Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Aplikasi Pestisida Nabati Daun Pepaya Pada Tanaman Cabai Di Lahan Kelompok Tani Diporejo Desa Kedayunan Kabupaten Banyuwangi Akyun, Surotun; Indraloka, Aldy Bahaduri; Alfiyah, Nurul; Yuniwati, Ika
Jumat Pertanian: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2024): Agustus
Publisher : LPPM Universitas KH. A. Wahab Hasbullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32764/abdimasper.v5i2.4644

Abstract

The Diporejo Farmers Community, Kedayunan Village in Banyuwangi Regency, has quite high potential for agricultural waste product from cultivating papaya (Carica papaya). If agricultural waste was not utilized properly, it caused problems in the form of pollution of surrounding environment, disturbing the surroundings and becoming a source of disease. The aim of this Community Service activity is to assist farmer community in developing papaya waste product into natural pesticides. Several series of community service activities have been carried out, such as: 1) conducting socialization on natural pesticides and 2) carrying out the practice of making natural pesticides. Further service activities carried out are 3) production of pesticides independently and periodically by groups of farmers, and 4) application of pesticides on chili cultivation. The results of monitoring carried out for approximately 3 months showed that plant-based pesticides made from papaya leaves were applied as a form of prevention against OPT (Plant Pest Organisms), farmer groups were able to produce plant-based pesticides independently and continuously, the intensity of pests caught in yellow traps installed on chili plants experienced a significant decline.
Aplikasi Mesin Pencacah (Chopper Machine) Dalam Pembuatan Pupuk Organik Berbahan Dasar Kotoran Kambing Indraloka, Aldy Bahaduri; Hidayat, Fiko; Adhamatika, Adhima; Triardianto, Dimas
Indonesia Berdaya Vol 5, No 3 (2024)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2024864

Abstract

Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat di BPP Genteng telah berhasil menerapkan adaptasi teknologi berupa aplikasi mesin pencacah dalam memproduksi pupuk organik yang berasal dari kotoran kambing. Dalam melakukan kegiatan produksi pupuk organik diperlukan bahan-bahan dasar yang telah tercacah dengan sempurna, maka dari itu diperlukan suatu mesin pencacah (Chopper Machine) yang memiliki fungsi memecah dan menghaluskan kotoran kambing menjadi partikel-partikel kecil yang halus. Kotoran kambing yang halus akan mempermudah proses fermentasi sehingga pupuk organik yang dihasilkan memiliki kualitas produk yang baik.Secara umum, proses pembuatan pupuk organik yang berbahan dasar kotoran kambing ini terdiri dari beberapa tahap yang meliputi persiapan bahan baku, peralatan dan mesin, penjemuran kotoran kambing, penggilingan atau pencacahan kotoran kambing, fermentasi kotoran kambing dan aplikasi pupuk organik. Kotoran kambing yang dikumpulkan dari kandang ternak harus dikeringkan terlebih dahulu dengan cara dijemur, setelah kering barulah kotoran kambing dapat dihancurkan dan dihaluskan dengan menggunakan mesin pencacah. Mesin pencacah ini memiliki keunggulan yaitu efisiensi waktu dan tenaga sehingga dapat mempermudah para petani maupun peternak ketika akan melakukan kegiatan produksi pupuk organik.
Pengembangan Program Pertanian Sehat Melalui Pembuatan Pestisida Nabati Daun Pepaya (Carica papaya) di Kecamatan Kabat Banyuwangi Indraloka, Aldy Bahaduri; Alfiyah, Nurul; Yuniwati, Ika
Indonesia Berdaya Vol 4, No 4 (2023)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2023608

Abstract

Kabupaten Banyuwangi merupakan salah satu Kabupaten yang memiliki lahan-lahan pertanian yang subur untuk ditanami berbagai komoditas tanaman pangan, hortikultura hingga perkebunan. Salah satu kecamatan di Banyuwangi yang memiliki potensi pertanian yang tinggi adalah kecamatan Kabat. Pengembangan program pertanian sehat di kecamatan Kabat masih mengalami kendala yakni ketergantungan dan perilaku konsumtif akan pesitisida kimia. Penggunaan pestisida kimia yang berlebihan dapat mengganggu kesehatan petani dan konsumen, merusak lingkungan, menurunkan kualitas produk pertanian, hingga memunculkan gangguan pada keseimbangan serta kelestarian ekosistem. Solusi yang dapat dilakukan adalah melakukan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat melalui Pembuatan dan Aplikasi Pestisida Nabati. Metode yang digunakan adalah pendekatan Pendampingan dan Penyuluhan Terpadu (integrated of assistance models approach) yang terdiri dari empat tahapan yaitu; 1) melakukan sosialisasi pestisida nabati, 2) pelatihan pembuatan pestisida nabati berbahan dasar daun pepaya (Carica papaya), 3) Pelatihan dan aplikasi pestisida nabati menggunakan Knapsack power sprayer, 4) monitoring dan evaluasi. Total ukur keberhasilan Program pengabdian kepada masyarakat terlihat pada keaktifan 25 orang peserta dari kelompok tani yang mengikuti program sosilasisasi dan demonstrasi pembuatan pestisida daun pepaya. Hasil kegiatan monitoring dan evaluasi menunjukkan bahwa kelompok tani mampu untuk memproduksi pestisida nabati secara mandiri dan kontinyu hingga pengaplikasian pestisida nabati pada lahan tanaman cabai milik kelompok tani.
Sosialisasi Penerapan Halal pada Proses Produksi Es Batu Industri Rumah Tangga Adhamatika, Adhima; Triardianto, Dimas; Kusumasari, Findi Citra; Indraloka, Aldy Bahaduri; Siska, Astri Iga
Jurnal Ilmiah Pengabdian dan Inovasi Vol. 2 No. 4 (2024): Jurnal Ilmiah Pengabdian dan Inovasi (Juni)
Publisher : Insan Kreasi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57248/jilpi.v2i4.395

