Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

ANALISIS PEMANFAATAN RUANG TERBUKA PUBLIK: STUDI DI TAMAN BERLABUH KOTA TARAKAN Rahmad Sadli; Annisa Mu'awanah Sukmawati
Sustainable, Planning and Culture (SPACE) : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 3 No 1 (2021): Ruang Aktivitas
Publisher : UNHI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/space.v3i1.1223

Abstract

Urban parks are a form of public open space that can be used by anyone. In a city, the government needs to provide at least 30% of the city's area as open space. The Taman Berlabuh is one of the public open spaces provided by the Government of Tarakan City as an effort to respond it. Even though it has been built since 2016, the Taman Berlabuh was allegedly lacking management, thus some of the facilities damage and affecting its use. This study attempts to assess the level of effectiveness of using the Taman Berlabuh as a public open space in Tarakan City. The research used data collection techniques in the form of field surveys, interviews, and questionnaires. The sampling technique used was a simple random sampling of 100 park visitors. The analysis was conducted by using descriptive quantitative analysis through the scoring method. The research reveals that from the average of the three variables analyzed, i.e. the accessibility, facilities, and functions of Taman Berlabuh as a public space, the Taman Berlabuh is categorized as quite effective. The Taman Berlabuh provides multi-functions of open public space, they are as play, leisure and culinary facilities. The function of the Taman Berlabuh as a public open space has been optimal. While, when it observed from the variable availability of facilities and accessibility, it is still categorized as quite optimal.
Strategi Pengembangan Kawasan Wisata Berbasis Industri Kreatif di Kota Mojokerto Dini Norma Perwirasari; Annisa Mu'awanah Sukmawati
Jurnal Penataan Ruang Vol 15, No 2 (2020): Jurnal Penataan Ruang 2020
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota, ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j2716179X.v15i2.7653

Abstract

Objek wisata tidak harus berupa tempat-tempat yang memiliki keindahan alam, sarana rekreasi, nilai budaya, maupun nilai sejarah tersendiri. Namun, suatu proses produksi menghasilkan suatu barang tertentu pada sektor-sektor kreatif juga berpotensi untuk dikembangkan menjadi objek daya tarik wisata (ODTW). Kota Mojokerto merupakan kota yang memiliki potensi sektor kreatif di bidang industri pengolahan, seperti industri kulit, barang dari kulit, alas kaki, dan miniatur kapal. Keterbatasan Sumber Daya Alam (SDA) Kota Mojokerto yang dapat dimanfaatkan sebagai objek wisata menjadi alasan utama untuk mendorong potensi sektor kreatif lainnya. Potensi komoditi unggulan industri kreatif pada setiap kecamatan di Kota Mojokerto menjadi peluang yang dapat dimanfaatkan sebagai pendorong sektor yang lain, yaitu sektor pariwisata. Tujuan penelitian ini adalah merumuskan strategi-strategi pengembangan kawasan wisata industri kreatif di Kota Mojokerto. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data primer melalui hasil observasi lapangan dan wawancara dengan para pemangku kepentingan menggunakan teknik purposive sampling. Sedangkan data sekunder didapatkan dari hasil telaah dokumen terkait. Dalam menganalisis potensi, masalah dan isu yang sedang berkembang akan menggunakan teknik analisis SWOT pendekatan kualitatif serta analisis penguatan isu strategis. Hasil dari analisis SWOT tersebut berupa matriks strategi pengembangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tiap kecamatan di Kota Mojokerto memiliki ciri khas produk unggulan yang dapat dijadikan modal untuk dikembangkan dengan konsep One District One Product (ODOP). Rumusan strategi pengembangan dibagi menjadi dua, yaitu strategi spasial dan nonspasial. Elaborasi dari kedua strategi tersebut diharapkan dapat menjadi preskripsi bagi Kota Mojokerto untuk mewujudkan pembangunan yang efisien, produktif dan berkelanjutan.
KEBERTAHANAN MASYARAKAT PADA PERMUKIMAN KUMUH BERDASARKAN ASPEK SOSIAL EKONOMI DI KELURAHAN SALATIGA, KOTA SALATIGA Muhamad Ilham Satrio; Annisa Mu'awanah Sukmawati
Desa-Kota: Jurnal Perencanaan Wilayah, Kota, dan Permukiman Vol 3, No 1 (2021)
Publisher : Urban and Regional Planning Program Faculty of Engineering Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/desa-kota.v3i1.43694.36-48

