Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Peran Guru Pendidikan Kewarganegaraan Dalam Meningkatkan Kedisiplinan Siswa Kelas X Melalui Pendekatan Keteladanan Guru Lany, Henderika; Kpalet, Petrus; Nuwa, Gisela
Didactica : Jurnal Kajian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 3 No. 2 (2023): September
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/didactica.v3i2.1796

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peran guru Pendidikan Kewarganegaraan dalam meningkatkan kedisiplinan siswa Kelas X di Sekolah Menengah Atas St. Maria Rubit dan untuk mengetahui upaya/bentuk keteladanan guru terhadap kedisiplinan siswa kelas X di Sekolah Menengah Atas St. Maria Rubit. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Penelitian desktiptif kualitatif merupakan penelitian yang termasuk jenis penelitian kualitatif. Hasil penelitian ini adalah guru Pendidikan Kewarganegaraan sudah baik, tapi karena masih ada beberapa anak yang melanggar peraturan di sekolah sehingga, guru harus memaksimalkan peran dan fungsinya sebagai guru Pendidikan Kewarganegaraan yang memegang peran penting. Untuk itu kiranya kerja sama antar orang tua dan lingkungan sekolah terlebih penting oleh guru Pendidikan Kewarganegaraan karena dalam meningkatkan kedisiplinan siswa bukan cuman pada guru saja tetapi oleh guru- guru, keluarga dan lingkungan sekolah. Untuk itu; disarankan agar guru Pendidikan Kewarganegaraan yang ada di Sekolah Menengah Atas St. Maria Rubit harus berupaya melaksanakan peran dan fungsinya secara maksimal dalam meningkatkan kedisplinan siswa di sekolah. Ada keharusan untuk senantiasa memberi motivasi, arahan, bimbingan, dan pembiasaan.
Kepemimpinan Kepala Sekolah Berbasis Nilai Kearifan Lokal Etnik Sikka Krowe Di Kabupaten Sikka Nuwa, Gisela; Avila, Teresia; Kpalet, Petrus
Paidea : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia Vol. 3 No. 2 (2023): Agustus
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/paidea.v2i3.924

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepemimpinan kepala sekolah berbasis nilai kearifan lokal etnik Sikka Krowe dan faktor pendukung dan penghambat kepemimpinan kepala sekolah berbasis milai kearifan lokal etnik Sikka Krowe di Kabupaten Sikka. Metode penelitian yang digunakan melalui pendekatan deskriptif kualitaf. Sumber data utama sebagai informan yaitu, Kepala Sekolah, guru mata pelajaran, dan pemanggku adat Desa Pogon. Teknik pengumpulan data yang digunkan adalah teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data: pengumpulan data, reduksi data, dan Verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan, Pertama, penerapan nilai-nilai kearifan lokal di sekolah berupa nilai kerjasama, musyawarah atau “Kula Babong”, saling menghargai dan menghormati. Kedua, nilai-nilai kearifan lokal etnik Sikka Krowe yang relevan dengan kepemimpinan kepala sekolah yaitu, nilai kejujuran, nilai keberanian, musyawarah untuk mufakat (Kula Babong), dan kharisma, Ketiga, faktor pendukung penerapan nilai-nilai kearifan lokal etnik Sikka krowe dalam kepemimpinan kepala sekolah Di Kabupaten Sikka yaitu masih tertanamnya nilai-nilai lokal dalam kehidupan sehari-hari, dan Keempat, faktor penghambat penerapan kepemimpinan kepala sekolah berbasis nilai kearifan lokal etnik Sikka Krowe adalah terjadinya pergeseran nilai-nilai lokal yang dipengaruhi oleh dampak negatif dari globalisasi.
Implementation Of the Waihawa Community Traditional Marriage Service from Social Cultural Aspects in Waihawa Village Edivildus, Avitus; Nuwa, Gisela; Kasim, Abdullah Muis
Jurnal Riset Ilmu Pendidikan Vol. 2 No. 4 (2022): Jurnal Riset Ilmu Pendidikan
Publisher : Lembaga Riset Mutiara Akbar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56495/jrip.v2i4.181

