Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

KEARIFAN LOKAL DALAM MITIGASI KEBAKARAN HUTAN DAN LAHAN GAMBUT DI DESA TANJUNG BELIT KABUPATEN BENGKALIS Kiky Wulandari, R.; Jalil, Ashaluddin; Yesi, Yesi
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 5 (2025): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v8i5.1830-1837

Abstract

Kebakaran hutan dan lahan gambut tidak hanya menjadi ancaman ekologis, tetapi juga ancaman serius pada kehidupan sosial maupun ekonomi masyarakat. Dengan potensi dampak yang disebabkan oleh kebakaran hutan dan lahan gambut, masyarakat lokal telah memiliki inisiatif mitigasi yang bersumber dari kebiasaan turun temurun maupun muncul karena perkembangan situasi serta kondisi. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui: 1) Bentuk kearifan lokal masyarakat dalam mitigasi kebakaran hutan dan lahan gambut. 2) Bagaimana upaya masyarakat dalam mempertahankan kearifan lokal. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Subjek dipilih secara purposive terdiri dari tokoh formal, Masyarakat Peduli Bencana (MPB), dan masyarakat umum yang sebagian besar adalah petani. Data yang terkumpul dalam penelitian ini dianalisis secara kualitatif dengan proses pengumpulan data, reduksi, display dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menemukan bahwa bentuk kearifan lokal dalam upaya mitigasi kebakaran hutan dan lahan gambut ditekankan pada water management dengan membuat embung dan pengaturan air melalui sekat kanal. Selain itu, praktek lokal yang biasa dilakukan oleh masyarakat adalah memerun. Aktivitas memerun dilakukan dengan mengumpulkan seresah hasil tebang maupun tebas pada satu titik, sekelilingnya dibuat parit, dan dilakukan pembakaran pada saat cuaca tidak panas, intensitas angin tidak tinggi, dan dilakukan pengawasan secara gotong royong. Penelitian ini menegaskan bahwa integrasi kearifan lokal dalam mitigasi bencana telah memberikan dampak positif terhadap angka kebakaran hutan dan lahan gambut di lokasi studi. Keberhasilan ini diperkuat pula oleh solidaritas masyarakat dalam bentuk budaya gotong royong..
MEMBANGUN KESADARAN DAN KEPEDULIAN PELAJAR SDN 07 BANDAR LAKSAMANA KABUPATEN BENGKALIS DALAM MELESTARIKAN EKOSISTEM GAMBUT Jalil, Ashaluddin; Yesi, Yesi; Syafrizal, Syafrizal
Reswara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/rjpkm.v4i1.2405

Abstract

Generasi muda merupakan agen yang memiliki peran penting dalam menjaga ekosistem gambut berkelanjutan. Pengabdian ini bertujuan memberi edukasi tentang pentingnya ekosistem gambut bagi siswa dan siswi SDN 07 Bandar Laksamana Kabupaten Bengkalis. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini yaitu Partisipatory Action Resort, dengan tujuan setelah dilakukan penelitian ini akan mendorong kesadaran dan kepedulian yang mengarah pada cinta lingkungan terutama ekosistem gambut. Sosialisasi dan edukasi telah memberikan pengetahuan baru kepada peserta kegiatan. Mereka antusias terlibat dalam seluruh rangkaian kegiatan mulai dari edukasi dan sosialisasi hingga aksi penanaman pohon. Kesadaran dan kepedulian terhadap ekosistem gambut tidak dapat terlihat dalam waktu yang singkat. Namun, melihat pada antusias dan partisipasi yang tinggi dari peserta di seluruh rangkaian kegiatan sekaligus dukungan berbagai pihak maka potensi keberhasilan kegiatan ini di kemudian hari masih berpeluang besar. Diperlukan konsistensi dari pihak terkait untuk mendorong pada tumbuhnya perilaku yang positif terhadap ekosistem gambut
STRUKTUR DAN MAKNA MANTRA DALAM UPACARA ADAT BASAYAK DAYAK BAKATI DI DESA LESABELA KECAMATAN LEDO Yesi, Yesi; Syam, Christanto; Seli, Sesilia
Jurnal Kajian Pembelajaran dan Keilmuan Vol 8, No 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jurnalkpk.v8i1.70097

