Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

PEER EDUCATOR ANTI LGBT UNTUK PENCEGAHAN DAMPAK LGBT PADA SISWA DI SDN 161 PEKANBARU Febrianita, Yulia; Irawan, Mega Pratiwi; Sidoretno, Wahyu Margi; Fitri, Ainil; Saniya, Saniya
Jurnal Salingka Abdimas Vol 4, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/jsam.v4i2.5908

Abstract

Perkembangan sosial dan kultural di tengah masyarakat modern membawa beragam tantangan baru, termasuk dalam hal orientasi seksual. Salah satu fenomena yang banyak diperbincangkan adalah LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender). Menurut beberapa studi, anak-anak dan remaja saat ini semakin terpapar informasi tentang LGBT melalui media sosial, televisi, dan lingkungan sekitar yang semakin terbuka dalam membahas isu-isu ini (Hendriati Damanik, 2018). Pekanbaru sebagai salah satu kota besar di Indonesia, tidak lepas dari pengaruh fenomena LGBT. Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Dinas Pendidikan Pekanbaru pada tahun 2021, terjadi peningkatan laporan mengenai keterlibatan siswa dalam aktivitas yang berkaitan dengan LGBT (Dinas Pendidikan Pekanbaru, 2021). Hal ini mendorong para pendidik di SDN 161 Pekanbaru untuk mengambil langkah preventif guna mencegah dampak negatif LGBT terhadap perkembangan siswa. Tujuan pengabdian masyarakat adalah Adapun tujuan dari kegiatan pelaksanaan ini adalah untuk mengidentifikasi efektivitas pendekatan peer educator dalam meningkatkan pemahaman siswa tentang dampak negatif LGBT dan mencegah penyebaran perilaku LGBT di kalangan siswa SDN 161 Pekanbaru. Mitra pengabdian adalah Sekolah Dasar Negeri 161 Kota Pekanbaru. Manfaat kegiatan ini adalah terbentuknya peer educator anti LGBT yang dapat mencegah kejadian LGBT. Metode dalam pengabdian adalah kegiatan berlangsung selama 2 hari, hari pertama adalah pembentukan peer educator, dan hari kedua adalah penyampaian materi peer educator kepada peserta pengabdian. Hasil pengabdian adalah setelah dilakukan survei post-test dengan hasil yang menunjukkan perubahan signifikan, 85% siswa menunjukkan pemahaman yang lebih baik tentang LGBT dan bahaya yang ditimbulkan. 10% siswa masih bersikap netral tetapi lebih waspada terhadap informasi terkait LGBT yang mereka terima dari media. 5% siswa tetap menunjukkan sikap mendukung. Diharapkan peer educator anti LGBT yang sudah dibentuk dapat menjaga agar kejadian LGBT tidak terjadi.
THE RELATIONSHIP OF STRESS WITH MARITAL SATISFACTION FOR PARENTS WHO HAVE CHILDREN WITH AUTISM IN PEKANBARU Saniya Saniya; Zabidah Putit; Dewi Eka Putri
Menara Medika Vol 7, No 1 (2024): VOL 7 NO 1 SEPTEMBER 2024
Publisher : Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mm.v7i1.5829

Abstract

Pendahuluan Anak autisme dapat menyebabkan stres pada orang tua. Stres orang tua dalam merawat anak autisme berkontribusi mempengaruhi kepuasan perkawinan. Distres orang tua, disfungsi interaksi antara orang tua dan anak serta perilaku anak yang sulit dapat menyebabkan penurunan kepuasan perkawinan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan stres dengan kepuasan perkawinan pada orang tua yang memiliki anak autisme di Kota Pekanbaru. Metodologi Desain penelitian adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel sebanyak 104 orang tua dengan menggunakan teknik Total Sampling. Penelitian dilakukan di SLB dan Yayasan autisme di Kota Pekanbaru. Instrumen yang digunakan adalah Parent Stres Index dan ENRICH Marital Satisfaction. Hasil Hasil penelitian adalah terdapat hubungan dengan kekuatan  lemah (r =-0,304) antara stres dengan kepuasan perkawinan ayah sedangkan hasil penelitian ibu terdapat hubungan dengan kekuatan sedang (r=-0,526) antara stres dengan kepuasan perkawinan ibu. Diskusi Perawat jiwa perlu melakukan pendekatan diri lebih intensif melalui pemberian informasi tentang autisme dan memberikan konseling pada orang tua dan keluarga terkait dengan jaringan dukungan keluarga.
Studi Deskriptif: Pengetahuan Remaja tentang Dampak Bullying di Pekanbaru Saniya, Saniya; Alfina, Yona Dwi
Locus Journal of Academic Literature Review Vol 4 No 7 (2025): October
Publisher : LOCUS MEDIA PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56128/ljoalr.v4i7.611