Abstract

Traditional marriage is actually a bond between men and women who are united through traditional marriage rituals by going through various stages in the custom, as a legal customary marriage process between husband and wife. Customary marriage is not only a bond between husband and wife, but involves the entire extended family of both parties, relatives and tribes or clans who are part of the members of the couple legalized in the customary marriage. Through traditional marriages, kinship and kinship relations are increasing and increasingly displaying a social relationship that creates a familial bond between the two parties. This kinship and kinship relationship is a sign that customary marriage is not only legalizing husband and wife but more than that, embracing the big family and the relationships in the social life of the community become full of brotherly bonds with each other. With traditional marriages that are structured in an area, it is proof that the community is able to maintain and preserve the value of the traditional marriage in social life and is able to provide education to the community and the younger generation to maintain the elements and values ??contained in the traditional marriage. In the midst of increasingly rapid developments, the role of indigenous peoples has become more active in maintaining the nobility of these customary values. Therefore, the participation of all parties in social groups is important because without the involvement of all parties from within the family, community, tribal/clan members, local government and customary stakeholder institutions as well as society in general in social groups, so that cultural heritage cannot be lost. only belongs to individuals but belongs to all people in social groups, because it is a sign and identity of every community in social life.
Teacher's Strategy in Forming Student Character at SMP Santa Maria Maumere Jon, Siprianus; Gleko, Gabriel; Nuwa, Gisela
Jurnal Riset Ilmu Pendidikan Vol. 3 No. 1 (2023): Jurnal Riset Ilmu Pendidikan
Publisher : Lembaga Riset Mutiara Akbar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56495/jrip.v3i1.345

Abstract

The teacher is one of the components of the educational process in shaping the disciplinary character of students. because the teacher is in direct contact with the learning process. One of the factors in character formation is exemplary, including: discipline, speech, attitude, honesty, is a strategy in character building. The formation of character is very important for students to have a good personality. The teacher's strategy in shaping the character of students through integration strategies which include; integration through daily activities in the form of giving exemplary examples such as reprimands, advice, environmental conditioning that supports character education, routine activities, character refraction, and companion activities and supervision of character education. One of the teacher's ways or strategies so that the character of students is better is carried out through intracurricular and extracurricular activities, through demonstration activities and direct application, through the preparation of interesting learning plans and tools and the teacher must protect one another. Efforts made by the teacher in shaping the character of students through learning activities in schools conducting coaching for students, the teacher as a media, the teacher evaluates and instills honest values and responsibility for student character. The research method used is a qualitative approach. The data sources in this study are primary data sources and secondary data sources. The informants selected in this study were school principals and teachers. Data collection techniques used are observation techniques, interviews and documentation. Data analysis techniques consist of data collection, data reduction, drawing conclusions or verification.
Learning Difficulty Analysis of Improvement Student Achievements in The Pandemi of Covid 19 Class VII SMP PGRI 03 Paga District Paga Sikka District Muna, Fitrianti; Kasim, Abdul Muis; Nuwa, Gisela
Jurnal Riset Ilmu Pendidikan Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Riset Ilmu Pendidikan
Publisher : Lembaga Riset Mutiara Akbar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56495/jrip.v3i2.348

Abstract

This study aims to find out the difficulties that affect the learning process on the achievement of class VII students during the Covid-19 pandemic and to find out how to overcome learning difficulties for class VII students through online during the Covid-19 pandemic at SMP PGRI 03 Paga. This research was carried out for one month, starting from August 10 to September 10 2021. The research method used was a descriptive method with a qualitative approach. Data collection techniques through observation, interviews and process on student achievement, namely some students do not have facilities or cellphones to access online learning due to the poor condition of students. Therefore, the results of this study can be concluded that there are difficulties that affect the learning process on student achievement so that some students do not undersand about online learning applications and also do not understand the material delivered through the online learning process.
Resolusi Konflik Berbasis Kearifan Lokal Sikka: Konstruksi Prinsip Negosiasi dalam Perkawinan Adat Krowe di Kabupaten Sikka Nuwa, Gisela; Wahyuningsih
Jurnal Genesis Indonesia Vol. 3 No. 02 (2024): Jurnal Genesis Indonesia
Publisher : The Indonesian Institute of Science and Technology Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56741/jgi.v3i02.570

