Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

THE QUALITY OF BAKTERIOLOGIS STUDY AND USE OF WATER OR DUG WELLS WITH AN OCCURRENCE WATER BORNE DISEASES IN THE VILLAGE WEST PASAYANGAN Agustina, Norsita; Hayati, Ridha; Iriyanti, Hilda
Preventif : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 9 No. 1 (2018)
Publisher : Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/preventif.v9i1.80

Abstract

Background & Objective : Clean water which could cause bakteriologis water quality ineligible .This studyattempts to know the quality of water bakteriologis a well (the bacteria MPN coliformm and e.coli )consumed villagers west Pasayangan Kabupaten Banjar in the water borne disease and relations the behaviorof the people in the water borne disease. Materials and method: This research methods used the crosssectional. The study analyzed by the quality of bakteriologis (MPN coliform and E. Coli ) as many as 30 awell. Data obtained through observation, interview using a questionnaire and results laboratory.Resultsbakteriologis water quality a well suggests that the whole water a well ineligible clean water developed bythe minister of health no. 416 / menkes / per / ix / 1990. Result: The results showed that source of drinkingwater and management of drinking water had links scene water borne disease. Conclusion: The quality ofbakteriologis well water dig they did not qualified drinking water and there was a correlation between theclean and healthy living (PHBS) in a household with a water borne diseases .Was recommended to thecommunity to need to do and healthy patterns of living water management well with the way of chlorine inand cook water with the right way before use.
Analisis Peran Guru dan Orang Tua dalam Kebijakan Kawasan Tanpa Rokok di MA SMIP 1946 Banjarmasin Lawahizoh, Siti Shofaa; Riza, Yeni; Hayati, Ridha; Fakhsiannor, Fakhsiannor
JURNAL BIDANG ILMU KESEHATAN Vol 15, No 4 (2025): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/jbik.v15i4.7253

Abstract

The Smoke-Free Area (SFA) policy in schools should be the first line of defense in protecting adolescents from the dangers of smoking. However, in environments with a strong smoking culture, this policy often faces obstacles, one of which is low participation from teachers and parents. This study was conducted to analyze the role of teachers and parents in the implementation of the The Smoke-Free Area policy  at MA SMIP 1946 Banjarmasin. This study was a descriptive qualitative study using snowball sampling techniques. Data were collected  through interviews, observations, and documentation ang analyzed using the Miles-Huberman analysis technique. Data validity was tested using technical triangulation. The results of this research were obtained from 9 informants consisting of the principal, 4 teachers and 4 parents who showed that teachers have actively enforced the SFA through supervision, raids, sanctions, awarding points for violations and summoning parents. Conversely, parental involvement is still lowl, where permissive attitudes normalize smoking behavior. Using family ecological theory, it can be concluded that this study emphasizes that the succes of SFA in schools is not sufficient only with enforcement at the school level, but also requires active collaboration from parents to counter pro-smoking cultural norms at home.
Pengaruh Video Animasi Diet Dash (Dietary Approach To Stop Hypertension) Terhadap Pengetahuan Pada Masyarakat Kelurahan Sungai Besar Kota Banjarbaru Tahun 2025 Hayati, Ridha; Mahmudah; Irianty, Hilda
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 1 (2025): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i1.840

Abstract

Pendahuluan: Hipertensi merupakan masalah kesehatan yang terus meningkat, dengan jumlah penderita di Kota Banjarbaru mencapai 15.282 jiwa pada tahun 2023. Peningkatan ini dipengaruhi oleh perubahan gaya hidup seperti pola makan dan minimnya pengetahuan masyarakat. Dietary Approach to Stop Hypertension (DASH) direkomendasikan sebagai program diet terbaik untuk mengurangi hipertensi. Upaya edukasi menggunakan media audiovisual, seperti video animasi Diet DASH, dinilai efektif karena lebih menarik dan dapat diulang. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh video animasi Diet DASH terhadap pengetahuan dan pola makan pada masyarakat Kelurahan Sungai Besar Kota Banjarbaru. Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan Quasi Eksperimen dan direncanakan dilakukan di Aula Kelurahan Sungai Besar. Populasi total adalah 55 anggota PKK Kelurahan Sungai Besar. Pengumpulan data menggunakan dua instrumen: instrumen pengetahuan dan instrumen pola makan, yang diukur sebelum (pre-test) dan sesudah (post-test) pemutaran video. Analisis data menggunakan T test. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari hasil pre-test menunjukkan bahwa dari 55 responden, 40 responden berpengetahuan cukup baik dan 7 responden berpengetahuan kurang. Setelah intervensi pemutaran video animasi Diet DASH, hasil post-test sebulan berikutnya menunjukkan peningkatan signifikan, di mana 80% responden berpengetahuan baik dan 20% berpengetahuan cukup baik. Kesimpulan: Pemberian edukasi melalui video animasi Diet DASH efektif dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang Diet DASH di Kelurahan Sungai Besar, Banjarbaru.
Peningkatan Keterampilan Antropometri Pada Kader Posyandu ILP (Integrasi Layanan Primer) Di Kelurahan Sungai Besar Hayati, Ridha; Mahmudah; Irianty, Hilda
Majalah Cendekia Mengabdi Vol 3 No 4 (2025): Majalah Cendekia Mengabdi
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/mcm.v3i4.841

