Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

DAMPAK REKLAMASI PANTAI BAGI MASYARAKAT PESISIR DI DESA FATCEI KECAMATAN SANANA KABUPATEN KEPULAUAN SULA Hanafi, Risal Daeng; Sukmawati, Annisa Mu'awanah
Jurnal Wilayah dan Kota Vol. 7 No. 01 (2021): April 2021
Publisher : Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/jwk.v8i01.5481

Abstract

Reklamasi pantai dampat menimbulkan berbagai dampak. Penelitian berlokasi di Desa Fatcei, Kecamatan Sanana, Kabupaten Kepulauan Sula, Provinsi Maluku Utara. Hingga saat ini, proyek reklamasi di pesisir Desa Fatcei belum selesai dan nampak terbengkalai sehingga berpotensi memiliki dampak tersendiri bagi kehidupan sosial ekonomi masyarakat pesisir sekitar proyek reklamasi. Penelitian bertujuan untuk nggali dampak reklamasi pantai baik dari aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi di Desa Fatcei. Penelitian menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara menggunakan teknik purposive sampling kepada 14 informan, observasi lapangan, dan telaah dokumen. Penelitian menemukan bahwa reklamasi pantai Ibukota Sanana di Desa Fatcei memiliki dampak negatif dan positif. Sisi positif lebih dirasakan dari aspek sosial dan ekonomi. Masyarakat merasa aman dari ancaman ombak karena jarak permukiman semakin jauh dari pantai. Selain itu, juga menyediakan ruang publik baru yang dimanfaatkan untuk area olahraga, bersantai, dan interaksi sosial. Dari aspek ekonomi, masyarakat memanfaatkan lahan reklamasi untuk mendirikan usaha. Sementara itu, dampak negative reklamasi dirasakan dari aspek lingkungan karena kondisi tanggul rusak dan prasarana, seperti drainase dan persampahan di sekitar area reklamasi yang kurang terawat dan berserakan. Kata Kunci: Desa Fatcei, Sanana, Pesisir, Reklamasi
Dampak Ekonomi Pembangunan Jalan Pertanian di Desa Dangiang, Kabupaten Garut Windani, Juwinda; Sukmawati, Annisa Mu'awanah
Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol. 18 No. 2 (2023)
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, UPT Publikasi Publikasi Ilmiah UNISBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jpwk.v18i2.2697

Abstract

Jalan adalah salah satu elemen penting dalam pembangunan wilayah perdesaan. Jalan pertanian merupakan jalan khusus yang ditujukan untuk memudahkan mobilitas pengangkutan produksi hasil pertanian, alat, dan sarana produksi menuju lahan pertanian. Penelitian berlokasi di Desa Dangiang, Kecamatan Cilawu, Kabupaten Garut. Meskipun jalan terbangun pada akhir tahun 2021, tetapi dampak pembangunan jalan pertanian di Desa Dangiang mulai terasa. Penelitian bertujuan untuk menemukan dampak ekonomi pembangunan jalan pertanian di Desa Dangiang. Penelitian menggunakan metode penelitian kualitatif dengan teknik analisis deskriptif kualitatif. Informasi dikumpulkan dengan melalui wawancara dengan teknik purposive sampling kepada enam informan dan observasi lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembangunan jalan pertanian memiliki dampak bagi produktivitas hasil pertanian petani Desa Dangiang. Hal ini terkait dengan fungsinya untuk membantu mempercepat daya angkut hasil produksi pertanian ke tengkulak dan mempermudah mobilitas sarana produksi pertanian. Keberadaan jalan pertanian juga berdampak secara spasial yang ditandai dengan kenaikan harga lahan dan kemunculan rumah baru di sekitar jalan. Untuk itu, diperlukan pengendalian pemanfaatan lahan di sekitar jalan pertanian agar tidak terjadi konversi lahan yang masif menjadi permukiman karena semakin terbukanya aksesibilitas.
IMPLEMENTASI TEKNOLOGI PEMANENAN AIR HUJAN UNTUK MENDUKUNG PROGRAM SANITASI SEKOLAH Utomo, Puji; Sukmawati, Annisa Mu’awanah; Masagala, Algazt Aryad
Journal of Community Empowerment Vol 3, No 2 (2024): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v3i2.27913