Abstract

Konflik pada dasarnya sangat dekatan dengan hidup manusia. Konflik itu lahir dari ketidakmatangan sikap manusia dalam menyelesaikan persoalan antara sesama manusia itu sendiri, anggota atau golongan. Motif terjadinya konflik ada berbagai macam, mulai dari urusan pribadi sampai pada urusan budaya dan tradisi dalam hal ini pernikahan. Atas dasar ini tujuan penelitian dilakukan untuk mengetahui konstruksi prinsip negosiasi yang dikembangkan dalam pernikahan adat Krowe di Sikka. Metode penelitian yang digunakan yaitu kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, FGD, dan dokumentasi. Data dipilah berdasarkan tata urutan kegunaan, selanjutnya data dikelompokkan berdasarkan masalah yang dingkat dan pada akhirnya melakukan proses verifikasi untuk dihubungkan dengan setiap tujuan yang hendak dicapai serta dikonfrontasi dengan dokumen pendukung. Hasil penelitian tentang prinsip negosiasi yang dikembangkan dalam pernikahan adat Krowe di Sikka yaitu kula kameng (ide diangkat kepermukaan), kula babong (lempar ide dengan santun), kula kara (rapat umum).
Dampak Keterbatasan Jaringan Internet Dalam Proses Interaksi Sosial Masyarakat Dusun Mage Take Laju, Donata Yuliana; Iki, Maria Toyo; Nuwa, Gisela
Antropocene : Jurnal Penelitian Ilmu Humaniora Vol. 4 No. 2 (2024): Mei
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/antropocene.v4i2.2446

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak keterbatasan jaringan internet dalam interaksi sosial pada masyarakat Dusun Mage Take. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah data primer dan sekunder. Penelitian ini berfokus pada dampak sosial yang timbul akibat keterbatasan akses internet, yang sering kali menghambat kegiatan sehari-hari masyarakat. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan dalam wawancara adalah kepala dusun dan pelajar, sedangkan dokumen yang digunakan berupa literatur dan foto aktivitas masyarakat setempat dalam mencari sinyal. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah mengumpulkan data, kemudian memisahkan dan mengelompokkan data tersebut, serta memverifikasi dan menarik kesimpulan sesuai dengan tujuan penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dampak keterbatasan jaringan internet terhadap interaksi sosial masyarakat Dusun Mage Take meliputi: komunikasi antara guru dan siswa menjadi tidak lancar, jaringan internet hanya tersedia di tempat tertentu, dan masyarakat harus meninggalkan pekerjaan mereka untuk mencari jaringan. Kesimpulan penelitian ini menegaskan pentingnya upaya peningkatan akses internet di daerah pedesaan untuk mendukung keberlanjutan interaksi sosial dan pendidikan.
Peran Satpam Dalam Pembentukan Karakter Disiplin Peserta Didik Di SMA Negeri 2 Maumere Kabupaten Sikka Nong Wori, Efrianus; Abd. Rahman, Nurdin; Nuwa, Gisela
Holistic Science Vol. 1 No. 2 (2021): Jurnal Nasional Holistic Science
Publisher : Lembaga Riset Mutiara Akbar NOMOR AHU-0003295.AH.01.07 TAHUN 2021

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (266.133 KB) | DOI: 10.56495/hs.v1i2.27

