Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

FENOMENA TINGKAT STRES AKADEMIK MAHASISWA KEPERAWATAN DI PEKANBARU Saniya, Saniya; Wahyuni, Dea Almira
Jurnal Keperawatan Abdurrab Vol 8 No 1 (2024): Volume 8 Nomor 1 Juli 2024
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/jka.v8i1.4679

Abstract

ABSTRACT Background : Academic stress is pressure to achieve better academic activities, for example performance in class, final exam scores, completion of studies and even post-campus life. The prevalence of students experiencing academic stress in Indonesia is 36.7-71.6%. Objective : This study aims to determine the level of academic stress in nursing students in Pekanbaru. Methodology : This type of research uses a descriptive analytical research design using a total sampling technique with a sample size of 128 students using the Perceived Stress Scale (PSS) questionnaire. Data analysis uses univariate analysis to see a descriptive picture. Results : The research results showed that most of the respondents were female, 100 respondents (78.1%) compared to 28 male respondents (21.9%). With the highest results, namely mild stress levels of 80 respondents (62.5%), moderate stress of 45 respondents (35.2%), severe stress of 3 respondents (2.3%). Based on the results of the research conducted, it can be concluded that the description of the stress level of nursing students is at a mild stress level for 80 respondents (62.5%). Suggestion : It is hoped that students can maintain a positive mindset and have good/adaptive coping mechanisms in dealing with stress.
UPAYA PEMBERDAYAAN PEER GROUP UNTUK MENCEGAH KEGAWAT DARURATAN BULLYING DI PEKANBARU Saniya, Saniya; Febrianita, Yulia; Wulandini, Putri; Nasution, Itto Nesyia; Qomariah, Siti
Jurnal Salingka Abdimas Vol 4, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/jsam.v4i2.5900

Abstract

ABSTRAK Bullying merupakan masalah perilaku yang umumnya terjadi pada remaja, dimana lingkungan sekolah dapat memberikan pengalaman yang menyebabkan stres untuk sebahagian anak akibat dibully oleh teman sekolahnya.. Hubungan sebaya memiliki peranan yang kuat dalam kehidupan remaja. Fokus dari hubungan sebaya adalah bagaimana seseorang dapat diterima dalam suatu pertemanan dengan teman yang memiliki kesamaan dalam usia, latar belakang ataupun nasib. Strategi pencegahan bullying yang dapat dilakukan pada remaja antara lain dengan menyadari dan terampil untuk memulai dan mengajak orang lain dalam melakukan hubungan yang positif, mencegah orang lain berperilaku bullying dan mempunyai koping yang efektif ketika dibully. Tujuan kegiatan ini adalah untuk menambah pengetahuan dan informasi berupa penyuluhan kesehatan terkait bullying kepada remaja serta peran teman sebaya sebagai sosial support ketika terjadinya bullying. Kegiatan ini sudah dilaksanakan di salah satu sekolah menengah atas yang ada di Pekanbaru. Kegiatan pengabdian ini dimulai dengan pre test menggunakan metode focus group discussion (FGD), selanjutnya pemaparan materi dan diakhiri dengan melaksanakan post test. Hasil yang didapatkan pada kegiatan pengabdian ini adalah 96% siswa siswi memahami materi yang disampaikan. Diharapkan setelah mengikuti kegiatan pengabdian ini, siswa siswi dapat mengetahui tentang bullying dan memahami pentingnya peran teman sebaya (peer group) untuk mencegah kegawatdaruratan bullying.   Kata Kunci : Bullying, Peer Group, Remaja ABSTRACTBullying is a behavioral problem that generally occurs in teenagers, where the school environment can provide experiences that cause stress for some children due to being bullied by their school friends. Peer relationships have a strong role in the lives of teenagers. The focus of peer relationships is how a person can be accepted into a friendship with friends who are similar in age, background or destiny. Bullying prevention strategies that can be implemented in adolescents include being aware and skilled in initiating and inviting others to have positive relationships, preventing other people from behaving in bullying ways and having effective coping when being bullied. The aim of this activity is to increase knowledge and information in the form of health education regarding bullying to teenagers as well as the role of peers as social support when bullying occurs. This activity was carried out at one of the high schools in Pekanbaru. This service activity begins with a pre-test using the focus group discussion (FGD) method, then a presentation of the material and ends with carrying out a post-test. The results obtained from this service activity were that 96% of the students understood the material presented. It is hoped that after participating in this service activity, students will be able to know about bullying and understand the importance of the role of peers (peer groups) in preventing bullying emergencies.  Keywords: Bullying, Peer Group, Teenagers
PEER EDUCATOR ANTI LGBT UNTUK PENCEGAHAN DAMPAK LGBT PADA SISWA DI SDN 161 PEKANBARU Febrianita, Yulia; Irawan, Mega Pratiwi; Sidoretno, Wahyu Margi; Fitri, Ainil; Saniya, Saniya
Jurnal Salingka Abdimas Vol 4, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/jsam.v4i2.5908

