Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Repellensi dan Toksisitas Asap Cair Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS), Minyak Mimba serta Minyak Serai Wangi Terhadap Sitophilus oryzae L. Nurhajijah, Nurhajijah; Kurniawan, Riki
AGROSCRIPT: Journal of Applied Agricultural Sciences Vol 7 No 1 (2025): June
Publisher : Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/agroscript.v7i1.2215

Abstract

S. oryzae adalah salah satu penyebab yang dapat menurunkan dan merusak kualitas serta kuantitas hasil pasca panen. Dalam permasalahan ini perlu dilakukan pengendalian terhadap S. oryzae agar kerusakan yang ditimbulkan tidak merugikan. Beberapa pengendalian sudah dilakukan salah satunya penggunaan pestisida nabati. Penelitian ini  bertujuan untuk mengetahui pengujian aktivitas repellensi dan toksisitas menggunakan bahan alami Asap Cair TKKS (Tandan Kosong Kelapa Sawit) minyak mimba dan minyak serai wangi yang di uji pada hama pascapanen  S. oryzae. Penelitian ini dilaksanakan menggunakan Rancangan Acak Lengkap non faktorial. Penelitian ini menggunakan 9 perlakuan dan 3 ulangan. TKKS1 : Asap Cair TKKS 10 ml/L, TKKS2: Asap Cair TKKS 20 ml/L, TKKS3  : Asap Cair TKKS 60 ml/L, MM1: Minyak Mimba 10 ml/L, MM2 : Minyak Mimba 20 ml/L, MM3 : Minyak Mimba 30 ml/L, MS1: Minyak Serai Wangi10 ml/L, MS2 : Minyak Serai Wangi 20 ml/L, MS3 : Minyak Serai Wangi 30 ml/L. Minyak serai wangi dan asap cair TKKS bersifat  repellen terhadap S. oryzae. Minyak serai wangi dan asap cair TKKS berpengaruh nyata terhadap persentase repellensi terhadap S. oryzae. Presentase repellensi tertinggi pada perlakuan minyak serai wangi dengan nilai 53% diikuti perlakuan asap cair TKKS dengan nilai 30% dan yang terendah pada perlakuan minyak mimba dengan nilai 10%. Begitu juga pada hasil pengamatan terhadap uji toksisitas, konsentrasi  minyak serai wangi dengan konsentrasi 30 ml/L dan asap cair TKKS dengan konsentrasi 60 ml/L menunjukkan hasil yang optimal.
BERSATU UNTUK NEGERI MENGHADAPI COVID-19 DENGAN MENGIMPLEMENTASIKAN PROTOKOL KESEHATAN DALAM PEMBANGUNAN DESA MANUNGGAL, KEC. LABUHAN DELI, KAB. DELI SERDANG Hanafiah, Febri; Nurhajijah, Nurhajijah
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 2 (2022): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v5i2.578-582

Abstract

Desa Manunggal terdapat beberapa permasalahan yang terjadi ditengah pandemi covid 19, diantaranya masyarakat tidak mau memakai masker, rendahnya produktivitas pemuda setempat dikarenakan kurangnya niat dan minat pemuda setempat dalam bekerja, kurangnya kebersihan lingkungan, kurangnya minat anak-anak setempat dalam belajar. Tujuan kegiatan ini adalah mengajak dan meberikan pengertian kepada masyrakat terkhusus Manunggal Dusun I dan II, untuk dapat mengimplentasikan protokol kesehatan guna memutus penyebaran Covid-19, dengan cara menggunakan masker disegala aktivitas dan selalu menjaga kebersihan lingkungan. Metode yang digunakan adalah dengan terjun langsung ke lapangan dengan mengamati aktivitas masyarakat di desa tersebut. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah masyarakat menerapkan protokol kesehatan tidak sepenuhnya keinginan mereka, hal tersebut dikarenakan kurangnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat akan pentingnya menggunakan masker dan menjaga lingkungan dalam memutus siklus penuluran. Terbukti, setelah diberikan pengertian sedikit mereka berperan aktif dan antusias dalam mengikuti kegiatan ini. Hasilnya dari kegiatan Kuliah Kerja Nyata yang dilakukan telah terjadi perubahan berupa masyarakat lebih rajin menggunakan masker dalam setiap aktivitas, selalu menjaga kebersihan dan telah memanfaatkan lahan kosong menjadi Taman Apotek Hidup bagi masyarakat sekitar yang membutuhkan. 
PEMANFAATAN LAHAN KOSONG UNTUK BUDIDAYA PORANG DENGAN PEMBERDAYAAN PKK AEK KANOPAN TIMUR, LABUHANBATU UTARA Nurhajijah, Nurhajijah; Harahap, Wahyuni Umami; Syafrilia Gurning, Riris Nadia; Tanjung, Ade Firmansyah
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 3 (2021): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v4i3.828-832