Abstract

ABSTRAK                                                                            Akses terhadap air bersih layak merupakan salah satu aspek penting dalam program sanitasi sekolah. SD Negeri Kalidadap merupakan salah satu sekolah yang masih mengalami kendala terhadap akses air bersih layak, baik dari segi kualitas maupun kuantitas. Implementasi teknologi pemanen air hujan digunakan sebagai alternatif solusi karena potensi curah hujan yang terdistribusi sepanjang tahun di wilayah tersebut. Tujuan kegiatan ini adalah untuk menerapkan teknologi pemanen air hujan sebagai alternatif penyediaan air bersih di SD Negeri Kalidadap khususnya untuk kebutuhan Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS). Kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan dalam 3 tahapan, yaitu: tahap persiapan alat dan bahan serta diskusi dengan kepala sekolah, tahap implementasi program melalui sosialisasi dan pemasangan alat, serta monitoring dan evaluasi. Sasaran dari program ini adalah warga sekolah di SD Negeri Kalidadap yang terdiri dari 8 guru, 5 tenaga kependidikan, dan 151 siswa. Melalui kegiatan pengabdian ini, alat pemanenan air hujan telah berhasil diimplementasikan di SD Negeri Kalidadap sebagai alternatif solusi penyediaan air bersih. Kegiatan pengabdian ini juga telah berhasil meningkatkan pemahaman konsep dan pengetahuan cara kerja teknologi bagi warga mencapai 76 – 88%. Selain itu, hasil analisis efektivitas alat menunjukkan bahwa air hujan yang tertampung diestimasikan mencapai 1.944 liter/minggu dan diproyeksikan memenuhi kebutuhan cuci tangan selama 33 hari. Mitra sangat mendukung adanya program lanjutan untuk mengimplementasikan teknologi tepat guna lainnya dalam meningkatkan akses air bersih di SD Negeri Kalidadap. Kata kunci: Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS); pemanenan air hujan; sanitasi sekolah. ABSTRACTAccess to clean water is an essential aspect of the school sanitation program. SD Negeri Kalidadap is one of the schools that still experiences obstacles in accessing clean water in terms of quality and quantity. Implementing rainwater harvesting technology is an alternative solution due to the potential for rainfall distributed throughout the year in the area. This activity aims to apply rainwater harvesting technology as an alternative to providing clean water at SD Negeri Kalidadap, especially for the needs of Washing Hands with Soap (CTPS). Community service activities were carried out in 3 stages: the preparation stage for tools and materials and discussions with the principal, the program implementation stage through socialization and installation of tools, and monitoring and evaluation. The target of this program is the school community at SD Negeri Kalidadap consisting of 8 teachers, 5 educational staffs, and 151 students. Through this community service activity, rainwater harvesting tools have been successfully implemented at SD Negeri Kalidadap as an alternative solution to providing clean water. This community service activity has also increased the understanding of how technology works for residents by 76 - 88%. In addition, the results of the tool effectiveness analysis showed that the collected rainwater was estimated to reach 1,944 liters/week and was projected to meet hand washing needs for 33 days. Partners strongly support the program's continuation in implementing other appropriate technologies to increase access to clean water at SD Negeri Kalidadap. Keywords: hand washing behavior with soap (CTPS); rainwater harvesting; school sanitation
Analisis Kenyamanan Jalur Pejalan Kaki di Jalan Pahlawan, Kota Madiun Aidiah, Anisa Zulfa; Sukmawati, Annisa Mu'awanah
Ruang Vol 10, No 2 (2024): Ruang
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ruang.10.2.70-79

