Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

EFEKTIFITAS PEMBERDAYAAN KELOMPOK RENTAN DAERAH PESISIR DALAM UPAYA MITIGASI BENCANA DI KECAMATAN KOTO TANGAH KOTA PADANG Yanti, Nova; Ramadini, Indri; Metti, Elvia; Netti, Netti; Renidayati, Renidayati; Zicof, Erick
Jurnal Salingka Abdimas Vol 5, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/jsam.v5i1.6355

Abstract

Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, merupakan wilayah pesisir yang rentan terhadap bencana seperti gempa bumi dan tsunami. Kelompok rentan, termasuk lansia, ibu hamil, anak-anak, dan penyandang disabilitas, menghadapi risiko lebih tinggi akibat keterbatasan akses informasi dan kesiapan menghadapi bencana. Program pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan kelompok rentan melalui pemberdayaan berbasis komunitas. Metode yang digunakan mencakup sosialisasi, pelatihan mentor, pembentukan kelompok siaga, serta simulasi mitigasi bencana. Hasil kegiatan menunjukkan adanya efektifitas dari kegiatan pemberdayaan kelompok rentan dalam upaya mitigasi bencana yang dilihat dari peningkatan signifikan dalam pengetahuan dan keterampilan peserta, dengan skor post-test meningkat dari 51 menjadi 87. Perubahan budaya kelompok rentan dalam hal kesiapsiagaan bencana di Kecamatan Koto Tangah tidak hanya menjadi penerima manfaat tetapi juga pelopor dalam mitigasi bencana di komunitas mereka. Faktor pendukung keberhasilan program adalah partisipasi aktif berbagai pemangku kepentingan, sedangkan kendala utama adalah keterbatasan akses informasi dan logistik. Keberlanjutan program dapat didukung melalui kolaborasi lintas sektor dan replikasi model pemberdayaan ini di wilayah pesisir lainnya.
PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGAN RISIKO STUNTING MELALUI PENDEKATAN MULTISEKTORAL : PREVENTION AND REDUCTION OF THE RISK OF STUNTING USING A MULTISECTORAL APPROACH Idela, Cici; Renidayati, Renidayati; Yuzar, Yessi
GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2025): GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/gemakes.v5i3.2629

Abstract

Stunting masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat yang kompleks dan multidimensional. Meskipun prevalensi stunting di Indonesia mengalami penurunan pada tahun 2023, angka kejadian di beberapa wilayah seperti Sumatera Barat masih tergolong tinggi. Pengabdian ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi pendekatan multisektoral dalam penanggulangan stunting di Korong Teluk Belibi Selatan dan Kampung Baru, Padang Pariaman dengan lintas sektor bidang kebidanan, keperawatan, gizi, kesehatan lingkungan dan kesehatan gigi. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Sasaran pengabdian ini adalah ibu hamil, menyusui, anak usia 0 – 23 bulan dan 24 – 59 bulan, remaja dan wanita usia subur. Aspek yang dinilai pada kegiatan ini adalah status gizi anak, keaktifan kunjungan ibu hamil, nilai indeks karies gigi anak dengan metode deft dan sanitasi. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa kolaborasi lintas sektor, termasuk tenaga kesehatan, kader, dan institusi pendidikan, telah memberikan dampak positif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya gizi dan sanitasi. Sebanyak 30% anak mengalami status gizi kurang atau stunting dan rata – rata skor indeks karies gigi anak adalah 2,1 dengan kategori rendah. Namun, masih ditemukan tantangan berupa kondisi sanitasi yang buruk, seperti tidak tersedianya tempat pembuangan sampah, jarak sumber air yang tidak memenuhi standar, serta kurangnya fasilitas jamban sehat. Masalah ini meningkatkan risiko penyakit menular yang berdampak pada status gizi anak. Kesimpulan pengabdian ini adalah masyarakat Korong Teluk Belibi Selatan dan Kampung Baru masih memiliki risiko stunting. Oleh karena itu, kegiatan pemeriksaan kesehatan perlu dilaksanakan intensif untuk mencegah risiko stunting lebih tinggi.
Nurses’ Caring Behaviour and Covid-19 Patient Satisfaction at RSUP Dr. M. Djamil Padang Fadriyanti, Yessi; Astuti, Verra Widhi; Nidia, Wira Heppy; Renidayati, Renidayati
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 9, No 2 (2024): September
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30604/jika.v9i2.2489