Abstract

Spells are considered to have magical powers, the wording has rhyme and the delivery has intonation which is often called rhythm. Research problem how to rhyme the Basayak spells, how to concrete words in the spells, what the meaning of the Basayak spells is, and how to implement research results in Indonesian language learning in schools. This research uses descriptive methods, a form of qualitative research, and uses a structural approach. The source of research data is the Basayak spells spoken by a shaman. The research data is the structure and meaning of mantras obtained from spells texts. The results of research data analysis on the Basayak spells include: (1) rhyme which includes; (a) rhyme according to the correspondence of sounds in words or syllables consisting of full, absolute, half, stem, assonance, consonance, dissonance, sequence, and visual rhyme; (b) rhyme according to the position of the words in the sentence line consisting of initial, middle and final rhymes; (c) rhyme based on the position of its partner in the stanza consisting of continuous, hug, cross, twin, break and free rhyme (2) concrete words include concrete words that describe the senses of sight, hearing, touch and taste; (3) meanings which include religious meaning, personality, meaning related to nature, and society (4) The Basayak spelss can be implemented in learning at school by implementing the Independent Learning Curriculum.
Analysis of key factors influencing adaptation to e-money on transmetro Pekanbaru Marnelly, T. Romi; Resdati, Resdati; Yesi, Yesi; Brian, Brian
JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia) Vol. 10 No. 3 (2024): JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia)
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Theraphy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/020244767

Abstract

Social adaptation is an important process for individuals or groups in adjusting to new circumstances, including the adoption of technological innovations. The implementation of E-Money as a mandatory payment method in the Transmetro Pekanbaru public transportation system is a significant change, requiring passengers to adapt to this new system. This study aims to analyze the factors that influence passenger adaptation to E-Money using a descriptive quantitative approach. This research was conducted in Pekanbaru, with data collected through interviews with a sample of 100 respondents, which was determined from a population of 34,918 passengers using Slovin's formula with a margin of error of 10%. Data analysis was conducted to identify demographic and economic factors that influence adaptation. The results show that age, gender, occupation, income, education, private vehicle ownership, and E-Money ownership significantly affect the level of passenger adaptation to E-Money. Users who are younger, female, more educated, self-employed, or students, and who already possess E-Money tools such as BRIZZI (a type of E-Money card) or QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) tend to adapt more quickly. A significant finding is the dominance of QRIS and the combination of BRIZZI and QRIS as preferred payment methods. However, the intensity of Transmetro usage does not significantly affect the adaptation rate. These findings suggest that strategies targeted at increasing E-Money adoption should take these demographic and socio-economic factors into account, especially by focusing on providing an accessible and user-friendly payment system for less adapted passenger groups. This study contributes to understanding the social adaptation process in the context of digital payment innovations and provides practical implications for policymakers and Transmetro Pekanbaru management in improving the effectiveness of E-Money implementation.
Inisiatif Masyarakat dan Peran Perusahaan dalam Mitigasi Perubahan Iklim di Kawasan Perkebunan Sawit: Community Initiatives and Company's Role in Climate Change Mitigation in Oil Palm Plantation Areas Yesi, Yesi; Jalil, Ashaluddin; Sugiyanto, Seger
Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement Vol. 3 No. 2 (2022): Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement
Publisher : LP2M INSURI Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/amalee.v3i2.1317

Abstract

Abstract: The purpose of this paper is to review community initiatives in dealing with climate change in oil palm plantation areas. We use descriptive qualitative methods as well as apply the participatory Action Research (PAR) method to encourage community action. The results showed that oil palm plantations had a positive impact in the form of improving the community's economy and negative impacts, namely a clean water crisis and erratic hot and rainy weather. Therefore, to anticipate the worsening impact of the existence of oil palm plantations, the community has an initiative by planting medicinal plants, food plants, flowers, carrying out environmental conservation campaigns, making environmentally friendly fertilizers, making biopores, biogas, making gazebos, green houses, giving seeds plants and provision of fish seeds. All these initiatives were strengthened by the support of various parties from the regional government and the Pertamina Hulu Energi Kampar company in the form of Corporate Social Responsibility (CSR) program support. Abstrak: Tujuan tulisan ini adalah mengulas mengenai inisiatif masyarakat dalam menghadapi perubahan iklim di kawasan perkebunan kelapa sawit. Kami menggunakan metode kualitatif deskriptif juga menerapkan metode participatory Action Research (PAR) untuk mendorong terjadinya aksi masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkebunan sawit memberikan dampak positif berupa peningkatan ekonomi masyarakat dan dampak negatif yaitu krisis air bersih serta cuaca panas maupun hujan yang tidak menentu. Oleh karena itu untuk mengantisipasi semakin memburuknya dampak dari adanya perkebunan kelapa sawit tersebut masyarakat memiliki inisiatif dengan menanam tanaman obat, tanaman pangan, bunga, melakukan kampanye pelestarian lingkungan, membuat pupuk ramah lingkungan, pembuatan biopori, biogas, pembuatan gazebo, green house, pemberian bibit tanaman serta pemberian bibit ikan. Seluruh inisiatif tersebut diperkuat dengan dukungan berbagai pihak dari pemerintah daerah dan perusahaan Pertamina Hulu Energi Kampar dalam bentuk dukungan program Corporate Social Responsibility (CSR).
Desain Pembelajaran Mobile Learning untuk Memperkenalkan Sikap Tanggung Jawab di Sekolah Dasar Lestari, Ika; Nafiah, Maratun; Yesi, Yesi
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3313