Abstract

Jalur pejalan kaki memiliki berbagai fungsi, tidak hanya mendukung fungsi pergerakan pejalan kaki tetapi juga mendukung fungsi rekreasi, kebebasan, dan sosialisasi. Oleh karena itu, jalur pejalan kaki harus dapat menciptakan rasa nyaman dan aman bagi penggunanya. Penelitian ini bertujuan untuk menilai tingkat kenyamanan jalur pejalan kaki di koridor Jalan Pahlawan, Kota Madiun. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan teknik analisis skoring. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner yang disebarkan kepada 100 responden menggunakan teknik simple random sampling, serta melalui observasi lapangan. Hasil analisis menunjukkan bahwa jalur pejalan kaki di Jalan Pahlawan tergolong nyaman dengan skor rata-rata 3,78. Variabel tertinggi adalah ketersediaan lampu penerangan jalan dan fasilitas tempat duduk publik. Fungsi kawasan di sekitar jalur pedestrian juga mempengaruhi tingkat kenyamanan. Oleh karena itu, penyediaan jalur pejalan kaki harus memperhatikan faktor perancangan fisik dan keterpaduan fungsi kawasan dengan fasilitas utama dan pendukung jalur pejalan kaki. Alokasi ruang juga perlu dipertimbangkan karena jalur pejalan kaki tidak hanya berfungsi sebagai ruang pergerakan, tetapi juga mendukung fungsi sosial, estetika kota, dan aktivitas luar ruangan lainnya. 
Upaya Pemulihan Ekonomi Pasca Pandemi Covid-19 di Desa Wisata Lor Sambi, Yogyakarta Annisa Mu'awanah Sukmawati; Farrel Dhaniswara
TEHBMJ (Tourism Economics Hospitality and Business Management Journal) Vol 2 No 1 (2022): TEHBMJ (Tourism Economics, Hospitality and Business Management Journal)
Publisher : Politeknik Pariwisata Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36983/tehbmj.v2i1.331

Abstract

The Covid-19 pandemic has had a major impact on many sectors, not only health but also tourism. The dynamics of government policies in line with the fluctuations in the number of Covid-19 events have had their own impact on the development of the tourism industry; one of them is tourist villages. During the pandemic, tourist villages are one of the government's priorities to restore the tourism sector because tourist villages have a broad impact on the community's economic recovery. Lor Sambi Tourism Village is one of the tourist villages affected by the pandemic. The decrease or even the absence of the number of visits affects tourism income and has an impact on the financial needs needed for the operation of tourist villages. This study aims to demonstrate the efforts to restore the tourism economy after the Covid-19 pandemic in the Lor Sambi Tourism Village, Sleman Regency. The research used qualitative research methods. Data was collected by interviewing four informants using the purposive sampling technique and direct field observations of tourist villages. Research showed that the Covid-19 pandemic has both negative and positive impacts on the Lor Sambi Tourism Village. The negative impact is in the form of a decrease in tourism revenue due to a decrease in visitors. Meanwhile, the positive impact is that tourism object managers can find new tourist attractions to attract visitors' interest and revamp the tourist village to comply with health protocol standards. Changing tourism trends into technology-based tourism in terms of product marketing and tourism management needs to be considered, and also needs to be supported by collaboration with other parties, such as the private sector and the government.
Optimalisasi Pengelolaan Sampah Berbasis 3R untuk Mendukung Ekosistem Ekonomi Sirkular di Pondok Pesantren Aqwamu Qila Zainudin, Moh.; Utomo, Puji; Fitri, Aanisah; Ratri, Anisa Dewi; Pramudya, Restu; Sukmawati, Annisa Mu'awanah
SOROT : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 2 (2025): Juli
Publisher : Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer (FASTIKOM) UNSIQ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/sorot.v4i2.9793

