Articles
CONNECTION MODEL OF CONCRETE FILLED STEEL TUBE (CFT) COLUMN TO STEEL BEAM UNDER CYCLIC
Agustina Dwi Atmaji;
Budi Suswanto;
Endah Wahyuni
Journal of Civil Engineering Vol 34, No 1 (2019)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (633.686 KB)
|
DOI: 10.12962/j20861206.v34i1.5178
Various types of structural technology began to develop rapidly, one of which was composite steel. Composite steel (Concrete Filled Steel Tube) is a structure consisting of two or more materials with different material properties and form one unit so as to produce better combined properties. Compared to conventional steel, this column has many advantages such as convenient formwork for concrete cores provided by steel tubes, increased strength and good ductility. This study uses the CFT column as the main variable by considering variations in the CFT column on the connection using ABAQUS. Modeling was carried out with a test object of 203 × 133 × 7.8 × 5.8 mm and the CFT column dimensions of rectangular 220 × 220 × 6 mm, and circular Ø 220 mm t = 8 mm. The research method uses two steps static-general method with static-risk. The results of these two research methods have the results of approaching and having the same behavior. Modeling has fulfilled the requirements of modeling the column-beam joints that can be used in a system of earthquake-resistant reinforced steel composite concrete frame structures. Based on the modeling results that have been done, modeling has fulfilled the connection that has sufficient ductility capability.
Analysis Mooring System Configuration of Submerged Floating Tunnel
Dita Kamarul Fitriyah;
Budi Suswanto;
Endah Wahyuni
IPTEK Journal of Proceedings Series No 1 (2017): The 2nd International Conference on Civil Engineering Research (ICCER) 2016
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (2765.196 KB)
|
DOI: 10.12962/j23546026.y2017i1.2203
Submerged Floating Tunnels (SFT) is a tubular structure that is submerged and floating in depth remains through the system of anchors consisting of a cable connected to the seabed. SFT structure imposed its own weight and is assisted by the buoyancy or uplift caused by water, cross sectin of the tunnel is designed so that buoyancy can overcome the structural weight and experienced a lift force that causes the floating structure. Fastening system (mooring system) also play a role which is to inhibit the SFT structure, minimize displacement and stress caused by environmental burden, such as earthquakes and hydrodynamic load that can aggravate the condition SFT structure in case of crossing the sea with SFT system. SFT will give a fairly small impact on the environment as it floated in the water, and with built using a modular system, the SFT (Submerged Floating Tunnels) can reach a distance long enough and does not cause pollution. Basically the same as the force that occurs archimides principle, where the objects are in the water to get a compressive force to the top. Cross sectional analysis SFT, will be modeled by 7 different models that have been in previous studies. The model's of SFT with steel cable to hold the structure in order to remain strong with the inclination selected. Analysis is done by modeling the triangle wiring configuration with different angle of incliflation cable. The analysis by comparing the test model were made earlier with prototype analyzed numerically. The expected structure did not undergo excessive deformation due to the environmental burden. Therefore, the structure of the SFT will be done with the Abaqus as finite element analysis. So, obvious deformation occurred in the cable. Therefore, it was expected to obtain the optimum angle of inclination was 54º.
Analisis Performa Eccentrically Braced Frames (EBF) Vertikal Link Menggunakan Wide Flange (WF) Link
Pramesta Armanisag Pangestuti;
Budi Suswanto
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil Vol 19, No 3 (2021)
Publisher : Departemen Teknik Infrastruktur Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1787.436 KB)
|
DOI: 10.12962/j2579-891X.v19i3.9628
Eccentrically Braced Frames (EBF) merupakan struktur baja tahan gempa yang memiliki kapasitas geser dan daktilitas yang baik. Struktur EBF menjadikan link sebagai elemen yang mengalami kerusakan terlebih dahulu dari elemen lainnya. EBF mempunyai 2 tipe link, yaitu link vertikal dan link horizontal. Link horizontal EBF berotasi ke arah vertikal pasca terjadi gempa besar sehingga mengganggu elemen lain di atasnya dan sulit melaku- kan perbaikan atau penggantian link, solusinya digunakan link vertikal yang memungkin- kan untuk perbaikan atau penggantian link, tanpa mengubah bagian balok. Dilakukan analisis berupa struktur gedung 10 lantai dengan sistem struktur EBF link vertikal meng- gunakan software SAP 2000 berupa analisis linier dan non linier. Selanjutnya dilakukan analisis beban siklik untuk spesimen frame 1 lantai sistem struktur EBF link vertikal meng- gunakan software Abaqus CAE. Hasil analisis menunjukkan bahwa pemodelan struktur gedung EBF 10 lantai dan spesimen frame EBF 1 lantai mengalami kegagalan elemen terle- bih dahulu terjadi pada link, hal ini sesuai dengan konsep struktur Eccentrically Braced Frames (EBF).