Abstract

Permukiman kumuh merupakan lingkungan hunian yang kurang layak huni. Permukiman kumuh memiliki karakteristik, seperti kepadatan bangunannya yang tinggi, luasan wilayah permukiman yang terbatas, rawan terjadi penyakit sosial dan penyakit lingkungan, kualitas bangunan yang rendah, dan kurang terlayani sarana dan prasarana yang memadai. Penelitian berlokasi di RW 7 Turusan, Kelurahan Salatiga, Kota Salatiga. RW 7 Turusan termasuk salah satu kawasan permukiman kumuh di Kota Salatiga akibat keragaman aktivitas masyarakat yang menimbulkan berbagai permasalahan, mencakup sosial, ekonomi, dan lingkungan. Meskipun dihadapkan pada permasalahan kumuh, namun masyarakat masih bertahan untuk tetap tinggal di kawasan tersebut. Penelitian bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi kebertahanan masyarakat pada permukiman kumuh di RW 7 Turusan Kelurahan Salatiga, Kota Salatiga ditinjau dari aspek sosial ekonomi masyarakatnya. Penelitian menggunakan metode penelitian kualitatif dengan teknik analisis deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara kepada tujuh responden, observasi lapangan, dan telaah dokumen/ literatur terkait. Penelitian menunjukkan bahwa penyebab kumuh di RW 7 Turusan adalah akibat kondisi fisik/topografi lingkungan serta perilaku masyarakat yang kurang sehat. Meskipun dihadapkan pada persoalan kumuh, beberapa hal yang menyebabkan masyarakat bertahan tinggal di sana adalah karena faktor kedekatan jarak dengan pusat kota terkait mata pencaharian mereka, lama tinggal, ikatan sosial yang erat, dan nilai keguyuban di masyarakat. Namun demikian, faktor ikatan sosial adalah faktor yang paling berpengaruh bagi kebertahanan masyarakat di permukiman kumuh karena mendorong terciptanya inisiasi program lokal untuk peningkatan kualitas lingkungan tempat tinggal.
Analisis Potensi Objek Wisata Pantai Binalatung Kota Tarakan Provinsi Kalimantan Utara ILHAM MUHAMMAD; Annisa Mu’awanah Sukmawati
Jurnal Plano Buana Vol 2 No 1 (2021): Jurnal Plano Buana (Edisi Oktober 2021)
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/jpb.v2i1.3758

Abstract

Abstrak Pariwisata merupakan salah satu sektor yang bisa di andalkan dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) suatu wilayah. Kota Tarakan memiliki kondisi geografis kepulauan yang menjadikan kawasan pesisinya berpotensi untuk dijadikan tujuan wisata, yaitu wisata pantai. Kota Tarakan memiliki dua pantai yang menjadi tempat wisata, yaitu Pantai Amal dan Pantai Binalatung. Namun, kondisi pantai kurang terawatt dan kurang ramai pengunjung. Untuk itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi objek wisata Pantai Binalatung berdasarkan 4 komponen pariwisata, yaitu Attraction (atraksi), Accessibility (aksesibilitas), Amenity (fasilitas), dan Ancillary (pelayanan tambahan). Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara kepada 6 informan melalui teknik purposive sampling, observasi lapangan, dokumentasi, dan studi kepustakaan. Analisis menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif dengan teknik analisis data interaktif, meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan Pantai Binalatung sudah memiliki atraksi wisata yang menarik, namun dari komponen aksesibilitas, amenitas, dan pelayanan tambahan terkait kelembagaan pariwisata perlu ditingkatkan kondisinya untuk memperkuat citra objek wisata Pantai Binalatung. Pantai Binalatung berpotensi untuk dikembangkan menjadi objek wisata unggulan di Kota Tarakan karena keindahan pantai dan keanekaragaman hayati yang dimiliki oleh laut Binalatung, namun perlu ada peningkatan kualitas aksesibilitas, fasilitas, dan keterlibatan aktif dari para pemangku kepentingan untuk mempromosikan dan mengelola pantai. Kata Kunci: Komponen Pariwisata, Pantai Binalatung, Potensi Wisata
PENENTUAN PUSAT KEGIATAN DALAM RENCANA STRUKTUR RUANG WILAYAH KABUPATEN BULUNGAN, PROVINSI KALIMANTAN UTARA Anggaiya Pedroart Sibarani; Annisa Mu'awanah Sukmawati
Indonesian Journal of Spatial Planning Vol 3, No 1 (2022): VOLUME 3 NOMOR 1 MARET 2022
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/ijsp.v3i1.4677