Abstract

Bullying merupakan salah satu bentuk kekerasan yang terjadi secara berulang dan disengaja, biasanya dilakukan oleh seseorang atau sekelompok individu terhadap korban yang lebih lemah secara fisik, emosional atau sosial. Fenomena bullying sering ditemukan di lingkungan sekolah dan remaja dan dapat berdampak serius pada perkembangan psikologis korban, seperti gangguan kecemasan, depresi hingga keinginan untuk menyakiti diri sendiri. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat pengetahuan tentang dampak bullying pada remaja di Pekanbaru. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa/siswi SMP Negeri X Pekanbaru berjumlah 304 orang. Teknik pengambilan sampel adalah cluster sampling dengan jumlah sampel 173 orang. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan teknik analisa data univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 173 orang didapatkan hasil yaitu 83 responden (48%) dalam kategori kurang, 60 orang (34,7%) dengan kategori cukup dan 30 responden (17,3%) dalam kategori baik. Diharapkan penelitian ini dapat memberikan edukasi tentang dampak bullying pada remaja.
Peranan Fisioterapi Dalam Mempromosikan Kesehatan Dan Memberikan Stroke Exercise Untuk Memulihkan Mobilitas Dirumah Dalam Mengoptimalkan Aktivitas Fungsional Tubuh Ismaningsih, Ismaningsih; Siti Muawanah, Siti Muawanah; Nurmaliza, Nurmaliza; Triyulianti, Sari; Saniya, Saniya
JDISTIRA - Jurnal Pengabdian Inovasi dan Teknologi Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Yayasan Rahmatan Fidunya Wal Akhirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58794/jdt.v2i2.316

Abstract

Dimensi Pelayanan Fisioterapi meliputi upaya peningkatan kesehatan, pencegahan penyakit, penyembuhan dan pemulihan gangguan sistem gerak dan fungsi dalam rentang kehidupan dari praseminasi sampai ajal. Pelayanan fisioterapi dapat dilakukan di pusat kesehatan kerja, pusat panti usia lanjut, pusat olahraga dan pusat pelayanan umum. Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan informasi kepada masyarakat, tentang pentingnya upaya pencegahan dan juga intervensi yang dapat dilakukan fisioterapi melalui kegiatan mempromosikan kesehatan dan memberikan stroke exercise untuk memulihkan mobilitas dirumah dalam mengoptimalkan aktivitas fungsional tubuh. Komponen utama rehabilitasi stroke adalah penerapan latihan untuk meningkatkan fungsi motoric. Stroke exercise merupakan sesuatu yang penting bagi para penyintas yang ingin meningkatkan mobilitas. Penelitian menunjukkan bahwa ada periode waktu kritis hingga 6-8 bulan setelah stroke, pemulihan paling banyak terjadi dengan rehabilitasi, namun ada juga bukti bahwa neuroplastisitas berlanjut sepanjang umur. Faktanya program latihan dirumah yang konsisten adalah salah satu cara terbaik untuk melanjutkan pemulihan setelah keluar dari rehabilitasi rawat inap. Banyak orang dengan gangguan neurologis setelah stroke lebih memilih perawatan berbasis rumah daripada jangka panjang rawat inap. Perawatan dirumah tidak hanya memenuhi standar perawatan rumah sakit, tetapi juga menawarkan pasien manfaat tambahan dari kenyamanan dirumah. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk mempromosikan kesehatan dan memberikan stroke exercise untuk memulihkan mobilitas dirumah dalam mengoptimalkan aktivitas fungsional tubuh. Tim pengabdian memberikan edukasi pencegahan dan penatalaksanaan kondisi low back pain dengan menggunakan neuromuscular taping dan terapi latihan berupa exercise. Lokasi pengadaan kegiatan ini dilakukan di "Centrum" jalan Ahmad Dahlan 137 Sukajadi Pekanbaru. Harapannya setelah dilakukan pengabdian kepada masyarakat dapat membantu pemulihan bagi orang yang terkena stroke untuk melakukan peranan fisioterapi dalam mempromosikan kesehatan dan memberikan stroke exercise untuk memulihkan mobilitas dirumah dalam mengoptimalkan aktivitas fungsional tubuh penderita stroke
PEMANFAATAN TANAMAN OBAT : PIPER BETLE TERHADAP FLOUR ALBUS Roza, Andalia; Fitri, Ainil; Saniya, Saniya; Susanti, Lasiah; Fitri, Imelda
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2024): Volume 5 No. 3 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i3.26282