Abstract

AbstrakSikap tanggung jawab adalah bentuk kepemilikan dan kepedulian dalam melaksanakan tindakan. Pengembangan bertujuan mengembangkan sebuah desain pembelajaran untuk memperkenalkan sikap tanggung jawab sebagai penunjang materi pembelajaran. Metode yang digunakan Research & Development, model yang dikembangkan dengan menggunakan; Analyze, Design, Develop, Implementation, dan Evaluation (ADDIE). Penelitian ini dilaksanakan di Sekolah Dasar Negeri 02 Toboali. Langkah-Langkah dalam penelitian ini, 1) menganalisis kebutuhan penelitian, 2) perancangan produk, 3) mengembangkan produk, 4) uji coba peserta didik, dan 5) evaluasi. Teknik analisis data menggunakan wawancara dan kuesioner. Hasil uji coba pengembangan di evaluasi oleh ahli media 93,33% ahli bahasa 94.23% dan ahli materi 87,5% dalam kategori sangat baik serta hasil uji coba pengguna one-to-one 87,5% dan small group 89,5% dalam kategori sangat baik. Hal ini menunjukkan bahwa desain mobile learning untuk memperkenalkan sikap tanggung jawab dapat dikatakan layak digunakan di kelas tiga sekolah dasar.  Kata Kunci: Mobile Learning, Tanggung Jawab, PPKn AbstractThe attitude of responsibility is the form of ownership and concern in carrying out action. Development aims to develop a learning design to introduce attitude responsibility as a supporting of learning materials. The method used Research & Development, the model developed using; Analyze, Design, Develop, Implementation, and Evaluation (Addie). This research was conducted in the country's school of 02 Toboali. The steps in this study, 1) analyzed the needs of the study, 2) product design, 3) developed the product, 4) trials learners, and 5) evaluation. Data analysis techniques use interviews and questionnaires. The results of development tests in evaluation by media experts 93.33% linguist 94.23% and material experts 87.5% in excellent category and the results of one-to-one user testing 87.5% and Small Group 89.5% in excellent category. This shows that mobile design learning to introduce the attitude of responsibility can be said to be worth using in the first three elementary school.Keywords: Mobile Learning, Responsibility, Civic Education
Need Analysis of Mobile Learning Based on Problem Based Learning for Elementary School Student Yarmi, Gusti; Suntari, Yustia; Usman, Herlina; Yesi, Yesi
JTP - Jurnal Teknologi Pendidikan Vol. 26 No. 2 (2024): Jurnal Teknologi Pendidikan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/jtp.v26i2.47170

Abstract

Critical thinking skills of elementary school students still need to be considered again, especially in learning Social Studies. One way to improve students' critical thinking skills is by using Mobile Learning Social Studies learning media. This study aims to determine the needs analysis in developing Mobile Learning based on Problem-Based Learning in learning Social Studies in Elementary Schools where the products developed are expected to be able to improve students' critical thinking skills. The research was conducted at East Jakarta Elementary School with 30 students as research subjects. The research method used is Research and Development using the ADDIE approach including Analysis, Design, Development, implementation and evaluation. However, the implementation in this research only conducts the analysis stage to determine the analysis of student and teacher needs to develop mobile learning social studies products according to field needs. Data collection techniques used are observation, interviews and questionnaires. The results of this study are that the learning media used during learning still do not pay attention to the characteristics of students and the development of 21st century learning and learning models that are still fixated on classical learning models so that the development of PBL-based mobile learning media is needed.
MOTIF MENGGUNAKAN SMARTPHONE DIKALANGAN MAHASISWA FISIP UNIVERSITAS RIAU Erika Brietta, Agnes; Yesi, Yesi
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 11, No 9 (2024): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v11i9.2024.3544-3552

