Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

BERSATU UNTUK NEGERI MENGHADAPI COVID-19 DENGAN MENGIMPLEMENTASIKAN PROTOKOL KESEHATAN DALAM PEMBANGUNAN DESA MANUNGGAL, KEC. LABUHAN DELI, KAB. DELI SERDANG Hanafiah, Febri; Nurhajijah, Nurhajijah
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 2 (2022): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v5i2.578-582

Abstract

Desa Manunggal terdapat beberapa permasalahan yang terjadi ditengah pandemi covid 19, diantaranya masyarakat tidak mau memakai masker, rendahnya produktivitas pemuda setempat dikarenakan kurangnya niat dan minat pemuda setempat dalam bekerja, kurangnya kebersihan lingkungan, kurangnya minat anak-anak setempat dalam belajar. Tujuan kegiatan ini adalah mengajak dan meberikan pengertian kepada masyrakat terkhusus Manunggal Dusun I dan II, untuk dapat mengimplentasikan protokol kesehatan guna memutus penyebaran Covid-19, dengan cara menggunakan masker disegala aktivitas dan selalu menjaga kebersihan lingkungan. Metode yang digunakan adalah dengan terjun langsung ke lapangan dengan mengamati aktivitas masyarakat di desa tersebut. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah masyarakat menerapkan protokol kesehatan tidak sepenuhnya keinginan mereka, hal tersebut dikarenakan kurangnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat akan pentingnya menggunakan masker dan menjaga lingkungan dalam memutus siklus penuluran. Terbukti, setelah diberikan pengertian sedikit mereka berperan aktif dan antusias dalam mengikuti kegiatan ini. Hasilnya dari kegiatan Kuliah Kerja Nyata yang dilakukan telah terjadi perubahan berupa masyarakat lebih rajin menggunakan masker dalam setiap aktivitas, selalu menjaga kebersihan dan telah memanfaatkan lahan kosong menjadi Taman Apotek Hidup bagi masyarakat sekitar yang membutuhkan. 
PEMANFAATAN LAHAN KOSONG UNTUK BUDIDAYA PORANG DENGAN PEMBERDAYAAN PKK AEK KANOPAN TIMUR, LABUHANBATU UTARA Nurhajijah, Nurhajijah; Harahap, Wahyuni Umami; Syafrilia Gurning, Riris Nadia; Tanjung, Ade Firmansyah
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 3 (2021): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v4i3.828-832

Abstract

Kelurahan Aek Kanopan Timur merupakan salah satu kelurahan di kecamatan Kualuh Hulu. Ada 2 kelurahan, yaitu Aek Kanopan dan Aek Kanopan Timur yang menjadi ibu kota Kabupaten Labuhanbatu Utara setelah dimekarkan dari Kabupaten Labuhanbatu pada tanggal 24 Juni 2008. Pemanfaatan lahan kosong yang terbengkalai dapat dimanfaatkan untuk budidaya porang (Amorphophallus onchophyllus Prain). Umbi porang saat ini merupakan salah satu komoditas ekspor yang belum banyak diketahui. Tanaman ini banyak dijumpai namun belum banyak dibudidayakan terutama di Aek Kanopan Timur. Umbi porang mudah tumbuh diberbagai tempat dan mudah dalam membudidayakannya. Banyak masyarakat yang belum mengetahui nilai ekonomi umbi porang. Selain itu pemanfaatan lahan kosong untuk budidaya umbi porang sangat membantu pendapatan keluarga terkhusus ibu-ibu rumah tangga. Berdasarka kegiatan yang sudah dilakukan banyak PKK yang belum mengetahui tanaman porang. PKK sulit mebedakan antara tanaman suweg adan atanaman porang. Antusias PKK sangat tinggi untuk melakukan budidaya porang dikarenakan pengelolaan yang mudah serta menguntukan. Dengan kegiatan ini diharapak PKK menjadi model dimasyarakat untuk memotivasi masyarakat dalam budidaya porang sehingga meningkatkan pendapatan ekonomi.
PENGGUNAAN BAHAN ALAMI DAUN SIRIH DAN LIDAH BUAYA SEBAGAI ANTISEPTIK ALAMI UNTUK MENCEGAH COVID-19 DI DESA SENA, KECAMATAN BATANG KUIS Gurning, Riris Nadia Syafrilia; Puarada, Sakral Hasby; Nurhajijah, Nurhajijah
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 1 (2022): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v5i1.37-44