Abstract

Isu pemekaran wilayah terkait perubahan wilayah administrasi menjadi latar belakang dilakukannya langkah Peninjauan Kembali (PK) dan perubahan RTRW Kabupaten Bulungan. Kabupaten Bulungan sebelumnya termasuk wilayah administrasi Provinsi Kalimantan Timur. Namun, setelah mekarnya Provinsi Kalimantan Utara pada Tahun 2012, dilakukan revisi RTRW Kabupaten Bulungan yang mengacu pada RTRW Provinsi Kalimantan Utara Tahun 2017-2037. Perubahan kebijakan RTRW provinsi tersebut menjadi pertimbangan dilakukannya langkah Peninjauan Kembali (PK) terhadap RTRW Kabupaten Bulungan Tahun 2012-2032. Hasil PK yang dilakukan tahun 2018 ini akan menjadi masukkan substansi bagi penyusunan RTRW Kabupaten Bulungan 2018-2038. Studi bertujuan untuk mengkomparasikan penentuan pusat kegiatan dalam rencana struktur ruang wilayah dalam dokumen RTRW Kabupaten Bulungan Tahun 2012-2032, hasil Peninjauan Kembali (PK) RTRW Kabupaten Bulungan Tahun 2018, dan hasil analisis Skalogram Guttman serta Indeks Sentralitas Marshall. Studi dilakukan dengan metode deskriptif kuantitatif. Studi menunjukkan bahwa perubahan wilayah administrasi yang berimplikasi pada perubahan RTRW Kabupaten Bulungan menyebabkan perubahan pusat-pusat kegiatan, yaitu fungsi Pusat Pelayanan Kawasan (PPK) dan Pusat Pelayanan Lingkungan (PPL). Sedangkan fungsi Pusat Kegiatan Wilayah (PKW) dan Pusat Kegiatan Lingkungan (PKL) tetap mengacu pada arahan RTRW provinsi dan nasional. 
Dampak Wisata Bahari Bagi Kondisi Ekonomi Masyarakat Desa Kolorai, Kecamatan Morotai Selatan, Kabupaten Pulau Morotai Muhamad Adhiyaksa; Annisa Mu'awanah Sukmawati
Uniplan: Journal of Urban and Regional Planning Vol 2, No 2 (2021): September
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (552.903 KB) | DOI: 10.26418/uniplan.v2i2.46501

Abstract

Kolorai Village has a variety of tourism potentials, they are cultural tourism, nature tourism, and marine tourism. Marine tourism is a type of tourism that has become the mainstay of Kolorai Village and has the opportunity to have a positive impact on the economic development of coastal communities. The research is located in Kolorai Village, South Morotai District, Morotai Island Regency. This study aims to analyze the impact of marine tourism on the economic conditions of the local people in Kolorai Village, South Morotai District, Morotai Island Regency. The research method conducted by using a quantitative method with Crosstab analysis techniques to exam the correlation between the existence of marine tourism and changes in income levels. Data collection was carried out by collecting primary data through questionnaires, interviews, and field observations as well as secondary data collection from document review. The results showed that the presence of marine tourism in Kolorai Village had a significant impact on the economy of the local community. This can be seen from the existence of new livelihood opportunities for local people who are not only as fishermen but also as marine tourism business actors and tourism accommodation service providers. The existence of accessibility and diversification of tourist attractions also affects the dynamics of community income in the marine tourism sector.
SOSIALISASI PENINGKATAN AKSES AIR BERSIH UNTUK MENDUKUNG PROGRAM SANITASI SEKOLAH DI SD NEGERI LANTENG BARU Puji Utomo; Annisa Mu'awanah Sukmawati; Algazt Aryad Masagala
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 6, No 3 (2022): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v6i3.10515

