Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Pengaruh Lima Jenis Kentang Pada Pembuatan Gnocchi Piemontaise Terhadap Sifat Fisik Dan Daya Terima Konsumen Kajoen, Lintang N. A.; Ridawati, Ridawati; Dahlia, Mutiara
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 11 No 2.C (2025): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan 
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mempelajari dan menganalisis pengaruh lima jenis kentang yaitu kentang granola, kentang tess, kentang merah, kentang putih, dan kentang hitam pada pembuatan gnocchi piemontaise terhadap sifat fisik yang terdiri dari kekenyalan (springiness) serta daya serap air dan daya terima konsumen untuk aspek rasa gurih, rasa kentang, aroma, kekenyalan, dan keseragaman bentuk. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Pengolahan UNJ dengan menggunakan metode eksperimen. Berdasarkan hasil uji hipotesis satistik uji sifat fisik dengan menggunakan uji Anova menunjukkan bahwa aspek kekenyalan (springiness) dan daya serap air terdapat pengaruh nyata pada perlakuan jenis kentang granola, kentang tess, kentang merah, kentang putih, dan kentang hitam gnocchi piemontaise. Pengujian dilanjutkan dengan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT), pada aspek kekenyalan (springiness) dengan menggunakan Texture Analyzer menghasilkan gnocchi piemontaise perlakuan kentang hitam sebagai yang paling kenyal namun cenderung agak keras. Dan pada aspek daya serap air menghasilkan gnocchi piemontaise perlakuan kentang merah yang paling sedikit menyerap air. Berdasarkan hasil uji hipotesis statistik yang menggunakan uji Friedman menunjukkan bahwa terdapat pengaruh nyata perlakuan jenis kentang pada aspek rasa gurih, rasa kentang, aroma, kekenyalan, serta tidak terdapat pengaruh nyata pada aspek keseragaman bentuk. Hasil uji Tuckey menunjukkan bahwa pada aspek rasa gurih dan rasa kentang perlakuan kentang granola adalah yang paling disukai oleh panelis. Sedangkan, pada aspek aroma perlakuan kentang merah adalah yang paling disukai oleh panelis dan yang terakhir pada aspek kekenyalan perlakuan kentang tess adalah yang paling disukai panelis. Kesimpulan dari penelitian ini adalah urutan gnocchi piemontaise yang paling disukai dan direkomendasikan yaitu yang pertama adalah kentang tess dan kentang merah. Yang kedua kentang granola dan kentang putih. Dan yang kurang disukai dan direkomendasikan adalah kentang hitam.
Pengaruh Substitusi Tepung Sukun pada Pembuatan Kue Nastar terhadap Kualitas Fisik dan Daya Terima Konsumen Firmansyach, Fajar; Singamurni, I. G. A. N.; Ridawati, Ridawati
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 11 No 3.A (2025): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan 
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to evaluate the effect of breadfruit (Artocarpus communis) flour substitution in making Nastar cakes on physical quality and consumer acceptability. Breadfruit is known as an alternative food source that is rich in carbohydrates, vitamins and minerals. With a high water content, fresh breadfruit is easily damaged and requires further processing, one of which is to make flour. This research was conducted at the Pastry and Bakery Laboratory, Jakarta State University, using breadfruit flour with substitution percentages of 10%, 20% and 30%. The research method involves organoleptic tests and physical tests on the nastar cakes produced. Samples were tested by 25 untrained panelists using a hedonic scale for aspects of color, aroma, texture, stickiness and taste. Organoleptic data were analyzed descriptively qualitatively, while physical data were analyzed using the Completely Randomized Design (RAL) ANOVA Test and the Friedman Test for consumer acceptability. The results showed that the substitution of breadfruit flour affected several aspects of the physical and organoleptic quality of nastar cake. Nastar cake with 20% substitution of breadfruit flour is most preferred in terms of color, therefore nastar cake with 10% substitution is most preferred in terms of stickiness. There were no significant difference in the aroma and crumb texture aspects. In terms of sweetness, nastar cake substituted with 20% and 30% breadfruit flour showed the same good results as 10% nastar cake. The conclusion of this research shows that breadfruit flour has the potential as a partial substitute for wheat flour in making pineapple cakes without reducing physical quality and consumer acceptability. This can be an alternative for diversifying locally based food products and reducing dependence on imported wheat flour.
Sensory Quality Analysis, Consumer Acceptability, and Business Start-up of Bakpia Gurih Sambal Matah Fadilah, Muhamad; Nabilah, Zahrah Salwa; Hansa, Nayla; Alsuhendra, Alsuhendra; Ridawati, Ridawati
Business Management Vol 4, No 3 (2025): Business Management Agustus
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan (LPP) Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/bisnis.v4i3.9207