Abstract

This research is quantitative research, with a cross sectional study approach. This study aims to analyze the independent variable, namely the caring behavior of nurses, and the dependent variable, namely the satisfaction of Covid patients at RSUP Dr.M. Djamil Padang. The research was conducted from December 2020 – September 2021. The data analysis technique in this study used univariate analysis to see a picture of nurses' caring behavior and Covid patient satisfaction and bivariate analysis was used to determine the relationship between nurses' caring behavior and Covid patient satisfaction. Bivariate analysis was carried out using the chi-square test with a significance level of 0.05 (? = 5%) and a confidence interval of 95%. Based on the research results, the presentation of dissatisfied patient satisfaction was higher for bad nurses' caring behavior compared to good nurses' caring behavior (53.8%: 11.8%) with a p-value of 0.037. So we can draw the conclusion that more than half of the nurses' caring behavior is good in the Covid isolation room, the majority of patients are satisfied with the nursing services provided in the room, there is a significant relationship between caring behavior and patient satisfaction and there is a significant relationship between the five indicators of caring behavior and patient satisfaction.
Efektifitas Edukasi Pada Caregiver Tentang Pengetahuan Kejadian Pengabaian Lansia Amri, Lola Felnanda; Renidayati, Renidayati
JIK-JURNAL ILMU KESEHATAN Vol 3, No 2 (2019): JIK-Oktober Volume 3 No 2 Tahun 2019
Publisher : UNIVERSITAS ALIFAH PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (366.093 KB) | DOI: 10.33757/jik.v3i2.241

Abstract

Pengetahuan erat kaitannya dengan tingkat pendidikan serta prilaku seseorang. Perilaku yang didasari oleh pengetahuan akan lebih langgeng dari pada perilaku yang tidak didasari oleh pengetahuan. Dalam merawat seorang lanjut usia, dibutuhkan Caregiver yang memiliki pengetahuan khusus agar dapat membantu aktifitas lansia dengan tepat sehingga lansia bisa menghabiskan sisa hidupnya dengan aman dan nyaman. Tujuan penelitian ini adalah Mengetahui efektifitas edukasi pada pengasuh lansia (Caregiver)tentang kejadian pengabaian lansia. Desain penelitian adalah kuasi eksperimen dengan rancangan one group pretest posttest.Penelitian dilaksanakan di PSTW X Sumatera Barat.Populasi sebanyak 24 orang, jumlah sampel sebanyak 23 orang. Hasil penelitian Caregiver terbanyak berada di usia lansia awal yaitu sebanyak 8 orang (34,8%), tingkat pengetahuan sebelum edukasi kategori baik yaitu sebanyak 20 orang (87,0%), sesudah edukasi kategori baik yaitu sebanyak 18 orang (78,3%). Tidak ada perbedaan yang signifikan antara pengetahuan Caregiver sebelum dan sesudah diberikan edukasi dengan P Value 0,310.Disimpulkan sangat dibutuhkannya peningkatan pengetahuan Caregiver terutama tentang kesejahteraan lansia. Disarankan pada dinas terkait untuk memenuhi kebutuhan panti akan perawat professional, memberikan pelatihan pada seluruh Caregiver tentang kesejahteraan lansia, serta memfasilitasi pegawai untuk melanjutkan pendidikan.  Kata kunci : Caregiver;edukasi;pengetahuan; panti sosial tresna werdha
Hubungan Kecerdasan Emosional Dengan Kenakalan Remaja di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Padang Aprilia, Feby; Renidayati, Renidayati; Herwati, Herwati; Sasmita, Heppi; Tasman, Tasman
Jurnal Keperawatan Sehat Mandiri Vol 2 No 1 (2024): Jurnal Keperawatan Sehat Mandiri, Volume 2 No.1 Mei 2024
Publisher : Jurusan Keperawatan Mandiri Poltekkes Kemenkes Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33761/jkpm.v2i1.1470