Abstract

Kader Posyandu merupakan ujung tombak yang diharapkan dapat mencapai tujuan utama Posyandu, yaitu menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB). Agar tujuan ini tercapai, kader harus memiliki 25 keterampilan dasar yang memadai, termasuk pengukuran antropometri yang akurat. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan antropometri yang mencakup 25 keterampilan dasar pada kader Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) di Kelurahan Sungai Besar, Kabupaten Banjarbaru. Metode yang digunakan adalah pelatihan (ceramah, diskusi, dan praktik langsung) yang dilaksanakan selama 3 hari. Sasaran kegiatan ini adalah 65 orang kader dari lima Posyandu (Permata, Mekar Sari, Griya Kartika, Merah Jingga, dan Kelapa Sawit). Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan rata-rata nilai pengetahuan kader dari 68,5 (sebelum pelatihan) menjadi 85,2 (setelah pelatihan) serta peningkatan keterampilan praktik pengukuran. Peningkatan signifikan ini menunjukkan bahwa pelatihan efektif dalam meningkatkan kapasitas kader untuk menyelenggarakan layanan Posyandu ILP.
Analisis Implementasi Kebijakan Rekam Medis Elektronik (RME) di Puskesmas Cempaka Kota Banjarmasin Tahun 2025 Cahaya, Rojib Bakti Alphalah Ilham; Hayati, Ridha; Mahmudah; LO, Elsi Setiandari; Yusida, Hikmah
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 2 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i2.867

Abstract

Pendahuluan: Penerapan Rekam Medis Elektronik (RME) di Puskesmas Cempaka Kota Banjarmasin di hadapkan dengan berbagai kendala antara lain dari segi sumber daya manusia dan sarana prasarana sistem dan aplikasi. Tujuan: menganalisis Implementasi Kebijakan Rekam Medis Elektronik (RME) di Puskesmas Cempaka Kota Banjarmasin berdasarkan faktor komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi. Metode: Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif, pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam. Hasil: Penelitian menunjukan bahwa komunikasi yang efektif melalui pertemuan resmi atau lokakarya mini (lokmin) sangat berperan dalam kesuksesan implementasi RME di Puskesmas Cempaka Kota Banjarmasin, meskipun ada tantangan terkait pemahaman pasien mengenai RME belum merata. Keterlibatan pegawai terlihat solid, masih terdapat kekurangan dalam hal sumber daya, seperti aplikasi BPJS, sistem E-pus atau jaringan internet serta dalam hal dukungan pelatihan yang memadai atau berkelanjutan dan belum adanya tenaga IT yang langsung berada di Puskesmas. Disposisi positif staf terhadap penggunaan RME menunjukan potensi keberhasilan, meskipun masih perlu perbaikan dan peningkatan dalam integrasi data atau sistem dan pelatihan. Struktur birokrasi dari SOP dan struktur organisasi juga merupakan suatu hal yang penting dalam keberhasilan implementasi RME. Simpulan: dari penelitian ini merekomendasikan peningkatan dalam sistem E-pus, aplikasi BPJS dan jaringan internet serta peningkatan dari Sumber Daya dan pengadaan pelatihan secara berkelanjutan serta pengadaan tenaga IT yang langsung berada di Puskesmas sangat mendukung untuk efektivitas implementasi RME di Puskesmas Cempaka Kota Banjarmasin.