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran satpam dalam pembentukan karakter peserta didik di SMA Negeri 2 Maumere Kabupaten Sikka. Dan faktor-faktor yang mempengaruhi pembentukan karakter disiplin peserta didik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif yaitu menganalisis data deskriptif dengan cara memaparkan dan mendeskripsikan hasil penelitian yang telah peneliti lakukan, penelitian ini menggunakan prosedur pengumpulan data adalah : observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan yang digunakan adalah kepala sekolah, kaur kesiswaan, petugas satpam dan peserta didik. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu peran satpam dalam pembentukan karakter disiplin peserta didik di SMA Negeri 2 Maumere seperti : melakukan patroli, menjaga keamanan dan ketertiban, smengamankan aset-aset sekolah dan menasehati. Adapula faktor- faktor yang mempengaruhi pembentukan karakter disiplin peserta didik di sekolah seperti : faktor lingkungan masyarakat, faktor keluarga dan faktor dalam diri peserta didik
Peran Media Masa Dalam Meningkatkan Partisipan Politik Masyarakat Kabupaten Sikka Ajis, Abdul; Kau, Marhaban Sahrir Ramadhan; Nuwa, Gisela
Antropocene : Jurnal Penelitian Ilmu Humaniora Vol. 5 No. 1 (2025): Volume 5 Nomor 1 Tahun 2025
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/antropocene.v5i1.2813

Abstract

Media massa memiliki peran strategis dalam meningkatkan partisipasi politik masyarakat, terutama dalam konteks demokrasi modern. Penelitian ini menganalisis peran media massa di Kabupaten Sikka menjelang Pemilu dan Pilkada serentak 2024, dengan menggunakan metode studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media, khususnya media sosial dan digital, menjadi sarana utama bagi masyarakat dalam memperoleh informasi politik, meningkatkan kesadaran, serta mendorong keterlibatan dalam proses demokrasi. Namun, tantangan seperti keterbatasan infrastruktur digital dan rendahnya literasi media masih menjadi hambatan dalam penyebaran informasi yang akurat dan merata. Selain itu, fenomena berita palsu dan politik identitas juga berpotensi menurunkan kualitas partisipasi politik. Media lokal berperan penting dalam menjembatani kesenjangan informasi dan membangun kepercayaan masyarakat terhadap politik. Oleh karena itu, kolaborasi antara pemerintah, media, dan masyarakat diperlukan untuk meningkatkan literasi media serta menciptakan lingkungan informasi yang lebih inklusif dan partisipatif. Dengan pengelolaan media yang baik, demokrasi yang sehat dan berkualitas dapat terwujud.
Eksistensi Du’a Mo’an Watu Pitu dalam Melestarikan Budaya Kula Babong pada Masyarakat Etnis Krowe di Kabupaten Sikka Mitan, Kresensia Asfiani; Nuwa, Gisela
AL MA'ARIEF : Jurnal Pendidikan Sosial dan Budaya Vol 4 No 1 (2022): Al Ma'arief: Jurnal Pendidikan Sosial dan Budaya
Publisher : Program Studi Tadris IPS Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35905/almaarief.v4i1.2698

Abstract

Melestarikan budaya menjadi aspek penting dalam kehidupan masyarakat adat karena identik dengan gaya hidup yang masih berpedoman pada adat istiadat setempat. Proses pelestarian budaya pada masyarakat adat tidak terlepas dari peran penting Du’a Mo’an Watu Pitu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran Du’a Mo’an Watu Pitu dalam melestarikan budaya Kula Babong (demokrasi) dan apa saja nilai-nilai budaya yang terdapat pada budaya Kula babong (demokrasi) di Desa Baomekot, Kecamatan Hewokloang, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah ketua adat, sekretaris adat, dan tokoh budayawan pada masyarakat etnis Krowe Kabupaten Sikka Nusa Tenggara Timur. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian adalah peran Du’a Mo’an Watu Pitu dalam melestarikan budaya Kula Babong (demokrasi) dilakukan secara langsung yaitu menjaga integritas lembaga adat, melakukan ritual adat, menyelesaikan konflik sosial, dan menegakan keadilan. Nilai-nilai budaya yang terdapat pada budaya Kula Babong (demokrasi) adalah nilai religius, nilai musyawarah-mufakat, nilai kebersamaan, dan nilai keterbukaan. Oleh karena itu, hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Du’a Mo’an Watu Pitu sudah menjalankan perannya secara maksimal.