Abstract

This study aims to analyze the sensory characteristics of savory bakpia with tuna and sambal matah flavored tempeh filling in various filling percentages, namely 30%, 40%, and 50%. The background of this research is the desire to bring innovation to new flavors of bakpia products, which have been dominated by sweet flavors. The research method used was experimental, with sensory tests conducted by 10 expert panelists on the aspects of color, aroma, taste, and texture. The results showed that bakpia with sambal matah filling of 40% had the highest average value in almost all sensory aspects, making it the most preferred formulation. Tests were also conducted with consumer panelists to determine which percentage of sambal matah was most preferred. The results of consumer acceptance obtained the type of percentage preferred by consumers, namely the 40% chili sauce matah treatment. This product was developed in the form of a business startup with the trademark “Bakkate” and marketed through social media such as WhatsApp, Instagram, and TikTok. Consumer satisfaction analysis revealed high satisfaction levels, particularly in taste (92%), packaging design (92%), and customer service friendliness (90.6%). Other aspects such as pricing, ease of purchase, and delivery speed were also positively rated above 84%. Financial analysis indicated that with a selling price of IDR 22,000 per box and an initial investment of IDR 412,740, the business reached a profit of IDR 845,102 in the first month, with a projected break-even point of approximately 9.1 months. The results suggest that savory bakpia with tuna and tempeh sambal matah has high potential as an innovative local food product and business startup, provided consistent marketing strategies and product development are maintained.
Olesan Edible Mock Up Ayam Panggang: Respon Food Stylist dan Mutu Sensoris Pangestu, Prayoga Aji; Alsuhendra, Alsuhendra; Ridawati, Ridawati
Jurnal Ilmiah Mandala Education (JIME) Vol 11, No 3 (2025): Jurnal Ilmiah Mandala Education (Agustus)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/jime.v11i3.9179

Abstract

Penelitian bertujuan untuk menganalisis pengaruh formulasi olesan edible mock up ayam panggang terhadap respon profesional food stylist dan mutu sensoris. Penelitian dilaksanakan di Laboraturium Pengolahan Pastry Bakery, Program Studi Pendidikan Tata Boga, Universitas Negeri Jakarta, dengan periode penelitian dimulai dari Juni 2024 hingga Januarai 2025. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen, dengan sampel formula olesan mock up ayam panggang perbandingan kecap manis dan saus tomat sebesar 1:1, 1:2, dan 2:1. Hasil uji pembedaan pasangan menunjukkan terdapat perbedaan nyata pada ketiga formula. Hasil analisis mutu sensoris menunjukkan adanya pengaruh pada aspek warna (setelah dipanggang), kilau, bentuk ayam, warna bahan olesan, kekentalan dan kemudahan menempel, sedangkan aspek pemerataan warna dan pemerataan bakar tidak terdeteksi adanya pengaruh. Berdasarkan hasil penelitian, direkomendasikan penggunaan formula olesan edible mock up ayam panggang dengan perbandingan kecap manis dan saus tomat sebesar 1:2 untuk pembuatan mock up ayam panggang
Sensory Quality Analysis, Consumer Acceptability, and Business Start-up of Bakpia Gurih Sambal Matah Fadilah, Muhamad; Nabilah, Zahrah Salwa; Hansa, Nayla; Alsuhendra, Alsuhendra; Ridawati, Ridawati
Jurnal Ilmiah Mandala Education (JIME) Vol 11, No 3 (2025): Jurnal Ilmiah Mandala Education (Agustus)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/jime.v11i3.9235

