Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : JURNAL INTEGRASI PROSES

Analisis Kandungan Nitrat, Nitrit , Dan Ammonia Dalam Air Sebagai Medium Release Dari Pupuk Urea Pelepasan Terkendali Untuk Mengindentifikasi Pengaruhnya Terhadap Lingkungan Dandi Irwanto; Rozak Bahaudin; Reyonaldo Langgeng Adi Wardana; Fakhri Muhammad; Muhammad Luthfi; Maulana Suyuti; Indar Kustiningsih; Retno Sulistyo Dhamar Lestari; Jayanudin Jayanudin
JURNAL INTEGRASI PROSES VOLUME 10 NOMOR 1 JUNI 2021
Publisher : JURNAL INTEGRASI PROSES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jip.v10i1.10066

Abstract

Kandungan nitrat, nitrit, dan ammonia dalam lingkungan hasil dari pelepasan pupuk urea konvensional menjadi parameter terhadap pencemaran lingkungan. Pupuk urea pelepasan terkendali diharapkan mampu mengurangi pencemaran linkungan karena mampu mengurangi kandungan nitrogen disebabkan oleh meningkatnya efisiensi penggunaan nutrisi oleh tanaman. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kandungan nitrat, nitrit, dan ammonia dari release pupuk urea pelepasan terkendali dalam medium air. pembuatan pupuk urea pelepasan terkendali menggunakan metode crosslink emulsi. Pupuk urea pelepasan terkendali yang terbentuk dilakukan uji release dalam medium air (aquadest). Medium release kemudian dianalisis untuk mengetahui kandungan nitrat, nitrit, dan ammonia sebagai parameter pencemaran lingkungan. Hasil analisis menunjukan bahwa kandungan nitrat dan nitrit yang di uji release mulai 1 – 30 hari masih dibawah ambang batas. Sedangkan kandungan ammonia seluruh variabel masih tinggi. Hal ini disebabkan kemungkinan kondisi medium release yang digunakan berupa aquadest dengan pH netral sehingga banyak terbentuk ammonia.
KARAKTERISASI PENGARUH PENAMBAHAN IOTA KARAGENAN PADA EMULSI SUSU KACANG KORO Denni Kartika Sari; Indar Kustiningsih; Annas Eko Oktawiyono; Rosihan Apris Eko Prastyo
JURNAL INTEGRASI PROSES Vol 11, No 2 (2022)
Publisher : JURNAL INTEGRASI PROSES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jip.v11i2.12295

Abstract

Kacang koro merupakan salah satu produk lokal yang belum banyak dikembangkan. Pengolahan susu kacang koro pedang membutuhkan sistem emulsi yang baik untuk meningkatkan stabilitas dari produk yang dihasilkan dan meningkatkan keawetan produk olahan kacang koro. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh dari penambahan emulsifier, kecepatan pengadukan, dan waktu pengadukan terhadap laju pengendapan susu kacang koro pedang pada stabilitas emulsi dengan pendekatan pengukuran creaming index, hukum stoke dan brown. Konsentrasi emulsifier divariasikan 0,07, 0,08, 0,09, dan 0,1 gram. Untuk kecepatan pengadukan 3000, 6000, dan 9000 rpm serta untuk waktu pengadukan 5, 10, 15, dan 20 menit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi konsentrasi emulsifier dan kecepatan pengadukan berpengaruh terhadap viskotitas dan stabilitas emulsi. Sedangkan semakin lama pengadukan akan memperkecil viskositas dan mempercepat pemisahan.  Hasil emulsi terbaik didapatkan pada variasi kecepatan pengadukan 9000 rpm, konsentrasi Iota karagenan sebesar 0,1 gram, dan lama pengadukan selama 5 menit dengan pendekatan pengukuran creaming index. Analisis ANOVA menunjukan bahwa kecepatan pengadukan, konsentrasi pengemulsi, dan waktu pengadukan pada proses emulsi susu kacang koro berpengaruh signifikan dengan nilai creaming index dimana nilai F hitung (F) < F tabel (Fcrit). Hal tersebut terlihat pula pada analisis respond surface yang didapatkan. Pengukuran stabilitas emulsi pendekatan metode stoke lebih efektif dibandingkan dengan metode Brown.
IDENTIFIKASI NANOPARTIKEL PERAK DAN KANDUNGAN TOTAL FENOL PADA EKSTRAKSI BERBANTU GELOMBANG ULTRASONIK RUMPUT LAUT (GRACILIRIA VERRUCOSA) DARI PANTAI ANYER Dita Widya Anggraeni; Ade Risma Lestari; Laila Kristina Hendrawan; Retno Sulistyo Dhamar Lestari; Indar Kustiningsih; Dhena Ria Barleany; Denni Kartika Sari
JURNAL INTEGRASI PROSES Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : JURNAL INTEGRASI PROSES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jip.v12i1.19175