Abstract

Keputihan adalah semua pengeluaran cairan alat genitalia yang bukan darah. Keputihan bukan penyakit tersendiri, tetapi manifestasi gejala dari hampir semua penyakit kandungan. Melihat fenomena ini, pengobatan non-farmakologis merupakan pilihan yang dapat dilakukan untuk mengatasi keputihan, salah satu terapi non-farmakologis yang dapat diberikan pada wanita yang mengalami keputihan yaitu membasuh organ intim dengan cairan antiseptik. Contohnya menggunakan rebusan daun sirih untuk membersihkan organ intim setelah BAK dan BAB. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah mengenalkan tentang pentingnya daun sirih, cara membudidayakannya, cara membuat rebusan daun sirih hingga bisa digunakan untuk cairan antiseptik untuk mencegah keputihan. Manfaat dari pengabdian masyarakat diharapkan masyarakat bisa memanfaatkan dan membudidayakan tanaman obat ini. Sasaran dari kegiatan ini adalah ibu-ibu yang ada di lingkungan Kelurahan Kubang Jaya Kecamatan Siak Hulu Kabupaten Kampar. Kegiatan Pengabdian ini dilakukan dimulai dengan mengajari ibu PKK untuk menanam tanaman obat ini, kemudian mengajari ibu-ibu dalam hal pembuatan cairan antiseptik ini sampai dengan tata cara pemakaian, yang dipertemuan terakhir akan dilakukan evaluasi terhadap kegiatan pema ini. Pengetahuan ibu-ibu PKK terhadap pemanfaatan tanaman obat ini meningkat dari 54% sebelum dilakukan kegiatan ini menjadi 90% setelah kegiatan pengabdian ini.
Pemeriksaan Hemoglobidan Edukasi Anemia Dengan endekatan Komplementer Pada Remaja Putri Qomariah, Siti; Darmadi, Darmadi; Juwita, Sellia; Saniya, Saniya; Donalizarti, Donalizarti
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 4, No 6 (2024): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v4i6.891

Abstract

Anemia is a nutritional problem throughout the world, especially in developing countries, including Indonesia. According to WHO, the prevalence of anemia in women in Indonesia is 23.9%, divided between the prevalence of anemia in women aged 5 to 14 years which is 26.4% and the prevalence of anemia in women aged 15 to 25 years which is 18.4%. Based on the results of Riskesdas in 2018, it was recorded that 26.8% of children aged 5-14 years suffered from anemia and 32% aged 15-24 years. Adolescent girls are 10 times more likely to suffer from anemia than teenagers. This community service is providing education and counseling regarding anemia to young women using a complementary approach at SMAN 7 Pekanbaru so that young women are related to anemia using a complementary approach. In this community service, Phase I Preparation is Anemia Education, Phase II Implementation is HB Examination and Phase III Evaluation is Evaluation of Anemia in Adolescents.  From the results of the HB examination of 137 teenage girls at SMAN 7 Pekanbaru, there were 7 teenage girls with mild anemia, while 137 were still in the normal category. There is still a lack of information regarding anemia in teenagers and examination results still show that young women have anemia.ABSTRAKAnemia adalah suatu masalah gangguan gizi di seluruh dunia, terutama di negara-negara berkembang, termasuk Indonesia. Menurut WHO, prevalensi anemia pada perempuan di Indonesia sebesar 23,9%, terbagi antara prevalensi anemia pada perempuan usia 5 sampai 14 tahun sebesar 26,4% dan prevalensi anemia pada perempuan usia 15 hingga 25 tahun yaitu 18,4%. Berdasarkan hasil Riskesdas pada tahun 2018, tercatat sebesar 26,8% anak usia 5-14 tahun menderita anemia dan 32% pada usia 15-24 tahun. Remaja perempuan 10 kali lebih mungkin mengalami menderita anemia dibandingkan remaja. Pengabdian kepada masyarakat ini adalah Memberikan Edukasi dan penyuluhan terkait Anemia pada remaja puteri dengan pendekatan komplementer di SMAN 7 Pekanbaru sehingga remaja puteri terkait Anemia dengan pendekatan komplementer. Dalam pengabdian masyarakat ini Tahap I Persiapan yaitu Edukasi Anemia, Tahapan II Pelaksanaan yaitu Pemeriksaan HB dan Tahap III Evaluasi yaitu Evaluasi tentang Anemia pada Remaja.  Dari hasil pemeriksaan  HB terhadap 137 remaja puteri SMAN 7 Pekanbaru terdapat 7 remaja puteri dengan anemia ringan, sedangkan 130 orang masih dalam kategori normal. Masih kurangnya informasi terkait anemia pada remaja dan hasil pemeriksaan masih ada menunjukkan remaja puteri mengalami anemia.
PENGARUH PENGGUNAAN GADGET DENGAN POLA INTERAKSI SOSIAL REMAJA DI KABUPATEN ROKAN HULU PROVINSI RIAU Saniya Saniya; Ulul Fadhli Rahim
Jurnal Keperawatan Abdurrab Vol. 7 No. 2 (2024): Volume 7 Nomor 2 Januari 2024
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/jka.v7i2.4122