Studi Numerik terhadap Kinerja Web-Bolted Replceable Link pada Struktur Rangka Baja Berpengaku Eksentris
Aulia Indira Kumalasari;
Budi Suswanto;
Hidayat Soegihardjo
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil Vol 18, No 1 (2020)
Publisher : Departemen Teknik Infrastruktur Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1717.56 KB)
|
DOI: 10.12962/j2579-891X.v18i1.6261
Rangka berpegaku eksentrik mensyaratkan untuk membatasi perilaku inelastis hanya terjadi pada balok link sedangkan elemen lainnya tetap dalam kondisi elastis. Link yang didesain menyatu dengan balok induk menjadikan link mengalami over-designed karena harus menahan beban yang besar pula seperti balok induk. Tiga spesimen link yang disusun dari dua buah profil C yang disusun secara bersinggungan dan kedua ujungnya dipasang mengapit balok induk dimodelkan secara numerik yang kemudian diberi beban siklik. Dari hasil analisis didapatkan bahwa penambahan pengaku pada sambungan web menunjukkan bahwa spesimen mampu menahan gaya geser yang lebih besar. Efek pinching ditemukan pada kurva histerisis yang disebabkan oleh efek dari sambungan baut di kedua ujung balok link akibat dari pemberian beban siklik. Sedangkan pemberian diagonal stiffener perlu dilakukan kajian lebih dikarenakan link akan menjadi lebih kaku sehingga kegagalan akan terjadi pada sambungan yang mengakibatkan link mengalami keruntuhan lebih awal.
Analisis Numerik Sambungan Bolted Flange Plate (BFP) dengan Menggunakan Program ANSYS
Fikri Ghifari;
Budi Suswanto;
Yuyun Tajunnisa
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil Vol 20, No 1 (2022)
Publisher : Departemen Teknik Infrastruktur Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (2114.922 KB)
|
DOI: 10.12962/j2579-891X.v20i1.11553
Kegagalan struktur rangka momen baja di Amerika pada tahun 1994 akibat gempa Northridge memberikan pengetahuan bahwa material baja yang memiliki sifat daktilitas tinggi dapat menjadi getas jika tidak didetailkan dengan baik. Kegagalan-kegagalan yang terjadi membuat AISC membentuk satuan tugas the AISC Connection Prequalification Review Panel (CPRP) untuk melakukan evaluasi dan penelitian terkait sambungan. Salah satu sambungan yang dievaluasi adalah sambungan Bolted Flange Plate (BFP). Penelitian ini membahas tentang analisis numerik model sambungan BFP dengan menggunakan program bantu ANSYS kemudian hasil analisis dibandingkan hasil pengujian eksperimental yang dilakukan oleh Yilmaz, et al. (2019). Hasil analisis numerik dan hasil eksperimental menunjukan panel zone mengalami pelelehan di akhir pembebanan. Kapasitas momen dan rotasi yang dihasilkan oleh model numerik adalah 247,36 kN-m dan 4,83% dengan selisih antara model numerik dan eksperimental sebesar 4,05%.
