Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Pemanfaatan Sensor Load Cell Dalam Pembuatan Prototipe Alat Uji Tekan Portabel Reza Alfian; Rahadi Wirawan; L. Sahrul Hudha; Nurul Qomariyah; Susi Rahayu; Marzuki Marzuki
Wahana Fisika Vol 7, No 1 (2022): June
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/wafi.v7i1.46990

Abstract

Alat uji tekan merupakan instrumen uji mekanik yang digunakan untuk menentukan batas maksimum suatu material menerima tekanan yang diberikan. Tekanan yang diberikan pada suatu material dapat mengakibatkan terjadinya deformasi pada material tersebut. Sensor load cell merupakan suatu piranti yang mengkonversi deformasi yang terjadi menjadi perubahan nilai hambatan listrik. Pada penelitian ini dilakukan pembuatan alat uji tekan portabel yang memanfaatkan sensor load cell. Alat uji tekan ini menggunakan sensor load cell, modul mikrokontroler ATmega328, motor driver, dongkrak listrik, modul ADC HX7411, dan modul LCD. Pengujian sensor load cell dilakukan dengan memberikan gaya tekan pada sensor load cell pada 3 klasifikasi skala yaitu 10 N-100 N dengan kelipatan 10 N, 100 N-1000 N dengan kelipatan 100 N, dan skala 1000 N-5000 N dengan kelipatan 1000 N. Hasil pengujian unjuk kerja sensor menunjukkan tingkat akurasi sebesar 98,7%. Sementara itu, pengujian pengukuran uji tekan suatu sampel material menunjukkan deviasi nilai 1% terhadap hasil pengukuran menggunakan alat standar UTM-TENSILON.Kata Kunci :  load cel; tekanan; akurasi; ATmega328; HX7411.
Penerapan teknologi sensor dan mikrokontroler pada eksperimen gerak jatuh bebas untuk pembelajaran fisika SMA Nurul Qomariyah; Rahadi Wirawan; Laili Mardiana; Ramadian Ridho Illahi; Arif Budianto; Lalu Sahrul Hudha; Dwi Bayu Lestari
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i2.38702

Abstract

Abstrak Pembelajaran fisika di SMAN 1 Praya Barat sebagai salah satu sekolah mitra, selama ini cenderung bersifat kontekstual dan abstrak, sehingga berimplikasi pada lemahnya pemahaman konseptual dan minimnya keterampilan praktis siswa. Pengabdian masyarakat ini bertujuan mengembangkan perangkat eksperimen berbasis teknologi sensor dan mikrokontroler pada materi Gerak Jatuh Bebas (GJB) dan memberikan pelatihan dan pendampingan kepada guru untuk penggunaannya. Metode yang digunakan terbagi menjadi tiga tahapan yaitu: 1) tahap persiapan, merupakan langkah awal untuk menganalisis situasi pembelajaran Fisika di SMAN 1 Praya Barat, dan perancangan modul eksperimen oleh tim pengabdian, 2) tahap pelaksanaan, pengabdian dilaksanakan pada tanggal 28 Juli 2025, tahap ini dilakukan dengan pelatihan penggunaan modul sensor dan penggunaannya dalam eksperimen, dan 3) tahap evaluasi dilakukan untuk menilai efektivitas kegiatan, dengan melihat langsung, sedangkan data motivasi diukur menggunakan kuesioner. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa penggunaan modul tersebut tidak hanya memfasilitasi pemahaman konsep fisika secara lebih mendalam dan komprehensif, tetapi juga meningkatkan keterampilan eksperimental dan motivasi belajar siswa. Di sisi lain, guru mendapatkan sebuah prototipe media pembelajaran inovatif yang aplikatif dan dapat dikembangkan lebih lanjut untuk materi fisika lainnya. Simpulan dari kegiatan ini adalah pendekatan eksperimen berbantuan teknologi berpotensi mengatasi tantangan pembelajaran fisika yang abstrak serta membangun dasar pemahaman konseptual yang lebih kokoh dibandingkan dengan metode kontekstual konvensional. Kata kunci: GJB; mikrokontroller; pembelajaran fisika; sensor. Abstract Physics learning at SMAN 1 Praya Barat, as one of the partner schools, has tended to be contextual and abstract, leading to weak conceptual understanding and a lack of students’ practical skills. This community service aims to develop experimental equipment based on sensor and microcontroller technology for the topic of Free Fall Motion (FFM) and to provide training and guidance to teachers on its use. The method used is divided into three stages: 1) the preparation stage, which is the initial step to analyze the physics learning situation at SMAN 1 Praya Barat and the design of the experiment module by the service team; 2) the implemntation stage, Implementation of the program on 28th July, 2025 where intervention is carried out through training on the use of sensor modules and their application in experiments; and 3) the evaluation stage, conducted to assess the effectiveness of the activity through direct observation, while motivation data is measured using questionnaires. Evaluation results show that the use of these modules not only facilitates a deeper and more comprehensive understanding of physics concepts but also enhances students’ experimental skills and learning motivation. On the other hand, teachers receive an innovative and applicable learning media prototype that can be further developed for other physics topics. The conclusion of this activity is that a technology-assisted experimental approach has the potential to overcome the challenges of abstract physics learning and buid a firmer foundation for conceptual understanding compered to conventional contextual methods. Keywords: FFM; microcontroller; physics learning; sensors.