Abstract

Gracilaria verrucosa merupakan jenis alga merah (rhodophyta) yang terdapat di pesisir Banten. Gracilaria verrucosa selain bermanfaat sebagai bahan pembuatan agar namun juga memiliki kandungan senyawa aktif antioksidan, nanopartikel perak maupun emas. Gracilaria verrucosa banyak terdapat di pesisir pantai Banten namun belum dimanfaatkan dengan baik maupun menjadi produk budidaya. Penentuan metode ekstraksi sangat penting untuk mengekstrak komponen aktif yang diinginkan. Ekstraksi berbantu gelombang ultrasonik  membutuhkan waktu dan jumlah pelarut yang lebih sedikit dibandingkan dengan ekstraksi konvensional sehingga diharapkan memiliki efektifitas yang lebih baik dibandingkan metode konvensional. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi kandungan nanopartikel perak Gracilaria verrucosa dari pantai Anyer, serta mengetahui pengaruh ekstraksi berbantu gelombang ultrasonik dan maserasi terhadap kandungan total fenol. Waktu ekstraksi sonikasi divariasikan 15, 20, dan 25 menit. Hasil penelitian menunjukkan keberadaan kandungan nanopartikel perak yang ditunjukkan dengan perubahan warna ekstrak menjadi coklat gelap. Kadar total fenolik berbantu gelombang ultrasonik didapatkan sebesar 896,0722 mg GAE/g ekstrak dan untuk metode maserasi sebesar 834,2133 mg GAE/g ekstrak. Ekstraksi berbantu gelombang ultrasonik memiliki efektifitas lebih baik dibandingkan dengan metode maserasi.
PENGARUH PENAMBAHAN RICE BRAN WAX PADA COATING FILM BERBASIS KITOSAN JAMUR TIRAM TERHADAP PENYUSUTAN BERAT DAN pH BUAH TOMAT Nufus Kanani; Muhammad Triyogo Adiwibowo; Indar Kustiningsih; Heri Heriyanto; Rusdi Rusdi; Harly Demustila; Wardalia Wardalia; Endarto Yudo Wardhono; Widya Ernayati Kosimaningrum; Meri Yulvianti; Muhammad Gofar; Ila Maghfirotul Fahira
JURNAL INTEGRASI PROSES Vol 13, No 1 (2024)
Publisher : JURNAL INTEGRASI PROSES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jip.v13i1.25753