Abstract

Pondok Pesantren Aqwamu Qila sebagai mitra kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) mengalami permasalahan persampahan sebagai dampak penutupan TPA Piyungan. Para santri melakukan penimbunan sampah organik dan anorganik di halaman belakang dengan luasan mencapai 7,5 m2 dengan kedalaman lebih dari 2 meter sehingga menimbulkan permasalahan lingkungan. Selain itu, kurangnya antusias santri dan biaya pengelolaan sampah yang lumayan besar mengakibatkan permasalahan sampah semakin krusial untuk ditangani. Kegiatan PkM bertujuan untuk mengimplementasi program pengelolaan sampah anorganik dan organik berbasis ekonomi sirkular di Pondok Pesantren Aqwamu Qila. Kegiatan PkM dilakukan pada Bulan Juli-Agustus 2024 diawali dengan kegiatan sosialisasi dan diskusi awal mengenai urgensi pengelolaan sampah dan peluang pengembangan ekonomi sirkular melalui pengelolaan sampah organik dan anorganik bagi santri. Kegiatan selanjutnya adalah pelaksanaan program meliputi pembentukan dan pengembangan Bank Sampah Aqwamu Qila, pelatihan budidaya maggot, dan pelatihan pembuatan kompos dengan Metode Takakura. Kegiatan PkM yang memiliki tiga program unggulan, yaitu Bank Sampah Aqwamu Qila, Budidaya Maggot, dan Pupuk Kompos Aqwamu Qila, berhasil meningkatkan level pemberdayaan mitra di Pondok Pesantren Aqwamu Qila dan mampu mengurangi timbulan sampah organik dan anorganik. Keterlibatan para santri dan warga sekitar pada pengumpulan, penyortiran, serta penjualan sampah organik dan anorganik menjadi peluang untuk meningkatkan ekonomi sirkular di lingkungan pondok pesantren.
Arahan Spasial Pengembangan Kawasan Agropolitan di Kecamatan Belitang Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur Putra, Tama Hariansyah; Sukmawati, Annisa Mu'awanah
Jendela Kota: Jurnal Perencanaan dan Pengembangan Wilayah dan Kota Vol. 2 No. 1 (2025): Vol. 2 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33751/jekota.v2i1.79

Abstract

Belitang Sub-district is one of the sub-districts in Ogan Komering Ulu (OKU) Timur Regency which has competitive agricultural potential and potential to develop as an agropolitan area. However, Belitang Sub-district has problems in infrastructure and distribution facilities between sub-districts. This research aims to formulate the spatial directions for developing an agropolitan area in Belitang District. Data was collected through agency surveys, observations, interviews, and literature reviews. Data analysis techniques used in this study are land suitability scoring analysis, Location Quotient (LQ) analysis, and Scalogram analysis. The study revealed that Belitang Sub-district was included as one of the highest economic value areas in OKU Timur Regency and positioned as the center of the Independent Integrated City strategy area. This condition could support the development of an agropolitan area in Belitang Sub-district. The development of agropolitan areas should be directed at improving the condition of facilities and infrastructure, such as road networks and economic facilities to support the integration of upstream and downstream agropolitan activities.
Karakteristik Permukiman Kumuh di Desa Nangalili, Kecamatan Lembor Selatan, Kabupaten Manggarai Barat Awansari; Sukmawati, Annisa Mu'awanah
Jurnal Latar Vol. 1 No. 2 (2023): Jurnal LATAR (Desember)
Publisher : Program Studi Arsitektur Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69749/jl.v1i2.22

Abstract

Permukiman kumuh adalah salah satu permasalahan yang dialami berbagai wilayah di Indonesia. Studi berlokasi di Desa Nangalili, yang mana dalam SK Bupati Manggarai Barat nomor 154/KEP/HK/2021 ditetapkan sebagai salah satu lokasi permukiman kumuh di Kabupaten Manggarai Barat. Pemahaman karakteristik kumuh hendaknya tidak hanya dilihat secara fisik. Ini karena penyebab kumuh tidak hanya karena aspek fisik, tetapi juga non fisik. Aspek sosial dan ekonomi penyebab kumuh perlu digali lebih lanjut. Untuk itu, studi bertujuan untuk menggali karakteristik permukiman kumuh di Desa Nangalili. Penelitian menggunakan metode penelitian kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara kepada empat informan kunci, yaitu stakeholder inti di Desa Nangalili meliputi kepala desa, tokoh pemuda, ibu PKK, dan tokoh masyarakat, observasi lapangan, dan telaah dokumen. Analisis dilakukan dengan teknik analisis deskriptif kualitatif dengan langkah analisis meliputi tahap reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Penelitian menunjukkan bahwa Desa Nangalili memiliki tipologi kumuh tepian sungai. Permukiman berkembang mengikuti alur sungai karena sungai menjadi lokasi bekerja masyarakat yang didominasi oleh nelayan. Faktor sosial budaya dan ekonomi menjadi latar belakang kondisi kekumuhan secara fisik tetap terjadi. Aspek sosial budaya terkait dengan tingkat pendidikan masyarakat serta ada pemahaman tersendiri yang masih dipegang oleh masyarakat. Sedangkan aspek ekonomi terkait dengan kondisi penghasilan keluarga.
Eksistensi Kampung Kota Melalui Pemberdayaan Masyarakat: Studi di Kampung Ondomohen, Kota Surabaya Rochmania, Wildan; Sukmawati, Annisa Mu'awanah
Journal Of Plano Studies Vol 1 No 1 (2024)
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengabdian Kepada Masyarakat dan Kepustakaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jops.v1i1.3992