Abstract

Kelurahan Aek Kanopan Timur merupakan salah satu kelurahan di kecamatan Kualuh Hulu. Ada 2 kelurahan, yaitu Aek Kanopan dan Aek Kanopan Timur yang menjadi ibu kota Kabupaten Labuhanbatu Utara setelah dimekarkan dari Kabupaten Labuhanbatu pada tanggal 24 Juni 2008. Pemanfaatan lahan kosong yang terbengkalai dapat dimanfaatkan untuk budidaya porang (Amorphophallus onchophyllus Prain). Umbi porang saat ini merupakan salah satu komoditas ekspor yang belum banyak diketahui. Tanaman ini banyak dijumpai namun belum banyak dibudidayakan terutama di Aek Kanopan Timur. Umbi porang mudah tumbuh diberbagai tempat dan mudah dalam membudidayakannya. Banyak masyarakat yang belum mengetahui nilai ekonomi umbi porang. Selain itu pemanfaatan lahan kosong untuk budidaya umbi porang sangat membantu pendapatan keluarga terkhusus ibu-ibu rumah tangga. Berdasarka kegiatan yang sudah dilakukan banyak PKK yang belum mengetahui tanaman porang. PKK sulit mebedakan antara tanaman suweg adan atanaman porang. Antusias PKK sangat tinggi untuk melakukan budidaya porang dikarenakan pengelolaan yang mudah serta menguntukan. Dengan kegiatan ini diharapak PKK menjadi model dimasyarakat untuk memotivasi masyarakat dalam budidaya porang sehingga meningkatkan pendapatan ekonomi.
PENGGUNAAN BAHAN ALAMI DAUN SIRIH DAN LIDAH BUAYA SEBAGAI ANTISEPTIK ALAMI UNTUK MENCEGAH COVID-19 DI DESA SENA, KECAMATAN BATANG KUIS Gurning, Riris Nadia Syafrilia; Puarada, Sakral Hasby; Nurhajijah, Nurhajijah
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 1 (2022): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v5i1.37-44

Abstract

Penyebaran virus corona yang terjadi saat ini semakin meningkat tetapi kurangnya kesadaran masyarakat untuk menjalankan protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah, sehingga dibutuhkan alternatif usaha untuk menangani masalah tersebut yaitu produk alternatif pengganti pencuci tangan. Hand sanitizer merupakan salah satu produk yang efisien dikalangan masyarakat namun terkandung banyak alkohol yang tidak baik untuk kulit. Tujuan dari PKM ini adalah memberikan kesadaran untuk taat menjalankan protokol kesehatan dan membuat hand sanitizer berbahan dasar alami yaitu terbuat dari lidah buaya dan daun sirih. Daun sirih dan lidah buaya dinilai memiliki peran sebagai antiseptik alami yang tidak menyebabkan iritasi pada kulit. Mitra sasaran dalam PKM ini adalah anggota PKK Desa Sena Kecamatan Batang Kuis Kabupaten Deli Serdang. Metode pelaksanaan adalah dengan melakukan sosialisasi dan penyuluhan untuk menambah pengetahuan tentang penggunaan antiseptik alami yaitu menggunakan bahan daun sirih dan lidah buaya sebagai hand sanitizer. Hasil akhir dari PKM adalah mitra sasaran memiliki kesadaran akan kesehatan dan selalui menjalankan protokol kesehatan yang dianjurkan oleh pemerintah yaitu penggunaan bahan alami sebagai hand sanitizer sebagai usaha untuk mencegah penyebaran virus Covid-19
PERSEMAIAN PADI SISTEM KERING MELALUI PEMANFAATAN LAHAN PEKARANGAN RUMAH PETANI DI DESA PALUH MANAN KECAMATAN HAMPARAN PERAK KABUPATEN DELI SERDANG Salsabila, Salsabila; Siregar, Aflahun Fadhly; Nurhajijah, Nurhajijah
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 3 (2021): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v4i3.814-821

Abstract

Kelompok Tani Tunas Mekar merupakan kelembagaan tani yang mengusahakan komoditi padi di Desa Paluh Manan, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang. Ketersediaan dan kebutuhan pangan masyarakat di daerah tersebut harus dapat terpenuhi setiap saat, maka dari itu aktivitas usahatani padi harus tetap berjalan. Kelompok ini masih melakukan penyemaian padi di lahan sawah. Pada saat musim hujan dengan intensitas hujan yang tidak menentu dan mengakibatkan banjir berdampak pada persemaian yang dilakukan petani di lahan sawah. Akibatnya petani mengalami kerugian dan berpengaruh terhadap pola tanam yang mundur dari jadwal yang semula. Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman kelompok tani mengenai persemaian padi sistem kering yang dapat dilakukan di lahan pekarangan rumah petani. Hal ini dilakukan untuk mempercepat luas tambah tanam di daerah tersebut. Petani juga dapat lebih mudah mengawasi pertumbuhan benih secara langsung dari gangguan tikus dan serangan hama lainnya. Selain itu biaya dan tenaga yang dikeluarkan untuk penyemaian padi sistem kering ini lebih efisien dibandingkan dengan penyemaian yang dilakukan di lahan sawah. Kegiatan ini diawali dengan sosialisasi mengenai program pengabdian dan dilanjutkan dengan penyuluhan dan pelatihan pembuatan persemaian padi sistem kering melalui pemanfaatan lahan pekarangan rumah petani. Hasil yang diperoleh dari kegiatan pengabdian ini adalah kelompok tani tunas mekar memahami cara pembuatan persemaian padi sistem kering dan mengimplementasikan metode ini untuk masa tanam padi berikutnya