Sutejo, Hery
Unknown Affiliation

Published : 14 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

PENGARUH PUPUK NPK MESTIBIRU DAN PUPUK KOMPOS TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SAWI (Brassica juncea L.) VARIETAS TOSAKAN F1 Indramus, Febra; Napitupulu, Marisi; Sutejo, Hery; Derita, Djumansi
Jurnal Agroteknologi dan Kehutanan Tropika Vol 3, No 2 (2025): Juli 2025
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/jakt.v3i2.8745

Abstract

Tanaman sawi merupakan tanaman yang bernilai ekonomis yang mempunyai banyak manfaat. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh pupuk NPK Mestibiru dan pupuk kompos serta interaksinya terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman sawi, dan juga untuk mengetahui dosis pupuk NPK Mestibiru dan pupuk kompos yang tepat untuk memperoleh hasil tanaman yang tinggi. Penelitian dilaksanakan bulan Juli 2022 sampai dengan bulan Agustus 2022. Tempat penelitian di Kecamatan Kembang Janggut, Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur. Penelitian menggunakan rancangan percobaan dengan analisis faktorial 3 x 3 dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL), yang diulang sebanyak 4 kali. Terdiri atas 2 faktor perlakuan. Faktor I, Dosis Pupuk NPK Mestibiru (M) terdiri dari 3 taraf yaitu: tanpa pupuk NPK Mestibiru atau kontrol (m0), dosis pupuk NPK Mestibiru 150 kg/ha setara dengan 3,75 g/polibag (m1), dan dosis pupuk NPK Mestibiru 300 kg/ha setara dengan 7,50 g/polibag (m2). Faktor II, Dosis Pupuk Kompos (K)) terdiri atas 3 taraf, yaitu: tanpa pupuk kompos atau kontrol (k0), dosis pupuk kompos 3 ton/ha atau setara dengan 75 g/polibag (k1), dan dosis pupuk kompos 6 ton/ha atau setara dengan 150 g/polibag (k2). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pupuk NPK Mestibiru (M) berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman dan berat basah tanaman. Berat basah tanaman terberat terdapat pada perlakuan dengan dosis 6 ton/ha (m2), yaitu 152,58 g. Interaksi perlakuan (MxK) tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman umur 15 hari dan umur 30 hari setelah tanam, jumlah daun umur 15 hari dan umur 30 hari setelah tanam, dan berat basah tanaman.
BIMTEK PENGUBINAN TANAMAN PADI INFARI 32 DI KELOMPOK TANI RUKUN SENTOSA KELURAHAN PULAU ATAS KECAMATAN SAMBUTAN Sutejo, Hery; Rahmi, Abdul; Sujalu, Akas Pinaringan; Ismail, Ismail; Biantary, Maya Preva; Fransiska, Oktavia Aulia; Loge, Maurus Abas
JURNAL ABDIMAS UNTAG SAMARINDA Vol 2, No 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/jaus.v2i1.7863

Abstract

Pengubinan adalah salah satu cara untuk mengetahui perkiraan hasil panen padi persatuan luas. Pelaksanaan pembuatan petak pengubinan padi dilaksanakan di kelompok Tani Rukun Sentosa Kelurahan Pulau Atas Kecamatan Sambutan, pada hari Sabtu 21 Oktober 2023. Peserta dari kelompok Tani Rukun Sentosa Kelurahan Pulau Atas  Kecamatan Sambutan dengan UPTD Proteksi Tanaman Pangan Dan Hortikultura Kalimantan Timur serta Fakultas Pertanian Universitas 17 Agustus 1945  Samarinda. Penyampaian materi disampaikan oleh tim dan dilanjutkan dengan praktek langsung di lapangan. Bahan dan alat yang disiapkan    dalam pembuatan petak pengubinan yaitu : Tongkat bambu 4 biji dengan tinggi 4 meter, tali rafia untuk membuat batas, sabit,  karung plastik, terpal, tampi, timbangan duduk. Hasil panen padi petani di kelompok Tani Rukun Sentosa Pulau Atas sebesar 3,07 ton/ha kriteria sedang. Untuk tanam selanjutnya disarankan jarak tanam lebih lebar dan pemberian pupuk dan irigasi lebih baik lagi.
PELATIHAN PEMBUATAN PUPUK ORGANIK CAIR SANOKIR DI KELOMPOK TANI RUKUN SENTOSA KELURAHAN SINDANGSARI KECAMATAN SAMBUTAN Sutejo, Hery; Napitupulu, Marisi; Rahmi, Abdul; Fatah, Abdul; Sujalu, Akas Pinaringan; Syahfari, Helda; Astuti, Puji; Ernawati, Ernawati; Hanafi, Imam; Suhebi, Yulianto
JURNAL ABDIMAS UNTAG SAMARINDA Vol 2, No 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/jaus.v2i2.8311