Perbandingan Analisis Numerik Dan Analitikal Kekakuan Elastik Lateral Pada Jembatan Rangka Terbuka Dengan Menggunakan Program Abaqus
Moh. Fadhlan Rosyidi;
Hidajat Sugihardjo;
Budi Suswanto;
Ahmad Basshofi Habieb
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil Vol 20, No 1 (2022)
Publisher : Departemen Teknik Infrastruktur Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1602.277 KB)
|
DOI: 10.12962/j2579-891X.v20i1.11974
Bresing tranversal merupakan elemen yang berpengaruh terhadap stabilitas lateral batang tekan. Seperti pada jembatan rangka terbuka, tidak adanya pengikat transversal mengurangi stabilitas lateral dan batang tekan rentan terhadap tekuk. Tekuk akan menyebabkan kerusakan pada seluruh jembatan. Oleh karena itu, kekangan elastis yang diberikan oleh elemen vertikal dan balok lantai sangat penting untuk stabilitas lateral jembatan rangka terbuka. Penelitian ini membahas tentang analisis numerik model 2D wire dan modifikasi numerik model 3D solid dengan menggunakan program bantu Abaqus. Kemudian hasil analisis dibandingkan dengan Analitikal menggunakan Formula Engesser dan studi terdahulu yang dilakukan oleh Matthies (2012). Kekakuan elastik lateral yang dihasilkan oleh model 2D wire adalah 6.4675 kip/in dengan selisih masing-masing sebesar 2.179% antara numerik dengan analitikal dan sebesar 1.677% dengan studi terdahulu. Kekakuan elastik lateral yang dihasilkan oleh model 3D solid adalah 6.614 kip/in dengan selisih masing-masing sebesar 0.030% antara numerik dengan analitikal dan sebesar 0.575% dengan studi terdahulu. Model modifikasi numerik dengan 3D Solid selanjutnya akan digunakan sebagai acuan pemodelan pada penelitian lanjutan yaitu modifikasi penampang jembatan terbuka yang memudahkan aksesibilitas pengguna.
Studi Numerik terhadap Kinerja serta Perilaku Elemen Reduced Bracing Section dan Stiffeners pada Concentrically Braced Frames
Arrahmatur Rizqi;
Budi Suswanto;
Harun Al-Harun
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil Vol 19, No 3 (2021)
Publisher : Departemen Teknik Infrastruktur Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1843.53 KB)
|
DOI: 10.12962/j2579-891X.v19i3.8778
Kualitas respon seismik dari CBF ditentukan dari kinerja pengakunya (bracing). Untuk mencapai kinerja terbaik dari CBF, pengaku harus gagal dahulu sebelum komponen lainya dari sistem rangka itu sendiri. Penggunakan reduced saction bracing bertujuan untuk mempercepat kegagalan pada bracing. Dalam penelitian ini reduced section pada bracing mengacu pada sistem yang ada pada reduced beam section (RBS) dan double reduced beam section (DRBS). Selain penerapan reduced section pada bracing dalam penelitain juga menggunakan diagonal stiffeners sebagai pengaku pada bracing. Penggunaan stiffeners bertujuan untuk memperkuat bagian tengah dari bracing. Penggunaan diagonal stiffeners di penelitian ini mengacu pada SNI 1729-2002. Diagonal stiffeners akan dipasang single stiffeners dan triple stiffeners dengan jarak antar stiffeners 200 mm dan tebal 10 mm. Dari hasil analisis didapatkan bahwa penggunaan reduced section pada bracing menghasilkan energi disipasi yang cukup baik. Sedangkan penambahan diagonal stiffener pada bracing menghasilkan nilai daktilitas yang lebih baik.
Studi Numerik Performa Rangka Bresing Eksentrik Link Vertikal Profil Tubular
Dzul Fikri Muhammad;
Budi Suswanto
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil Vol 18, No 1 (2020)
Publisher : Departemen Teknik Infrastruktur Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1897.887 KB)
|
DOI: 10.12962/j2579-891X.v18i1.6214
Eccentrically Braced Frames (EBF) have been used as earthquake suppression systems, especially in buildings. This system relies on yielding at link on the main beam which is located between the eccentric bracing (EBH). EBH has important weaknesses to review. In the event of an earthquake that causes the link beam to rotate vertically, causing the structure above the beam damaged. Also it is not easy to repair the beam link at EBH after a severe earthquake. To overcome the problems in the EBH system, a new system was proposed, called Vertical-EBF (EBV). Links with WF and tubular profiles are two profiles commonly used in structures. In this research, EBF specimen modeling with tubular profile vertical links was compared with EBF horizontal links. The results showed a structure with EBV had a lighter weight.Yielding only occur at link so its better for earthquake rehabilitation.