Abstract

Perkembangan sosial dan kultural di tengah masyarakat modern membawa beragam tantangan baru, termasuk dalam hal orientasi seksual. Salah satu fenomena yang banyak diperbincangkan adalah LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender). Menurut beberapa studi, anak-anak dan remaja saat ini semakin terpapar informasi tentang LGBT melalui media sosial, televisi, dan lingkungan sekitar yang semakin terbuka dalam membahas isu-isu ini (Hendriati Damanik, 2018). Pekanbaru sebagai salah satu kota besar di Indonesia, tidak lepas dari pengaruh fenomena LGBT. Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Dinas Pendidikan Pekanbaru pada tahun 2021, terjadi peningkatan laporan mengenai keterlibatan siswa dalam aktivitas yang berkaitan dengan LGBT (Dinas Pendidikan Pekanbaru, 2021). Hal ini mendorong para pendidik di SDN 161 Pekanbaru untuk mengambil langkah preventif guna mencegah dampak negatif LGBT terhadap perkembangan siswa. Tujuan pengabdian masyarakat adalah Adapun tujuan dari kegiatan pelaksanaan ini adalah untuk mengidentifikasi efektivitas pendekatan peer educator dalam meningkatkan pemahaman siswa tentang dampak negatif LGBT dan mencegah penyebaran perilaku LGBT di kalangan siswa SDN 161 Pekanbaru. Mitra pengabdian adalah Sekolah Dasar Negeri 161 Kota Pekanbaru. Manfaat kegiatan ini adalah terbentuknya peer educator anti LGBT yang dapat mencegah kejadian LGBT. Metode dalam pengabdian adalah kegiatan berlangsung selama 2 hari, hari pertama adalah pembentukan peer educator, dan hari kedua adalah penyampaian materi peer educator kepada peserta pengabdian. Hasil pengabdian adalah setelah dilakukan survei post-test dengan hasil yang menunjukkan perubahan signifikan, 85% siswa menunjukkan pemahaman yang lebih baik tentang LGBT dan bahaya yang ditimbulkan. 10% siswa masih bersikap netral tetapi lebih waspada terhadap informasi terkait LGBT yang mereka terima dari media. 5% siswa tetap menunjukkan sikap mendukung. Diharapkan peer educator anti LGBT yang sudah dibentuk dapat menjaga agar kejadian LGBT tidak terjadi.
THE RELATIONSHIP OF STRESS WITH MARITAL SATISFACTION FOR PARENTS WHO HAVE CHILDREN WITH AUTISM IN PEKANBARU Saniya Saniya; Zabidah Putit; Dewi Eka Putri
Menara Medika Vol 7, No 1 (2024): VOL 7 NO 1 SEPTEMBER 2024
Publisher : Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mm.v7i1.5829

Abstract

Pendahuluan Anak autisme dapat menyebabkan stres pada orang tua. Stres orang tua dalam merawat anak autisme berkontribusi mempengaruhi kepuasan perkawinan. Distres orang tua, disfungsi interaksi antara orang tua dan anak serta perilaku anak yang sulit dapat menyebabkan penurunan kepuasan perkawinan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan stres dengan kepuasan perkawinan pada orang tua yang memiliki anak autisme di Kota Pekanbaru. Metodologi Desain penelitian adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel sebanyak 104 orang tua dengan menggunakan teknik Total Sampling. Penelitian dilakukan di SLB dan Yayasan autisme di Kota Pekanbaru. Instrumen yang digunakan adalah Parent Stres Index dan ENRICH Marital Satisfaction. Hasil Hasil penelitian adalah terdapat hubungan dengan kekuatan  lemah (r =-0,304) antara stres dengan kepuasan perkawinan ayah sedangkan hasil penelitian ibu terdapat hubungan dengan kekuatan sedang (r=-0,526) antara stres dengan kepuasan perkawinan ibu. Diskusi Perawat jiwa perlu melakukan pendekatan diri lebih intensif melalui pemberian informasi tentang autisme dan memberikan konseling pada orang tua dan keluarga terkait dengan jaringan dukungan keluarga.
Studi Deskriptif: Pengetahuan Remaja tentang Dampak Bullying di Pekanbaru Saniya, Saniya; Alfina, Yona Dwi
Locus Journal of Academic Literature Review Vol 4 No 7 (2025): October
Publisher : LOCUS MEDIA PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56128/ljoalr.v4i7.611