Abstract

Pupuk organik cair sebagai alternatif pengurangan pemakaian pupuk kimia diharapkan mampu mengurangi biaya produksi dan ramah lingkungan. Penyuluhan dilaksanakan di Kelompok Tani Rukun Sentosa Kelurahan Sindangsari, Sambutan, Samarinda. Pembuatan POC SANOKIR dengan bahan Urine sapi 20 liter. bawang merah seper empat kg, gula merah deper empat kg, kecambah   rawaon seper empat kg, EM4, iga tulang sapi yang sudah dihaluskan. Alat yan digunakan jerigen 25 liter, pisau, telanan, blender (palu dan alu), ember plastik besar, alat pengaduk (sendok yang besar atau kayu). Pengabdian telah terlaksana dengan baik dengan pendampingan dari PPL dan para petani sangat antusias mengikuti kegiatan pembuatan Pupuk Organik Cair SANOKIR sampai aplikasi. Penerapan pertanian organik sangat membantu petani dalam mengurangi ketergantungan dengan pupuk kimia dan ramah lingkungan cocok untuk aplikasi tanaman pertanian. POC SANOKIR sebagai pupuk organic cair dapat meningkat produksi tanaman padi dan holtikultura. Aplikasi SANOKIR terhadap tanaman padi 400 ml per 16 liter air atau 25 ml per 1 liter untuk tanaman holtikultura
PENGARUH PUPUK KANDANG AYAM DAN PUPUK NPK MUTIARA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN CABAI RAWIT (Capsicum frutescent L.) VARIETAS DEWATA F1 Pangga, Yohansen Jair; Rahmi, Abdul; Sutejo, Hery; Norhadi, Norhadi
Jurnal Agroteknologi dan Kehutanan Tropika Vol 4, No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/jakt.v4i1.9245

Abstract

Cabai merupakan salah satu komoditas hortikultura yang banyak dibudidayakan di Indonesia, karena memiliki harga jual yang tinggi dan memiliki beberapa manfaat Kesehatan. Tujuan penelitian adalah: untuk mengetahui pengaruh pupuk kandang ayam dan pupuk NPK Mutiara serta interaksinya terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman cabai rawit, untuk memperoleh dosis pupuk kandang ayam dan pupuk NPK mutiara yang sesuai. Penelitian ini dilaksanakan di Kampung Ombau Asa Kecamatan Barong Tongkok, Kabupaten Kutai Barat, pada Juni-September 2023. Penelitian menggunakan percobaan faktorial 3 x 4 dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang diulang sebanyak 4 kali. Faktor pertama adalah dosis pupuk kandang ayam (P) terdiri atas 3 taraf yaitu : tanpa pupuk kandang ayam (p0), 10 g polibag-1 (p1), dan 20 g polibag-1 (p2). Faktor kedua adalah dosis pupuk NPK mutiara (N) terdiri atas 4 taraf yaitu : tanpa pupuk NPK mutiara (n0),  1,5 g polibag-1 (p1), 3,0 g polibag-1 (p2), dan 4,5 g polibag-1 (p3). Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) pemberian pupuk kandang ayam berpengaruh nyata sampai sangat nyata terhadap tinggi tanaman pada umur 15, 30, dan 45 hari setelah tanam, umur tanaman saat berbunga, umur tanaman saat panen, jumlah buah per tanaman, dan berat buah per tanaman.   Berat buah paling tinggi dihasilkan pada perlakuan 20 g polibag-1 (p2) yaitu 31,28 g tanaman-1, sedangkan yang paling rendah dihasilkan pada perlakuan tanpa pupuk kandang ayam ((p0) yaitu 25,19 g tanaman-1; (2) pemberian pupuk NPK mutiara berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman pada umur 15, 30, dan 45 hari setelah tanam, umur tanaman saat berbunga, umur tanaman saat panen, jumlah buah per tanaman, dan berat buah per tanaman.  Berat buah paling tinggi dihasilkan pada perlakuan 4,5 g polibag-1 (n3) yaitu 29,38 g tanaman-1, sedangkan yang paling rendah dihasilkan pada perlakuan tanpa pupuk NPK mutiara (n0) yaitu 26,30 g tanaman-1.; dan (3) interaksi antara pupuk kandang ayam dan pupuk NPK mutiara berpengaruh nyata sampai sangat nyata terhadap tinggi tanaman pada umur 30 dan 45 hari setelah tanam, umur tanaman saat berbunga dan umur tanaman saat panen,  tetapi berpengaruh tidak nyata terhadap tinggi tanaman umur 15 hari setelah tanam, jumlah buah per tanaman, dan berat buah per tanaman.