Studi Analisis Perilaku Sambungan Kaku (Rigid Connection) Balok - Kolom Baja Tipe Extended End Plate dengan Metode Elemen Hingga
Oktavia Ully Artha Silalahi;
Budi Suswanto;
Bambang Piscesa
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil Vol 18, No 1 (2020)
Publisher : Departemen Teknik Infrastruktur Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1732.679 KB)
|
DOI: 10.12962/j2579-891X.v18i1.5346
Sambungan adalah elemen yang sangat penting dalam desain dan konstruksi bangunan tahan gempa. Kegagalan atau keruntuhan bangunan pasca gempa ditentukan oleh kualitas sambungan. Pemilihan sambungan yang tepat sangat diperlukan untuk menjamin terjadinya sendi plastis pada daerah balok.Studi ini membahas tentang perilaku dari sambungan baja tipe Extended End Plate saat diberi beban siklik dengan menggunakan software berbasis metode elemen hingga ABAQUS 6.14. Pemodelan ini meliputi variasi nilai pratarik baut, penambahan pengaku dan tanpa pengaku pada badan kolom. Dengan adanya studi ini, diharapkan pula pemodelan sambungan balok - kolom baja tipe Extended End Plate yang memenuhi syarat baik kuat maupun daktail pada bangunan untuk daerah gempa kuat dapat diperoleh dengan baik.Gang Shi et al (2006), melakukan tes eksperimental untuk sambungan dari rangka baja end-plate dengan beberapa variasi dari sambungan baja. Studi ini akan melakukan pemodelan yang kemudian hasilnya akan dibandingkan dari moment – rotasi, nilai kekakuan rotasi dan mode kegagalan. Spesimen yang dianalisis dari eksperimental ada dua spesimen yaitu spesimen JD2 dan spesimen JD4. Pemodelan yang digunakan welded plate I-Shaped untuk dimensi kolom 300 × 250 × 8 × 12 mm dan dimensi balok 300 × 200 × 8 × 12 mm, ketebalan pengaku kolom 12 mm, ketebalan pengaku extended end plate 10 mm. Hasil dari studi spesimen JD2 yaitu nilai Mu sebesar 335.86 KNm sedangkan nilai u sebesar 0.042 rad. Spesimen JD4 yaitu nilai Mu sebesar 287.58 KNm sedangkan nilai u sebesar 0.037 rad. Nilai kekakuan rotasi spesimen JD2 sebesar 68733 KNm/rad dan JD4 sebesar 36175 KNm/rad. Adapun dari segi mode kegagalan kedua spesimen menunjukkan kegagalan yang sama. Untuk nilai energi disipasi spesimen JD2 sebesar 70712.75 KNmm dan JD4 sebesar 51662.30 KNmm. Serta ditinjau pula dari nilai faktor daktilitas dimana nilai spesimen JD2 sebesar 2.99 dan nilai JD4 sebesar 2.84 yang nilai di atas masuk kategori daktilitas parsial dengan memenuhi syarat 1.5< <5. Hasil pemodelan di atas jika dibandingkan dengan hasil dari eksperimen yang digunakan tidak memiliki selisih yang signifikan. Hasil pemodelan dengan program bantu finite element merupakan sebuah pendekatan sehingga hasilnya tidak sama persis dengan hasil eksperimen yang dilakukan. Persyaratan model sambungan balok - kolom diharapkan dapat digunakan pada struktur yang tahan gempa. Berdasarkan hasil pemodelan yang dilakukan, pemodelan pada sambungan memiliki kemampuan daktilitas yang baik.
Studi Analisis Sambungan Semi Rigid Balok - Kolom Baja dengan Modifikasi Friction Damper dengan Metode elemen Hingga
Susanto Hari Asmoro;
Budi Suswanto
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil Vol 18, No 1 (2020)
Publisher : Departemen Teknik Infrastruktur Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1608.118 KB)
|
DOI: 10.12962/j2579-891X.v18i1.5446
Sambungan Balok - kolom merupakan salah satu elemen dalam struktur rangka baja yang diatur dalam peraturan yang memperbolehkan sambungan struktur untuk mengalami sedikit rotasi. Pemodelan yang digunakan Welded Plate I-Shape untuk dimensi balok 135 x 270 x 6.6 x 10.2 mm dan dimensi kolom 260 x 200 x 9 x 15 mm. Variasi spesimen dibuat sebanyak empat jenis. Dua untuk verifikasi penelitian sebelumnyadan dua lainnya merupakan sambungan modifikasi. Hasil dari studi spesimen dan pemodelan memiliki selisih yang tidak terlalu signifikan. Ditinjau dari nilai daktilitasnya sambungan dengan tambahan haunch dan ribs dengan nilai friction damping yang sama lenih daktail bila dibandingkan dengan dua model lainnya. Dari semua variasi pemodelan, sambungan yang dilengkapi dengan Haunch dan Ribs memiliki performa yang baik. Dari semua pemodelan sambungan balok - kolom yang dilengkapi dengan friction damper diharapkan dapat digunakan pada struktur yang tahan terhadap gempa.