yang mencakup semua aspek perkembangan anak didik baik aspek sikap, ilmu pengetahuan maupun keterampilan. Agar tujuan penilaian tersebut tercapai, guru hendaknya memiliki pengetahuan berbagai metode dan teknik penilaian seperti; teknik penilaian observasi, percakapan, catatn anekdot dan catatsn spesimen, sehingga memiliki keterampilan memilih dan menggunakan dengan tepat metode dan teknik yang dianggap paling sesuai dengan tujuan dan proses pembelajaran, serta pengalaman belajar yang telah ditetapkan.
Concept analysis of the independent learning curriculum in the mass of Covid-19 at early childhood education institutions Rahayu, Cucu; Warlizasusi, Jumira; Ifnaldi, Ifnaldi; Khairiah, Dina
Al-Athfaal: Jurnal Ilmiah Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 5 No. 1 (2022): Al-Athfaal: Jurnal Ilmiah Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/ajipaud.v5i1.11459

Abstract

Independent learning (Merdeka Belajar) is the latest discovery in the field of Early Childhood Education. Institutions, teachers, and students have the flexibility to organize their learning activities when they have the freedom to learn. For PAUD teachers, the problem of learning independence is a matter of the ability to communicate and adapt to changes in the world of education. This study aimed to analyze the concept of an independent learning curriculum. This study uses qualitative methods, data sources from journals, research reports, scientific articles, etc. The data collection technique in this study uses source triangulation and technical triangulation. The data analysis technique in this study used SWOT analysis. The author's study results in the concept of Independent learning in PAUD is Freedom to Play. The idea is child-centered, and so far, learning is mostly teacher-centered. The characteristics of the curriculum are children. Teachers can develop their learning themes that will be implemented and efforts to increase creativity in learning based on their relationship with independent learning. Therefore, the learning process can provide free space for educators and students to be more creative in learning. This study found that independent learning gives schools the flexibility to determine learning materials that aim to develop better students.
Increasing kinesthetic intelligence through outbound kapla toys Noor, Fu'ad Arif; Indriani, Indah; Khairiah, Dina
Al-Athfaal: Jurnal Ilmiah Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 7 No. 2 (2024): Al-Athfaal: Jurnal Ilmiah Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/al-athfaal.v7i2.22569

Abstract

Background: Outbound Kapla Toys is an outdoor play activity that can develop children's gross motor skills by crawling, jumping, hopping and throwing according to the correct color. The kinesthetic intelligence of children at RA Nurul Huda Sidokumpul Guntur Demak has not developed optimally, this is evident from the fact that most children have difficulty in doing these basic movements. This activity stimulates their imagination and creativity, because there are no limits to what they can create.Aim: To determine the implementation of kinesthetic learning and its improvement at RA Nurul Huda Sidokumpul Guntur Demak through Outbound Kapla Toys. The novelty of this study compared to previous studies lies in a more holistic and multidimensional approach to developing children's skills, compared to previous studies that focused more on one aspect such as motor skills or creativity.Method: The subjects of this classroom action research (CAR) were children aged 5-6 years at RA Nurul Huda Sidokumpul Guntur Demak. The data collection instruments used observation, interviews and documentation.Results: Outbound Kapla can be used to build various shapes and designs, which support the development of children's fine motor skills and creativity. In the implementation of kinesthetic learning, it increases and develops very well.Conclusion: Kinesthetic Intelligence through Kapla Outbound Toys increases and is able to display basic movements that are easy for children to do so that it is effective to use.
Hubungan Kelekatan Anak Pada Ibu dengan Kemandirian Anak Usia 5-6 Tahun Wahyuni, Sri; Ningsih, Rahmi Wardah; Yunisari, Dewi; Khairiah, Dina
BUHUTS AL ATHFAL: Jurnal Pendidikan dan Anak Usia Dini Vol 5, No 1 (2025)
Publisher : UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/alathfal.v5i1.15016