Abstract

This study aims to analyze the sensory characteristics of savory bakpia with tuna and sambal matah flavored tempeh filling in various filling percentages, namely 30%, 40%, and 50%. The background of this research is the desire to bring innovation to new flavors of bakpia products, which have been dominated by sweet flavors. The research method used was experimental, with sensory tests conducted by 10 expert panelists on the aspects of color, aroma, taste, and texture. The results showed that bakpia with sambal matah filling of 40% had the highest average value in almost all sensory aspects, making it the most preferred formulation. Tests were also conducted with consumer panelists to determine which percentage of sambal matah was most preferred. The results of consumer acceptance obtained the type of percentage preferred by consumers, namely the 40% chili sauce matah treatment. This product was developed in the form of a business startup with the trademark “Bakkate” and marketed through social media such as WhatsApp, Instagram, and TikTok. Consumer satisfaction analysis revealed high satisfaction levels, particularly in taste (92%), packaging design (92%), and customer service friendliness (90.6%). Other aspects such as pricing, ease of purchase, and delivery speed were also positively rated above 84%. Financial analysis indicated that with a selling price of IDR 22,000 per box and an initial investment of IDR 412,740, the business reached a profit of IDR 845,102 in the first month, with a projected break-even point of approximately 9.1 months. The results suggest that savory bakpia with tuna and tempeh sambal matah has high potential as an innovative local food product and business startup, provided consistent marketing strategies and product development are maintained. 
Pengaruh Penggunaan Tepung Steel-Cut Oat, Rolled Oat, Dan Quick Oat Terhadap Kualitas Fisik Dan Daya Terima Konsumen Sus Kering Ramadhanti, Siti Fatimah; Ridawati, Ridawati; Alsuhendra, Alsuhendra
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 11 No 8.D (2025): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan 
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan tepung steel-cut oat, rolled oat dan quick oat terhadap kualitas fisik dan daya terima konsumen sus kering meliputi aspek volume, warna, aroma, rasa, kerenyahan, dan ukuran rongga. Penelitian dilakukan di Laboratorium Pastry dan bakery Program Studi Pendidikan Tata Boga, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Jakarta yang dimulai sejak bulan Juli 2023 sampai Desember 2024. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode eksperimen terhadap 3 jenis perlakuan tepung oat yang berbeda, yaitu steel-cut oat, rolled oat, dan quick oat. Uji organoleptik dilakukan kepada 5 dosen panelis ahli yaitu dosen Program Studi Pendidikan Tata Boga, dilanjutkan dengan uji daya terima konsumen yang dilakukan oleh 30 orang panelis agak terlatih. Hasil menunjukkan bahwa sus kering penggunaan tepung steel-cut oat mendapatkan nilai tertinggi pada aspek warna. Kemudian pada sus kering penggunaan tepung quick oat mendapatkan nilai tertinggi pada aspek volume, aroma oat, rasa oat, rasa gurih, aftertaste, kerenyahan, dan ukuran rongga. Hasil pengujian hipotesis statistik dengan uji friedman menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh penggunaan tepung steel-cut oat, rolled oat dan quick oat terhadap daya terima sus kering pada aspek volume, warna, aroma, rasa, tektstur kerenyahan, dan ukuran rongga. Hasil uji hipotesis kualitas fisik menunjukkan tidak terdapat perbedaan nyata terhadap sus kering dengan steel-cut oat, rolled oat dan quick oat pada aspek daya kembang dan ukuran rongga. Berdasarkan hasil tersebut, disimpulkan bahwa sus kering penggunaan tepung steel-cut, rolled oat, dan quick oat dapat direkomendasikan untuk dikembangkan lebih lanjut karena semua mendapatkan hasil penilaian yang baik, jika ingin mendapatkan potensi kandungan serat yang lebih tinggi maka direkomendasikan dengan penggunaan tepung steel-cut oat.
Pengaruh Substitusi Tepung Oatmeal (Avena Sativa) Pada Pembuatan Tortilla Chips Terhadap Kualitas Fisik dan Daya Terima Konsumen Maitri Paramita, Elvina; Ridawati, Ridawati; Mariani, Mariani
COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2024): COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/comserva.v4i3.1370