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Riau. Adapun dengan tujuan penelitian: 1) Mengetahui aktivitas mahasiswa menggunakan smartphone, 2) untuk Mengetahui pandangan mahasiswa terhadap smartphone, dan 3) Mengetahui motif mahasiswa dalam penggunaan smartphone. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui Google Form dan dokumentasi. Penelitian ini melibatkan 192 responden dengan teknik Propotional Random Sampling. Hasil penelitian menunjukkan tingginya tingkat penggunaan smartphone di kalangan mahasiswa, yang mencerminkan ketergantungan signifikan pada smartphone dalam kehidupan sehari -hari. Motif utama penggunaan smartphone pada aspek Hiburan Sebanyak 48% responden menggunakan smartphone untuk hiburan dan berkomunikasi dengan teman. Dalam aspek interaksi sosial, 59,9% responden menggunakan smartphone untuk berkomunikasi dengan keluarga dan teman. Pada aspek identitas pribadi, 55,2% responden menggunakan smartphone untuk mencari informasi guna menyesuaikan diridengan lingkungan sekitar, sedangkan pada aspek informasi, 55,7% responden menggunakan smartphone untuk mendapatkan informasi tentang orang-orang sekitar maupun dunia luar. Smartphone digunakan secara luas untuk komunikasi, hiburan, dan akses informasi. Namun, penggunaan yang intensif ini juga dikaitkan dengan peningkatan kecemasan dan stres di kalangan mahasiswa. Dengan demikian, smartphone telah menjadi perangkat esensial yang mendukung berbagai aspek kehidupan mahasiswa, mulai dari kebutuhan pribadi hingga akademis dan sosial. 
MOTIVASI PASIEN BPJS DALAM MEMILIH RSUD ARIFIN ACHMAD SEBAGAI TEMPAT BEROBAT KOTA PEKANBARU Iqbal, Muhamad; Yesi, Yesi
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 11, No 11 (2024): NUSANTARA : JURNAL ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v11i11.2024.4598-4608

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui motivasi pasien BPJS dalam memilih RSUD Arifin Achmad sebagai tempat berobat dan untuk mengetahui apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi pasien BPJS dalam memilih RSUD Arifin Achmad sebagai tempat berobat. Adapun penelitian ini dilakukan di RSUD Arifin Achmad Kota Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data penelitian ini menggunakan kuesioner dan dokumentasi. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan Accidental Sampling sebagai teknik pengambilan sampel, sampel pada penelitian ini berjumlah 65 responden. Hasil dari penelitian ini motivasi pasien BPJS dalam memilih RSUD Arifin Achmad sebagai tempat berobat terdapat mayoritas pasien BPJS menunjukan motivasi yang tinggi dalam memilih RSUD Arifin Achmad sebagai tempat berobat. Yang berarti pasien BPJS ini memiliki penilaian baik terhadap RSUD Arifin Achmad dilihat dari motif fungsional, motif estetika-emosional, motif sosial, motif situasional, dan motif keingintahuan untuk mengetahui seberapa tinggi motivasi pasien BPJS tersebut, serta faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi yang dilihat dari pengetahuan pasien dalam melakukan pendaftaran untuk melakukan pengobatan, berkas atau dokumen yang harus disiapkan, serta bagian pengaduan yang disediakan oleh pihak RSUD Arifin Achmad, dan pengalaman pasien BPJS dalam menerima pelayanan baik medis maupun non medis saat melakukan pengobatan di RSUD Arifin Achmad
POTRET PEREMPUAN PENCARI NAFKAH UTAMA KELUARGA Nurfadila, Nurfadila; Yesi, Yesi
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 11, No 5 (2024): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v11i5.2024.1833-1839

Abstract

Penelitian ini membahas tentang fenomena perempuan yang dalam kehidupannya ia bertanggunjawab sebagai pencari nafkah utama bagi keluarganya sekaligus menjadi seorang ibu rumah tangga di Kelurahan Kampung Bandar Pekanbaru. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas yang dilakukan oleh perempuan pencari nafkah utama tersebut serta untuk mengetahui hambatan-hambatan yang dihadapi oleh perempuan tersebut dalam menjalankan aktivitasnya. Metode dari penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan subjek penelitiannya sebanyak enam orang yang didapatkan melalui metode teknik snowball. Hasil dari penelitian ditemukan bahwasanya perempuan pencari nafkah utama tersebut memiliki dua aktivitas yaitu di sektor publik dengan melakukan kegiatan produktif yang dapat menghasilkan uang dan sektor domestik dengan kegiatannya dalam mengurus rumah dan anggota keluarga. Dalam menjalankan aktivitasnya, perempuan tersebut mengalami hambatan seperti, adanya tekanan dari tempat kerja yang mampu menyulitkan perannya sebagai ibu rumah tangga dan mengalami kesulitan dalam membagi waktu. Oleh karena itu, solusi yang ditemukan dari subjek penelitian ini adalah sebagian perempuan tersebut menggunakan bantuan agen pengganti dalam menggantikan peran-perannya agar dapat berjalan lebih efisien.Â