Abstract

Indonesia is a country with a Muslim population of 207,176,162 people, or reaching 87.21% of the total population, so the need for halal products is quite high. This encourages business actors, especially in the food and beverage sector, to develop products based on halal guarantees. Where the aim is to guarantee the halalness of the products produced as regulated in Law No. 33 of 2014 concerning Halal Product Guarantees. One product that is widely used in the food and beverage industry today is ice cubes. Frozz Jaya Group Home Industry is an ice cube manufacturer that is preparing to apply for halal certification. This activity was carried out using learning service method. In this activity, 3 stages were carried out, namely socialization, observation and discussion to improve partners' preparation in applying for halal certification. This activity's results showed that several minor findings and positive things needed to be maintained. Partners are committed to immediately improving the conclusions of this activity so that they will be ready for halal certification. This was marked by several improvements such as applying for a well drilling permit and using tools and materials that are halal certified.
Peningkatan Nilai Tambah Limbah Kotoran Kambing Menjadi Pupuk Kotoran Hewan di BPP Genteng Kabupaten Banyuwangi Indraloka, Aldy Bahaduri; Meidayanti, Karina; Ratri, Indira Nuansa
Jurnal ABDINUS : Jurnal Pengabdian Nusantara Vol 7 No 1 (2023): Volume 7 Nomor 1 Tahun 2023
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/ja.v7i1.18578

Abstract

Goat waste product of livestock waste would given negative impact if it was not used. The purpose of this communal service activity were to increase the added value of goat waste product at BPP Genteng, Banyuwangi which has not been utilized before. This communal service is carried out by training the use of animal waste product by using chopping machines and training in the manufacture of animal manure fertilizers. The results of the service activities show that the community in BPP Genteng have been able to make manure fertilizer using a grinding machine for time and energy efficiency in the fertilizer production process. The community service program was carried out well where this activity received a positive response from BPP Genteng, breeders and farmer groups in participating in socialization activities, training on fertilizer production and socialization of application and maintenance of the machines. These three activities aimed to increase the added value of goat manure waste in BPP Genteng.
Pemberdayaan Masyarakat Desa Bangsring melalui Produksi Pupuk Organik Padat dan Cair Berbahan Dasar Kotoran dan Urin Kambing dengan Sistem Controlling Suhu Fermentasi berbasis IoT Haq, Endi Sailul; Indraloka, Aldy Bahaduri; Wicaksono, Driyanto Wahyu
Jurnal ABDINUS : Jurnal Pengabdian Nusantara Vol 10 No 1 (2026): Volume 10 Nomor 1 Tahun 2026
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/ja.v10i1.27119

Abstract

Sektor pertanian dan peternakan merupakan salah satu sumber mata pencaharian yang cukup besar di Kabupaten Banyuwangi. Desa Bangsring merupakan salah satu desa yang memiliki potensi pertanian dan peternakan yang tinggi, meliputi budidaya jagung, cabai, ternak sapi hingga kambing. Saat ini di Desa Bangsring terdapat kelompok ternak yang aktif dalam kegiatan ternak kambing. Limbah ternak yang dihasilkan meliputi kotoran padat dan urin kambing. Selama ini belum ada pemanfataan dan pengolahan limbah ternak tersebut, biasanya limbah peternakan di buang pada aliran sungai dan menumpuk sehingga mengganggu kesehatan lingkungan dan masyarakat. Untuk mengatasi permasalahan yang ada, maka tim pengabdian kepada masyarakat Politeknik Negeri Banyuwangi melaksanakan program pemberdayaan masyarakat berupa produksi pupuk organik dengan memanfaatkan limbah kotoran dan urin kambing dengan adaptasi fermentasi berbasis IoT (Internet of Things). Kegiatan pemberdayaan dilaksanakan dalam 5 tahapan yang terdiri dari tahap survey, sosialisasi, praktik produksi biofertilizer, pembuatan sistem controlling suhu dan monitoring. Kegiatan sosialisasi dihadiri oleh 15 anggota aktif kelompok ternak dimana seluruh anggota kelompok telah berhasil melakukan produksi dua jenis biofertilizer yaitu pupuk kohe kambing padat dan POC (pupuk organik cair) urin kambing. Produk biofertilizer yang berhasil diproduksi oleh kelompok ternak Desa Bangsring merupakan hasil adaptasi Teknologi Tepat Guna yang telah diberikan oleh Tim Pengabdian.