Abstract

Penyebaran virus corona yang terjadi saat ini semakin meningkat tetapi kurangnya kesadaran masyarakat untuk menjalankan protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah, sehingga dibutuhkan alternatif usaha untuk menangani masalah tersebut yaitu produk alternatif pengganti pencuci tangan. Hand sanitizer merupakan salah satu produk yang efisien dikalangan masyarakat namun terkandung banyak alkohol yang tidak baik untuk kulit. Tujuan dari PKM ini adalah memberikan kesadaran untuk taat menjalankan protokol kesehatan dan membuat hand sanitizer berbahan dasar alami yaitu terbuat dari lidah buaya dan daun sirih. Daun sirih dan lidah buaya dinilai memiliki peran sebagai antiseptik alami yang tidak menyebabkan iritasi pada kulit. Mitra sasaran dalam PKM ini adalah anggota PKK Desa Sena Kecamatan Batang Kuis Kabupaten Deli Serdang. Metode pelaksanaan adalah dengan melakukan sosialisasi dan penyuluhan untuk menambah pengetahuan tentang penggunaan antiseptik alami yaitu menggunakan bahan daun sirih dan lidah buaya sebagai hand sanitizer. Hasil akhir dari PKM adalah mitra sasaran memiliki kesadaran akan kesehatan dan selalui menjalankan protokol kesehatan yang dianjurkan oleh pemerintah yaitu penggunaan bahan alami sebagai hand sanitizer sebagai usaha untuk mencegah penyebaran virus Covid-19
PERSEMAIAN PADI SISTEM KERING MELALUI PEMANFAATAN LAHAN PEKARANGAN RUMAH PETANI DI DESA PALUH MANAN KECAMATAN HAMPARAN PERAK KABUPATEN DELI SERDANG Salsabila, Salsabila; Siregar, Aflahun Fadhly; Nurhajijah, Nurhajijah
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 3 (2021): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v4i3.814-821

Abstract

Kelompok Tani Tunas Mekar merupakan kelembagaan tani yang mengusahakan komoditi padi di Desa Paluh Manan, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang. Ketersediaan dan kebutuhan pangan masyarakat di daerah tersebut harus dapat terpenuhi setiap saat, maka dari itu aktivitas usahatani padi harus tetap berjalan. Kelompok ini masih melakukan penyemaian padi di lahan sawah. Pada saat musim hujan dengan intensitas hujan yang tidak menentu dan mengakibatkan banjir berdampak pada persemaian yang dilakukan petani di lahan sawah. Akibatnya petani mengalami kerugian dan berpengaruh terhadap pola tanam yang mundur dari jadwal yang semula. Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman kelompok tani mengenai persemaian padi sistem kering yang dapat dilakukan di lahan pekarangan rumah petani. Hal ini dilakukan untuk mempercepat luas tambah tanam di daerah tersebut. Petani juga dapat lebih mudah mengawasi pertumbuhan benih secara langsung dari gangguan tikus dan serangan hama lainnya. Selain itu biaya dan tenaga yang dikeluarkan untuk penyemaian padi sistem kering ini lebih efisien dibandingkan dengan penyemaian yang dilakukan di lahan sawah. Kegiatan ini diawali dengan sosialisasi mengenai program pengabdian dan dilanjutkan dengan penyuluhan dan pelatihan pembuatan persemaian padi sistem kering melalui pemanfaatan lahan pekarangan rumah petani. Hasil yang diperoleh dari kegiatan pengabdian ini adalah kelompok tani tunas mekar memahami cara pembuatan persemaian padi sistem kering dan mengimplementasikan metode ini untuk masa tanam padi berikutnya
Eco-Enzyme Watermelon Skin Efforts to Implement Net-Zero Emissions in Increasing the Green Economy Gurning, Riris Nadia Syafrilia; Lubis, Wildani; Nurhajijah, Nurhajijah; Puarada, Sakral Hasby; Intan, Dian Retno; Kabeakan, Nana Trisna Mei Br
Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat
Publisher : Progran Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpm.v6i2.650