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh substitusi tepung oatmeal pada tortilla chips terhadap kualitas fisik dan daya terima konsumen. Penelitian dilakukan di Laboratorium Pengolahan Makanan, Program Studi Pendidikan Tata Boga, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Jakarta. Penelitian dimulai pada bulan September 2022 hingga Juni 2024. Metode penelitian ini adalah metode eksperimen. Sampel penelitian ini adalah tortilla chips substitusi tepung oatmeal sebanyak 15%, 25% dan 35%. Pengujian kualitas fisik yang diuji terhadap dua aspek yaitu, ketebalan dan kekerasan yang dilakukan dengan uji Anova menghasilkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan terhadap ketiga produk tortilla chips. Dilanjutkan dengan uji Duncan yang menunjukkan bahwa pada aspek ketebalan terdapat perbedaan nyata pada persentase 15% dan pada aspek kekerasan terdapat perbedaan nyata pada persentase 35%. Pengujian daya terima konsumen diuji kepada 75 panelis tidak terlatih dan pengujian ini dilakukan dengan uji Friedman yang menunjukkan bahwa aspek warna dan aroma oatmeal tidak terdapat pengaruh signifikan, sedangkan aspek aroma jagung, rasa gurih, rasa jagung, rasa oatmeal dan tekstur terdapat pengaruh signifikan sehingga dilanjutkan dengan uji Tuckey. Aroma jagung pada persentase 15% dan 35% tidak berbeda nyata, dan berbeda nyata pada persentase 25%. Rasa gurih pada persentase 15% tidak berbeda nyata dan berbeda nyata pada persentase 25% dan 35%. Rasa jagung pada persentase 15% dan 35% berbeda nyata dan tidak berbeda nyata pada persentase 25%. Rasa oatmeal pada persentase 15% dan 35% tidak berbeda nyata dan pada persentase 25% berbeda nyata. Tekstur pada persentase 15% dan 25% berbeda nyata dan pada persentase 35% tidak berbeda nyata. Produk yang disubstitusi 35% paling disukai oleh konsumen.
PENGARUH JENIS PATI SEBAGAI BAHAN PENGENTAL TERHADAP DENSITAS KAMBA, NILAI pH DAN KUALITAS ORGANOLEPTIK SAUS CABAI HIJAU Nuraini, Fitria; Ridawati, Ridawati; Alsuhendra, Alsuhendra
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 8 No. 3 (2025): Volume 8 No. 3 Tahun 2025
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v8i3.50087

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh jenis pati sebagai bahan pengental terhadap densitas kamba, nilai pH dan kualitas organoleptik saus cabai hijau. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode eksperimen. Terdapat empat perlakuan yang diberikan pada pembuatan saus cabai hijau, yaitu P1 (pati jagung), P2 (pati tapioka), P3 (pati kacang hijau), dan P4 (pati sagu). Saus cabai hijau selanjutnya dianalisis kualitas organoleptiknya (warna, tekstur, aroma, rasa) oleh 60 orang panelis agak terlatih, uji fisik (densitas kamba), dan uji kimia (nilai pH). Analisis data menggunakan Anova untuk uji fisik dan uji kimia, serta Kruskal-Wallis yang dilanjut uji Tuckey’s untuk kualitas organoleptik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh penggunaan jenis pati yang berbeda sebagai bahan pengental pada produk saus cabai hijau terhadap kualitas fisik berupa densitas kamba dan uji kimia berupa nilai pH. Terdapat pengaruh penggunaan jenis pati yang berbeda sebagai bahan pengental pada produk saus cabai hijau pada kualitas organoleptik aspek warna dan rasa gurih. Hasil uji Tuckey’s pada penilaian kualitas organoleptik menunjukkan bahwa penggunaan pati jagung merupakan produk terbaik dalam aspek warna sebesar 4,8, dan penggunaan pati sagu merupakan produk terbaik dalam aspek rasa gurih sebesar 4,1. Adapun hasil dari penelitian ini adalah produk saus cabai hijau dengan penggunaan pati kacang hijau sebagai bahan pengental merupakan saus yang mendekati dengan hasil yang diharapkan, dilihat dari segi biaya serta ketersediaan pati yang berkembang luas di Indonesia.
Optimalisasi Peran Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Motivasi Kerja Guru Melalui Pemberian Tugas Tambahan H. Soro, Suharyanto; Wijayanti, Azizah Huda; Ridawati, Ridawati; Nelda, Elfita
EDUKASIA Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 1 (2024): Edukasia: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : LP. Ma'arif Janggan Magetan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62775/edukasia.v5i1.1225