Abstract

Bullying merupakan salah satu bentuk kekerasan yang terjadi secara berulang dan disengaja, biasanya dilakukan oleh seseorang atau sekelompok individu terhadap korban yang lebih lemah secara fisik, emosional atau sosial. Fenomena bullying sering ditemukan di lingkungan sekolah dan remaja dan dapat berdampak serius pada perkembangan psikologis korban, seperti gangguan kecemasan, depresi hingga keinginan untuk menyakiti diri sendiri. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat pengetahuan tentang dampak bullying pada remaja di Pekanbaru. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa/siswi SMP Negeri X Pekanbaru berjumlah 304 orang. Teknik pengambilan sampel adalah cluster sampling dengan jumlah sampel 173 orang. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan teknik analisa data univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 173 orang didapatkan hasil yaitu 83 responden (48%) dalam kategori kurang, 60 orang (34,7%) dengan kategori cukup dan 30 responden (17,3%) dalam kategori baik. Diharapkan penelitian ini dapat memberikan edukasi tentang dampak bullying pada remaja.
Peranan Fisioterapi Dalam Mempromosikan Kesehatan Dan Memberikan Stroke Exercise Untuk Memulihkan Mobilitas Dirumah Dalam Mengoptimalkan Aktivitas Fungsional Tubuh Ismaningsih, Ismaningsih; Siti Muawanah, Siti Muawanah; Nurmaliza, Nurmaliza; Triyulianti, Sari; Saniya, Saniya
JDISTIRA - Jurnal Pengabdian Inovasi dan Teknologi Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Yayasan Rahmatan Fidunya Wal Akhirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58794/jdt.v2i2.316

Abstract

Dimensi Pelayanan Fisioterapi meliputi upaya peningkatan kesehatan, pencegahan penyakit, penyembuhan dan pemulihan gangguan sistem gerak dan fungsi dalam rentang kehidupan dari praseminasi sampai ajal. Pelayanan fisioterapi dapat dilakukan di pusat kesehatan kerja, pusat panti usia lanjut, pusat olahraga dan pusat pelayanan umum. Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan informasi kepada masyarakat, tentang pentingnya upaya pencegahan dan juga intervensi yang dapat dilakukan fisioterapi melalui kegiatan mempromosikan kesehatan dan memberikan stroke exercise untuk memulihkan mobilitas dirumah dalam mengoptimalkan aktivitas fungsional tubuh. Komponen utama rehabilitasi stroke adalah penerapan latihan untuk meningkatkan fungsi motoric. Stroke exercise merupakan sesuatu yang penting bagi para penyintas yang ingin meningkatkan mobilitas. Penelitian menunjukkan bahwa ada periode waktu kritis hingga 6-8 bulan setelah stroke, pemulihan paling banyak terjadi dengan rehabilitasi, namun ada juga bukti bahwa neuroplastisitas berlanjut sepanjang umur. Faktanya program latihan dirumah yang konsisten adalah salah satu cara terbaik untuk melanjutkan pemulihan setelah keluar dari rehabilitasi rawat inap. Banyak orang dengan gangguan neurologis setelah stroke lebih memilih perawatan berbasis rumah daripada jangka panjang rawat inap. Perawatan dirumah tidak hanya memenuhi standar perawatan rumah sakit, tetapi juga menawarkan pasien manfaat tambahan dari kenyamanan dirumah. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk mempromosikan kesehatan dan memberikan stroke exercise untuk memulihkan mobilitas dirumah dalam mengoptimalkan aktivitas fungsional tubuh. Tim pengabdian memberikan edukasi pencegahan dan penatalaksanaan kondisi low back pain dengan menggunakan neuromuscular taping dan terapi latihan berupa exercise. Lokasi pengadaan kegiatan ini dilakukan di "Centrum" jalan Ahmad Dahlan 137 Sukajadi Pekanbaru. Harapannya setelah dilakukan pengabdian kepada masyarakat dapat membantu pemulihan bagi orang yang terkena stroke untuk melakukan peranan fisioterapi dalam mempromosikan kesehatan dan memberikan stroke exercise untuk memulihkan mobilitas dirumah dalam mengoptimalkan aktivitas fungsional tubuh penderita stroke
PEMANFAATAN TANAMAN OBAT : PIPER BETLE TERHADAP FLOUR ALBUS Roza, Andalia; Fitri, Ainil; Saniya, Saniya; Susanti, Lasiah; Fitri, Imelda
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2024): Volume 5 No. 3 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i3.26282