Abstract

Tomat (Solanum lycopersium L) merupakan buah yang memiliki kandungan air yang tinggi, sehingga mudah mengalami kerusakan dan mengurangi masa simpan tomat. Coating film pada tomat dapat berfungsi untuk melindungi tomat dari kerusakan fisik dan kimia. Kitosan jamur tiram sebagai bahan dasar pembentukan coating film memiliki kelebihan yaitu bersifat kuat dan fleksibel, namun kitosan memiliki kelemahan, yaitu bersifat hidrofilik sehingga perlu penambahan bahan lain untuk memperbaiki karakteristiknya, yaitu dengan penambahan rice bran wax. Penelitian ini dilakukan melalui tahapan pelarutan kitosan dalam asam asetat, penambahan rice brand wax 20-50% (w/v), pembentukan coating film menggunakan metode grafting dengan bantuan gelombang ultrasonik pada temperatur 90°C selama 10-60 menit, dan pengaplikasian coating film pada tomat. Dari penelitian yang dilakukan diperoleh hasil tomat tanpa coating yang dianalisis selama 7 hari menunjukkan tanda pembusukan, sedangkan tomat dengan coating film tetap segar. Penambahan rice brand wax berpengaruh pada penurunan susut bobot tomat. Pada konsentrasi rice bran wax 1-5% menunjukkan bahwa coating film mampu mengurangi penyusutan berat tomat dibandingkan tanpa coating. Penurunan susut bobot tertinggi berturut-turut sebesar 7,88%; 7,71%; 5,8%; 4,57% dan 4,33%. Penambahan rice brand wax juga berpengaruh pada banyaknya gas etilen yang dihasilkan. Kadar gas etilen yang dihasilkan pada hari ke 7 dengan dan tanpa adanya pelapisan berturut-turut sebesar 7,89 dan 1,95 ppm.  
THE EFFECT OF UV LIGHT ON THE YIELD AND CHARACTERISTICS OF BIODIESEL FROM CANDLENUT OIL USING A TiO2-K2O/NATURAL ZEOLITE COMPOSITE Muhammad Triyogo Adiwibowo; Indar Kustiningsih; Alia Badra Pitaloka; Wardalia Wardalia; Tati Jumiarti; Hani Mulyani
JURNAL INTEGRASI PROSES Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : JURNAL INTEGRASI PROSES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jip.v12i1.19881

Abstract

This study examines the effect of UV irradiation on the yield and physical characteristics of biodiesel from candlenut oil using a TiO2-K2O/natural zeolite composite. Natural zeolite was activated with KOH and impregnated with TiO2. The formed composite was analyzed with an X-ray diffractometer. Biodiesel was synthesized with candlenut oil to methanol molar ratio and catalyst loading (w/w oil) 1:4, 1:6, 1:8, and 2, 4, and 6%, respectively. The XRD analysis shows peak patterns of anatase and rutile TiO2, K2O, and zeolite. UV light can increase biodiesel yield, with the highest yield at 82.08% at oil to methanol molar ratio of 1:8 and a catalyst loading of 2%. The physical properties of biodiesel are in accordance with national standard SNI 7182:2015. GCMS results shows that the main components of fatty acid methyl ester from biodiesel are methyl oleate, methyl palmitate, and methyl linoleate.  
A REVIEW OF DEEP EUTECTIC SOLVENTS IN GREEN EXTRACTION OF CHITOSAN: COMPOSITION, EFFICIENCY, AND RECYCLABILITY Kanani, Nufus; Wardalia, Wardalia; Kustiningsih, Indar; Adiwibowo, Muhammad Triyogo; Rusdi, Rusdi; Hartono, Rudi; Heriyanto, Heri
JURNAL INTEGRASI PROSES Vol 14, No 1 (2025)
Publisher : JURNAL INTEGRASI PROSES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jip.v14i1.32299

Abstract

Chitosan, a biopolymer derived from chitin-rich biomass such as crustacean shells, has garnered attention for its biodegradability, biocompatibility, and wide-ranging applications. However, conventional chemical extraction methods relying on strong acids and bases pose significant environmental and safety concerns, often leading to molecular degradation and low product quality. This study explores the use of deep eutectic solvents (DESs) as a green alternative for chitosan extraction. DESs, formed from combinations of hydrogen bond donors and acceptors, offer tunable properties, lower toxicity, and recyclability. The article highlights the structural advantages, extraction efficiency, and environmental benefits of DESs over conventional methods. It also examines the integration of process intensification technologies, such as microwave and ultrasound-assisted extraction, to enhance yield and reduce energy consumption. The findings underscore DESs’ potential to produce high-purity chitosan while supporting sustainability goals and industrial scalability, offering a viable pathway toward eco-friendly biopolymer processing.