Abstract

Kemandirian anak usia 5–6 tahun merupakan salah satu indikator penting dalam perkembangan sosial-emosional yang mendukung kesiapan sekolah. Namun, masih banyak anak yang menunjukkan ketergantungan tinggi terhadap ibu dalam berbagai aktivitas harian. Permasalahan ini mendorong pentingnya kajian terhadap faktor-faktor yang memengaruhi kemandirian, salah satunya adalah kualitas kelekatan anak dengan ibunya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara kelekatan anak pada ibu dengan kemandirian anak usia 5–6 tahun melalui studi kepustakaan. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi literatur terhadap berbagai sumber seperti buku, jurnal ilmiah, dan hasil penelitian terdahulu yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa pola kelekatan yang aman (secure attachment) antara anak dan ibu berkontribusi positif terhadap perkembangan kemandirian anak, ditandai dengan kemampuan anak dalam mengambil keputusan, menyelesaikan tugas sendiri, serta berani menghadapi situasi baru. Sebaliknya, kelekatan yang tidak aman (insecure attachment) cenderung menghambat perkembangan aspek tersebut. Dengan demikian, membangun kelekatan yang aman sejak dini menjadi dasar penting dalam menumbuhkan kemandirian anak.
Hubungan Kelekatan Anak Pada Ibu dengan Kemandirian Anak Usia 5-6 Tahun Wahyuni, Sri; Ningsih, Rahmi Wardah; Yunisari, Dewi; Khairiah, Dina
BUHUTS AL ATHFAL: Jurnal Pendidikan dan Anak Usia Dini Vol 5, No 1 (2025)
Publisher : UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/alathfal.v5i1.15016

Abstract

Kemandirian anak usia 5–6 tahun merupakan salah satu indikator penting dalam perkembangan sosial-emosional yang mendukung kesiapan sekolah. Namun, masih banyak anak yang menunjukkan ketergantungan tinggi terhadap ibu dalam berbagai aktivitas harian. Permasalahan ini mendorong pentingnya kajian terhadap faktor-faktor yang memengaruhi kemandirian, salah satunya adalah kualitas kelekatan anak dengan ibunya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara kelekatan anak pada ibu dengan kemandirian anak usia 5–6 tahun melalui studi kepustakaan. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi literatur terhadap berbagai sumber seperti buku, jurnal ilmiah, dan hasil penelitian terdahulu yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa pola kelekatan yang aman (secure attachment) antara anak dan ibu berkontribusi positif terhadap perkembangan kemandirian anak, ditandai dengan kemampuan anak dalam mengambil keputusan, menyelesaikan tugas sendiri, serta berani menghadapi situasi baru. Sebaliknya, kelekatan yang tidak aman (insecure attachment) cenderung menghambat perkembangan aspek tersebut. Dengan demikian, membangun kelekatan yang aman sejak dini menjadi dasar penting dalam menumbuhkan kemandirian anak.
Meningkatkan Kecerdasan Linguistik Anak Usia Dini melalui Kegiatan Bermain Peran Khairiah, Dina; Putri, Anisa; Arifin, Darul; Asrima, Nur; Manalu, Ali Wardhana
BUHUTS AL ATHFAL: Jurnal Pendidikan dan Anak Usia Dini Vol 4, No 1 (2024)
Publisher : UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/alathfal.v4i1.5991

Abstract

This study aims to determine the effect in depth and examine the relationship between role playing and the development of linguistic intelligence of early childhood in RA Al-Huda. This research was conducted using a descriptive method using a qualitative approach. The results of this study indicate: 1) role playing is a method that is widely used and is considered capable of developing children's linguistic intelligence because it will stimulate empathy and understand and appreciate  whatever professions do other people, 2) teachers have a big role in assisting children to help shape children's character through role playing activities, and 3) linguistic intelligence can develop better if the right methods are continuously applied. This study concludes that role playing can affect the linguistic intelligence of early childhood.
Meningkatkan Kecerdasan Linguistik Anak Usia Dini melalui Kegiatan Bermain Peran Khairiah, Dina; Putri, Anisa; Arifin, Darul; Asrima, Nur; Manalu, Ali Wardhana
BUHUTS AL ATHFAL: Jurnal Pendidikan dan Anak Usia Dini Vol 4, No 1 (2024)
Publisher : UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/alathfal.v4i1.5991

Abstract

This study aims to determine the effect in depth and examine the relationship between role playing and the development of linguistic intelligence of early childhood in RA Al-Huda. This research was conducted using a descriptive method using a qualitative approach. The results of this study indicate: 1) role playing is a method that is widely used and is considered capable of developing children's linguistic intelligence because it will stimulate empathy and understand and appreciate  whatever professions do other people, 2) teachers have a big role in assisting children to help shape children's character through role playing activities, and 3) linguistic intelligence can develop better if the right methods are continuously applied. This study concludes that role playing can affect the linguistic intelligence of early childhood.
Early Childhood Learning Transformation Methodology: A Systematic Review Of The Literature on Recent Innovations and Trends Khairiah, Dina; Nasution, Liah Rosdiani
BUHUTS AL ATHFAL: Jurnal Pendidikan dan Anak Usia Dini Vol 5, No 2 (2025)
Publisher : UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/alathfal.v5i2.14954