Abstract

Keputihan adalah semua pengeluaran cairan alat genitalia yang bukan darah. Keputihan bukan penyakit tersendiri, tetapi manifestasi gejala dari hampir semua penyakit kandungan. Melihat fenomena ini, pengobatan non-farmakologis merupakan pilihan yang dapat dilakukan untuk mengatasi keputihan, salah satu terapi non-farmakologis yang dapat diberikan pada wanita yang mengalami keputihan yaitu membasuh organ intim dengan cairan antiseptik. Contohnya menggunakan rebusan daun sirih untuk membersihkan organ intim setelah BAK dan BAB. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah mengenalkan tentang pentingnya daun sirih, cara membudidayakannya, cara membuat rebusan daun sirih hingga bisa digunakan untuk cairan antiseptik untuk mencegah keputihan. Manfaat dari pengabdian masyarakat diharapkan masyarakat bisa memanfaatkan dan membudidayakan tanaman obat ini. Sasaran dari kegiatan ini adalah ibu-ibu yang ada di lingkungan Kelurahan Kubang Jaya Kecamatan Siak Hulu Kabupaten Kampar. Kegiatan Pengabdian ini dilakukan dimulai dengan mengajari ibu PKK untuk menanam tanaman obat ini, kemudian mengajari ibu-ibu dalam hal pembuatan cairan antiseptik ini sampai dengan tata cara pemakaian, yang dipertemuan terakhir akan dilakukan evaluasi terhadap kegiatan pema ini. Pengetahuan ibu-ibu PKK terhadap pemanfaatan tanaman obat ini meningkat dari 54% sebelum dilakukan kegiatan ini menjadi 90% setelah kegiatan pengabdian ini.
Pemeriksaan Hemoglobidan Edukasi Anemia Dengan endekatan Komplementer Pada Remaja Putri Qomariah, Siti; Darmadi, Darmadi; Juwita, Sellia; Saniya, Saniya; Donalizarti, Donalizarti
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 4, No 6 (2024): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v4i6.891

Abstract

Anemia is a nutritional problem throughout the world, especially in developing countries, including Indonesia. According to WHO, the prevalence of anemia in women in Indonesia is 23.9%, divided between the prevalence of anemia in women aged 5 to 14 years which is 26.4% and the prevalence of anemia in women aged 15 to 25 years which is 18.4%. Based on the results of Riskesdas in 2018, it was recorded that 26.8% of children aged 5-14 years suffered from anemia and 32% aged 15-24 years. Adolescent girls are 10 times more likely to suffer from anemia than teenagers. This community service is providing education and counseling regarding anemia to young women using a complementary approach at SMAN 7 Pekanbaru so that young women are related to anemia using a complementary approach. In this community service, Phase I Preparation is Anemia Education, Phase II Implementation is HB Examination and Phase III Evaluation is Evaluation of Anemia in Adolescents.  From the results of the HB examination of 137 teenage girls at SMAN 7 Pekanbaru, there were 7 teenage girls with mild anemia, while 137 were still in the normal category. There is still a lack of information regarding anemia in teenagers and examination results still show that young women have anemia.ABSTRAKAnemia adalah suatu masalah gangguan gizi di seluruh dunia, terutama di negara-negara berkembang, termasuk Indonesia. Menurut WHO, prevalensi anemia pada perempuan di Indonesia sebesar 23,9%, terbagi antara prevalensi anemia pada perempuan usia 5 sampai 14 tahun sebesar 26,4% dan prevalensi anemia pada perempuan usia 15 hingga 25 tahun yaitu 18,4%. Berdasarkan hasil Riskesdas pada tahun 2018, tercatat sebesar 26,8% anak usia 5-14 tahun menderita anemia dan 32% pada usia 15-24 tahun. Remaja perempuan 10 kali lebih mungkin mengalami menderita anemia dibandingkan remaja. Pengabdian kepada masyarakat ini adalah Memberikan Edukasi dan penyuluhan terkait Anemia pada remaja puteri dengan pendekatan komplementer di SMAN 7 Pekanbaru sehingga remaja puteri terkait Anemia dengan pendekatan komplementer. Dalam pengabdian masyarakat ini Tahap I Persiapan yaitu Edukasi Anemia, Tahapan II Pelaksanaan yaitu Pemeriksaan HB dan Tahap III Evaluasi yaitu Evaluasi tentang Anemia pada Remaja.  Dari hasil pemeriksaan  HB terhadap 137 remaja puteri SMAN 7 Pekanbaru terdapat 7 remaja puteri dengan anemia ringan, sedangkan 130 orang masih dalam kategori normal. Masih kurangnya informasi terkait anemia pada remaja dan hasil pemeriksaan masih ada menunjukkan remaja puteri mengalami anemia.