Abstract

Abstract Gadgets have many benefits in daily activities if used properly and not excessively. Through the use of gadgets, people can obtain information that can improve understanding, knowledge, communication and the ability to make new acquaintances. Apart from providing benefits, the use of gadgets also has negative impacts, one of which can encourage unhealthy social interaction patterns. The aim of this research is to find out how teenagers' social interaction habits are influenced by gadget use. Cross-sectional research using quantitative correlation is a type of research1. The sample consisted of 180 teenage respondents. Questionnaires regarding gadget use and social interaction habits were used in the data collection procedure. The frequency distribution was analyzed univariately, and the Chi square test was applied in the bivariate analysis. With a P value of 0.001 < 0.05, the findings of this study indicate that teenagers' social interaction patterns are influenced by gadget use. Researchers hope that teenagers can be wiser in using gadgets to maintain good social interaction between each other. Apart from that, it is hoped that parents will play a more important role in supervising and limiting the use of gadgets among teenagers. Keywords : teenager,gadget,social interaction Abstrak Gadget memiliki banyak manfaat dalam kegiatan sehari-hari jika digunakan sebagaimana mestinya dan tidak berlebihan. Melalui penggunaan gadget, masyarakat dapat memperoleh informasi yang dapat meningkatkan pemahaman, pengetahuan, komunikasi, dan kemampuan dalam menjalin kenalan baru. Selain memberikan manfaat, penggunaan gadget juga mempunyai dampak negatif, salah satunya dapat mendorong pola interaksi sosial yang tidak sehat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana kebiasaan interaksi sosial remaja dipengaruhi oleh penggunaan gadget. Penelitian cross-sectional dengan menggunakan korelasi kuantitatif adalah jenis penelitian1. Sampelnya berjumlah 180 responden remaja. Kuesioner mengenai penggunaan gadget dan kebiasaan interaksi sosial digunakan dalam prosedur pengumpulan data. Distribusi frekuensi dianalisis secara univariat, dan uji Chi square diterapkan dalam analisis bivariat. Dengan nilai Pvalue sebesar 0,001 < 0,05, temuan studi ini menunjukkan bahwa pola interaksi sosial remaja dipengaruhi oleh penggunaan gadget. Peneliti berharap agar remaja dapat lebih bijak dalam menggunakan gadget agar tetap terjalin interaksi sosial yang baik antar sesama. Selain itu, diharapkan bagi orang tua untuk lebih berperan dalam mengawasi dan membatasi penggunaan gadget pada remaja. Kata Kunci : remaja, gadget, interaksi sosial
FENOMENA TINGKAT STRES AKADEMIK MAHASISWA KEPERAWATAN DI PEKANBARU Saniya Saniya; Dea Almira Wahyuni
Jurnal Keperawatan Abdurrab Vol. 8 No. 1 (2024): Volume 8 Nomor 1 Juli 2024
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/jka.v8i1.4679

Abstract

ABSTRACT Background : Academic stress is pressure to achieve better academic activities, for example performance in class, final exam scores, completion of studies and even post-campus life. The prevalence of students experiencing academic stress in Indonesia is 36.7-71.6%. Objective : This study aims to determine the level of academic stress in nursing students in Pekanbaru. Methodology : This type of research uses a descriptive analytical research design using a total sampling technique with a sample size of 128 students using the Perceived Stress Scale (PSS) questionnaire. Data analysis uses univariate analysis to see a descriptive picture. Results : The research results showed that most of the respondents were female, 100 respondents (78.1%) compared to 28 male respondents (21.9%). With the highest results, namely mild stress levels of 80 respondents (62.5%), moderate stress of 45 respondents (35.2%), severe stress of 3 respondents (2.3%). Based on the results of the research conducted, it can be concluded that the description of the stress level of nursing students is at a mild stress level for 80 respondents (62.5%). Suggestion : It is hoped that students can maintain a positive mindset and have good/adaptive coping mechanisms in dealing with stress.
HUBUNGAN LAMA PENGGUNAAN GADGET DENGAN INTERAKSI SOSIAL MAHASISWA DI PEKANBARU RIAU Saniya Saniya; Faikkotul Munawaroh
Jurnal Keperawatan Abdurrab Vol. 9 No. 1 (2025): Volume 9 Nomor 1 Juli 2025
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/jka.v9i1.6274