Abstract

ABSTRAKSanitasi sekolah merupakan salah satu faktor penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Peningkatan akses sanitasi memberikan dampak signifikan terhadap peningkatkan kualitas kesehatan dan kenyamanan siswa di sekolah. SD Negeri Lanteng Baru merupakan salah satu SD yang masih memiliki layanan sanitasi secara terbatas, terutama pada akses sarana air bersih yang layak baik dari sisi kualitas maupun kuantitas. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada para guru, mengenait persyaratan kualitas air untuk aktivitas sanitasi di sekolah, teknologi filtrasi air bersih sederhana, dan sistem pemanenan air hujan sebagai alternatif penyediaan air bersih. Metode pelaksanaan sosialisasi ini memfokuskan pada peningkatan pengetahuan partisipan khususnya para guru melalui penyuluhan, edukasi, dan rencana usulan program dalam rangka peningkatan akses air bersih layak. Hasil pelaksanaan menunjukkan para partisipan sangat antusias terhadap kegiatan sosialisasi ini. Dalam penyampaian materi sosialisasi disajikan terkait program sanitasi sekolah, seperti: pentingnya air bersih layak, persyaratan kualitas air menurut Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2017, edukasi tentang teknologi filtrasi air bersih dan teknologi pemanenan air hujan. Terlihat adanya peningkatan pengetahuan para partisipan mencapai 90%. Para partisipan sangat mendukung adanya pengabdian masyarakat lanjutan untuk mengimplementasikan hasil sosialisasi di SD Negeri Lanteng Baru. Kata kunci: sanitasi; akses air bersih; kualitas air; filtrasi air; pemanen air hujan ABSTRACTSchool sanitation is an important factor to improve the quality of education in Indonesia. Improving access to sanitation will give a significant impact on improving the health quality and comfort of students at school. SD Negeri Lanteng Baru is one of the elementary schools that still has limited sanitation services, especially in access to clean water facilities both in terms of quality and quantity. This community service aims to provide education to teachers, regarding water quality requirements for sanitation activities in schools, simple clean water filtration technology, and rainwater harvesting systems as an alternative to providing clean water. The method of implementing this socialization focuses on increasing the knowledge of participants, especially teachers through counseling, education, and program plans in order to increase access to clean water. The results of the implementation showed that the participants were very enthusiastic about this socialization activity. In the delivery of socialization materials, it was presented related to school sanitation programs, such as: the importance of proper clean water, water quality requirements according to the Regulation of the Minister of Health of the Republic of Indonesia Number 32 of 2017, education about clean water filtration technology and rainwater harvesting technology. It can be seen that there is an increase in the knowledge of the participants reaching 90%. The participants strongly support the continued community service to implement the results of the socialization at SD Negeri Lanteng Baru. Keywords: sanitation; clean water access; water quality; water filtration; rain water harvesting
Kelayakan Ruang Terbuka Hijau Publik Berdasarkan Karakteristik Fisik Ruang (Studi di Taman Kota Gajahwong, Kota Yogyakarta) Andi Sofie Febrina Salshabila; Annisa Mu'awanah Sukmawati
Ruang Vol 7, No 2 (2021): Ruang
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ruang.7.2.74-86

Abstract

Taman kota merupakan salah satu jenis ruang terbuka hijau publik. Studi berlokasi di Taman Kota Gajahwong Kota Yogyakarta yang mencakup tiga taman kota, yaitu Gajahwong Educational Park, Taman Wifi, dan Taman Krida. Taman Kota Gajahwong merupakan taman kota yang layak bagi Kota Yogyakarta karena keberadaan taman dan pola penggunaan lahan yang strategis. Namun, beberapa bagian taman nampak belum termanfaatkan optimal yang dilihat dari sepinya pengunjung taman. Untuk itu, penelitian bertujuan untuk menilai kelayakan taman kota berdasarkan karakteristik fisik di Taman Kota Gajahwong Kota Yogyakarta. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik analisis deskriptif kuantitatif. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik Stratified Random Sampling dengan total sampel sebanyak 90 responden. Analisis menunjukkan bahwa Gajahwong Educational Park (GEP) merupakan model taman kota yang layak untuk dijadikan sebagai model ruang terbuka hijau publik yang baik berdasarkan variabel kemenarikan fisik taman, elemen pendukung, keberadaan vegetasi, dan aksesibilitas. Taman GEP menjadi taman yang paling layak dan menarik karena memiliki fasilitas yang lengkap, aksesibilitas yang baik, dan keragaman aktivitas yang bisa dilakukan di dalam taman.
Faktor-Faktor yang Menentukan Pemanfaatan Alun-alun Sebagai Ruang Terbuka Publik di Kabupaten Ngawi Achmad Fatony; Annisa Mu'awanah Sukmawati
Ruang Vol 7, No 1 (2021): Ruang
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ruang.7.1.34-45