Abstract

Permasalahan yang dihadapi masyarakat saat ini adalah kurangnya pemanfaatan limbah organik rumah tangga, khususnya oleh ibu rumah tangga, akibat minimnya edukasi dan pengetahuan mengenai pengolahannya menjadi produk bernilai guna seperti eco-enzyme. Padahal, eco-enzyme sangat bermanfaat sebagai pupuk dan pestisida alami baik untuk skala kecil maupun besar, serta mendukung program pemerintah dalam upaya net-zero emission (NZE) yang berguna untuk mengurangi emisi dan polusi dari industri pupuk dan pestisida konvensional yang berkontribusi terhadap pemanasan global. Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini bertujuan memberikan edukasi dan pelatihan kepada ibu rumah tangga dalam mengolah limbah organik, khususnya kulit buah semangka, menjadi eco-enzyme. Eco-enzyme merupakan cairan hasil fermentasi limbah organik (sayur dan buah) dengan tambahan gula merah atau molase, yang memiliki berbagai manfaat seperti pembersih serbaguna, pupuk, pestisida nabati, pembersih lingkungan, serta stimulan pertumbuhan tanaman dan peningkat unsur hara tanah. Selain manfaat ekologisnya, eco-enzyme juga berpotensi untuk dikomersialisasikan sehingga dapat meningkatkan perekonomian keluarga dan mendorong terciptanya ekonomi hijau (green economy). Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan, kesadaran lingkungan, serta kemampuan inovasi masyarakat dalam mengolah limbah organik menjadi produk bermanfaat dan ramah lingkungan.
Artificial Intelligence-Based Hydroponic Plant Disease Detection System (Lactuca sativa) Wayahdi, M. Rhifky; Ruziq, Fahmi; Nurhajijah, Nurhajijah
Journal of Technology and Computer Vol. 2 No. 4 (2025): November 2025 - Journal of Technology and Computer
Publisher : PT. Technology Laboratories Indonesia (TechnoLabs)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hydroponic cultivation of lettuce (Lactuca sativa) offers high water efficiency, yet productivity is frequently compromised by rapid disease spread and nutrient imbalances. Traditional manual monitoring is labor-intensive, time-consuming, and prone to subjective diagnostic errors, often leading to delayed interventions. This study aims to develop an automated, real-time disease detection system by integrating Deep Learning algorithms with an Internet of Things (IoT) architecture. The proposed method utilizes an optimized One-Stage Object Detector based on the YOLO framework, specifically designed for efficient deployment on edge computing devices. The model was trained and validated on a diverse dataset encompassing healthy plants, tip-burn, leaf spot, and nutrient deficiencies, employing rigorous data augmentation to ensure robustness against indoor lighting variability. Experimental results demonstrate that the system achieves a Mean Average Precision (mAP@0.5) of 94.8%, significantly outperforming conventional Support Vector Machine (SVM) approaches and standard detectors. The model maintains high detection accuracy even under complex background conditions. In conclusion, this research provides a viable, low-latency solution for precision agriculture, enabling growers to automate plant health monitoring and effectively minimize crop losses.
Real-Time Classification of Hydroponic Vegetable Types on Mobile Devices Using Lightweight Deep Learning Models Wayahdi, M. Rhifky; Ruziq, Fahmi; Nurhajijah, Nurhajijah
Journal of Technology and Computer Vol. 1 No. 4 (2024): November 2024 - Journal of Technology and Computer
Publisher : PT. Technology Laboratories Indonesia (TechnoLabs)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hydroponic cultivation requires precise monitoring to ensure crop quality and productivity, yet manual identification of vegetable varieties and their growth status remains labor-intensive and prone to error. This study aims to develop a real-time, mobile-based classification system for hydroponic vegetables using lightweight Deep Learning models optimized for edge computing. The proposed method evaluates two distinct architectures, MobileNetV3 and YOLO-Nano, trained via transfer learning on a dataset comprising major hydroponic crops such as Lettuce, Pak Choy, Mustard Greens, and Cherry Tomatoes. Experimental results demonstrate that while YOLO-Nano offers superior inference speed (~55 FPS), MobileNetV3 achieves a significantly higher classification accuracy of 96.4% while maintaining a real-time performance of ~35 FPS on standard mobile hardware. The study concludes that MobileNetV3 provides the optimal balance between accuracy and computational efficiency for handheld agricultural applications. This research contributes a scalable, low-cost solution for smart farming, enabling producers to perform rapid, on-site digital inventory and quality assessment without reliance on internet connectivity.
Peningkatan Kreativitas Anak melalui Metode Proyek (SAINS) Anak Usia Dini di RA Baiturrahman Kandis : Penelitian Rahayu, Swandra; Wilyanita, Nopa; Nurhajijah, Nurhajijah
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.5482

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kreativitas pada anak usia dini usia 5-6 tahun disatuan pendidikan RA Baiturrahman Kandis. Kreativitas sangat penting untuk ditingkatkan dalam diri anak khususnya bagi anak usia dini. Dengan kreativitas anak mampu mengekspresikan ide dan gagasan dalam dirinya, sehingga mereka terlatih untuk menyelesaikan suatu masalah dari berbagai sudut pandang dan mampu melahirkan banyak ide dan gagasan. Kreativitas dapat ditingkatkan melalui imajinasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan tindakan kelas dengan teknik pengumpulan data, observasi dan dokumentasi. Fokus penelitian dilakukan kepada anak usia dini umur 5-6 tahun kelompok B kelas Ar Rahman RA Baiturrahman Kandis. Hasil penelitian menunjukan bahwa meningkatkan kreativitas anak usia dini dapat dilakukan dengan metode proyek sains anak usia dini. Penulis melakukan peningkatan dengan 2 siklus, dimana disiklus 1 peningkatan kreativitas anak diperoleh nilai rata-rata 69.2% dan mengalami peningkatan disiklus 2 yaitu dengan perolehan nilai rata-rata 87,8%. Metode pembelajaran dan peran guru dalam menyampaikan pembelajaran merupakan faktor utama untuk meningkatkan kreativitas anak. Temuan ini diharapkan menjadi referensi bagi pendidik dalam merancang pembelajaran yang sesuai untuk meningkatkan kreativitas anak sejak usia dini.