Abstract

Abstract Gadgets are devices that are communication tools and are widely used in everyday life, whether used as a communication tool or to help with work. Social interaction is a dynamic social relationship between individuals and individuals, groups and groups and individuals and groups. Excessive use of gadgets will have an impact on social interaction patterns between individuals. The aim of this research is to determine the relationship between length of use of gadgets and social interaction among students at the Faculty of Pharmacy and Health Sciences, Abdurrab University, Pekanbaru." The population in this study were all students at the Faculty of Pharmacy and Health Sciences, Abdurrab University, Pekanbaru and the sample was taken using a cluster sampling technique of 288 respondents. The research instrument used a questionnaire sheet that was given online to respondents. The type of research used was quantitative research with a correlation design and used a cross-sectional approach. Data analysis used univariate analysis and bivariate analysis. Data collection methods This was carried out using a questionnaire regarding the length of use of cellphones and social interaction. The statistical test results show a P value = 0.001 < α = 0.05, which means there is a relationship between the time of gadget use and social interaction among students at the Faculty of Pharmacy and Health Sciences, Abdurrab University. Keywords: Gadgets, social interaction Abstrak Gadget adalah perangkat yang menjadi alat komunikasi dan banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari, baik digunakan sebagai alat komunikasi ataupun dalam membantu pekerjaan. Interaksi sosial merupakan hubungan sosial yang dinamis antara individu dengan individu, kelompok dengan kelompok maupun individu dengan kelompok. Penggunaan gadget yang berlebihan akan berdampak pada pola interaksi sosial antar individu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Hubungan Lama Penggunaan Gadget dengan Interaksi Sosial Pada Mahasiswa/i Fakultas Farmasi dan Ilmu Kesehatan Universitas Abdurrab Pekanbaru”. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa Fakultas Farmasi dan Ilmu Kesehatan Universitas Abdurrab Pekanbaru dan pengambilan sampel menggunakan teknik cluster sampling sebanyak 288 responden. Instrumen penelitian ini menggunakan lembar kuesioner yang diberikan secara online kepada responden. Jenis penelitian yang digunakan merupakan penelitian kuantitatif dengan desain korelasi dan menggunakan pendekatan Cross Sectional. Analisa data menggunakan analisa univariat dan analisa bivariat. Metode Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner lama penggunaan Gadget dan interaksi sosial. Hasil uji statistic menunjukkan nilai P value = 0.001 < α = 0,05 yang berarti terdapat hubungan antara lama penggunaan gadget dengan interaksi sosial pada mahasiswa Fakultas Farmasi Dan Ilmu Kesehatan Universitas Abdurrab. Diharapkan mahasiswa dapat menggunakan gadget secara bijak dan cermat agar tidak mengurangi interaksi sosial baik secara individu maupun berkelompok. Kata Kunci : Gadget, Interaksi sosial
Peran Keluarga Dalam Merawat Lansia Dengan Hipertensi Di Posyandu Tandun Lora Marlita; Saniya; Eka Putri Setya Ningsih
Jurnal Keperawatan Abdurrab Vol. 9 No. 2 (2026): Volume 9 Nomor 2 Januari 2026
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/jka.v9i2.7126

Abstract

Elderly people with hypertension need supervision, elderly people who live alone need to be accompanied by their families because their memory is starting to decline. Maintaining a healthy lifestyle is important to control high blood pressure, such as avoiding stress, exercising, not smoking and not drinking alcohol. This study aims to determine the role of the family in caring for the elderly with hypertension at the Melati Posyandu, Kumain Village, Tandun District. This study uses a descriptive quantitative research type, namely by using a questionnaire sheet that is distributed to the elderly. The results of the study of 63 respondents at the Melati Posyandu, Kumain Village, Tandun District showed that the family plays a very important role in caring for the elderly. 58 respondents (92%) with the role category, 5 respondents (8%) with the role category. The suggestion of this study is that the elderly maintain habits that can control blood pressure so that it does not rise, one of which is by getting regular treatment at the elderly health post