Abstract

Angka kenakalan remaja mengalami peningkatan 0,70% dapat dilihat dari tingginya kenakalan remaja seperti membolos, merokok, berkelahi, dll. Kenakalan remaja dipengaruhi beberapa factor yaitu keluarga, teman sebaya yang kurang baik, lingkungan tempat tinggal serta kecerdasan emosional yang rendah. Kecerdasan emosional mampu mengendalikan remaja dengan baik untuk membangun diri sendiri ,memahami diri sendiri dan hubungan interpersonal yang baik dengan orang lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kecerdasan emosional dengan kenakalan remaja. Penelitian ini dilakukan bulan Oktober 2022-Juni 2023 di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Padang. Desain penelitian Cross Sectional. Populasi pada yaitu 481 orang dan sampel 83 orang menggunakan rumus Slovin. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dan google form. Analisis data dengan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan remaja mengalami kecerdasan emosional rendah (53,0%) dan remja mengalami kenakalan remaja tinggi (54,2%) ada hubungan antara kecerdasan emosional dengan kenakalan remaja di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Padang dengan nilai (p-Value 0,012). Berdasarkan hasil penelitian diharapkan melalui Kepala Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 padang pada guru Bimbingan konseling (BK) memberikan edukasi tentang cara mengatasi kenakalan remaja dengan meningkatkan kecerdasan emosional dengan cara mendorong siswa berfikir positif dan melatih cara berhubungan baik dengan orang lain.
Teori dan Model dalam Bimbingan dan Konseling : Existential Therapy pada Lansia dengan Sindrom Sarang Kosong Renidayati, Renidayati; Karneli, Yeni
Jurnal Bidan Mandiri Vol 3 No 2 (2025): Jurnal Bidan Mandiri, Volume 3 No.2 Oktober 2025
Publisher : Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33761/jbm.v3i2.2591

Abstract

Empty Nest Syndrome is a psychosocial and existential condition commonly experienced by older adults when their children become independent and leave home. This transition often leads to loneliness, loss of life meaning, and changes in identity and family roles. This study aims to describe the application of Existential Therapy theories and techniques for older adults experiencing Empty Nest Syndrome in Padang City. A descriptive qualitative approach with a phenomenological design was employed to explore participants’ subjective experiences, emotional dynamics, and psychological needs. Data were collected through in-depth interviews, participatory observation, and document analysis. Data analysis followed the Miles and Huberman model consisting of data reduction, data display, and conclusion drawing, supported by source and technique triangulation. Findings reveal four major themes: emotional experiences of sadness and loss when children leave home; decreased meaning in life and identity crisis; strong influence of Minangkabau cultural values and social support; and the positive impact of Existential Therapy in reconstructing meaning, enhancing self-acceptance, and strengthening social relationships. Existential Therapy effectively assists older adults in adapting to family role changes and improving psychological well-being. This approach is recommended for integration into community-based counseling services for older adults.
Community-based psychoeducation for disaster preparedness: Improving resilience in rural West Sumatra Renidayati, Renidayati; Astuti, Verra Widhi; Rachmadanur, N; Harahap, Nurlelasari; Darwel, Darwel
SAMATA JOURNAL OF PUBLIC HEALTH SCIENCE Volume 5, Issue 1, September-February 2026
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/sociality.v5i1.59938

Abstract

Previous disaster preparedness studies in rural, disaster-prone areas have largely prioritized structural mitigation and early warning systems, leaving a critical gap in community-based health interventions that address psychosocial readiness. This study introduces a culturally contextualized psychoeducational intervention as a public health strategy to strengthen disaster preparedness in District of X Koto, Tanah Datar Regency, West Sumatra, Indonesia. The objective was to enhance community preparedness through an intervention emphasizing psychosocial health, risk perception, and self-efficacy as core components of disaster health interventions. A participatory intervention design was implemented over nine months (March–November 2024), involving 69 community members. The intervention comprised situational analysis, group-based psychoeducational sessions, disaster simulations, and pre- and post-test assessments. Results demonstrated a substantial improvement in overall preparedness scores, increasing from a mean of 12.54 to 37.64 after the intervention. Beyond cognitive gains, participants exhibited improved emotional regulation, heightened awareness of disaster risks, and stronger behavioral intentions to engage in adaptive response actions. These outcomes align with established psychosocial health theories, underscoring the effectiveness of community-centered learning in enhancing resilience. The intervention was particularly beneficial for participants with limited formal education, indicating its inclusivity and scalability. Integrating psychoeducational health interventions into disaster preparedness frameworks may strengthen public health resilience and support sustainable disaster risk reduction in rural and urban disaster-prone settings.