Abstract

The role of the school principal in increasing teacher motivation, teaching quality, student achievement, and school performance is highly necessary in every educational institution. That is why, the school principal is demanded to have competences to get the objective of the school. Giving the task and opportunity to develop teacher competence by the school principal is not appropriate and still far from the fact. This research aims (1) To explain the principal's role in increasing teacher activities, thus motivating and fostering a work ethic among teachers that impacts the quality of educational institutions in the region; (2) To assign additional tasks, supporting teachers in attending up-to-date training outside of school, and organizing activities related to quality improvement are strategies employed by the school principal. The researchers used qualitative research method. The data was collected through observation, interview, and documentation methods. The respondents in this research chosen by purposive sampling. They are school principal and teachers. The research was conducted at Elementary School Negeri 14 Petang, Rawalele, Kalideres, West Jakarta academic year 2024. The data was processed through data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The reseach finding indicated that (1) the principal of SDN Kalideres 14 Petang has carried out his role optimally in order to increase teacher motivation and work ethic. In this context, school principals implement various strategies based on the needs and conditions faced by the educational unit; (2) School principals always carry out evaluations in order to ensure that learning activities packaged in the form of additional assignments can increase teacher work motivation and professionalism.
Pelatihan Pembuatan Nori Rumput Laut Ikan (Noruka) di Kecamatan Muara Gembong, Bekasi, Jawa Barat Alsuhendra, Alsuhendra; Ridawati, Ridawati
Humanism : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 2 (2024): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/hm.v5i2.22057

Abstract

Sebagian besar masyarakat di Kecamatan Muara Gembong memiliki mata pencarian sebagai nelayan dan petani tambak. Tingkat ekonomi masyarakat relatif rendah karena tidak menentunya pendapatan yang diperoleh dari kegiatan sebagai nelayan. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di Desa Pantai Mekar, Kecamatan Muara Gembong ini dilaksanakan sebagai salah satu bentuk implementasi dari kegiatan Tridharma Perguruan Tinggi dalam rangka mendukung upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat. Melalui kegiatan PkM ini, masyarakat Desa Pantai Mekar dikenalkan dengan teknologi baru dalam pengolahan pangan berbasis hasil laut, yaitu nori rumput laut ikan (noruka), dan selanjutnya dilatih untuk dapat membuat produk olahan tersebut. Kegiatan dilakukan dalam bentuk diskusi interaktif dengan dukungan tayangan video. Pada kegiatan PkM ini dilakukan pengambilan data pengetahuan tentang produk noruka, baik sebelum maupun setelah kegiatan diskusi. Data yang diperoleh memperlihatkan bahwa skor pengetahuan masyarakat adalah 64,0 pada saat pre-test, tetapi nilai tersebut naik menjadi 90,7 pada saat post-test. Dengan demikian dapat dinyatakan bahwa terjadi peningkatan skor pengetahuan masyarakat yang menjadi peserta kegiatan PkM ini dengan adanya diskusi dan penayangan video. Hasil evaluasi kegiatan memperlihatkan peserta puas dengan pelaksanaan kegiatan PkM ini, khususnya terkait dengan produk olahan yang dikembangkan. Bahkan, peserta berjanji untuk memproduksi noruka tersebut di rumah sebagai salah satu jenis produk yang dapat dikomersialkan.