Abstract

This systematic literature review investigates the transformation of methodologies in early childhood education (ECE) with a focus on the integration of innovative practices and the latest trends. The study aims to understand how these methodologies adapt to emerging technological advancements, cultural values, and evolving educational needs, particularly in the Indonesian context. Using a Systematic Literature Review (SLR) approach, the research analyzed articles published between 2020 and 2023 from ScienceDirect. The review identified three primary themes: (1) the critical role of social-emotional learning (SEL) through the use of emotionally enriched language and structured physical activities, which enhance children's ability to understand emotions and improve social interactions; (2) the importance of community and familial support systems in fostering resilience and well-being among children, especially those facing adversity; and (3) the significance of culturally responsive education that integrates local wisdom and values into the curriculum, thus making learning more relevant and engaging for diverse cultural contexts. The findings highlight that successful ECE methodologies require a holistic approach that integrates SEL, technology, and culturally sensitive practices to support children's cognitive, social, and emotional development comprehensively. The study's insights offer valuable implications for policymakers, educators, and stakeholders, suggesting that a balanced integration of these elements can lead to more effective and inclusive early childhood education strategies. This research contributes to the body of knowledge by providing a detailed synthesis of current trends and offering recommendations for future improvements in the field of ECE.
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN PICTURE AND PICTURE UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP IPA SISWA KELAS V SD Harahap, Ummi Kalsum; Nasution, Mariam; Khairiah, Dina
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v5i4.8349

Abstract

The background of this research problem is students who are still lacking in the ability to understand the concept of the human digestive system material, students of class 5 of SD Negeri 200215 Padangsidimpuan City who have daily tes scores that are still below 75 score. This can be seen when students are given an initial test on the human digestive system material. This study aims to improve the understanding of science concept of class 5 students of SD Negeri 200215 Padangsidimpuan City. This research is a Classroom Action Research (CAR) with a cycle method. In this study, the researcher served as a teacher. The subjects of this study were students of class 5 of SD Negeri 200215 Padangsidimpuan City. Data collection techniques in this study were obervastion, tests and documentation. Based on the results of the study, it can be concluded that the ability to understand science concept of class 5 students of SD Negeri 200215 Padangisidmpuan City has increased through learning using the picture and picture learning model. The increase in students understanding of science concept is shown based on the tes result that have been presented in cycle I meeting 1 which is 42,85% with an average value of 65,71, cycle I meeting 2 with student completion presentation is 64,28% with an average value of 72,14. In cycle II meeting1 the student completion presentation is 71,42% with an average value of 79,28. And in cycle II meeting 2 the student completion presentation is 85,71% with an average value of 89,28. Because the increase in students understanding of science concepts has achieved the expected action success indicators, it can be concluded that learning model can improve students understanding of science concepts on the human digestive system material in class 5 of SD Negeri 200215 Padangsidimpuan City. ABSTRAK Latar belakang dari masalah penelitian ini adalah siswa yang masih kurang dalam kemampuan pemahaman konsep IPA pada materi sistem pencernaan manusia, siswa kelas V SD Negeri 200215 Kota Padangsidimpuan memiliki nilai ulangan harian yang masih di bawah nilai 75. Hal ini dapat terlihat saat siswa diberikan tes awal mengenai materi sistem pencernaan manusia. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman konsep IPA siswa kelas V di SD Negeri 200215 Kota Padangsidimpuan. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) dengan metode siklus. Dalam penelitian ini, peneliti bertugas sebagai guru.  Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V SD Negeri 200215 Kota Padangsidimpuan. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, tes dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kemampuan pemahaman konsep IPA siswa kelas V SD Negeri 200215 Kota Padangsidimpuan mengalami peningkatan melalui pembelajaran menggunakan model pembelajaran picture and picture. Peningkatan pemahaman konsep IPA siswa ditunjukkan berdasarkan hasil tes yang telah di persentasekan pada siklus I pertemuan 1 yaitu 42,85% dengan nilai rata-rata 65,71, siklus I pertemuan 2 dengan persentase ketuntasan siswa yaitu 64,28% nilai rata-rata 72,14. Pada siklus II pertemuan 1 persentase ketuntasan siswa yaitu 71,42% dengan nilai rata-rata 79,28 dan pada siklus II pertemuan 2 persentase ketuntasan siswa yaitu 85,71% dengan nilai rata-rata 89,28. Karena peningkatan pemahaman konsep IPA siswa telah mencapai indikator keberhasilan tindakan yang diharapkan, oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran picture and picture dapat meningkatkan pemahaman konsep IPA siswa pada materi sistem pencernaan manusia di kelas V SD Negeri 200215 Kota Padangsidimpuan.