Abstract

Penelitian ini berkaitan dengan pemanfaatan ruang terbuka publik yang dapat menampung berbagai aktivitas atau kebutuhan pengunjung pada hari biasa dan hari libur. Penelitian berlokasi di Alun-Alun Kabupaten Ngawi. Perubahan waktu dari pagi hingga sore hari pada hari biasa dan hari libur dapat mempengaruhi pola pemanfaatan Alun-Alun Kabupaten Ngawi. Penelitian bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang menentukan pemanfaatan alun-alun sebagai ruang terbuka publik di Kabupaten Ngawi. Penelitian menggunakan metode kuantitatif. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik simple random sampling kepada 100 pengunjung. Analisis data dilakukan melalui teknik analisis deskriptif kuantitatif dan analisis pemetaan dengan mapmaker. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas pengunjung pada hari biasa didominasi oleh aktivitas berolahraga dan bersantai. Sedangkan pada hari libur lebih banyak pengunjung yang melakukan berbagai aktivitas dengan rata-rata waktu lebih dari dua jam. Beberapa faktor yang melatarbelakanginya adalah kondisi fisik kawasan dan perilaku pengunjung. Dari kondisi fisik kawasan, pemanfataan alun-alun dipengaruhi oleh kenyamanan, kestrategisan lokasi, dan daya tarik masing-masing zona. Sementara itu, dari segi perilaku pengunjung dipengaruhi oleh ketersediaan waktu luang dan status hubungan sosial pengunjung.
IMPLEMENTASI TEKNOLOGI PEMANENAN AIR HUJAN SEBAGAI ALTERNATIF PENYEDIAAN AIR BERSIH DI SD NEGERI LANTENG BARU Puji Utomo; Annisa Mu’awanah Sukmawati; Algazt Aryad Masagala
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 2 (2023): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i2.15184

Abstract

ABSTRAKSanitasi sekolah merupakan salah satu pilar penting dalam peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia. Aspek penting penerapan sanitasi sekolah salah satunya adalah pemenuhan akses terhadap air bersih layak dan aman dari pencemaran. SD Negeri Lanteng Baru memiliki permasalahan akses sarana air bersih yang belum layak. Perlu ada alternatif lain sebagai sumber air bersih. Tujuan kegiatan untuk mengimplementasikan teknologi pemanenan air hujan sebagai alternatif penyediaan air bersih di SD Negeri Lanteng Baru, untuk keperluan fasilitas Cuci Tangan Pakai Sabun. Implementasi teknologi ini menggunakan atap bangunan perpustakaan di SD Negeri Lanteng Baru. Implementasi program, meliputi tahap pengumpulan data, perancangan desain, sosialisasi program, pemasangan, serta monitoring dan evaluasi. Hasil implementasi pemanenan air hujan di SD Negeri Lanteng Baru, terdiri dari beberapa sub-sistem, yaitu areal penangkap hujan, saluran distribusi air hujan, tangki penyimpanan, saluran pembuangan, dan media filter. Selain itu, hasil pemeriksaan sampel air pemanenan hujan menunjukkan semua parameter uji masih berada di bawah ambang batas maksimum sehingga sudah sesuai baku mutu air bersih. Mitra mendukung keberlanjutan program untuk mengimplementasikan pemanenan air hujan dengan memanfaatkan atap bangunan lain di area SD Negeri Lanteng Baru. Kata kunci: sanitasi; air bersih; pemanenan air hujan; baku mutu air ABSTRACTSchool sanitation is an important pillar in improving the quality of education in Indonesia. One of the important aspects of implementing school sanitation is the fulfillment of access to clean water and safety from defilement. SD Negeri Lanteng Baru had improper access to clean water facilities. Therefore, it needs to be an alternative source of clean water. The program aimed to implement rainwater harvesting technology as an alternative to providing clean water at SD Negeri Lanteng Baru, mainly for Handwashing with Soap facilities. The implementation of this technology involved the use of the roof of the library building at SD Negeri Lanteng Baru. The implementation stages included data collection, design planning, program socialization, installation process, monitoring, and evaluation. The results of the implementation of rainwater harvesting at SD Negeri Lanteng Baru consist of several subsystems, namely rain catchment areas, rainwater distribution channels, storage tanks, drains, and filter media. In addition, the testing results of rainwater samples indicated that all test parameters were still below the maximum threshold, so it was inherent to clean water quality standards. Partners support the continuity of programs to implement rainwater harvesting by utilizing the roofs of other buildings in SD Negeri Lanteng Baru. Keywords: sanitation; clean water; rainwater harvesting; water quality standards