Abstract

Eksistensi kampung kota tidak terlepas dari peran serta masyarakat sebagai penghuninya untuk menghidupkan kampung dan disesuaikan dengan kapasitas masyarakat. Eksistensi Kampung Ondomohen di tengah perkembangan Kota Surabaya tidak terlepas dari peran serta masyarakat dalam setiap prosesnya. Pemberdayaan masyarakat di Kampung Ondomohen dilatarbelakangi oleh persoalan pengelolaan sampah yang diinisiasi oleh beberapa warga yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan tempat tinggal dan berkeinginan membuat kampung agar lebih nyaman dan asri untuk ditinggali. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk pemberdayaan masyarakat di Kampung Ondomohen dalam kerangka meningkatkan eksistensi kampung kota. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan teknik analisis deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara kepada lima informan menggunakan teknik purposive sampling, observasi lapangan, dan telaah dokumen. Penelitian menunjukkan bahwa dalam proses pemberdayaan masyarakat diperlukan partisipasi masyarakat dan peran kelembagaan lokal. Kampung Ondomohen memiliki kelembagaan lokal, seperti keberadaan kader lingkungan, fasilitator lingkungan, RT dan RW berhasil menggugah partisipasi masyarakat dalam melestarikan kampung kota melalui aktivitas-aktivitas lingkungan dan eknonomi berupa UMKM. Pemberdayaan masyarakat melalui aktivitas sosial dan ekononomi yang berfokus pada penanganan permasalahan lingkungan berfungsi sebagai wahana untuk menggugah partisipasi warga dan sarana edukasi. Melalui pemberdayaan masyarakat tersebut diharapkan dapat mendorong kreativitas dan kemandirian masyarakat untuk menjaga kenyamanan dan keberlanjutan lingkungan kampung. Pemberdayaan masyarakat menjadikan eksistensi Kampung Ondomohen semakin kuat di tengah perkembangan Kota Surabaya.
KETAHANAN MASYARAKAT TERHADAP BENCANA BANJIR DI KABUPATEN BANTUL, PROVINSI D.I. YOGYAKARTA Sukmawati, Annisa Mu'awanah; Puji Utomo
Tata Kota dan Daerah Vol. 15 No. 2 (2023): Jurnal Tata Kota dan Daerah
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.takoda.2023.015.02.5

Abstract

Kabupaten Bantul adalah wilayah di Provinsi D.I. Yogyakarta yang rawan terhadap bencana banjir. Hal ini disebabkan oleh posisi Kabupaten Bantul yang berada di daerah hilir dari sungai-sungai di Provinsi D.I. Yogyakarta. Banjir tidak hanya berdampak bagi kerusakan infrastruktur namun juga ekonomi dan aktivitas masyarakat. Studi bertujuan untuk menemukan bentuk-bentuk ketahanan komunitas yang berfokus pada aspek sosial dalam menghadapi bencana banjir di Kabupaten Bantul. Studi dilakukan dengan teknik analisis deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara kepada 10 informan, observasi lapangan, dan telaah dokumen. Studi menunjukkan bahwa bentuk ketahanan komunitas diwujudkan dari adanya peran masyarakat serta pihak-pihak terkait. Peran masyarakat timbul karena adanya pengalaman kebencanaan di masa lalu, pengetahuan mengenai ancaman banjir, dan ikatan sosial untuk pulih dari bencana. Pengalaman bencana memperkuat ikatan sosial dan modal sosial antar masyarakat. Kejadian bencana yang kerap terjadi membentuk integrasi peran secara alamiah bukan karena struktural pemerintah. Studi diharapkan dapat memberikan gambaran praktis dari Kabupaten Bantul mengenai bentuk ketahanan komunitas dalam menghadapi banjir.